Selasa, 03 Desember 2013

REVISI CARA PANDANG TENTANG CINTA

Kalaupun dia tidak tahu bahwa kita menyukainya
Kalaupun dia tidak tahu bahwa kita merindukannya
Kalaupun dia tidak tahu bahwa kita mengharapkannya
Kalaupun dia tidak tahu bahwa kita menghabiskan waktu memikirkanya
Maka itu tetap cinta, tak berkurang se-sentipun perasaannya.
Bagi kita penggalan puisi dari penulis terkenal itu mungkin akan menyadarkan!
Sadar atas pola pikir kita yang salah, paradigma kita yang salah, salah memaknai hidup, salah memaknai cinta. Kit aterlalu dijejali makna makna cinta semu yang menjelma sebagai egoisme, obsesi diri dan juga pengeksplotasian naluri hewani.
Padahal cinta adalah fitrah, cinta pada dasarnya adalah salah satu kasih sayang Allah yang diberikannya pada makhluk yang dibumi. Cinta itu ada untuk menjaga kelestarian makhluk hidup. Tanpa cinta mungkin manusia, dan hewan punah.
Sayangnya, cinta zaman sekarang diartikan dengan asas matrealisme dan kebebasan. Ketika cinta datang pada seorang remaja misalnya, maka pikiran remaja itu pasti menuju yang namanya pacaran. Akibat dari paradigma yang salah itu maka muncullah wanita hamil di luar nikah,  bencana HIV AIDS, remaja yang tak bermoral, kenakalan remaja dan bencana bencana lainnya. Ya sekali lagi semua ini bermula dari kesalahan berfikir tentang cinta, Padahal bukan begitu cara pandang islam. Islam tidak mengeksplotasi nilai cinta. Cinta itu mesti dijaga, bukan di umbar. Hingga saatnya nanti Allah pertemukan dengan seseorang yang sudh tertulis untuk kita cinta akan bersemi dengan sendirinya pastinya dengan ikatan yang halal.    

Tidak ada komentar:

Posting Komentar