Selasa, 27 Agustus 2013

Se-bait Kata Yang Terselip



Lembar Persembahan

Sebait kata yang tak pernah terungkap:

Untuk Ia yang selalu di samping ku, cinta Hakiki yang maha Pengasih. Allah SWT
Alhamdulillah, tanpa kehendak Mu karya ini takan pernah ada.
Semoga karya ini menjadi bagian rasa syukur ku
atas nikmat iman dalam ruh, nikmat ilmu dalam akal dan segala nikmat dalam jasad

Untuk wanita termulia, ibu ku tercinta Endah Wahidah,
“jazakillaahu khairan katsiiran” atas segala air mata, keringat bahkan darah
yang telah kau persembahkan untuk anak mu,
semoga karya ini menjadi amalan yang selalu mengalir untuk mu di akhirat kelak.
Dan untuk bapak ku yang selalu dirindukan Bambang Imam,   semoga Allah selalu membersamai kita.

Teruntuk saudara terkasih Teh Tia, Aari, fely, Rani, Afifah , ira serta dua keponakan kecilku alif dan khalil, “jazakumullaahu khairan katsiiran” untuk doa yang selalu mengalir hangat dan selalu setia menghibur dengan tingkah aneh nan lucu.

“jazakillaahu khairan katsiiran”  untuk kawan gembel  tempat berbagi, belajar
dan berpetualang serta yang  tak pernah bosan mendengar keluh kesah.
Membersamai kalian adalah “nikmat yang selalu menakjubkan”.

Teruntuk saudara yang Allah ikatkan dengan iman, para “pendobrak peradaban “,
para rubiners DFI “jazakillaahu khairan katsiiran”
atas segala kata semangat yang menggugah serta doa yang tak pernah henti terlantun.
 Dimanapun kita nanti semoga langkah  kita selalu bergerak  seirama di JalanNya.

Tak mampu terucap satu persatu,, namun penulis berharap  karya ini menjadi bagian dari ilmu yang bermanfaat dan amal yang mengalir di akhirat nanti.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar