Senin, 04 September 2023

Pertemuan

Hai, aku adalah si pemimpi, yang menulis setiap mimpinya dan terus mengingatNya, kalau ada kesempatan ku kejar, kalau takdir  berkata lain kadang aku berhenti mengejar, tapi anehnya, mimpi-mimpi itu tetap terwujud satu persatu. 

Karna dialah, Sang Pengabul doa

Pertama kali ku dengar namanya saat itu entah tahun berapa mungkin sekitar tahun 2013 atau entah tahun 2014, pokonya ku dengar namanya saat itu, namanya "kang cepi" tapi sungguh aku tak pernah melihat wajahnya. Sekalipun tak pernah, hanya namanya yang tersebut berkali kali oleh teman teman ku.

Sampai suatu ketika, aku diamanahi memimpin suatu acara, dan dia pun sama, aku leader di tim akhwat, dan dia leader di tim ikhwan dari sinilah komunikasi itu terbuka.

Sungguh perasaannya masih sama, padahal hampir 9 tahun yang lalu, tapi aku masih bisa mengingat, jejak jejak perasaan ku, yang tadinya hanya kudengar tentangnya, sekarang berkomunikasi langsung untuk koordinasi keberlangsungan acara. Sungguh hari yang sibuk, penuh luapan semangat juga agak canggung. Hari itu, dia yang tinggi, pakai celana jeans, penuh semangat dan dapat di andalkan.

Dan kau tau, aku masih sangat mengingat detik detik Allah mengirim pesan, bahwa ia jodoh ku, adalah saat ia membacakan puisi, puisi pemuda yang penuh semangat, memalingkan setiap orang yang melihatnya.


Ah masa itu.. memang masa yang indah, masa penuh cinta dan semangat yang menggebu, aku beruntung, karna Allah memberi ku banyak aktivitas yang berharga, yang bisa kuceritakan pada anak anak ku


Bisikan tentang ia adalah jodoh ku itu jelas jelas aku tepis, aku lagi tak ingin jatuh cinta saat itu, aku selalu bilang aku hanya ingin jatuh cinta sekali lagi dengan orang yang memang Allah tulis takdirnya untuk menemani ku di dunia ini.

Tapi setiap kali ku ingat bisikan itu, bisikan itu seperti sebuah keyakinan yang akan menjadi nyata.

Tentu, masih panjang cerita tentang kami, meskipun tak ada yang istimewa, kami hanya saling mencocokan saat pertama kali kami di ruangan bersama hanya berdua. Tentunya setelah akad itu tertunaikan

Di tahun tahun itu, aku memang sibuk, sibuk taaruf dengan beberapa cv yang datang, sibuk juga mengajar, sibuk juga bekerja di dua klinik dan juga sibuk produksi elsina, ahh sungguh hari hari yang sangat ku rindui.

Setelah mencocokan banyak hal, aku tahu bahwa yang pertama kali jatuh cinta, adalah suami ku.. hihi lucu ya.. 

Aku merasa ingin mengulang hari hari itu. Ia sih seperrinya tak ada perkerjaaan lain apa gitu, harus dan mesti mengulang lagi.

Tapi bukankah memang begitu alamiahnya manusia, suka mengenang ngenang masa lalu. Pun nanti di Surga, kita akan lebih sering mengenang tentang masa masa di dunia, karna itu adalah kenikamatan hati.