Rabu, 26 September 2012

“Ini hanya sebuah konsekwensi pilihan ukhti”




Aku sudah memutuskannya.
 aku teringat dulu ketika aku pertama kali masuk organisasi KAMMI, aku sungguh menggebu untuk masuk kesana, karena ada sebuah janji, janji pada Illahi untuk membaktikan masa muda ini hanya untuk Nya. Aku bertanya pada seorang teteh ngaji ku, kebetulan ia juga, KAMMI. Lalu detik demi detik aku rangkai cita ku bersama KAMMI, aku mencoba menggenapkan semua yang aku bisa, meski hasilnya tak selalu maksimal, yang membuat ku marah karena acara tak begitu memuaskan, tapi semuanya ku jalani dengan senyuman. Ya senyuman keyakinan bahwa nanti pasti lebih baik.
Di KAMMI aku bertemu dengan seorang ukhti yang sangat luar biasa, aku beruntung bertemu dengannya. Ia tularkan pada ku sebuah mimpi, mimpi yang menggunung tinggi, melangit luas. Dan aku tananmkan itu dalam dalam. Disini di hati ini aku ukir itu.
Ketika ukhti itu memutuskan untuk keluar dari kammi,aku termangu. Tapi aku tahu dia punya tujuan lain meninggalkan KAMMI, bukan untuk meninggalkan dakwah, tapi ia memutuskan untuk fokus bergerak di kampusnya.tentunya dalam dakwah juga. Aku terima alasan itu.  detik itu aku tahu “kini aku sendiri”
Tapi Allah begitu menyayangi ku, Allah kabulkan setiap doa ku, doa yang sama percis seperti nabi musa yang menginginkan harun mendapinggi ia menaklukan sang tiran.   Allah kirimkan disampingku, mereka yang juga luar biasa, yang selalu muncul ide gila di otak mereka, mereka three sister midwifery ( I Love sis ). Pikiran ku mengawang  melewati waktu aku melihat sosok kita yang duduk melingkar, menguras dan memutar otak kita untuk sebuah kata “ide”. Lalu ide ide itu kita “nyata”kan di KAMMI. Hingga mimpi kita terwujud. Benarlah. Mimpi bersama adalah sebuah kenyataan.
tak disangka tak diyana.  Ukhuwah kita makin meluas, ikatan iman ini menarik mereka, mereka datang lagi dengan mimpi dan cita yang sama. ukhti dari kampus STAI. Tak kusangka aku bertemu dengan kalian ukhti. Ikatan iman kita juga menarik mereka  two sister midwifery, mereka menjadikan ukhuwah kita makin berwarna,jadilah kita “THE QIBI CHIBI “ . yang mungkin aku menyebutnya sang power rangers. Saking berwarnanya pribadi pribadi kita.

ukhti..ingatkah saat kita memberontak. “Kocaknya diri kita”, kita merencanakan sebuah pemberontakan pada acara monoton nan membosankan. Dimalam itu terbesit dalam diri kita untuk kabur lari dari amanah. Mungkin detik itu kita merasa benar, merasa paling keren. Hingga kita tak sadar ide kita telah disisipi syetan. Mungkin syetan kesombongan. dan ukhti tahukah engkau, ketika aku masuk KAMMI aku tidak mengikuti acara itu. hehe.” Bandel bawaan”   Pasca pemberontakan itu aku amat menyesal ukhti,  sangat menyesal. Aku sadar harusnya kita yang menjadi pembeharu, dan bukan dengan jalan protes. harusnya kita belajar tentang materi materi wajib lahapan calon anggota kammi itu, lalu mentransformasinya. Sehingga kita bisa merubah acara monoton nan membosankan itu menjadi acara yang melahirkan calon para pemimpin. Dan kalian pasti bisa ukhti!!
Dan kini aku harus memutuskan atas segala konsekwensi pilihan yang telah aku pilih. Aku harus meninggalkan KAMMI, bukan untuk meninggalkan dakwah. Bukan ukhti..sedih rasanya jika ada yang berpendapat seperti itu.
Aku meninggalkan KAMMI untuk menggenapkan atas pilihan yang sudah aku pilih, thoriqoh yang aku pilih dan  konsekwensi atas apa yang ku anggap benar. maka aku harus bergerak disana. Ya ukhti aku memilih perahu dakwah yang lain. Tapi jangan risau ukhti. Bukankah perbedaan itu membuat hidup kita berwarna.  Kini kita seperti bola mata menatap hal yang sama, bergerak seirama untuk ridhoNYA meski tak pernah bertemu. percis kayak kedua bola mata kita kan.

Terimakasih ku pada kedua teteh KAMMI, yang selalu menemani ku diskusi dan mendengar kesah ku  tentang  thoriqoh. Yang mungkin kegalauan ku ini telah banyak menyita waktunya. Lalu tetap memahami aku ketika setiap keputusan yang ku buat aku tarik lagi. Terimakasih atas perngertian nya teteh. Yang  sabar memberi penjelasan tentang dunia, lalu meminjamkan buku buku pergerakan. Berdiskusi dengan kalian memperkaya hasanah sudut pandang ku tentang dunia. Kini aku telah memilih teteh.
Akhir kata  jazakillah  khaeron katsiron ukhti atas ukhuwah ini.


Senin, 04 Juni 2012

Pengadilan Allah



                Suatu hari Rasulullah sedang bersama para sahabat; sejenak beliau tepekur dengan wajah khawatir; tapi tak lama kemudian tertawa. Terheran, para sahabatpun bertanya, “Ya RasulaLlah, ada apakah kiranya sehingga engkau tampak khawatir tetapi kemudian tertawa?”
 “Telah diperlihatkan padaku”, ujar beliau sembari tersenyum, “Dua orang dari kalangan ummatku yang bersengketa di hadapan Allah.”  Satu di antara mereka berkata: “Ya Rabbi, tegakkan keadilan di antara kami; dulu di dunia, saudaraku ini berlaku zhalim & keji!”.
 Si tergugat tertunduk malu, menangiskan sesal & takut. Maka Allah pun memanggil sang penuntut dengan lembut & berfirman padanya. “Wahai hambaKu, angkatlah kepalamu!” Maka sang penggugat menengadah & melihat sebuah istana yang begitu indahnya. Dia terpesona. Istana itu terbuat dari permata & marjan, dibingkai oleh emas, dihiasi mutiara. Maka dengan takjub ternganga, hamba itu bertanya. “Duh Rabbi; bagi Nabi siapakah istana ini? Atau milik orang shiddiq yang mana ia? Atau kepunyaan pahlawan syahid zaman apa pula?” .
Maka Allah berfirman; “Istana ini akan menjadi milik siapapun yang mampu membayar harganya.” Penggugat itu terbelalak & bertanya. “Berapakah harganya Ya Rabbi? Dengan apakah orang yang menginginkan akan membayarnya? Siapakah yang beruntung bisa memilikinya?” Allah berfirman; “Adalah dirimu mampu membayar harganya. Jika kau memaafkan saudaramu itu, niscaya istana ini kan jadi milikmu!” .
 Maka berteriaklah hamba itu tergembira, “Demi kemuliaan & keagunganMu Ya Rabbi; sungguh kini aku telah memaafkan saudaraku ini!” Maka Allah karuniakan istana itu; Dia hapuskan dendam & luka di hatinya, hingga mereka kembali bersaudara & bertetangga di surga. "Kami lenyapkan segala dendam di hati mereka, sedang mereka merasa bersaudara, duduk berhadapan di atas dipan-dipan." {QS 15: 47}.
Hikmah pertama dari #kisah ini adalah; sebaik apapun menjadi insan, berupaya menjaga keshalihan & akhlaq; kita mungkin menyakiti sesama. Jika ada kesalahan & aniaya kita pada sesama; sengaja atau tidak; semoga kelak Allah yang kan membela kita di pengadilanNya. Tentu tidak semua insan mendapat kehormatan dibela Allah 'Azza wa Jalla. Ada yang ketika digugat; Allah persilakan si penuntut mengambil kebaikan si tergugat untuk ditambahkan pada pahalanya. Atau jika tiada lagi kebaikan, dosa si penggugat dialihkan pada orang yang telah menzhaliminya -dengan lisan maupun tangan- di dunia. Na'udzu biLlah. Mari melayakkan diri tuk dibelaNya..
. "Hai orang beriman; jika kalian menolong agama Allah, maka Allah akan tolong kalian & meneguhkan telapak kaki kalian." {QS 47: 7}.
Pelajaran lain; jika memaafkan di akhirat berbalas istana surga; maka betapa mulia yang berkenan memaafkan sejak di dunia.
Seperti sahabat yang dijamin surga; amal-ibadahnya dianggap biasa; tapi selalu melepas semua luka, kecewa, & iri jelang tidurnya
Dikutip dengan tambahan dari Syarh Shahih Muslim-nya Imam An Nawawi. Semoga #kisah 'Istana Kemaafan' mengilhami Shalih(in+at) sekalian:)
from Twitter for iPhone retweeted 12 times

HARAKAH???!!!



          ini kisah yang saya ingin tweeps ambil pelajaran, cukup disimak, dan tak perlu ajukan pertanyaan setelahnya, ok :)
satu waktu, di mail saya terdaftar puluhan tanya yg menanti dijawab, satu persatu saya buka dan jawab semampu ilmu yg terbatas. ada tanya singkat dari seorg akhwat "afwaan jiddan, felixsiauw manhajnya apa ya?" | jwb saya "ahlu sunnah wal jama'ah". karena begitulah seharusnya manhaj setiap Muslim, mengikuti sunnah nabi dan bersatu dalam al-jama'ah Islam, syarat surga, ujar Rasul.
tanya kedua dr akhwat yg sama "afwaan ada yg bilang ke ana bahwa ustad aktivis HTI ?" | mulai aneh, sy jawab "betul, sy aktivis HTI". lalu dijawab "afwan ustad bukan ahlussunnah wal jama'ah dan bermanhaj salafusshalih ustad dari HTI tdk semanhaj dgn ana :)".
DEG! terdiam semenit saya di monitor, coba resapi kalimat barusan dgn teliti, khawatir setan telah merasuk menjadi prasangka buruk. . saya coba baca lagi, khawatir ada ambiguitas kalimat, coba pahami dengan kacamata khusnu dzann, namun tak dapat pembenaran itu. masyaAllah, masyaAllah, istighfar berkali-kali sy coba lafalkan, harapkan itu bermanfaat agar airmata tak berlinang keluar.
terus terang, kami mualaf | sudah biasa bagi kami dicaci-maki kaafirin saat kami coba jelaskan Islam pada mereka. terus terang, ayah kami belumlah Muslim, dan itu meniscayakan kami berbangga dengan Islam saat lingkungan justru mengolok-olok kami, dan tak sekalipun kami keluarkan airmata saat beradu dengan kaafirin | sungguh, lebih menyedihkan saat harus berargumen dengan Muslim, menurut kami, cobaan itu bukan berat bila datang dari kaafirin, itu biasa | tapi menyakitkan saat harus datang dari kawan kami.
belum sampaikah ayat Al-Qur'an "Muhammad Rasulullah dan orang2 yg bersamanya, keras terhadap  kaum kafir, tetapi kasih-sayang sesama mereka". seharusnya lebih hati-hati bagi kita untuk berucap, apalagi pada umat yang syahadatnya satu | kasih-sayang adalah panduan. dari hadits2 disimpulkan, manhaj hanya ada 2; 1) ahlusunnah wal jama'ah atau 2) selain ahlusunnah wal jama'ah. dari hadits2 juga dsimpulkan, hanya manhaj ahlusunnah wal jama'ah yg diizinkan mendapat surga Allah, dan yang lainnya tidak.
 oh.. mungkin itu yang dimaksud, kami bukan termasuk ahlusunnah wal jama'ah dan ikuti salafusshalih | tak ada tempat bagi kami di surga. takabbur, menolak kebenaran dan meremehkan manusia | sayalah yg berhak atas surga Allah, sedang engkau hina dan tak berhak akan surga. masyaAllah, masyaAllah, sementara masih banyak musuh yang mesti dihadapi, ada pula yang rusak barisan | ironis. bila memang kami tersalah.
 sudi kiranya kami dinasihati, itu hak kami | begitulah akhlak seorang Muslim pada yang lainnya. bila memang kami tersesat, mengapa tiada tabayun (konfirmasi) kepada kami? | anggapan dan informasi sepihak bukanlah dalil.  apalah arti HTI, PKS, Tarbiyah, Ikhwanul Muslimin? Ia hanya kendaraan dakwah | Allah akan menghisab hambanya satu persatu. ada masa saat lisan diri tak terbantu jamaah dakwah, ada saat dimana amal pribadi tak tersangkut dengan nama partai dan klaim. Allah bolehkan beragam kelompok dakwah, walau bisa Allah satukan hati kita semua? | tapi Allah inginkan kita berlomba dalam kebaikan.
salah satu kebijakan dlm berdakwah adl berdiam lisan dalam beda, dan berbaik sangka sesama saudara | indahnya Islam. bilapun mengkritik, maka pemikirannya yang dikritik dengan dalil, bukan jama'ah atau bahkan individunya | indahnya Islam. saat kami jadi Muslim, sy diajarkan bahwa ikatan aqidah melebihi segalanya | bahkan melebihi ikatan keluarga kami yg blm Muslim. karena itulah, sedih sekali, saat saksikan saudara yg engkau bela malah berkata yang tak pantas pada saudaranya yg lain. siapapun kita, HTI, PKS, Tarbiyah, Ikhwanul Muslimin, kita adalah saudara | yg darah dan kehormatannya pasti akan kami bela.
begitulah Islam mengajarkan kami, untuk mencoba menjadi yg terbaik | bukan menganggap diri paling baik. begitulah Islam mengajarkan kami, untuk menjaga lisan dan tangan kami dari saudara kami sendiri. begitulah Islam mengajarkan kami, untuk berlomba dalam kebaikan, bukan sibuk mencari aib saudara dan diam melihat kemunkaran penguasa. zzz.. zaman sekarang, masih ada juga yg melihat orang berdasarkan harakahnya :). sekali lagi, saya hanya ingin tweeps mengambil pelajaran, cukup disimak dan renungkan, dan tak perlu ajukan pertanyaan, ok :)

oleh : ustz Felix siauw



Rabu, 18 Januari 2012

keutamaan Wanita dalam Islam


Nasehat Rasulullah pada Fathimah, sebagaimana dituturkan oleh Abu Hurairah r.a. beliau bersabda :
“fathimah, wanita yang membuat tepung untuk suami dan anak anaknya, Allah pasti menetapkan pada setiap biji tepung itu kebaikan, menghapus kejelekannya, dan meningkatkan derajatnya. Fathimah, yang lebih utama dari seluruh keutamaan adalah keridhoan suami atas dirinya. Andaikan suami mu tidak meridhoimu maka aku tidak akan mendoakannya. Ketahuilah Fathimah, bahwa kemurkaan suami adalah kemurkaan ALLAH Swt. Fathimah tidaklah wanita yang melayani suaminya sehari semalam dengan rasa suka dan penuh keikhlasan serta niat yang benar melainkan Allah akan mengampuni dosa dosanya dan memakaikan kepadanya di hari kiamat dengan pakaian hijau gemerlap dan menetapkan baginya setiap rambut ditubuhnya seribu kebaikan.
Pada kesempatan lain Rasulullah bersabda
“Fathimah, jika wanita mengandung anak di perutnya, malaikat pasti akan memohonkan ampunan baginya, dan Allah pasti akan menetapkan baginya setiap hari seribu kebaikan, menghapuskan seribu kejelekannya. Ketika wanita merasa sakait saat melahirkan, Allah akan menetapkan baginya pahala pejuang di jalan Allah SWt. Jika ia melahirkan bayi. Keluarlah dosa dosanya seperti ia dilahirkan oleh ibunya. Dan tidak akan keluar dari dunia dengan suatu dosa apapun. Di kuburnya ia akan ditempatkan di taman taman surge. Allah memberikan pahala seribu ibadah haji dan umrah dan seribu malaikat memohonkan ampunan baginya hingga hari kiamat.