Allah bisa gak ya aku?
Tapi Allah udah kasih banyak nikmat lho
Kenapa kamu tidak merasakanya?
Allah.. bisa gak ya aku?
Kuat gak ya aku?
Engkau tahu sendiri, aku tak pernah bisa tenang
Selalu awas dan waswas
Allah aku mau mengeluh, tapi aku masih mengingat dan yakin nikmat mu banyak. Aku malu untuk mengeluh. Lalu luapan itu hanya bisa berbentuk tangisan
Allah.. bisa gak ya aku?
Sepertinya tidak bisa. Aku yang salah, engkau lebih tahu seberapa bengkok aku. Seberapa kerasa kepalanya aku. Allah sulit sekali, apakah aku bisa?
Aku malu Allah berkata tentang seseorang yang engkau rela aku bersujud padaNya. Aku malu Allah. Tapi aku tak sekuat itu, tak selapang itu, aku lemah Allah, engkau tahu selemah dan serapuh apa aku
Aku tahu, itu tidak akan lama, tapi rasanya.. bisakah aku Allah. Aku tahu akan ada waktunya tangki cinta ini terisi. Aku tahu ini tak akan lama. Tapi aku benar benar rapuh Allah.
Bukankah kamu sendiri yang memintanya, untuk jangan biarkan dia bosan?
Iya benar.. aku yang meminta. Maafkan aku, tapi dia terasa sinis, dan aku tak becus mengurus rumah. Allah sungguh maafkan aku. Apakah aku sanggup Allah?
Engkau yang menguatkan di kerapuhan. Maka aku serahkan diri yang lemah dan rapuh ini kepada Mu. Engkau yang lebih tahu aku tak pandai berbicara, aku tak pandai merayu. Aku datar. Dan mungkin aku tak secantik itu
Allah bisakah aku bertahan, dalam banyak hal, aku tahu, hal besar yang aku inginkan, tak selalu terwujud. Karna aku mungkin tak pandai bersyukur. Semua ini bukan tentang lagi suami ku, tapi tentang takdir yang sedang engkau tuliskan. Maka Allah kuatkan aku, kuatkan aku Allah. Maaf Allah. Aku tak berhasil. Engkau tahu sendiri.
Allah, aku tahu aku hanya perlu membayangkan. Sesuatu yang sedang aku jalani ini adalah sesuatu impian banyak orang. Maka aku akan bersyukur dan bersyukur. Menyetop tontonan, tentang keluarga ideal