Rabu, 18 Januari 2012

Nasionalisme: Racun yang dibungkus menjadi Madu

-->

“Yang  lebih aneh kita. Katanya mahasiswa nasionalis, kenapa enggan men0leh dan membggakan negeri tercinta ini...
I love ind0nesia” komentar teman ku dalam sebuah status facebook ku. Mahasiswa nasionalis, kata itu melekat di hati ku. Ada sebuah pemberontakan memabaca kata itu keluar dari tangan sahabat ku. So This paper is dedicated to all my Sisters, especially for my best friend Sarah Anggiani,I love you because Allah.
Kawan…
pertama mari kita cari tahu nasionalisme itu APA?

Nasionalisme adalah paham kebangsaan  yang dilandasi dari naluri mempertahankan hidup. Dari semangat naluri mempertahankan hidup tersebut muncul ikatan antar manusia untuk mempertahankan masing masing sukunya agar meraih kekuasaan dari bangsa lainnya, tempat mereka hidup. Yang menjadi  dasar ikatannya adalah ikatan emosi kesuku-bangsaan.  Salah atau benar kalau berasal dari suku bangsanya tetap akan di bela.
Dari definisi diatas nasionalisme menyatukan manusia karena ada kesamaan keluarga, suku, daerah dan lain sebagainya.sementara Islam menyatukan manusia melalui persamaan aqidah yaitu keimanan kepada Allah Swt. Disadari atau tidak nasionalisme perlahan sudah meracuni tubuh kita. Kita ambil contoh saja ketika  pertandingan sepak bola dunia atau yang paling baru saja SEA GAMES, saat Indonesia kalah dari Malaysia apa reaksi pecinta bola Indonesia, mencaci, menghina, bahkan mungkin mengutuk Malaysia. Padahal kita tahu bahwa Malaysia mayoritas beragama Muslim. Benih benih permusuhan ini telah ditiupkan oleh musuh Islam Supaya umat muslim bermusuhan antar Negara, menanam benih nasionalisme, menanam kecintaan pada bangsa sehingga tak menyadari bahwa dirinya adalah umat muslim, tak ingat sabda Rasulullah “ Sesama Muslim bersaudara”. Memisahkan antara kehidupan bernegara dengan Diin Islam. Tidak menyadari bahwa ada ikatan yang lebih kuat, yang lebih luas. Yaitu ikatan Aqidah.
Kawan…
Nasionalisme ini di buat khusus  oleh musuh islam untuk menghancurkan Islam.  Pada abad pertengahan ketika daulah islam tegak semua Negara muslim bersatu. Menjadi sebuah kekuatan yang tak bisa dikalahkan. Sekitar 1000 tahun mereka terus menyerang islam melalui militer. Perang dan perang. Tapi ternyata yang di dapat oleh mereka  hanya kekalahan. Menyadaari ini semua akhirnya mereka menyimpulkan  bahwa satu satunya cara untuk mengalahkan kaum muslimin adalah dengan mempengaruhi  pemahaman mereka terhadap ajaran Islam, sehingga menyebabkan Negara Islam jatuh dari dalam.
Perdana mentri Ingrris, Disraeli suatu saat membawa sebuah alquran ke Gedung Parlemen dan mengatakan bahwa kaum muslimin tak akan dapat dikalahkan sampai ini, alquran dijauhkan dari mereka. Maksudnya adalah mencabut pemahaman islam dari diri kaum muslim itu sendiri. Menebarkan benih benih nasionalisme adalah langkah awal untuk memulai propogandanya dengan berharap akan terjadi kegoncangan besar besaran di dalam khilafah Islam.
Musuh Islam ini  mulai  menghasut Arab yang saat itu tidak setuju khilafah ada di Turki. Arab merasa bahwa Turki telah merebut kekuasaannya. Musuh islam terus saja menyebarkan paham nasionalisme nya, bahwa yang lebih berhak memimpin adalah Arab.  Mereka menghasut agar Arab berpisah dari turki.
Lalu mereka menyebarkan nasionalisme melalui khotbah khotbah, pura pura menjadi seorang muslim padahal akan menghancurkan Islam dari dalam.  Lalu menyebar buku ke sekolah sekolah untuk melakukan penetrasi di seluruh wilayah Islam. Lalu memproklamirkan visi eropa tentang persamaan hak bagi seluruh warga negara di hadapan hukum. Hingga pada akhirnya mereka berhasil menerapkan pemahaman pemahaman nya dalam dunia pendidikan, klinik pengobatan dan ideology barat.
Sampai saat ini para musuh Islam masih tetap menanamkan benih nasionalisme itu di hati kita, menjadikan diri kita lebih mencintai bangsa daripada saudara muslim yang satu Aqidah. Mereka telah berhasil membuat umat muslim berbangsa bangsa menghancurkan aqidah, menjauhkan dari alquran. Buktinya saudara kita di Palestina di bom bardir Israel, kita tetap cuek aja dirumah menikmati kemerdekaan semu.
Sobat…
Mari kita bersatu lagi, tanamkan dalam hati bahwa “Sesama Muslim itu bersaudara”, tidak ada sekat sedikit pun yang memisahkan kita.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar