Selasa, 30 Juli 2013

Hijrah Yang Tak Sekedar Hijrah

Sejarah! Selalu ada Ibrah yang kita temukan dari membaca sejarah, sejarah membuat seseorang berfikir ke depan, memperkaya sudut pandang dan sedikitnya mengajarkan kita tentang kebijaksanaan. Begitupun dengan sejarah perjalanan Rasulullah, ia mengajarkan kita tentang hakikat Iman, dan jauh lebih dari itu sejarah Rasulullah menghubungan kita dengan langit. Ada sepotong episode yang menarik dari kisah kaum muslimin yang dikirim Oleh Rasulullah untuk Hijrah ke Habasyah. Habasyah adalah sebuah negara yang dipimpin oleh raja yang terkenal bijaksana, Najasi. hijrah ini dilatar belakangi penyiksaan yang dilakukan kaum kafir Quraisy. Kebanyakan orang menafsirkan bahwa hijrah ini hanya sekedar menghindari kekejaman kaum kafir Quraisy kepada kaum muslimin namun ada pembahasan yang menarik dari  tafsir fi zhilalil Qurann karya Sayid Quthb, seperti dilansir dalam kitabnya, Hijrah ke Habasah bukan hanya sebagai perlindungan jiwa kaum muslim, tapi jauh dari itu ada sisi politik dari Hijrah ke Habsyah ini. Jika memang Hijrah ini semata hanya untuk perlindungan jiwa maka seharusnya yang berhijrah adalah orang orang islam yang lemah  yang tidak memiliki kekuatan. Namun kenyataannya orang orang lemah dan tidak punya kekuatan ini malah  tidak di ikutsertakan dalam hijrah.

pernyataan ini memang terbukti dari dari Orang mu’min yang berhijrah ke habasyah ialah orang orang islam yang punya bergining   position, bahkan rata rata orang  Quraisy, diantaranya adalah Ja’far bin Abu thalib, ia adalah anak dari bapak yang melindungi nabi muhamad dari embargo ekonomi. Zubair bin Awwam, Abdurahman bin auf, abu salamah al Makkhzumi, usman bin affan dan lainnya, lalu para wanitanya pun dari keluarga mekah yang mulia dan terpandang yang tidak akan pernah diganggu oleh kaum kafir.

Hijrah ke Habasyah ini memberikan efek  goncangan di tengah keluarga besar kaum Quraisy. Bagaimana tidak Goncang ? ketika yang ikut hijrah adalah UMMu Habibah binti Abu sufyan, seorang putri yang lahir dari seorang gembong jahiliah dan tokoh besar pemimimpin peperangan melawan Aqidah Islam serta pemeluknya. Mungkin akan ada banyak pertanyaan, apa yang mengakibatkan Putra-putra kaum Quraisy yang mulia melakukan hijrah dan  hanya membawa AQIDAH baru mereka? meninggalkan segala ikatan kekeluargaan yang menjadi ciri umum bangsa arab? dan akan banyak lagi pertanyaan-pertanyaan liar yang mengganggu stabilitas politik kafir Quraisy. inilah strategi dakwah rasulullah, hijrah ini tak sekedar hijrah namun juga untuk memperluas jaringan dakwah, thalabun nusrah dan yang paling penting adalah memperkuat hegemoni islam di hadapan musuh.

islam bukan hanya sekedar agama untuk memuaskan naluri beragama manusia, tapi Islam adalah sebuah agama yang mengatur semua aspek kehidupan, Islam adalah Politik. islam adalah ideologi yang lurus, yang ketika lahirnya saja sangat ditakuti oleh kaum kafir bahkan raja-raja diluar arab.

inilah Islam yang sampai sekarang masih sangat ditakuti, karena ketika ia tegak dalam sebuah negara maka kedamaian dan keadilan akan merasuk di seluruh negeri. sedangkan para kafir pendengki nan rakus ini ingin seluruh dunia ini hanya miliknya seorang.karena kedengkian itu mereka mencoba berbagai cara untuk mengahancurkan islam, salah satunya dengan mengkerdilan sejarah Islam. karena mereka tahu sejarah adalah bagian integral aqidah ini, ia sebuah matarantai penghubung cabang-cabang ilmu islam layaknya akhlak,aqidah dan fiqih semua akan lebih mudah di pelajari jika terdapat penghayatan terhadap sejarah. sejarah adalah penghubung kita dengan teladan kita, sejarah memberikan gambaran pelaksanaan perintah Allah, ia sebgai contoh dan teladan. 

kita umat muslim yang hidup di atas pengkerdilan sejarah, seharusnya mencoba membuka lembaran sejarah-sejarah yang kaya dengan analisis dan ilmu, agar kedigdayaan, kejayaan serta kemenangan dan semangat ruhul jihad masa lalu, merasuk tubuh kita yang akhirnya dapat menggerakan kita menuju perubahan hakiki.

Senin, 29 Juli 2013

Marhaban Ya Ramadhan

Marhaban ya ramadhan..
suasana suka cita terasa ketika menyambut ramadhan bulan penuh keberkahan dan keagungan ini. Suasana peribadahan yang begitu kuat menjadikan semua orang yang mengaku muslim mau tidak mau akan terbawa. Pada bulan ini masjid masjid dan mushala penuh oleh para jamaah untuk melaksanakan shalat tarawih. Tua-muda, besar-kecil, pria-wanita, semua mengikuti ibadah sunnah tersebut meski banyak juga yang hanya ikut-ikutan.

Rasulullah SAW menjelaskan betapa agungnya ramadhan ini . pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup dan setan dibelenggu. Setiap muslim diwajibkan berpuasa dan Allah memberikan ganjaran berlipat ganda kepadanya yang beramal shalih dibulan ini.Bahkan, Allah memberikan pahala yang luar biasa di lailatul qadar, berupa paha senilai amal shalih selama 1000 bulan atau 83 tahun lebih.


Namun ada satu hal yang terlupakan dari momentum ramadhan ini yakni semangat perjuangan. Mungkin bagi sebagian besar kaum muslimin justru lemas dan kurang semangat karena kekurangan energi. Sehingga etos kerja justru menurun. Jam kerja berkurang. Padahal kalau kita mau menengok sejarah rasulullah dan para sahabat, justru mereka bertambah semangatnya dalam beramal shlaeh ketika ramadahan. Mereka tidak beramal shaleh individual yang hemat energy, namun justru beramal shalih sosial yang memerlukan energi yang besar. Mereka dengan gembira bertempur di medan jihad demi meraih kemuliaan ramadhan.


Di negeri ini suasana ramadhan dari tahun ke tahun memang kian semarak. Namun secara kehidupan , kaum muslimin hidup dalam keprihatinan. Didalam negeri, menjelang ramadhan pemerintah memberikan kado pahit bagi kaum muslimin yaitu kenaikan harga BBM, padahal seperti yang kita ketahui tanpa kenaikan harga BBM pun menjelang Ramadhan harga kebutuhan pokok selalu naik, Hal ini menyebabkan beban rakyat semakin berat. apalagi bagi mereka yang berada dalam kemiskinan. Alasan utama yang selalu dikemukakan oleh pemerintah menaikan harga BBM adalah selama ini subsidi BBM telah salah sasaran dan yang menikmati BBM bersubsidi adalah mayoritas golongan ekonomi menengah-atas, karena salah sasaran dan memberatkan keuangan Negara, maka BBM bersubsidi harus dinaikan. Kalau subsidi BBM salah sasaran lalu bagaimana hutang century yang di subsidi oleh pemerintah, Korban lumpur lapindo yang juga di ambil oleh pemerintah paahal penyebab lumpur lapindo ini adalah perusahaan swasta yang pemiliknya termasuk 40 orang terkaya. Pemerintah hanya berdalih “menyelamatkan” APBN nyatanya menyengsarakan rakyat.


Kondisi kaum muslimin seperti ini tidak akan banyak berubah jika kondisi global kaum muslimin tidak diubah. Pangkal persoalan semua itu adalah tidak diterapkannya syariah islam secara kaffah dalam naungan khilafah. Gara-gara tidak ada yang menyatukan, kaum muslimin terpecah belah secara politik. Karenanya ramadhan semestinya menjadi momentum untuk perubahan karena kaum muslimin sedang dalam suasana keimanan dan ketaatan kepada Allah Swt.


Perubahan yang dimaksud tentu saja bukan hanya perubahan yang sifatnya individual semata. Perubahan itu bersifat sistemik dan komprehensif. Maka tidak tepat kalau orang yang berpuasa hanya memikirkan dirinya sendiri tanpa mau peduli urusan ummat. Saatnya kaum muslim bangkit ke medan dakwah melaksanakan amar makruf nahi munkar untuk mengembalikan Islam ke posisi semula.