Lembar
Persembahan
Sebait kata yang tak pernah terungkap:
Untuk Ia yang selalu di samping
ku, cinta Hakiki yang maha Pengasih. Allah SWT
Alhamdulillah, tanpa kehendak Mu
karya ini takan pernah ada.
Semoga karya ini menjadi bagian
rasa syukur ku
atas nikmat iman dalam ruh,
nikmat ilmu dalam akal dan segala nikmat dalam jasad
Untuk wanita termulia, ibu ku
tercinta Endah Wahidah,
“jazakillaahu
khairan katsiiran” atas segala air mata, keringat bahkan darah
yang telah kau persembahkan untuk
anak mu,
semoga karya ini menjadi amalan
yang selalu mengalir untuk mu di akhirat kelak.
Dan untuk bapak ku yang selalu
dirindukan Bambang Imam, semoga Allah selalu membersamai kita.
Teruntuk saudara terkasih Teh
Tia, Aari, fely, Rani, Afifah , ira serta dua keponakan kecilku alif dan
khalil, “jazakumullaahu
khairan katsiiran” untuk doa yang selalu mengalir hangat dan
selalu setia menghibur dengan tingkah aneh nan lucu.
“jazakillaahu
khairan katsiiran” untuk
kawan gembel tempat berbagi, belajar
dan berpetualang serta yang tak pernah bosan mendengar keluh kesah.
Membersamai kalian adalah “nikmat yang selalu menakjubkan”.
Teruntuk saudara yang Allah
ikatkan dengan iman, para “pendobrak peradaban “,
para rubiners DFI “jazakillaahu
khairan katsiiran”
atas segala kata semangat yang
menggugah serta doa yang tak pernah henti terlantun.
Dimanapun kita nanti semoga langkah kita selalu bergerak seirama di JalanNya.
Tak mampu terucap satu persatu,, namun
penulis berharap karya ini menjadi
bagian dari ilmu yang bermanfaat dan amal yang mengalir di akhirat nanti.