Senin, 15 Juni 2015

Cara Mengatasi Diare Pada Ibu hamil


Penyakit Diare pada Ibu HamilCara Mengatasi Diare Pada Ibu Hamil – Diare merupakan penyakit yang sering melanda pada Ibu hamil. Hal ini dikarenakan pola makan ibu hamil yang tidak sehat dan akibat ngidam makanan pedas, terlalu asam dan dan makanan yang tidak higienis yang mengakibatkan ibu hamil menderita diare. Diare pada Ibu hamil sebaiknya jangan dianggap remeh karena dapat menyangkut bagi kesehatan Ibu hamil maupun bayi yang ada dalam kandungan.
Penyebab Terjadinya Diare pada Ibu Hamil
Penyakit diare disebabkan oleh usus yang tidak mampu untuk menyerap air yang terdapat dalam kotoran sehingga menyebabkan terjadinya pengeluaran feses yang banyak hingga sampai tiga kali dalam sehari. Sedangkan faktor yang menyebabkan diare pada wanita hamil selain akibat pola makan yang tidak sehat juga dapat disebabkan oleh beberapa hal, seperti berikut:
1. Minum Susu : Minum susu yang berlebihan dan tidak mengandung laktosa atau sedikit mengandung laktosa, maka tubuh akan sulit untuk mencernanya dan mengakibatkan usus tidak dapat beradaptasi yang kemudian menyebabkan diare.
2. Infeksi Bakteri : Tubuh yang terinfeksi oleh bakteri parasit dan virus seperti bakteri E. coli, salmonella, balantadium coli nentamoeba ritavirus dan adenovirus yang terdapat dalam bahan makanan yang dikonsumsi oleh manusia, menyebabkan tubuh akan mengalami diare.
3. Konsumsi Obat : Mengonsumsi obat-obatan tertentu seperti obat untuk mengatasi sembelit dan obat penetral asam lambung akan dapat mengganggu keseimbangan usus yang akhirnya menyebabkan diare pada wanita hamil.
4. Perubahan Hormon : Meningkatnya produksi hormon yang pesat saat hamil akan membuat produksi asam lambung menjadi tergangu dan sistem pencernaan tubuh secara keseluruhan yang akan menjadi penyebab diare pada ibu hamil. Selain itu faktor diare pada wanita hamil bisa dipengaruhi karena membesarnya ukuran rahim yang membuat gerakan usus menjadi tersumbat, dan membuat bakteri dapat tumbuh dengan pesat dan akhirnya menyebabkan diare.
Gejala dan Jenis Diare
Jika diare yang diderita belum mengganggu keseimbangan cairan dan elektrolit dalam tubuh, maka diare yang terjadi pada wanita hamil itu tergolong diare yang ringan dan hanya memerlukan perawatan yang dapat dilakukan sendiri di rumah. Ciri gejala diare ringan antara lain tidak menimbulkan demam, kulit tidak mengering, denyut nadi masih normal dan air seni tidak berwarna keruh.
Akibat yang ditimbulkan oleh penyakit diare secara umum yaitu bisa membuat tubuh kekurangan cairan sehingga tubuh akan mengalami dehidrasi. Untuk itu perlu diwaspadai jika Ibu hamil menderita diare apakah diare yang dialami merupakan diare tergolong ringan atau gejala serius. Tanda gejala diare yang serius antara lain seringnya BAB, terjadi pendarahan pada feses, perut mual dan kram, muntah, demam, nyeri di kepala dan jantung berdebar kencang serta urine berwarna keruh atau kuning gelap.
Cara Mengobati Diare pada Ibu Hamil
Langkah awal dalam melakukan pengobatan penyakit diare pada Ibu hamil sama saja seperti pada umumnya yaitu dengan memberikan cairan oralit. Jika Anda tidak memiliki cairan oralit, maka Anda dapat membuatnya sendiri dirumah dengan mencampurkan satu sendok garam dengan satu sendok gula pasir kemudian larutkan pada satu gelas air hangat. Atau Anda juga bisa dengan mengonsumsi minuman isotonik yang dapat Anda jumpai di toko terdekat.
Namun jika diare yang Anda alami sudah masuk dalam kategori gejala yang serius maka Anda harus segera memeriksakannya ke Dokter atau rumah sakit untuk segera mendapat penanganan yang serius.
Masa Pemulihan
Untuk mengatasi diare, berikut ini beberapa cara yang bisa membantu Anda khususnya Anda yang sedang hamil untuk mempercepat pemulihan setelah diare, diantaranya:
- Memperbanyak waktu istirahat
- Meningkatkan asupan cairan elektrolit pada tubuh agar terhindar dari dehidrasi
- Perbanyak minum air putih atau oralit
- Jika masih terjadi diare ringan, maka usahakan untuk memperbanyak mengkonsumsi sup, minuman jahe atau roti panggang untuk membantu mengatasi diare yang Anda alami.
- Mengkonsumsi madu karena madu sangat baik untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan juga sangat mudah dicerna oleh tubuh.
Nah, semoga tips mengatasi diare pada wanita hamil di atas dapat bermanfaat.
Selamat mencoba…!!!

Farmakologi Diare

Penyebab Diare

Diare
Diare adalah penyakit yang terjadi pada sistem pencernaan dimana terjadi gangguan pada sistem tersebut. Sistem Pencernaan bila dilihat secara fisiologi adalah :
Dalam lambung makanan dicerna menjad bubur (chymus), kemudian diteruskan ke usus halus untuk diuraikan lebih lanjut oleh enzim-enzim pencernaan. Setelah zat-zat gizi diresorpsi oleh villi ke dalam darah, sisa chymus yang terdiri dari 90% air dan sisa makanan yang sukar dicernakan, diteruskan ke usus besar (colon).
Bakteri-bakteri yang biasanya selalu berada di sini (flora normal) mencernakan lagi sisa-sisa (serat-serat) tersebut, sehingga sebagian besar daripadanya dapat diserap pula selama perjalan melalui usus besar. Airnya juga di resorpsi kembali, sehingga lambat laun isi usus menjadi lebih padat dan dikeluarkan dari tubuh sebagai tinja.
Penyebab Diare
Diare terjadi karena adanya rangsangan terhadap saraf otonom di dinding usus sehingga menimbulkan reflex mempercepat peristaltik usus, rangsangan ini dapat ditimbulkan oleh :
  1. Infeksi oleh bakteri patogen, misalnya bakteri E. coli, rotavirus   dan adenovirus.
  2. Infeksi oleh kuman thypus
  3. Infeksi oleh virus
  4. Infeksi oleh parasit, misalnya protozoa
  5. Keracunan makanan atau minuman
Sebagian besar diare terjadi karena gangguan flora bakteri terutama E. coli, penyebab dari kondisi ini terjadi karena banyak factor dan yang paling utama karena makanan.

Pengobatan Diare yang Tepat

Tidak selamanya diare itu buruk. Sebenarnya diare adalah mekanisme tubuh untuk mengeluarkan racun dari dalam tubuh. Racun yang dihasilkan oleh virus, bakteri, parasit dan sebagainya akan dibuang keluar bersama dengan tinja yang encer.
Kehilangan cairan tubuh yang mengandung elektrolit penting adalah penyebab kematian pada penderita diare. �Kondisi yang disebut dehidrasi ini berbahaya karena dapat menimbulkan gangguan irama jantung dan menurunkan kesadaran pasien. Jangan anggap remeh, kalau tidak diatasi bisa menimbulkan kematian,� jelas dr. Ari Fahrial Syam, Sp.PD, KGEH, MMB
Sebagian besar diare akut (diare mendadak) pada anak dapat disembuhkan hanya dengan pemberian cairan dan meneruskan pemberian makanan saja. Oleh sebab itu, inti dari pengobatan diare adalah memberikan cairan untuk menghindari terjadi dehidrasi.
�Prinsip pengobatan diare adalah mencegah dehidrasi dengan pemberian oralit (rehidrasi) dan mengatasi penyebab diare, � ungkap dr. Ari Fahrial Syam, Sp.PD, KGEH, MMB. Diare dapat disebabkan oleh banyak faktor seperti salah makan, bakteri, parasit, sampai radang. Pengobatan yang diberikan harus disesuaikan dengan klinis pasien.
Obat diare dibagi menjadi tiga, pertama kemoterapeutika yang memberantas penyebab diare .seperti bakteri atau parasit, obstipansia untuk menghilangkan gejala diare dan spasmolitik yang membantu menghilangkan kejang perut yang tidak menyenangkan.
Sebaiknya jangan mengkonsumsi golongan kemoterapeutika tanpa resep dokter. Dokter akan menentukan obat yang disesuaikan dengan penyebab diarenya misal bakteri, parasit. Pemberian kemoterapeutika memiliki efek samping dan sebaiknya diminum sesuai petunjuk dokter
Sebenarnya usus besar tidak hanya mengeluarkan air secara berlebihan tapi juga elektrolit. Kehilangan cairan dan elektrolit melalui diare ini kemudian dapat menimbulkan dehidrasi. Dehidrasi inilah yang mengancam jiwa penderita diare.
Penggolongan Obat Diare
  1. Kemoterapeutika untuk terapi kausal yaitu memberantas bakteri penyebab diare seperti antibiotika, sulfonamide, kinolon dan furazolidon.
    1. Racecordil
      Anti diare yang ideal harus bekerja cepat, tidak menyebabkan konstipasi, mempunyai indeks terapeutik yang tinggi, tidak mempunyai efek buruk terhadap sistem saraf pusat, dan yang tak kalah penting, tidak menyebabkan ketergantungan. Racecordil yang pertama kali dipasarkan di Perancis pada 1993 memenuhi semua syarat ideal tersebut.
    2. Loperamide
      Loperamide merupakan golongan opioid yang bekerja dengan cara memperlambat motilitas saluran cerna dengan mempengaruhi otot sirkuler dan longitudinal usus. Obat diare ini berikatan dengan reseptor opioid sehingga diduga efek konstipasinya diakibatkan oleh ikatan loperamid dengan reseptor tersebut. Efek samping yang sering dijumpai adalah kolik abdomen (luka di bagian perut), sedangkan toleransi terhadap efek konstipasi jarang sekali terjadi.
    3. Nifuroxazide
      Nifuroxazide adalah senyawa nitrofuran memiliki efek bakterisidal terhadap Escherichia coli, Shigella dysenteriae, Streptococcus, Staphylococcus dan Pseudomonas aeruginosa. Nifuroxazide bekerja lokal pada saluran pencernaan.
      Obat diare ini diindikasikan untuk dire akut, diare yang disebabkan oleh E. coli & Staphylococcus, kolopatis spesifik dan non spesifik, baik digunakan untuk anak-anak maupun dewasa.
    4. Dioctahedral smectite
      Dioctahedral smectite (DS), suatu aluminosilikat nonsistemik berstruktur filitik, secara in vitro telah terbukti dapat melindungi barrier mukosa usus dan menyerap toksin, bakteri, serta rotavirus. Smectite mengubah sifat fisik mukus lambung dan melawan mukolisis yang diakibatkan oleh bakteri. Zat ini juga dapat memulihkan integritas mukosa usus seperti yang terlihat dari normalisasi rasio laktulose-manitol urin pada anak dengan diare akut.
  2. Obstipansia untuk terapi simtomatis (menghilangkan gejala) yang dapat menghentikan diare dengan beberapa cara:
    1. Zat penekan peristaltik, sehingga memberikan lebih banyak waktu untuk resorpsi air dan elektrolit oleh mukosa usus seperti derivat petidin (difenoksilatdan loperamida), antokolinergik (atropine, ekstrak belladonna)
    2. Adstringensia yang menciutkan selaput lendir usus, misalnya asam samak (tannin) dan tannalbumin, garam-garam bismuth dan alumunium.
    3. Adsorbensia, misalnya karbo adsorben yanga pada permukaannya dapat menyerap (adsorpsi) zat-zat beracun (toksin) yang dihasilkan oleh bakteri atau yang adakalanya berasal dari makanan (udang, ikan). Termasuk di sini adalah juga musilago zat-zat lendir yang menutupi selaput lendir usus dan luka-lukanya dengan suatu lapisan pelindung seperti kaolin, pektin (suatu karbohidrat yang terdapat antara lain sdalam buah apel) dan garam-garam bismuth serta alumunium.
  3. Spasmolitik, yakni zat-zat yang dapat melepaskan kejang-kejang otot yang seringkali mengakibatkan nyeri perut pada diare antara lain papaverin dan oksifenonium