Minggu, 23 November 2014

GALAU, BBM Naik!

belakangan ini ane jadi orang yang melankolis banget ,tiap kali liat suami istri gandengan ane galau, tiap kali datang pasien yang konsul tentang kehamilan terus suaminya "care" banget, ane galau. tiap kali temen bidan pulang di jemput suaminya ane galau, pokoknya ane galau..galau dan galau lagi
oke stop..paragraf diatas harap diabaikan

yaps ,bener akhir-akhir ini ane bener-bener jadi melankolis banget, tapi bukan karena hal-hal remeh seperti di atas.

ane galau gara-gara BBM naik mba sis..

kebayang gak sih mba sis, ane tinggal di sebuah desa antah berantah ,yang sedikitnya jauh dari kota, daerahnya berbukit bukit, jalannya berlobang-lobang gede, kalau misalnya jalan itu di aspal, seminggu kemudian itu jalan kembali ke semula, berlobang gede lagi. karena aspalnya campur terigu #efekkorupsimerajarela

memang sih, sebenarnya ane sudah lama hidup di desa ini, hanya saja dulu ane gak pernah memperhatikan lingkungan sekitar, keadaan masyarakat bahkan tetangga pun jarang tersapa. mau gimana lagi, dari dulu ane orang rumahan, mainnya bareng adik dan kaka dirumah, jaranglah keluyuran kerumah.

dan eng..ing..eng.. hari ini ane yang tiba tiba gede, di kasih Amanah untuk jadi bidan disini, di desa Antah Berantah. ane mau tidak mau, dipaksa tahu kondisi masyarakat, dari mulai keadaan sosial, ekonomi, lingkungan dsb.

oke..mulai bingung
apa hubungannya BBM naik, masyarakat antah berantah, terus tugas ane jadi bidan dengan galau

mba sis, mas bro
bidan itu paling deket sama masyarakat, selain konsultasi tentang kehamilan dan balitanya, mereka juga sering banget curhat tentang kesusahan hidup,yang bermuara pada ekonomi. semua curhatan ini bikin hati miris, dan pipi berasa ke gampar bolak-balik. oalah kemana aja ente selama ini. bukannya dari kecil hidup ente disini. #itulah sekelebat jeritan hati yang bernama penyesalan.

So, saat ane denger BBM naik lagi, yang kegambar adalah pasien-pasien yang sering ke klinik semakin menjerit karena makin terjepit hidupnya. bakal makin banyak lagi balita yang turun berat badannya karena kekurangan gizi ,terus juga ibu-ibu hamil yang mengalami KEK karena terpaksa kerja di pabrik untuk membantu perekonomian keluarga. belum lagi penyakit-penyakit yang mewabah di masyarakat. #huahh tugas bidan akan makin berat!


dear..
pemimpin kita ko ya tega gitu, menaikan harga BBM, padahal BBM ini hal yang paling dirasakan sama semua masyarakat dari mulai masyarakat menengah keatas sampai menengah kebawah. Bohong ! kalau pemimpin kita bilang "subsidi BBM itu tidak tepat karena dinikmati masyarakat menengah keatas" BOHONG! 

BBM itu punya efek domino, dimana kalau BBM naik semua barang dipasar bakal ikut naik, angkutan umum juga bakal ikutan naik, yang semua ini  erat kaitannya dengan kehidupan sehari-hari. kebayangkan masyarakat yang sudah susah akan makin susah. mungkin masyarakat menengah keatas gak bakal terlalu kerasa BBM naik 2000, tapi coba bayangkan masyarakat kecil, yang kemaren sebelum BBM naik makan aja gak full 3 kali sehari, bisa-bisa mereka akan sering puasa daud sekarang. #dear gambaran ini beneran nyata di depan mata. coba aja berinteraksi ditengah-tengah masyarakat. #galau 

alasan ke dua dari pemimpin kita adalah "defisit anggaran APBN", katanya subsidi BBM ini membebani APBN, padahal ya subsidi BBM itu cuma 246,5 T, ada beban yang jauh lebih besar dari sekedar subsidi, yaitu BEBAN UTANG. utang pemerintah kita banyak banget dear. bayangin aja total utang pemerintah per 30 september 2014 sebesar Rp. 2.601,72 T. #huaahhh.. tiap bayi yang ditolong ane dan temen bidan lainnya sudah terbebani bayar utang 7 juta lebih per bayi yang lahir. #huaahhh. jadi sebenarnya APBN itu selama ini terbebani bayar utang yang bejibun itu plus bunganya juga. pembayaran bunga mencapai Rp. 121,386  T dan cicilan pokoknya 247,696 T totalnya 368,981 T. oalah..kenapa coba pemerintah gak nganggep ini sebagai beban? kenapa pemerintah gak mengurangi utang atau dihilangkan? bunganya juga kan haram karena termasuk riba dan dosa besar.

padahal ya, kita itu punya sumber daya alam yang sangat melimpah, coba pemerintah kita itu kreatif sedikit. negara kita pasti bisa dapat pemasukan APBN yang besar. misalnya ya ternyata produksi batu bara di negara kita tahun 2013 mencapai 421 juta ton, kalau biaya produksi per ton $20 US  terus harga pasar tahun 2014 Us $ 74 perton, maka kita bisa dapat Rp. 250 T. #huahhh.. bisa ketutup tuh subsidi BBM dengan ini. 

contoh lainnya ya dear...
menurut data BPS, tahun 2012 produksi tembaga negara kita 2.385.121 metrik ton. kita itung itungan lagi. kalau biaya rata-rata produksi tembaga PT freeport tahun 2012 sebesar US $ 1,24 dan harga jualnya US$ 3,6 per pound. maka negara kita dapat pemasukan sebesar Rp 124 T. #huahhh cukup kali ya buat subsidi pendidikan.

sayangnya ya dear.. sumber daya alam yang melimpah itu tidak dikelola sama pemerintah kita, tapi diserahkan kepada asing, jadilah sekarang kita "kelaparan di lumbung padi". sedih ya dear.. greget banget sama pemerintah kita. padahal ya pemimpin kita itu waktu belum jadi pemimpin, janjinya manis banget. inget gak? tahun 2012 dia pernah menolak habis-habisan kenaikan BBM, eh sekarang dianya udah naik di kursi tertinggi, malah "menjilat ludah sendiri". miris dear, galau dear...greget juga..kesel....

kenapa sih..kenapa sih...?

oke tulisan kali ini cukup sampai disini, sory kalau bikin hati greget dan kesel abis.
tenang..nanti ane lanjut lagi...





Senin, 03 Maret 2014

Kenapa Jika Islam dan Politik di satukan menjadi tabu?

Tahun 2014, diidentikan dengan tahun politik, yeah...karena tahun ini bakal berlangsung pemilihan umum, dimana-mana ngomongin politik, acara TV, nyanyian, iklan bahkan di sosmed juga ramenya tentang politik (well, banyak para caleg yang menjadikan sosmed sebagai alat promosi). Nah termasuk saya, hari ini saya juga tertarik ngomongin politik.
Sebelumnya mungkin temen-temen sering kali ya nongkrongin mata najwa di metrotv, pertanyaanpertanyaannya selalu kritis tanpa aling-aling dan bisa dibilang gak takut dengan siapa yang dihadapinya. Malahan sering kali para pejabat yang mati kutu menjawab pertanyaan najwa. Termasuk Angel Lelga caleg no 1 di P3. Salah satu pertanyaan yang membuat angel lelga mati kutu gak bisa jawab adalah, “menurut pandangan ada bagaimana keterkaitan Islam dengan Politik?” jangan berharap dapat jawaban dari Angel lelga, untuk jawaban yang ringan seperti visi dan misi saja ia tidak bisa jawab apalagi soal menyoal tentang isu yang sedang senter dibicarakan di dunia, jangan harap..!
Eh ko jadi ngomogin angel lelga ya..haha..balik ke topik awal...
Sebenarnya yang membuat saya bingung dari pertanyaan najwa adalah kenapa ko jika Islam dan Politik dihubungkan orang menganggapnya tabu, bahkan sampai ada sebuah statmen “udahlah..jangan bawa-bawa agama (islam) ke politik, nanti agamanya jadi  ikutan kotor, agama cukup di masjid saja”
Pastilah temen-temen sering mendengar atau mungkin setuju dengan pendapat ini. Well..baut saya amat sangat aneh pendapat ini, kalau kita lihat sejarah! kita bisa menyaksikan bahwa Rasulullah berpolitik (tentunya pengertian politik yang benar, bukan definisi yang hadir saat ini), Rasulullah membangun negeri, bahkan setelah wafat, kepemimpinan berganti pada Sahabat Rasul dan di sebut khalifah kurang dari 30 tahun kekuasaanya sampai 2/3 bumi. Kekuasaan Islam lho ya..dan juga gak berhenti hanya sampai khalifahurasidin aja, tapi juga diteruskan oleh muaawiyah, abbasiyah, dan ustmanyah..inget ya Islam saat itu berjaya menguasai 2/3 dunia dan bertahan sampai 14 abad.. 14 abad tu lama lho.. dan berkahir di tahun 1924 Masehi..
Nah kalau gitu, kenapa sekarang sepertinya ko tabu sekali ngomongin Islam dengan Politik, ko kayaknya hal yang sangat ditakutkan, padahal kalau kita melihat prestasi islam di masa lampau kurang meyakinkan gimana coba, saat itu islam dapat bertahan 14 abad dengan kekuasaan 2/3 dunia,rakyatnya sejahtera, melahirkan para ilmuwan, dan teknologi berkembang pesat.
nah kalo gitu kenapa muncul pendapat ini? Usul punya usul setelah ditelusuri ternyata pendapat ini  lahir terkait dengan pandangan hidup dan aturan atau sistem yang mengatur di dunia saat ini. Sistem apa itu...? apalagi kalau bukan sekulerisme: memisahkan agama dari kehidupan.
Sebelumnya, kita meyakini bahwa Islam bukan hanya agama saja, tapi Islam yang dibawa Rasulullah adalah seperangkat aturan yang mengatur segala aspek kehidupan manusia. Jadi Islam bukan hanya mengatur tentang shalat, zakat, puasa, haji, atau akhlaq saja tapi jauh dari itu Islam juga mengatur ekonomi, sosial, hukum bahkan politik (sekali lagi dengan definisi yang benar). Nah lho..lalu kenapa dunia saat ini memandang bahwa agama cukup bagian dari pribadi dan sekitar tempat ibadah saja? Kalau ke pasar ngurusin jual beli gak usah bawa-bawa islam, kalau soal ngatur sumber daya alam negara gak usah bawa-bawa islam, kalau ngurusin urusan rakyat, pemimpin atau  yang lainnya juga jangan bawa bawa islam ? yeah... Sekali lagi karena dunia saat ini mengemban sekulerisme atau memisahkan agama dari kehidupan,

Dan darimana si sekulerisme ini lahir..mari saya ceritakan dengan singkat...
Pada abad pertengahan, saat Islam lagi terang benderang dengan segala kemajuannya, di eropa dan rusia malah lagi gelap gulita (dikenal juga dengan abad kegelapan). Eropa dan rusia saat itu dipimpin oleh kaisar dan raja-raja kejam,yang  memeras, menganiya bahkan menghisap darah rakyat. Dan parahnya lagi si raja ini menjadikan agama (kristen) sebagai alat pemerasannya(dikenal juga negara terokrasi). Para pemuka agama dijadikan perisai untuk mencapai keinginannya. Saat itu juga science atau kemajuan tekologi di larang, bahkan galie galileo yang membuktikan bahwa bumi bulat di hukum gantung karena dianggap berlawan dengan ajaran agama kristen,  Tapi lama-lama terjadi pergolakan sengit,  yang kemudian membawa kebangkitan para filosof dan cendekiawan. Sebagian dari mereka mengingkari adanya agama (agama hanya membuat rakyat menderita), sebagiannya lagi mengakui adanya agama namun harus dipisahkan dari kehidupan. Akhirnya pergelokan berakhir dengan solusi jalan tengah yaitu memisahkan agama dari kehidupan,darisinilah lahir sekulerisme
Nah, dari asal muasalya kita bisa tahu kenapa saat ini sangat tabu jika ngomongin  islam (agama) dengan politik.  islam dengan ekonomi, atau islam dengan hukum. ini berkaitan erat dengan trauma pada diri mereka. Takut ketika islam (agama) berada di tampuk kekuasan bakal terjadi zaman kegelaan lagi. Well.well jangan samakan aturan Islam dengan kerajaan teologis dimasa lampau.
Nah teman..teman..dari kisah ringkas ini, kita bisa memahami bahwa banyak sekali paham berbahaya di sekitar kita, paham yang menjauhkan kita dari Islam yang sesungguhnya. Oleh karena itu mari kita sama-sama mengkaji islam lebih dalam.mengkaji Islam bukan hanya dari sisi nafsiyah saja tapi juga mengkaji aturan aturan islam terkait politik, hukum dan ekonomi. Karena hanya dengan aturan Allahlah kita dapat keluar dari segala permasalah dinegeri ini.