A. Motivasi
1. Pengertian
Motivasi
Motivasi
adalah karakteristik psikologi manusia yang memberi kontribusi pada tingkat
komitmen seseorang. Hal ini termasuk faktor-faktor yang menyebabkan,
menyalurkan dan mempertahankan tingkah laku manusia dalam arah tekad tertentu (
Suarly dan Bahtiar,2009)
Ngalim
Purwanto (2002) Motivasi adalah segala sesuatu yang mendorong seseorang untuk melakukan
sesuatu.Sedangkan (sortell dan Kaluzn dalam Suarly dan Bahtiar, 2009)
mengartikan motivasi sebagai perasaan atau pikiran yang mendorong seseorang
melakukan atau menjalankan kekuasaan, terutama dalam berprilaku.
Berdasarkan
dari pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa motivasi adalah karakteristik
psikologis manusia yang mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu terutama
dalam berprilaku.
2. Faktor-
faktor yang mempengaruhi motivasi
Motivasi merupakan sebuah
determinan penting, namun masih ada factor factor lain yang mempengaruhinya,
seperti umur, pendidikan, latar belakang keluarga, pengalaman kerja
(Usmara,2006)
Menurut
Purwanto (2008) faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi adalah sebagai
berikut:
a. Faktor fisik
Motivasi yang ada dalam diri individu yang mendorong
untuk bertindak dalam rangka memenuhi kebutuhan fisik seperti kebutuhan
jasmani, raga, materi, benda atau berkaitan dengan alam, factor fisik merupakan
faktor yang berhubungan dengan kondisi lingkungan dan kondisi seseorang, meliputi
: kondisi fisik lingkungan, keadaan atau kondisi kesehatan umur dan sebagainya.
b. Faktor herediter (lingkungan dan
kematangan usia)
Motivasi di dukung oleh lingkungan berdasarkan kematangan
atau usia seseorang
c. Faktor Intrinsik seseorang
Motivasi yang berasal dalam diri sendiri biasanya timbul
dari perilaku yang dapat memenuhi kebutuhan sehingga puas dengan apa yang sudah
dilakukan.
d. Fasilitas (sarana dan prasarana)
Motivasi yang timbul karena adanya kenyamanan dan segala
yang memudahkan dengan tersedianya sarana-sarana yang dibutuhkan untuk hal yang
diinginkan.
e. Situasi dan kondisi
Motivasi yang timbul berdasarkan keadaan yang terjaddi
sehingga mendorong memaksa seseorang untuk melakukan sesuatu.
f. Program dan aktivitas
Motivasi yang timbul atas dorongan dalam diri seseorang
atau pihak lain yang didasari dengan tujuan tertentu.
g. Audio visual
Motivasi yang timbul dengan adanya informasi yang didapat
dari perantara sehingga mendorong atau menggugah hati seseorang untuk melakukan
sesuatu.
h. Umur
Semakin cukup umur, tingkat ketenangan dan kekuatan
seseorang akan lebih matang berfikir logis dan bekerja sehingga motivasi
seseorang kuat dalam melakukan suatu hal.
i.
Jenis kelamin
Menurut Bukit dalam Renny Yusniati (2008) karakteristik
jenis kelamin adalah identtas biologis
yang terdiri dari perempuan dan laki-laki. Secara umum diasumsikan perenpuan
memiliki motif berprestasi lebih rendah dibandingkan laki-laki, sehingga
motivasi belajar perempuan lebih rendah dibandingkan laki-laki. Menurut Maritza
dalam Renny Yusniati (2008), hal ini disebabkan pola pengasuhan dari orang tua
kepada laki-laki dan perempuan dan menjelasakan bahwa, laki laki didorong orang
tua mereka untuk menampilkan keunggulan
dan mereka juga diberikan kebebasan lebih awal dibandingkan anak perempuan.
Sebaliknya, anak perempuan cenderung lebih banyak dibantu dan diberikan
perlindungan secara berlebihan oleh orang tua. Pola asuh seperti initentunya
akan menghambat motif berprestasi mereka. Sehingga, prestasi anak laki-laki
lebih tinggi disbanding anak perempuan.
Sedangkan menurut Marquis (2006),
motivasi dipengaruhi oleh beberapa factor, yaitu factor intrinsic dan faktor
Ekstrinsik.Faktor Ekstrinsik adalah sesuatu yang datang dari luar individu yang
mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu.Sedangkan faktor intrinsic adalah
sesuatu yang datang langsung dari dalam diri individu sesuai dengan tingkat
individu tersebut untuk mencapai suatu keinginan sehingga menimbulkan suatu
tingkah laku.Faktor intrinsic terdiri dari umur, pengetahuan dan pendidikan.Sedangkan
faktor ekstrinsik meliputi lingkungan, fasilitas ekonomi dan kesehatan.
3. Teori
motivasi
Secara umum, teori motivasi dibagi
dlaam dua kategori, yaitu teori kandungan (content), yang memusatkan perhatian
pada kebutuhan dan sasaran, tujuan dan teori proses, yang banyak berkaitan
dengan bagaiman orang berperilaku dan mengapa mereka berperilaku dengan cara
tertentu. Hal paling penting dari kedua teori itu seperti tertera di bawah ini
a. Teori Abraham H. Maslow
Teori
motivasi yang didasarkan dari asas kebutuhan (need).Kebutuhan seseorang
menyebabkan seseorang berusaha untuk memenuhinya.Motivasi adalah psikologis
yang dapat menjelaskan perilaku seseorang.Prilaku hakikatnya merupakan
orientasi pada suatu tujuan. Dengan kata lain, prilaku seseorang dirancang
untuk mencapai tujuan. Untuk mencapai tersebut diperlukan proses interaksi dari
beberapa unsure. Dengan demikian, motivasi merupakan kekuatan yang mendiring
seseorang melakukan sesuatu untuk mencapai tujuan. Kekuatan-kekuatan ini pada
dasarnya dirangsang oleh adanya berbagai macam kebutuhan, seperti:
1) Keinginan yang hendak dipenuhi
2) Tingkah laku
3) Tujuan
4) Umpaan balik (Slocum J.W and
Heriegel, dalam Uno, 2011)
Teori
motivasi yang dikembangkan oelh Abraham H. Maslow pada intinya berkisar pada
pendapat bahwa manusia mempunyai lima tingkat atau hierarki kebutuhan, yaitu:
1) Kebutuhan fisiologikal, seperti:
rasa lapar, haus, istirahat dan sex.
2) Kebutuhan rasa aman (safety
needs), tidak dalam arti fisik semata akan tetapi mental, psikologikal dan
intelektual.
3) Kebutuhan akan kasih sayang (love
needs)
4) Kebutuhan akan harga diri (esteem
needs) yang pada umumnya tercermin dalam berbagai symbol-simbol status.
5) Aktualisasi diri (self
actualization), dalam arti tersedianya kesempatan bagi seseorang untuk
mengembangkan potensi yang terdapat dalam dirinya sehingga berubah menjadi
kemampuan nyata.
b. Teori Herzberg
Selanjutnya
teori 2 fakktor Herzberg, teori ini menyatakan bahwa kepuasan dan ktidak-puasan
seseorang dipengaruhi oleh dua kelompok
faktor independen yakni faktor-faktor intrinsik dan faktor ekstrinsik. Rasa
kepuasan kerja dan rasa ketidak-puasan kerja tidak berada dalam satu
kontinum.Lawan kepuasan kerja bukan ketidak-puasan kerja, juga lawan
ketidak-pusaan kerja bukan kepuasan kerja.Lawan kepuasan kerja ialah tidak ada
kepuasan-kerja, sedangkan lawan ketidakpuasan kerja ialah ada kepuasan-kerja.
Faktor-faktor yang merupakan
penggerak motivasi (faktor-faktor intrinsic) ialah:
1) Pengakuan (cognition), artinya seseorang memperoleh pengakuan dari pihak
perusahaan bahwa dia adalah seorang yang berprestasi, dikatakan baik, diberi
penghargaan, pujian, dimanusiakan dan sebagainya.
2) Tanggung Jawab (Responbiliti),
artinya karyaean diserasi tanggung jawab dalam pekerjaan yang dilaksanakan,
tidak hanya melakasaanakan pekerjaan semata-mata.
3) Prestasi (Achievement),
artinya karyawan memperoleh kesempatan untuk mencapai hasil yang baik (bayak,
berkualitas atau berprestasi).
4) Pertumbuhan dan perkembangan (growth
and development), artinya dalam pekerjaab itu ada kesempatan bagi karyawan
untuk tumbuh dan bekembang.
5) Pekerjaan itu sendiri (Job
inself), artinya memang pekerjaan yang dilakukan itu sesuai dan
menyenangkan bagi karyawan.
Adapun
faktor-faktor pemelihara motivasi
(faktor ekstrinsik) ialah:
1) Gaji (salary)
2) Kedudukan
3) Perhubungan antar pribadi dengan
teman sederajat, atasamn atau bawahan.
4) Kondisi lingkungan
Menurut
Herzberg meskipun faktor-faktor pendorong motivasi baik keadaanya, tetapi jika
faktor-faktor pemeliharaanya tidak baik keadaanya, tidak akan meimbulkan
dorongan melakukan pekerjaan. Oleh sebab itu untuk meningkatkan motivasi dengan
cara perbaikan faktor-faktor pemeliharaan, baru kemudian faktor faktor
pendorong motivasi (Hasibuan,2010).
c. F.W. Taylor dan Manajemen Ilmiah
Pendekatan
ini memusatkan perhatian membuat pekerjaan seefektif mungkin dengan
merampingkan metode kerja, dan penilaian pekerjaan. Pekerjaan dibagi-bagi ke
dalam berbagai komponen, diukur dengan menggunakan teknik-teknik penelitian
pekerjaan dan diberi imbalan sesuai dengan produktifitas. Dengan pendekatan
ini, motivasi yang disebabkan imbalan keuangan dapat dicapai dengan memenuhi
sasaran-sasaran keluaran. Pemikiran inilah yang melatarbelakangi sebagian besar
penelitian pekerjaan yang didasarkan pada skema imbalan (insentif).
d. Teori Keberadaan, Keterkaitan, dan
Pertumbahan (Existence, Relatedness, and
Growth ERG) Aldefer.
Aldefer
merumuskan kembali hierarki Maslow dalam tiga kelompok, yang dinyatakan sebagai
Keberadaan, Keterkaitan, dan Pertumbahan (Existence,
Relatedness, and Growth ERG), yaitu:
1) Kebutuhan akan Keberadaan
Adalah
semua kebutuhan yang berkaitan dengan keberadaan manusia yang dipertahankan.
2) Kebutuhan Keterkaitan
Adalah
kebutuhan yang berkaitan dengan hubungan kemitraan.
3) Kebutuhan Pertumbuhan
Adalah
kebutuhan yang berhubungan dengan perkembangan potensi perorangan.
Menurut
teori ERG, semua kebutuhan itu timbul pada waktu yang sama. Kalau satu tingkat
kebutuhan tertentu tidak dapat dipuaskan, seseorang kelihatannya kembali ke
tingkat lain.
e. Teori Manusia Kompleks
Kebanyakan
teori motivasi menganggap orang termotivasi oleh suatu jenis pendorong. Model
utamanya dapat dijelaskan sebagai berikut:
1)
Manusia Ekonomi, yang termotivasi terutama oleh
imbalan keuangan.
2)
Mansuia Siosial, yang motivasinya dipengaruhi
terutama oleh sifat hubungan kemitraan dalam pekerjaan
3)
Manusia yang Mengaktualisasikan
Diri, seperti
yang dinyatakan dalam Hierarki Maslow.
4.
Jenis jenis Motivasi
Praktek motivasi harus digunakan dengan tepat dan
seimbang supaya dapat meningkatkan semangat kerja, kapan motivasi tersebut
digunakan. Jenis motivasi tersebut diantaranya (Hasibuan, 2009)
a. Motivasi Positif (intensif
posititf), bentuknya memberikan hadiah kepada mereka yang berperstasi baik. Dengan
motivasi positif ini semnagat kerja bawahan akan meningkat, karena manusia pad
umumnya senang menerima yang baik baik saja
b. Motivasi negative ( (intensif
negative), bentuknya dengan memberikan hukuman kepada mereka yang pekerjaanny
akurang baik (prestasi rendah). Dengan memotivasi negative ini semangat kerja
bawahan dalam jangka waktu pendek akan meningkat, karena mereka takut dikhukum,
tetapi untuk jangka waktu panjang dapat berakibat kurang baik.
5. Metode
Motivasi
Terdapat dua metode dalam motivasi yaitu metode langsung
dan metode tidak langsung (Hasibuan, 2010)
a. Motivasi Langsung
Motivasi langsung adalah motivasi (materil dan non
materil) yang diberikan secara langsung kepada individu utnuk memenuhi
kebutuhan serta kepuasannya.Jadi sifatnya khusus, seperti pujian, penghargaan
dll.
b. Motivasi tidak langsung
Motivasi tidak langsung adalah motivasi yang diberikan
hanya merupakan fasilitas-fasilitas yang mendukung serta menunkang gairah
kelancaran tugsa sehingga individu betah dan bersemangat melakukan kerjanya.