Senin, 29 Juni 2015

Ilmu Fotografi

Mau ngeshare ilmu Fotografi dari mba @citraayufurry smile emotikon
sebelum praktek langsung sama gurunya, alangkah baiknya baca tulisan gurunya dulu smile emotikon

1. Banyak fotografer yg seringkali "lupa" utk memikirkan cerita apa yg sbnrnya ingin mereka sampaikan dr foto yg mereka ambil ‪#‎FotoBercerita‬
2.Mereka terlalu sibuk mengabadikan setiap detik moment yg berubah cepat dan lupa untuk BERPIKIR #FotoBercerita
3.Itu kenapa foto yg dihasilkan begitu banyak tapi tidak cukup kuat untuk bercerita. bahkan tdk cukup menarik utk dipandang #FotoBercerita
4.Penting bagi seorang fotografer untuk memulai proses fotonya dengan memikirkan "TUJUAN" #FotoBercerita
5.Kita mesti sadar, setiap foto yang kita hasilkan harus punya "TUJUAN" #FotoBercerita
6.Fotonyg berantakan biasanya krn yg motret ga punya tujuan jelas. "ya yg penting ada fotonya" gitu katanya #FotoBercerita
7.Pernah denger kan pepatah yg bilang "A picture is worth more than 10.000 words". ‪#‎FotoBerbicara‬
8.Kalau itu benar, harusnya kita sadar tanggungjawab kita utk bercerita lbh dr 10rb kata sblm kita memencet shutter kamera #FotoBercerita
9.Oke, siapa nih yg dlm waktu dekat mau motret sebuah acara? atau apa pun itu.. tentukan dulu tujuannya yaa.. #FotoBercerita
10.udah nentuin tujuannya apa? oke, good! smile emotikon Tapi udan punya tujuan aja ga cukup.. he he #FotoBercerita
11.bagus udh memikirkn tujuan foto sblm motret. Tp punya tujuan aja ga cukup. tujuan perlu di breakdown *sama tuh kayak prinsip mimpi besar
12.punya mimpi besar ga serta merta mmbuat kita *cling* terwujud mimpinya kan? Sama kayak foto, tujuan perlu dibarengi "langkah2 mewujudkn"
13.sblm ngomongin langkah2.. penting utk kita terbiasa men-translate tujuan kita menjadi bahasa visual #fotoberbicara
15.misalnya, tujuan foto kita mau menunjukkan acara yg mnyampaikan kampanye trtentu, trjemahkan dlm bhs visual >> foto spanduk yg jelas ...
16.spanduk ga blh kelipet. klo kampanyenya target dunia, berarti foto spanduk brbhs inggris, ada simbol penyelenggara & simbol tempat
17.klo tujuannya antusiasme terjemahkan ke bhs visual >> moment teriakan, ekspresi wajah yg sesuai, bendera yg berkibar, simbol2 acara dll
18.jgn sampe, iya sih motret org yg berteriak semangat..eh sblhnya yg main HP/tidur kefoto juga.. hihihi.. #fotoberbicara
19.motret bendera berkibar vs kuyup itu beda lho kesannya.. coba deh.. pasti gambar iringan bendera berkibar lbh menggetarkn drpd yg jth
20. klo mau menunjukkan acara termegah se-indonesia maka terjemaan visualnya bisa dgn tampilan view luas (klo bisa wide)+atraksi yg Wow ...\
21.atraksi yg Wow itu bisa divisualkan dg panggung yang sedemikian besar dan megah, bendera super besar, atraksi yg melibatkan banyak org
22.Penterjemahan tujuan ke bhs visual itu perlu mikir.. makanya proses menghasilkan foto hebat itu ga hanya di hari H motret #FotoBerbicara
23.secara kasat mata, tugas fotografer itu terlihat hanya datang-motret-pulang. pdhl proses persiapannya jauh lbh panjang dr waktu motret:D
24.Ayo.. mulai mengeksplor pemikiran kita ttg bentuk2 visual sperti apa yg akan membunyikan foto kita smile emotikon #FotoBerbicara
25.Selain itu, tentu pengetahuan dasar fotografi juga akan sangat mendukung foto kita bisa jd #FotoBercerita
26.saya akan share sebagian ‪#‎dasarfotografi‬ :1. Miliki Point of Interest. yg ingin dijadikan fokus utama #FotoBerbicara
27.aplikasiin Rule of Third (blm tau? googling yaa.. he he). biasakan ketika motret org bukan objek ditengah.. agak pinggir...
28.biasakan mata objek diposisi 1/3 atas frame foto. klo suka merhatiin sudut pengambilan gambar film pasti gampang ngerti #fotoberbicara
29.jaga garis horizon (garis yg seolah2 memisahkn bumi&langit) artinya jaga utk tegak lurus. bkn dimiring2in tnpa tujuan #FotoBerbicara
30.Perhatikan background. usahakn utk dapet background yg ga acak2an. 5. Coba berbagai angles. jgn males gerak&nekuk lutut #FotoBerbicara
31.frame the subject. coba aplikasiin bingkai alami ke subjek fotomu.. itu akan membantu fokus pndgn org ke subyek utama #FotoBerbicara
32.Waktu yg TEPAT. Jgn motret asal banyak org, perhatikn ekspresinya. jgn motret asal banyak bendera, perhatikn kibarannya #Fotoberbicara
33.Keep Simple. sekalipun motret org banyak, ttp jaga utk sesederhana mungkin. jgn pabalatak. cari kumpulan yg warna bajunya kompak missal
34.Masukkan SIMBOL. simbol acara, simbol yg menyelengarakan acara.. dan simbol tempat.. PENTING untuk membuat #FotoBerbicara
35.Foto acara dg org sebanyak apapun.. tidak cukup menjadi #FotoBercerita jika hanya memperlihatkan banyaknya kepala.. tampilkan Simbol!
36.ngomongin simbol, ini juga nyambung dg knp harus motret bendera yg berkibar saja. krn kalau dia ga berkibar ga jelas simbolnya.. wink emotikon
37.Whow..ga bakal beres2 nih klo diterusin.. hihi..Ok, dicukupin dulu ya cerita2 ttg #FotoBerbicara nya. Sila klo ada yg mau share/nanya smile emotikon

Jumat, 19 Juni 2015

SEPUTAR FIDYAH DAN STANDARNYA

SEPUTAR FIDYAH DAN STANDARNYA
Oleh: KH Hafidz Abdurrahman
Soal:
1- Ada yang mengatakan, bahwa pembayaran fidyah bagi wanita yang hamil dan menyusui dan tidak sanggup berpuasa tidak ada dalilnya?
2- Berapa besaran fidyah yang paling kuat, karena ada perbedan antara mazhab Maliki dan Syafii, dengan Hanafi dan Hanbali?
Jawab:
Mengenai pertanyaan pertama, tentang tidak adanya dalil dalam pembayaran fidyah bagi wanita hamil dan menyusui yang tidak sanggup berpuasa, maka jawabannya sebagai berikut:
1- Pendapat yang mengatakan, bahwa wanita hamil dan menyusui yang tidak sanggup berpuasa, baik karena fisiknya lemah atau karena advise dokter, harus mengganti puasanya, apakah dengan mengqadha’ puasa yang ditinggalkan di hari lain, tanpa membayar fidyah sebagaimana pendapat Jumhur, atau membayar fidyah saja tanpa harus mengqadha’ di hari lain, sebagaimana pendapat Ibn ‘Abbas, Ibn ‘Umar dan atau mengqadha’ dan membayar fidyah, sebagaimana pendapat Imam Syafii dan Ahmad, semuanya ini merupakan hukum syara’ bagi masing-masing Mujtahid.
2- Setiap hukum syara’ yang dihasilkan Mujtahid, baik di kalangan sahabat maupun yang lain, pasti didasarkan pada dalil. Karena itu, kalau ada yang mengatakan, bahwa pandangan tentang pembayaran fidyah bagi wanita hamil dan menyusui yang tidak sanggup berpuasa itu tidak ada dalilnya jelas keliru.
3- Mengenai dalil masing-masing, bisa dirunut sebagai berikut:
Pendapat pertama, yaitu pendapat Jumhur. Dasarnya adalah keumuman nash al-Qur’an yang mengatakan:
أَيَّامًا مَعْدُودَاتٍ فَمَنْ كَانَ مِنْكُمْ مَرِيضًا أَوْ عَلَى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ [البقرة: 184]
“Pada hari-hari tertentu. Siapa saja di antara kalian yang sakit, atau bepergian, maka dia harus mengganti pada hari lain.” [Q.s. al-Baqarah: 184]
Menurut mereka, wanita hamil dan menyusui itu statusnya sama dengan orang sakit, sebagaimana yang disebutkan dalam ayat di atas, yang masih ada harapan sembuh, sehingga wajib mengqadha’ puasanya sebanyak hari yang ditinggalkan.
Pendapat kedua, pendapat Ibn ‘Abbas dan Ibn ‘Umar. Dasarnya, firman Allah SWT:
وَعَلَى الَّذِيْنَ يُطِيْقُوْنَهُ فِدْيَةُ طَعَامِ مِسْكِيْن [البقرة: 184]
“Bagi orang-orang yang tidak sanggup berpuasa, maka dia harus membayar fidyah dengan memberi makan orang miskin.” [Q.s. al-Baqarah: 184]
Keduanya [wanita hamil dan menyusui], menurut Ibn ‘Abbas dan Ibn ‘Umar, termasuk di dalam katagori orang yang tidak sanggup berpuasa. Karena itu, keduanya tidak wajib mengqadha’, dan hanya wajib membayar fidyah saja [Hr. Abu Dawud].
Pendapat ketiga, adalah pendapat Imam Syafii dan Ahmad. Pendapat yang terakhir ini lebih hati-hati, dan menggabungkan dua pendapat sebelumnya. Dalilnya juga sama, yaitu ayat-ayat yang menjadi dalil kedua pendapat di atas.
4- Sebagai catatan, memang tidak semua nash yang dijadikan dalil oleh para fuqaha’ itu harus menyatakan, misalnya al-hamil wa al-murdhi’ [wanita yang hamil dan menyusui]. Meski, nash yang menyatakan lafadz seperti ini juga adalah dalam hadits riwayat an-Nasa’i dan at-Tirmidzi, yang dinyatakan hasan oleh at-Tirmidzi. Sekalipun dalam hadits tersebut maknnya juga masih umum. Karena, nashnya hanya menyatakan:
إن الله وضع عن المسافر شطر الصلاة وعن الحامل والمرضع الصوم - أو - الصيام [رواه النسائي والترمذي]
“Sesungguhnya Allah telah menggugurkan dari orang yang bepergian separo dari shalatnya, dan dari orang yang hamil dan menyusui [kewajiban] berpuasa.” [Hr. an-Nasa’i dan at-Tirmidzi]
5- Jadi, kesimpulannya, bahwa pendapat fuqaha’ tentang pembayaran fidyah bagi wanita hamil dan menyusui yang tidak sanggup berpuasa jelas ada dalilnya. Karena itu, pendapat yang mengatakan, bahwa pendapat ini tidak ada dalilnya jelas keliru, dan seolah menuduh sahabat Ibn ‘Abbas dan Ibn ‘Umar ngawur. Na’udzubillah.
Mengenai pertanyaan kedua, tentang standar fidyah yang berbeda, antara mazhab Maliki dan Syafii di satu sisi yang menyatakan, bahwa fidyah yang wajib dibayar tiap hari adalah 1 Mud, sedangkan mazhab Hanafi menyatakan 1 Sha’, kecuali gandum yang hanya dibayar ½ Sha’, dan mazhab Hanbali yang menyatakan ½ Sha’, kecuali gandum yang harus dibayar 1 Mud, ini juga merupakan hukum syara’ bagi masing-masing. Untuk menjelaskan hal ini, jawabannya sebagai berikut:
1- Secara umum, perbedaan tersebut dikembalikan kepada perhitungan masing-masing Mujtahid dalam memahami nash, fidyatu tha’ami miskin [membayar fidyah dengan memberi makan satu orang miskin], dalam Q.s. al-Baqarah: 184. Nash ini tidak memberi batasan, berapa besarnya. Karena tidak diberi batasan berapa besarnya, maka besarnya dikembalikan kepada standar masyarakat setempat. Dari sinilah, perbedaan tersebut kemudian muncul.
2- Mengenai 1 Mud itu sendiri, jika dikonversi ke dalam timbangan gram, sama dengan 544 gram. Sedangkan 1 Sha’ sama dengan 4 Mud, atau 2,176 gram [baca: 2,1 kg], dan ½ Sha’ sama dengan 1,008 gram [1,0 kg].
3- Lalu, mana di antara kedua pendapat tersebut yang paling kuat? Menurut Thawus, Ibn Jubair, al-Auza’i, an-Nawawi dan yang lain, yang paling mendekati kebenaran adalah pendapat Imam Malik dan Imam Syafii. Berarti, setiap hari yang ditinggalkan, wajib dibayar 1 Mud.
4- Hanya saja, waktu pembayarannya tidak boleh dilakukan di awal Ramadhan, tetapi setelahnya. Karena statusnya mengganti. Mengganti tidak boleh mendahului hukum asal kewajibannya, kecuali setelah kewajiban tersebut berlalu.
Wallahu a’lam.

Senin, 15 Juni 2015

Cara Mengatasi Diare Pada Ibu hamil


Penyakit Diare pada Ibu HamilCara Mengatasi Diare Pada Ibu Hamil – Diare merupakan penyakit yang sering melanda pada Ibu hamil. Hal ini dikarenakan pola makan ibu hamil yang tidak sehat dan akibat ngidam makanan pedas, terlalu asam dan dan makanan yang tidak higienis yang mengakibatkan ibu hamil menderita diare. Diare pada Ibu hamil sebaiknya jangan dianggap remeh karena dapat menyangkut bagi kesehatan Ibu hamil maupun bayi yang ada dalam kandungan.
Penyebab Terjadinya Diare pada Ibu Hamil
Penyakit diare disebabkan oleh usus yang tidak mampu untuk menyerap air yang terdapat dalam kotoran sehingga menyebabkan terjadinya pengeluaran feses yang banyak hingga sampai tiga kali dalam sehari. Sedangkan faktor yang menyebabkan diare pada wanita hamil selain akibat pola makan yang tidak sehat juga dapat disebabkan oleh beberapa hal, seperti berikut:
1. Minum Susu : Minum susu yang berlebihan dan tidak mengandung laktosa atau sedikit mengandung laktosa, maka tubuh akan sulit untuk mencernanya dan mengakibatkan usus tidak dapat beradaptasi yang kemudian menyebabkan diare.
2. Infeksi Bakteri : Tubuh yang terinfeksi oleh bakteri parasit dan virus seperti bakteri E. coli, salmonella, balantadium coli nentamoeba ritavirus dan adenovirus yang terdapat dalam bahan makanan yang dikonsumsi oleh manusia, menyebabkan tubuh akan mengalami diare.
3. Konsumsi Obat : Mengonsumsi obat-obatan tertentu seperti obat untuk mengatasi sembelit dan obat penetral asam lambung akan dapat mengganggu keseimbangan usus yang akhirnya menyebabkan diare pada wanita hamil.
4. Perubahan Hormon : Meningkatnya produksi hormon yang pesat saat hamil akan membuat produksi asam lambung menjadi tergangu dan sistem pencernaan tubuh secara keseluruhan yang akan menjadi penyebab diare pada ibu hamil. Selain itu faktor diare pada wanita hamil bisa dipengaruhi karena membesarnya ukuran rahim yang membuat gerakan usus menjadi tersumbat, dan membuat bakteri dapat tumbuh dengan pesat dan akhirnya menyebabkan diare.
Gejala dan Jenis Diare
Jika diare yang diderita belum mengganggu keseimbangan cairan dan elektrolit dalam tubuh, maka diare yang terjadi pada wanita hamil itu tergolong diare yang ringan dan hanya memerlukan perawatan yang dapat dilakukan sendiri di rumah. Ciri gejala diare ringan antara lain tidak menimbulkan demam, kulit tidak mengering, denyut nadi masih normal dan air seni tidak berwarna keruh.
Akibat yang ditimbulkan oleh penyakit diare secara umum yaitu bisa membuat tubuh kekurangan cairan sehingga tubuh akan mengalami dehidrasi. Untuk itu perlu diwaspadai jika Ibu hamil menderita diare apakah diare yang dialami merupakan diare tergolong ringan atau gejala serius. Tanda gejala diare yang serius antara lain seringnya BAB, terjadi pendarahan pada feses, perut mual dan kram, muntah, demam, nyeri di kepala dan jantung berdebar kencang serta urine berwarna keruh atau kuning gelap.
Cara Mengobati Diare pada Ibu Hamil
Langkah awal dalam melakukan pengobatan penyakit diare pada Ibu hamil sama saja seperti pada umumnya yaitu dengan memberikan cairan oralit. Jika Anda tidak memiliki cairan oralit, maka Anda dapat membuatnya sendiri dirumah dengan mencampurkan satu sendok garam dengan satu sendok gula pasir kemudian larutkan pada satu gelas air hangat. Atau Anda juga bisa dengan mengonsumsi minuman isotonik yang dapat Anda jumpai di toko terdekat.
Namun jika diare yang Anda alami sudah masuk dalam kategori gejala yang serius maka Anda harus segera memeriksakannya ke Dokter atau rumah sakit untuk segera mendapat penanganan yang serius.
Masa Pemulihan
Untuk mengatasi diare, berikut ini beberapa cara yang bisa membantu Anda khususnya Anda yang sedang hamil untuk mempercepat pemulihan setelah diare, diantaranya:
- Memperbanyak waktu istirahat
- Meningkatkan asupan cairan elektrolit pada tubuh agar terhindar dari dehidrasi
- Perbanyak minum air putih atau oralit
- Jika masih terjadi diare ringan, maka usahakan untuk memperbanyak mengkonsumsi sup, minuman jahe atau roti panggang untuk membantu mengatasi diare yang Anda alami.
- Mengkonsumsi madu karena madu sangat baik untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan juga sangat mudah dicerna oleh tubuh.
Nah, semoga tips mengatasi diare pada wanita hamil di atas dapat bermanfaat.
Selamat mencoba…!!!

Farmakologi Diare

Penyebab Diare

Diare
Diare adalah penyakit yang terjadi pada sistem pencernaan dimana terjadi gangguan pada sistem tersebut. Sistem Pencernaan bila dilihat secara fisiologi adalah :
Dalam lambung makanan dicerna menjad bubur (chymus), kemudian diteruskan ke usus halus untuk diuraikan lebih lanjut oleh enzim-enzim pencernaan. Setelah zat-zat gizi diresorpsi oleh villi ke dalam darah, sisa chymus yang terdiri dari 90% air dan sisa makanan yang sukar dicernakan, diteruskan ke usus besar (colon).
Bakteri-bakteri yang biasanya selalu berada di sini (flora normal) mencernakan lagi sisa-sisa (serat-serat) tersebut, sehingga sebagian besar daripadanya dapat diserap pula selama perjalan melalui usus besar. Airnya juga di resorpsi kembali, sehingga lambat laun isi usus menjadi lebih padat dan dikeluarkan dari tubuh sebagai tinja.
Penyebab Diare
Diare terjadi karena adanya rangsangan terhadap saraf otonom di dinding usus sehingga menimbulkan reflex mempercepat peristaltik usus, rangsangan ini dapat ditimbulkan oleh :
  1. Infeksi oleh bakteri patogen, misalnya bakteri E. coli, rotavirus   dan adenovirus.
  2. Infeksi oleh kuman thypus
  3. Infeksi oleh virus
  4. Infeksi oleh parasit, misalnya protozoa
  5. Keracunan makanan atau minuman
Sebagian besar diare terjadi karena gangguan flora bakteri terutama E. coli, penyebab dari kondisi ini terjadi karena banyak factor dan yang paling utama karena makanan.

Pengobatan Diare yang Tepat

Tidak selamanya diare itu buruk. Sebenarnya diare adalah mekanisme tubuh untuk mengeluarkan racun dari dalam tubuh. Racun yang dihasilkan oleh virus, bakteri, parasit dan sebagainya akan dibuang keluar bersama dengan tinja yang encer.
Kehilangan cairan tubuh yang mengandung elektrolit penting adalah penyebab kematian pada penderita diare. �Kondisi yang disebut dehidrasi ini berbahaya karena dapat menimbulkan gangguan irama jantung dan menurunkan kesadaran pasien. Jangan anggap remeh, kalau tidak diatasi bisa menimbulkan kematian,� jelas dr. Ari Fahrial Syam, Sp.PD, KGEH, MMB
Sebagian besar diare akut (diare mendadak) pada anak dapat disembuhkan hanya dengan pemberian cairan dan meneruskan pemberian makanan saja. Oleh sebab itu, inti dari pengobatan diare adalah memberikan cairan untuk menghindari terjadi dehidrasi.
�Prinsip pengobatan diare adalah mencegah dehidrasi dengan pemberian oralit (rehidrasi) dan mengatasi penyebab diare, � ungkap dr. Ari Fahrial Syam, Sp.PD, KGEH, MMB. Diare dapat disebabkan oleh banyak faktor seperti salah makan, bakteri, parasit, sampai radang. Pengobatan yang diberikan harus disesuaikan dengan klinis pasien.
Obat diare dibagi menjadi tiga, pertama kemoterapeutika yang memberantas penyebab diare .seperti bakteri atau parasit, obstipansia untuk menghilangkan gejala diare dan spasmolitik yang membantu menghilangkan kejang perut yang tidak menyenangkan.
Sebaiknya jangan mengkonsumsi golongan kemoterapeutika tanpa resep dokter. Dokter akan menentukan obat yang disesuaikan dengan penyebab diarenya misal bakteri, parasit. Pemberian kemoterapeutika memiliki efek samping dan sebaiknya diminum sesuai petunjuk dokter
Sebenarnya usus besar tidak hanya mengeluarkan air secara berlebihan tapi juga elektrolit. Kehilangan cairan dan elektrolit melalui diare ini kemudian dapat menimbulkan dehidrasi. Dehidrasi inilah yang mengancam jiwa penderita diare.
Penggolongan Obat Diare
  1. Kemoterapeutika untuk terapi kausal yaitu memberantas bakteri penyebab diare seperti antibiotika, sulfonamide, kinolon dan furazolidon.
    1. Racecordil
      Anti diare yang ideal harus bekerja cepat, tidak menyebabkan konstipasi, mempunyai indeks terapeutik yang tinggi, tidak mempunyai efek buruk terhadap sistem saraf pusat, dan yang tak kalah penting, tidak menyebabkan ketergantungan. Racecordil yang pertama kali dipasarkan di Perancis pada 1993 memenuhi semua syarat ideal tersebut.
    2. Loperamide
      Loperamide merupakan golongan opioid yang bekerja dengan cara memperlambat motilitas saluran cerna dengan mempengaruhi otot sirkuler dan longitudinal usus. Obat diare ini berikatan dengan reseptor opioid sehingga diduga efek konstipasinya diakibatkan oleh ikatan loperamid dengan reseptor tersebut. Efek samping yang sering dijumpai adalah kolik abdomen (luka di bagian perut), sedangkan toleransi terhadap efek konstipasi jarang sekali terjadi.
    3. Nifuroxazide
      Nifuroxazide adalah senyawa nitrofuran memiliki efek bakterisidal terhadap Escherichia coli, Shigella dysenteriae, Streptococcus, Staphylococcus dan Pseudomonas aeruginosa. Nifuroxazide bekerja lokal pada saluran pencernaan.
      Obat diare ini diindikasikan untuk dire akut, diare yang disebabkan oleh E. coli & Staphylococcus, kolopatis spesifik dan non spesifik, baik digunakan untuk anak-anak maupun dewasa.
    4. Dioctahedral smectite
      Dioctahedral smectite (DS), suatu aluminosilikat nonsistemik berstruktur filitik, secara in vitro telah terbukti dapat melindungi barrier mukosa usus dan menyerap toksin, bakteri, serta rotavirus. Smectite mengubah sifat fisik mukus lambung dan melawan mukolisis yang diakibatkan oleh bakteri. Zat ini juga dapat memulihkan integritas mukosa usus seperti yang terlihat dari normalisasi rasio laktulose-manitol urin pada anak dengan diare akut.
  2. Obstipansia untuk terapi simtomatis (menghilangkan gejala) yang dapat menghentikan diare dengan beberapa cara:
    1. Zat penekan peristaltik, sehingga memberikan lebih banyak waktu untuk resorpsi air dan elektrolit oleh mukosa usus seperti derivat petidin (difenoksilatdan loperamida), antokolinergik (atropine, ekstrak belladonna)
    2. Adstringensia yang menciutkan selaput lendir usus, misalnya asam samak (tannin) dan tannalbumin, garam-garam bismuth dan alumunium.
    3. Adsorbensia, misalnya karbo adsorben yanga pada permukaannya dapat menyerap (adsorpsi) zat-zat beracun (toksin) yang dihasilkan oleh bakteri atau yang adakalanya berasal dari makanan (udang, ikan). Termasuk di sini adalah juga musilago zat-zat lendir yang menutupi selaput lendir usus dan luka-lukanya dengan suatu lapisan pelindung seperti kaolin, pektin (suatu karbohidrat yang terdapat antara lain sdalam buah apel) dan garam-garam bismuth serta alumunium.
  3. Spasmolitik, yakni zat-zat yang dapat melepaskan kejang-kejang otot yang seringkali mengakibatkan nyeri perut pada diare antara lain papaverin dan oksifenonium