Di usia 30++ ini,(entah kenapa aku berhenti menghitung usia di angka 30, aku tak lagi menghafal usiaku sendiri) aku masih belum bisa menerima seorang yang meninggalkan aku dulu, sekarang malah mencoba bergantung padaku. Seseorang yang kuminta untuk menjemputku di titik paling rendah hidupku, ia malah takut dan bertanya tentang kontrakan aku.
Aku tak bisa pura-pura tiba tiba bercerita tentang serunya hidup ku, pada orang yang tak pernah mendengarkan kisahku diusia belia ku. Aku tak bisa membohongi ku sendiri. Dengan membuat kepalsuan keakraban. Karna memang kita tak pernah akrab. Dia berpaling jauh, disaat semua teman ku bergantung dan membanggakan ayah mereka.
Aku tak pernah bisa, bukan... aku belum bisa, bagiku cukup, setahun sekali menjenguknya, mengobrol hal ringan tentang rekap hidup ku dalam setahun. Tapi kalau dia mencoba bergantung pada Ku? Sungguh aku belum bisa, dan sungguh aku belum sanggup. Kita asing.. bertahun tahun kita asing, jadi tak perlu kita menjadi tiba tiba akrab. Cukuplah kehidupan kita hanya sekedar saja. Jangan lebih jauh. Aku belum siap.
Dulu, aku benar benar masih berharap dan bergantung pada dia. Tapi sekarang aku tak di titik itu lagi. Semuanya sudah lewat dan terlambat.
Allah maha pengasih, kenapa kamu enggak?
Aku memaafkannya, hanya saja kalau dia tiba tiba ingin menyelip dikehidupan ku, aku sungguh-sungguh tak bisa. Dia sudah terlalu lama hilang dalam part hidup ku, ia ada setahun sekali sekitar 2 jam saja. Jadi jangan tiba tiba ingin hadir setiap bulan atau setiap hari di hidup ku
Maaf, aku memaafkan mu
Tapi untuk menerima mu kembali, dalam hidup ku saat ini, maaf aku belum bisa..

Tidak ada komentar:
Posting Komentar