ini
kisah yang saya ingin tweeps ambil pelajaran, cukup disimak, dan tak perlu
ajukan pertanyaan setelahnya, ok :)
satu waktu, di
mail saya terdaftar puluhan tanya yg menanti dijawab, satu persatu saya buka
dan jawab semampu ilmu yg terbatas. ada tanya singkat dari seorg akhwat
"afwaan jiddan, felixsiauw manhajnya apa ya?" | jwb saya "ahlu
sunnah wal jama'ah". karena begitulah seharusnya manhaj setiap Muslim,
mengikuti sunnah nabi dan bersatu dalam al-jama'ah Islam, syarat surga, ujar
Rasul.
tanya kedua dr akhwat yg sama "afwaan ada yg bilang ke ana bahwa ustad
aktivis HTI ?" | mulai aneh, sy jawab "betul, sy aktivis HTI". lalu
dijawab "afwan ustad bukan ahlussunnah wal jama'ah dan bermanhaj
salafusshalih ustad dari HTI tdk semanhaj dgn ana :)".
DEG! terdiam semenit saya di monitor, coba resapi kalimat barusan dgn
teliti, khawatir setan telah merasuk menjadi prasangka buruk. . saya coba baca
lagi, khawatir ada ambiguitas kalimat, coba pahami dengan kacamata khusnu
dzann, namun tak dapat pembenaran itu. masyaAllah, masyaAllah, istighfar
berkali-kali sy coba lafalkan, harapkan itu bermanfaat agar airmata tak
berlinang keluar.
terus terang, kami mualaf | sudah biasa bagi kami dicaci-maki kaafirin saat
kami coba jelaskan Islam pada mereka. terus terang, ayah kami belumlah Muslim,
dan itu meniscayakan kami berbangga dengan Islam saat lingkungan justru
mengolok-olok kami, dan tak sekalipun kami keluarkan airmata saat beradu dengan
kaafirin | sungguh, lebih menyedihkan saat harus berargumen dengan Muslim, menurut
kami, cobaan itu bukan berat bila datang dari kaafirin, itu biasa | tapi
menyakitkan saat harus datang dari kawan kami.
belum sampaikah ayat Al-Qur'an "Muhammad Rasulullah dan orang2 yg
bersamanya, keras terhadap kaum kafir,
tetapi kasih-sayang sesama mereka". seharusnya lebih hati-hati bagi kita
untuk berucap, apalagi pada umat yang syahadatnya satu | kasih-sayang adalah
panduan. dari hadits2 disimpulkan, manhaj hanya ada 2; 1) ahlusunnah wal
jama'ah atau 2) selain ahlusunnah wal jama'ah. dari hadits2 juga dsimpulkan,
hanya manhaj ahlusunnah wal jama'ah yg diizinkan mendapat surga Allah, dan yang
lainnya tidak.
oh.. mungkin itu yang dimaksud, kami
bukan termasuk ahlusunnah wal jama'ah dan ikuti salafusshalih | tak ada tempat
bagi kami di surga. takabbur, menolak kebenaran dan meremehkan manusia |
sayalah yg berhak atas surga Allah, sedang engkau hina dan tak berhak akan
surga. masyaAllah, masyaAllah, sementara masih banyak musuh yang mesti
dihadapi, ada pula yang rusak barisan | ironis. bila memang kami tersalah.
sudi kiranya kami dinasihati, itu
hak kami | begitulah akhlak seorang Muslim pada yang lainnya. bila memang kami
tersesat, mengapa tiada tabayun (konfirmasi) kepada kami? | anggapan dan
informasi sepihak bukanlah dalil. apalah
arti HTI, PKS, Tarbiyah, Ikhwanul Muslimin? Ia hanya kendaraan dakwah | Allah
akan menghisab hambanya satu persatu. ada masa saat lisan diri tak terbantu
jamaah dakwah, ada saat dimana amal pribadi tak tersangkut dengan nama partai
dan klaim. Allah bolehkan beragam kelompok dakwah, walau bisa Allah satukan
hati kita semua? | tapi Allah inginkan kita berlomba dalam kebaikan.
salah satu kebijakan dlm berdakwah adl berdiam lisan dalam beda, dan
berbaik sangka sesama saudara | indahnya Islam. bilapun mengkritik, maka
pemikirannya yang dikritik dengan dalil, bukan jama'ah atau bahkan individunya
| indahnya Islam. saat kami jadi Muslim, sy diajarkan bahwa ikatan aqidah
melebihi segalanya | bahkan melebihi ikatan keluarga kami yg blm Muslim. karena
itulah, sedih sekali, saat saksikan saudara yg engkau bela malah berkata yang
tak pantas pada saudaranya yg lain. siapapun kita, HTI, PKS, Tarbiyah, Ikhwanul
Muslimin, kita adalah saudara | yg darah dan kehormatannya pasti akan kami bela.
begitulah Islam mengajarkan kami, untuk mencoba menjadi yg terbaik | bukan
menganggap diri paling baik. begitulah Islam mengajarkan kami, untuk menjaga
lisan dan tangan kami dari saudara kami sendiri. begitulah Islam mengajarkan
kami, untuk berlomba dalam kebaikan, bukan sibuk mencari aib saudara dan diam
melihat kemunkaran penguasa. zzz.. zaman sekarang, masih ada juga yg melihat
orang berdasarkan harakahnya :). sekali lagi, saya hanya ingin tweeps mengambil
pelajaran, cukup disimak dan renungkan, dan tak perlu ajukan pertanyaan, ok :)
oleh : ustz
Felix siauw
Tidak ada komentar:
Posting Komentar