Senin, 03 Maret 2014

Kenapa Jika Islam dan Politik di satukan menjadi tabu?

Tahun 2014, diidentikan dengan tahun politik, yeah...karena tahun ini bakal berlangsung pemilihan umum, dimana-mana ngomongin politik, acara TV, nyanyian, iklan bahkan di sosmed juga ramenya tentang politik (well, banyak para caleg yang menjadikan sosmed sebagai alat promosi). Nah termasuk saya, hari ini saya juga tertarik ngomongin politik.
Sebelumnya mungkin temen-temen sering kali ya nongkrongin mata najwa di metrotv, pertanyaanpertanyaannya selalu kritis tanpa aling-aling dan bisa dibilang gak takut dengan siapa yang dihadapinya. Malahan sering kali para pejabat yang mati kutu menjawab pertanyaan najwa. Termasuk Angel Lelga caleg no 1 di P3. Salah satu pertanyaan yang membuat angel lelga mati kutu gak bisa jawab adalah, “menurut pandangan ada bagaimana keterkaitan Islam dengan Politik?” jangan berharap dapat jawaban dari Angel lelga, untuk jawaban yang ringan seperti visi dan misi saja ia tidak bisa jawab apalagi soal menyoal tentang isu yang sedang senter dibicarakan di dunia, jangan harap..!
Eh ko jadi ngomogin angel lelga ya..haha..balik ke topik awal...
Sebenarnya yang membuat saya bingung dari pertanyaan najwa adalah kenapa ko jika Islam dan Politik dihubungkan orang menganggapnya tabu, bahkan sampai ada sebuah statmen “udahlah..jangan bawa-bawa agama (islam) ke politik, nanti agamanya jadi  ikutan kotor, agama cukup di masjid saja”
Pastilah temen-temen sering mendengar atau mungkin setuju dengan pendapat ini. Well..baut saya amat sangat aneh pendapat ini, kalau kita lihat sejarah! kita bisa menyaksikan bahwa Rasulullah berpolitik (tentunya pengertian politik yang benar, bukan definisi yang hadir saat ini), Rasulullah membangun negeri, bahkan setelah wafat, kepemimpinan berganti pada Sahabat Rasul dan di sebut khalifah kurang dari 30 tahun kekuasaanya sampai 2/3 bumi. Kekuasaan Islam lho ya..dan juga gak berhenti hanya sampai khalifahurasidin aja, tapi juga diteruskan oleh muaawiyah, abbasiyah, dan ustmanyah..inget ya Islam saat itu berjaya menguasai 2/3 dunia dan bertahan sampai 14 abad.. 14 abad tu lama lho.. dan berkahir di tahun 1924 Masehi..
Nah kalau gitu, kenapa sekarang sepertinya ko tabu sekali ngomongin Islam dengan Politik, ko kayaknya hal yang sangat ditakutkan, padahal kalau kita melihat prestasi islam di masa lampau kurang meyakinkan gimana coba, saat itu islam dapat bertahan 14 abad dengan kekuasaan 2/3 dunia,rakyatnya sejahtera, melahirkan para ilmuwan, dan teknologi berkembang pesat.
nah kalo gitu kenapa muncul pendapat ini? Usul punya usul setelah ditelusuri ternyata pendapat ini  lahir terkait dengan pandangan hidup dan aturan atau sistem yang mengatur di dunia saat ini. Sistem apa itu...? apalagi kalau bukan sekulerisme: memisahkan agama dari kehidupan.
Sebelumnya, kita meyakini bahwa Islam bukan hanya agama saja, tapi Islam yang dibawa Rasulullah adalah seperangkat aturan yang mengatur segala aspek kehidupan manusia. Jadi Islam bukan hanya mengatur tentang shalat, zakat, puasa, haji, atau akhlaq saja tapi jauh dari itu Islam juga mengatur ekonomi, sosial, hukum bahkan politik (sekali lagi dengan definisi yang benar). Nah lho..lalu kenapa dunia saat ini memandang bahwa agama cukup bagian dari pribadi dan sekitar tempat ibadah saja? Kalau ke pasar ngurusin jual beli gak usah bawa-bawa islam, kalau soal ngatur sumber daya alam negara gak usah bawa-bawa islam, kalau ngurusin urusan rakyat, pemimpin atau  yang lainnya juga jangan bawa bawa islam ? yeah... Sekali lagi karena dunia saat ini mengemban sekulerisme atau memisahkan agama dari kehidupan,

Dan darimana si sekulerisme ini lahir..mari saya ceritakan dengan singkat...
Pada abad pertengahan, saat Islam lagi terang benderang dengan segala kemajuannya, di eropa dan rusia malah lagi gelap gulita (dikenal juga dengan abad kegelapan). Eropa dan rusia saat itu dipimpin oleh kaisar dan raja-raja kejam,yang  memeras, menganiya bahkan menghisap darah rakyat. Dan parahnya lagi si raja ini menjadikan agama (kristen) sebagai alat pemerasannya(dikenal juga negara terokrasi). Para pemuka agama dijadikan perisai untuk mencapai keinginannya. Saat itu juga science atau kemajuan tekologi di larang, bahkan galie galileo yang membuktikan bahwa bumi bulat di hukum gantung karena dianggap berlawan dengan ajaran agama kristen,  Tapi lama-lama terjadi pergolakan sengit,  yang kemudian membawa kebangkitan para filosof dan cendekiawan. Sebagian dari mereka mengingkari adanya agama (agama hanya membuat rakyat menderita), sebagiannya lagi mengakui adanya agama namun harus dipisahkan dari kehidupan. Akhirnya pergelokan berakhir dengan solusi jalan tengah yaitu memisahkan agama dari kehidupan,darisinilah lahir sekulerisme
Nah, dari asal muasalya kita bisa tahu kenapa saat ini sangat tabu jika ngomongin  islam (agama) dengan politik.  islam dengan ekonomi, atau islam dengan hukum. ini berkaitan erat dengan trauma pada diri mereka. Takut ketika islam (agama) berada di tampuk kekuasan bakal terjadi zaman kegelaan lagi. Well.well jangan samakan aturan Islam dengan kerajaan teologis dimasa lampau.
Nah teman..teman..dari kisah ringkas ini, kita bisa memahami bahwa banyak sekali paham berbahaya di sekitar kita, paham yang menjauhkan kita dari Islam yang sesungguhnya. Oleh karena itu mari kita sama-sama mengkaji islam lebih dalam.mengkaji Islam bukan hanya dari sisi nafsiyah saja tapi juga mengkaji aturan aturan islam terkait politik, hukum dan ekonomi. Karena hanya dengan aturan Allahlah kita dapat keluar dari segala permasalah dinegeri ini.