“Yang lebih aneh
kita. Katanya mahasiswa nasionalis, kenapa enggan men0leh dan membggakan negeri
tercinta ini...
I love
ind0nesia” komentar teman ku dalam sebuah status facebook ku. Mahasiswa nasionalis,
kata itu melekat di hati ku. Ada sebuah pemberontakan memabaca kata itu keluar
dari tangan sahabat ku. So This paper is
dedicated to all my Sisters, especially for my best friend Sarah Anggiani,I
love you because Allah.
Kawan…
pertama mari kita cari tahu nasionalisme itu APA?
pertama mari kita cari tahu nasionalisme itu APA?
Nasionalisme adalah paham kebangsaan yang dilandasi dari naluri mempertahankan hidup. Dari semangat naluri mempertahankan hidup tersebut muncul ikatan antar manusia untuk mempertahankan masing masing sukunya agar meraih kekuasaan dari bangsa lainnya, tempat mereka hidup. Yang menjadi dasar ikatannya adalah ikatan emosi kesuku-bangsaan. Salah atau benar kalau berasal dari suku bangsanya tetap akan di bela.
Dari definisi diatas nasionalisme
menyatukan manusia karena ada kesamaan keluarga, suku, daerah dan lain
sebagainya.sementara Islam menyatukan manusia melalui persamaan aqidah yaitu
keimanan kepada Allah Swt. Disadari atau tidak nasionalisme perlahan sudah
meracuni tubuh kita. Kita ambil contoh saja ketika pertandingan sepak bola dunia atau yang
paling baru saja SEA GAMES, saat Indonesia kalah dari Malaysia apa reaksi
pecinta bola Indonesia, mencaci, menghina, bahkan mungkin mengutuk Malaysia.
Padahal kita tahu bahwa Malaysia mayoritas beragama Muslim. Benih benih
permusuhan ini telah ditiupkan oleh musuh Islam Supaya umat muslim bermusuhan
antar Negara, menanam benih nasionalisme, menanam kecintaan pada bangsa
sehingga tak menyadari bahwa dirinya adalah umat muslim, tak ingat sabda
Rasulullah “ Sesama Muslim bersaudara”. Memisahkan antara kehidupan bernegara
dengan Diin Islam. Tidak menyadari bahwa ada ikatan yang lebih kuat, yang lebih
luas. Yaitu ikatan Aqidah.
Kawan…
Nasionalisme ini di buat
khusus oleh musuh islam untuk menghancurkan
Islam. Pada abad pertengahan ketika
daulah islam tegak semua Negara muslim bersatu. Menjadi sebuah kekuatan yang
tak bisa dikalahkan. Sekitar 1000 tahun mereka terus menyerang islam melalui
militer. Perang dan perang. Tapi ternyata yang di dapat oleh mereka hanya kekalahan. Menyadaari ini semua akhirnya
mereka menyimpulkan bahwa satu satunya
cara untuk mengalahkan kaum muslimin adalah dengan mempengaruhi pemahaman mereka terhadap ajaran Islam,
sehingga menyebabkan Negara Islam jatuh dari dalam.
Perdana mentri Ingrris, Disraeli
suatu saat membawa sebuah alquran ke Gedung Parlemen dan mengatakan bahwa kaum
muslimin tak akan dapat dikalahkan sampai ini, alquran dijauhkan dari mereka.
Maksudnya adalah mencabut pemahaman islam dari diri kaum muslim itu sendiri.
Menebarkan benih benih nasionalisme adalah langkah awal untuk memulai
propogandanya dengan berharap akan terjadi kegoncangan besar besaran di dalam
khilafah Islam.
Musuh Islam ini mulai
menghasut Arab yang saat itu tidak setuju khilafah ada di Turki. Arab
merasa bahwa Turki telah merebut kekuasaannya. Musuh islam terus saja
menyebarkan paham nasionalisme nya, bahwa yang lebih berhak memimpin adalah
Arab. Mereka menghasut agar Arab
berpisah dari turki.
Lalu mereka menyebarkan
nasionalisme melalui khotbah khotbah, pura pura menjadi seorang muslim padahal
akan menghancurkan Islam dari dalam.
Lalu menyebar buku ke sekolah sekolah untuk melakukan penetrasi di
seluruh wilayah Islam. Lalu memproklamirkan visi eropa tentang persamaan hak
bagi seluruh warga negara di hadapan hukum. Hingga pada akhirnya mereka
berhasil menerapkan pemahaman pemahaman nya dalam dunia pendidikan, klinik
pengobatan dan ideology barat.
Sampai saat ini para musuh Islam
masih tetap menanamkan benih nasionalisme itu di hati kita, menjadikan diri
kita lebih mencintai bangsa daripada saudara muslim yang satu Aqidah. Mereka
telah berhasil membuat umat muslim berbangsa bangsa menghancurkan aqidah,
menjauhkan dari alquran. Buktinya saudara kita di Palestina di bom bardir
Israel, kita tetap cuek aja dirumah menikmati kemerdekaan semu.
Sobat…
Mari kita bersatu lagi, tanamkan
dalam hati bahwa “Sesama Muslim itu bersaudara”, tidak ada sekat sedikit pun
yang memisahkan kita.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar