oke stop..paragraf diatas harap diabaikan
yaps ,bener akhir-akhir ini ane bener-bener jadi melankolis banget, tapi bukan karena hal-hal remeh seperti di atas.
ane galau gara-gara BBM naik mba sis..
kebayang gak sih mba sis, ane tinggal di sebuah desa antah berantah ,yang sedikitnya jauh dari kota, daerahnya berbukit bukit, jalannya berlobang-lobang gede, kalau misalnya jalan itu di aspal, seminggu kemudian itu jalan kembali ke semula, berlobang gede lagi. karena aspalnya campur terigu #efekkorupsimerajarela
memang sih, sebenarnya ane sudah lama hidup di desa ini, hanya saja dulu ane gak pernah memperhatikan lingkungan sekitar, keadaan masyarakat bahkan tetangga pun jarang tersapa. mau gimana lagi, dari dulu ane orang rumahan, mainnya bareng adik dan kaka dirumah, jaranglah keluyuran kerumah.
dan eng..ing..eng.. hari ini ane yang tiba tiba gede, di kasih Amanah untuk jadi bidan disini, di desa Antah Berantah. ane mau tidak mau, dipaksa tahu kondisi masyarakat, dari mulai keadaan sosial, ekonomi, lingkungan dsb.
oke..mulai bingung
apa hubungannya BBM naik, masyarakat antah berantah, terus tugas ane jadi bidan dengan galau
mba sis, mas bro
bidan itu paling deket sama masyarakat, selain konsultasi tentang kehamilan dan balitanya, mereka juga sering banget curhat tentang kesusahan hidup,yang bermuara pada ekonomi. semua curhatan ini bikin hati miris, dan pipi berasa ke gampar bolak-balik. oalah kemana aja ente selama ini. bukannya dari kecil hidup ente disini. #itulah sekelebat jeritan hati yang bernama penyesalan.
So, saat ane denger BBM naik lagi, yang kegambar adalah pasien-pasien yang sering ke klinik semakin menjerit karena makin terjepit hidupnya. bakal makin banyak lagi balita yang turun berat badannya karena kekurangan gizi ,terus juga ibu-ibu hamil yang mengalami KEK karena terpaksa kerja di pabrik untuk membantu perekonomian keluarga. belum lagi penyakit-penyakit yang mewabah di masyarakat. #huahh tugas bidan akan makin berat!
dear..
pemimpin kita ko ya tega gitu, menaikan harga BBM, padahal BBM ini hal yang paling dirasakan sama semua masyarakat dari mulai masyarakat menengah keatas sampai menengah kebawah. Bohong ! kalau pemimpin kita bilang "subsidi BBM itu tidak tepat karena dinikmati masyarakat menengah keatas" BOHONG!
BBM itu punya efek domino, dimana kalau BBM naik semua barang dipasar bakal ikut naik, angkutan umum juga bakal ikutan naik, yang semua ini erat kaitannya dengan kehidupan sehari-hari. kebayangkan masyarakat yang sudah susah akan makin susah. mungkin masyarakat menengah keatas gak bakal terlalu kerasa BBM naik 2000, tapi coba bayangkan masyarakat kecil, yang kemaren sebelum BBM naik makan aja gak full 3 kali sehari, bisa-bisa mereka akan sering puasa daud sekarang. #dear gambaran ini beneran nyata di depan mata. coba aja berinteraksi ditengah-tengah masyarakat. #galau
alasan ke dua dari pemimpin kita adalah "defisit anggaran APBN", katanya subsidi BBM ini membebani APBN, padahal ya subsidi BBM itu cuma 246,5 T, ada beban yang jauh lebih besar dari sekedar subsidi, yaitu BEBAN UTANG. utang pemerintah kita banyak banget dear. bayangin aja total utang pemerintah per 30 september 2014 sebesar Rp. 2.601,72 T. #huaahhh.. tiap bayi yang ditolong ane dan temen bidan lainnya sudah terbebani bayar utang 7 juta lebih per bayi yang lahir. #huaahhh. jadi sebenarnya APBN itu selama ini terbebani bayar utang yang bejibun itu plus bunganya juga. pembayaran bunga mencapai Rp. 121,386 T dan cicilan pokoknya 247,696 T totalnya 368,981 T. oalah..kenapa coba pemerintah gak nganggep ini sebagai beban? kenapa pemerintah gak mengurangi utang atau dihilangkan? bunganya juga kan haram karena termasuk riba dan dosa besar.
padahal ya, kita itu punya sumber daya alam yang sangat melimpah, coba pemerintah kita itu kreatif sedikit. negara kita pasti bisa dapat pemasukan APBN yang besar. misalnya ya ternyata produksi batu bara di negara kita tahun 2013 mencapai 421 juta ton, kalau biaya produksi per ton $20 US terus harga pasar tahun 2014 Us $ 74 perton, maka kita bisa dapat Rp. 250 T. #huahhh.. bisa ketutup tuh subsidi BBM dengan ini.
contoh lainnya ya dear...
menurut data BPS, tahun 2012 produksi tembaga negara kita 2.385.121 metrik ton. kita itung itungan lagi. kalau biaya rata-rata produksi tembaga PT freeport tahun 2012 sebesar US $ 1,24 dan harga jualnya US$ 3,6 per pound. maka negara kita dapat pemasukan sebesar Rp 124 T. #huahhh cukup kali ya buat subsidi pendidikan.
sayangnya ya dear.. sumber daya alam yang melimpah itu tidak dikelola sama pemerintah kita, tapi diserahkan kepada asing, jadilah sekarang kita "kelaparan di lumbung padi". sedih ya dear.. greget banget sama pemerintah kita. padahal ya pemimpin kita itu waktu belum jadi pemimpin, janjinya manis banget. inget gak? tahun 2012 dia pernah menolak habis-habisan kenaikan BBM, eh sekarang dianya udah naik di kursi tertinggi, malah "menjilat ludah sendiri". miris dear, galau dear...greget juga..kesel....
kenapa sih..kenapa sih...?
oke tulisan kali ini cukup sampai disini, sory kalau bikin hati greget dan kesel abis.
tenang..nanti ane lanjut lagi...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar