Aku sudah
memutuskannya.
aku teringat dulu ketika aku pertama kali
masuk organisasi KAMMI, aku sungguh menggebu untuk masuk kesana, karena ada
sebuah janji, janji pada Illahi untuk membaktikan masa muda ini hanya untuk Nya.
Aku bertanya pada seorang teteh ngaji ku, kebetulan ia juga, KAMMI. Lalu detik
demi detik aku rangkai cita ku bersama KAMMI, aku mencoba menggenapkan semua
yang aku bisa, meski hasilnya tak selalu maksimal, yang membuat ku marah karena
acara tak begitu memuaskan, tapi semuanya ku jalani dengan senyuman. Ya
senyuman keyakinan bahwa nanti pasti lebih baik.
Di KAMMI
aku bertemu dengan seorang ukhti yang sangat luar biasa, aku beruntung bertemu
dengannya. Ia tularkan pada ku sebuah mimpi, mimpi yang menggunung tinggi,
melangit luas. Dan aku tananmkan itu dalam dalam. Disini di hati ini aku ukir
itu.
Ketika
ukhti itu memutuskan untuk keluar dari kammi,aku termangu. Tapi aku tahu dia
punya tujuan lain meninggalkan KAMMI, bukan untuk meninggalkan dakwah, tapi ia
memutuskan untuk fokus bergerak di kampusnya.tentunya dalam dakwah juga. Aku
terima alasan itu. detik itu aku tahu “kini aku sendiri”
Tapi
Allah begitu menyayangi ku, Allah kabulkan setiap doa ku, doa yang sama percis
seperti nabi musa yang menginginkan harun mendapinggi ia menaklukan sang tiran.
Allah kirimkan disampingku, mereka yang
juga luar biasa, yang selalu muncul ide gila di otak mereka, mereka three
sister midwifery ( I Love sis ). Pikiran ku mengawang melewati waktu aku melihat sosok kita yang duduk melingkar,
menguras dan memutar otak kita untuk sebuah kata “ide”. Lalu ide ide itu kita “nyata”kan di KAMMI. Hingga mimpi kita terwujud.
Benarlah. Mimpi bersama adalah sebuah kenyataan.
tak
disangka tak diyana. Ukhuwah kita makin meluas, ikatan iman ini
menarik mereka, mereka datang lagi dengan mimpi dan cita yang sama. ukhti dari
kampus STAI. Tak kusangka aku bertemu dengan kalian ukhti. Ikatan iman kita
juga menarik mereka two sister midwifery, mereka menjadikan
ukhuwah kita makin berwarna,jadilah kita “THE QIBI CHIBI “ . yang mungkin aku menyebutnya sang power rangers. Saking
berwarnanya pribadi pribadi kita.
ukhti..ingatkah
saat kita memberontak. “Kocaknya diri kita”, kita merencanakan sebuah pemberontakan pada acara monoton
nan membosankan. Dimalam itu terbesit dalam diri kita untuk kabur lari dari
amanah. Mungkin detik itu kita merasa benar, merasa paling keren. Hingga kita
tak sadar ide kita telah disisipi syetan. Mungkin syetan kesombongan. dan ukhti
tahukah engkau, ketika aku masuk KAMMI aku tidak mengikuti acara itu. hehe.” Bandel bawaan” Pasca pemberontakan itu aku amat menyesal
ukhti, sangat menyesal. Aku sadar harusnya kita
yang menjadi pembeharu, dan bukan dengan jalan protes. harusnya kita belajar
tentang materi materi wajib lahapan calon anggota kammi itu, lalu
mentransformasinya. Sehingga kita bisa merubah acara monoton nan membosankan
itu menjadi acara yang melahirkan calon para pemimpin. Dan kalian pasti bisa
ukhti!!
Dan kini
aku harus memutuskan atas segala konsekwensi pilihan yang telah aku pilih. Aku
harus meninggalkan KAMMI, bukan untuk meninggalkan dakwah. Bukan ukhti..sedih
rasanya jika ada yang berpendapat seperti itu.
Aku
meninggalkan KAMMI untuk menggenapkan atas pilihan yang sudah aku pilih,
thoriqoh yang aku pilih dan konsekwensi atas apa yang ku anggap benar.
maka aku harus bergerak disana. Ya ukhti aku memilih perahu dakwah yang lain.
Tapi jangan risau ukhti. Bukankah perbedaan itu membuat hidup kita berwarna. Kini kita seperti bola mata menatap hal yang sama, bergerak
seirama untuk ridhoNYA meski tak pernah bertemu. percis kayak kedua bola mata
kita kan.
Terimakasih
ku pada kedua teteh KAMMI, yang selalu menemani ku diskusi dan mendengar kesah
ku tentang thoriqoh.
Yang mungkin kegalauan ku ini telah banyak menyita waktunya. Lalu tetap
memahami aku ketika setiap keputusan yang ku buat aku tarik lagi. Terimakasih
atas perngertian nya teteh. Yang sabar memberi penjelasan tentang dunia,
lalu meminjamkan buku buku pergerakan. Berdiskusi dengan kalian memperkaya
hasanah sudut pandang ku tentang dunia. Kini aku telah memilih teteh.
Akhir
kata jazakillah
khaeron katsiron ukhti atas ukhuwah ini.
.jpg)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar