Minggu, 26 April 2026

Siklus Bulanan

 Siklus bulanan itu tetiba hadir kembali, rasanya ada setitik ruang hampa di dalam hati. Menjalar keseluruh tubuh pelan pelan. Rasanya seperti ingin di peluk seharian ini. Tapi dari pengalamn ku, ia separuh haiku selalu ada di situasi genting ketika akt membutuhkannya. Maka karens ini adalah Ujian aku harus tetap menjalaninya hanya mengandalkan Allah.

Ujian kali ini, berbentuk rasa di berkati oleh Allah,  lalu ia berubah wujud menjadi tidak layak di uji. Rasa seperti, "hah..kenap terjadi pada Ku" "hah..kenapa aku bisa lupa?" "hah..apakah Allah tidak sayang padaku" "Apakah Allah akan mencabut semi anikmat yang berlimpah ini?" "aku takut!"

Begitu yang terjadi dalam pikiran ku, penuh dengan prasangka dan hidupku tidak tenang. aku hanya perlu menata ulang kembali   isi pikiran ku, menata konsep hidup kembali 


Jumat, 24 April 2026

hafalan

 kenapa tidak mudah. bagi anak anak ku?

itu yang kutanyakan, ku jawab dengan firman yang pernah ku dengar. semakin terbata semakin banyak pahalanya, aku tak pernah takut dengan penilaiMu rabb, tak sedikitpun keraguan ini untu Mu, ini tentang sekolah anak anak dan targetnya. dan konsekwensi tidak naik kelas. aku tahu harusnya untukMu saja, ikuti prosesnya. tapi lalu andai ini hanya mengalir saja, aku takkan sekhawatir ini. takkan ku pertanyakan banyak hal. 

karena semua itu, karena standar yang berbeda, aku jadi bias, sering kali aku salah menilai sekolah, salah menilai guru-guru juga akhirnya aku lebih banyak berprasangka.

aku harus tetap meluruskan niat ku.

kalau tidak berarti aku orang yang rugi

Rabu, 22 April 2026

Setengah Menyerah

Setiap kali aku ingin menyerah setiap kali itu pula aku teringat buku-buku yang aku baca. hal hal yang sulit untuk dilakukan tidak lantas harus ditinggalkan . karena mereka sedang tumbuh dan berkembang. belajar menghadapi dunia yang sulit ini. maka tak ada alasan untuk mundur untuk seseuatu yang sudah dipilih. pilihannya hanya satu. bersabar sampai tuntas. maka nanti ketika SMP akan kubebaskan mereka untuk memilih hal yang mereka suka. aku akan tetap memfasilitasi semuanya. jika mereka memilih sekolah SMP negeri akan kucarikan guru ngajinya. jika mereka sekolah pesantren akan kucarikan gur gur yanglainya. mengobrol membuat kita melihat dunia lebih luas. bukan sekedar hanya ekspektasi kita. belajar kesabaran dan belajar dewasa dari qadha orang lain. 

Selasa, 03 Februari 2026

Bisa gak ya aku?

Allah bisa gak ya aku?

Tapi Allah udah kasih banyak nikmat lho

Kenapa kamu tidak merasakanya?

Allah.. bisa gak ya aku?

Kuat gak ya aku?

Engkau tahu sendiri, aku tak pernah bisa tenang

Selalu awas dan waswas

Allah aku mau mengeluh, tapi aku masih mengingat dan yakin nikmat mu banyak. Aku malu untuk mengeluh. Lalu luapan itu hanya bisa berbentuk tangisan

Allah.. bisa gak ya aku?

Sepertinya tidak bisa. Aku yang salah, engkau lebih tahu seberapa bengkok aku. Seberapa kerasa kepalanya aku. Allah sulit sekali, apakah aku bisa?

Aku malu Allah berkata tentang seseorang yang engkau rela aku bersujud padaNya. Aku malu Allah. Tapi aku tak sekuat itu, tak selapang itu, aku lemah Allah, engkau tahu selemah dan serapuh apa aku

Aku tahu, itu tidak akan lama, tapi rasanya.. bisakah aku Allah. Aku tahu akan ada waktunya tangki cinta ini terisi. Aku tahu ini tak akan lama. Tapi aku benar benar rapuh Allah.

Bukankah kamu sendiri yang memintanya, untuk jangan biarkan dia bosan?

Iya benar.. aku yang meminta. Maafkan aku, tapi dia terasa sinis, dan aku tak becus mengurus rumah. Allah sungguh maafkan aku. Apakah aku sanggup Allah?

Engkau yang menguatkan di kerapuhan. Maka aku serahkan diri yang lemah dan rapuh ini kepada Mu. Engkau yang lebih tahu aku tak pandai berbicara, aku tak pandai merayu. Aku datar. Dan mungkin aku tak secantik itu

Allah bisakah aku bertahan, dalam banyak hal, aku tahu, hal besar yang aku inginkan, tak selalu terwujud. Karna aku mungkin tak pandai bersyukur. Semua ini bukan tentang lagi suami ku, tapi tentang takdir yang sedang engkau tuliskan. Maka Allah kuatkan aku, kuatkan aku Allah. Maaf Allah. Aku tak berhasil. Engkau tahu sendiri.


Allah, aku tahu aku hanya perlu membayangkan. Sesuatu yang sedang aku jalani ini adalah sesuatu impian banyak orang. Maka aku akan bersyukur dan bersyukur. Menyetop tontonan, tentang keluarga ideal

Selasa, 27 Januari 2026

Untuk semua mimpi yang ku inginkan

 Aku.. aku ingin berkeliling dunia

Hari ini, seperti sesuatu yang mustahil

Tapi aku tahu engkau maha pengabul doa.

Aku ingin pergi ke setiap

Negara, berdua dengan engkau Allah.

Kesedihan yang sealu datang dimasa menuju haid

 Allah, bisakah aku bertahan?

Capee, bisa gak ya Allah

Susah, susah jadi ibu, susah jadi istri.

Susah Allah. Gak bisa, cape..

Rumah tenang, gimana caranya susah?


Kenapa, dulu aku begitu percaya diri ingin seperti ibunda Khadijah😭, gak bisa ya Allah, susah. Susah ya Allah. Aku gak bisa jadi tempat yang nyaman, gak bisa membuat rumah yang tenang. Suaraku melengking ke ujung rumah tetangga.


Allah, aku ingin sehat. Aku ingin tenang, aku ingin bahagia. Maafkan aku, aku belum bisa kalau engkau titipkan anak anak lagi. Gimana? Setiap bulan aku akan merasa menjadi ibu yang gagal. Setiap bulan ada fase dimana, yang kulihat hanya sebagai istri yang memberi beban. Mentalku tidak sehat Allah, aku takut melukai anak anak. Setiap aku melakukan kesalahan, membentak mereka rasanya aku ingin mengasingkan diri kesebuah pulau. Agar aku tak menyakiti mereka.

Aku sedikit gila ya Allah..

Kamis, 15 Januari 2026

Perasaan saat aku usia 15th

 



Di usia 30++ ini,(entah kenapa aku berhenti menghitung usia di angka 30, aku tak lagi menghafal usiaku sendiri) aku masih  belum bisa menerima seorang yang meninggalkan aku dulu, sekarang malah mencoba bergantung padaku. Seseorang yang kuminta untuk menjemputku di titik paling rendah hidupku, ia malah takut dan bertanya tentang kontrakan aku.

Aku tak bisa pura-pura tiba tiba bercerita tentang serunya hidup ku, pada orang yang tak pernah mendengarkan kisahku diusia belia ku. Aku tak bisa membohongi ku sendiri. Dengan membuat kepalsuan keakraban. Karna memang kita tak pernah akrab. Dia berpaling jauh, disaat semua teman ku bergantung dan membanggakan ayah mereka.

Aku tak pernah bisa, bukan... aku belum bisa, bagiku cukup, setahun sekali menjenguknya, mengobrol hal ringan tentang rekap hidup ku dalam setahun. Tapi kalau dia mencoba bergantung pada Ku? Sungguh aku belum bisa, dan sungguh aku belum sanggup. Kita asing.. bertahun tahun kita asing, jadi tak perlu kita menjadi tiba tiba akrab. Cukuplah kehidupan kita hanya sekedar saja. Jangan lebih jauh. Aku belum siap.

Dulu, aku benar benar masih berharap dan bergantung pada dia. Tapi sekarang aku tak di titik itu lagi. Semuanya sudah lewat dan terlambat.

Allah maha pengasih, kenapa kamu enggak?
Aku memaafkannya, hanya saja kalau dia tiba tiba ingin menyelip dikehidupan ku, aku sungguh-sungguh tak bisa. Dia sudah terlalu lama hilang dalam part hidup ku, ia ada setahun sekali sekitar 2 jam saja. Jadi jangan tiba tiba ingin hadir setiap bulan atau setiap hari di hidup ku

Maaf, aku memaafkan mu
Tapi untuk menerima mu kembali, dalam hidup ku saat ini, maaf aku belum bisa..