Minggu, 04 November 2012

MOtivasi


A.     Motivasi

1.      Pengertian Motivasi
            Motivasi adalah karakteristik psikologi manusia yang memberi kontribusi pada tingkat komitmen seseorang. Hal ini termasuk faktor-faktor yang menyebabkan, menyalurkan dan mempertahankan tingkah laku manusia dalam arah tekad tertentu ( Suarly dan Bahtiar,2009)

            Ngalim Purwanto (2002) Motivasi adalah segala sesuatu yang mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu.Sedangkan (sortell dan Kaluzn dalam Suarly dan Bahtiar, 2009) mengartikan motivasi sebagai perasaan atau pikiran yang mendorong seseorang melakukan atau menjalankan kekuasaan, terutama dalam berprilaku.

            Berdasarkan dari pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa motivasi adalah karakteristik psikologis manusia yang mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu terutama dalam berprilaku.

2.      Faktor- faktor yang mempengaruhi motivasi
Motivasi merupakan sebuah determinan penting, namun masih ada factor factor lain yang mempengaruhinya, seperti umur, pendidikan, latar belakang keluarga, pengalaman kerja (Usmara,2006)

            Menurut Purwanto (2008) faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi adalah sebagai berikut:
a.       Faktor fisik
Motivasi yang ada dalam diri individu yang mendorong untuk bertindak dalam rangka memenuhi kebutuhan fisik seperti kebutuhan jasmani, raga, materi, benda atau berkaitan dengan alam, factor fisik merupakan faktor yang berhubungan dengan kondisi lingkungan dan kondisi seseorang, meliputi : kondisi fisik lingkungan, keadaan atau kondisi kesehatan umur dan sebagainya.
b.      Faktor herediter (lingkungan dan kematangan usia)
Motivasi di dukung oleh lingkungan berdasarkan kematangan atau usia seseorang
c.       Faktor Intrinsik seseorang
Motivasi yang berasal dalam diri sendiri biasanya timbul dari perilaku yang dapat memenuhi kebutuhan sehingga puas dengan apa yang sudah dilakukan.
d.      Fasilitas (sarana dan prasarana)
Motivasi yang timbul karena adanya kenyamanan dan segala yang memudahkan dengan tersedianya sarana-sarana yang dibutuhkan untuk hal yang diinginkan.
e.       Situasi dan kondisi
Motivasi yang timbul berdasarkan keadaan yang terjaddi sehingga mendorong memaksa seseorang untuk melakukan sesuatu.
f.       Program dan aktivitas
Motivasi yang timbul atas dorongan dalam diri seseorang atau pihak lain yang didasari dengan tujuan tertentu.
g.      Audio visual
Motivasi yang timbul dengan adanya informasi yang didapat dari perantara sehingga mendorong atau menggugah hati seseorang untuk melakukan sesuatu.
h.      Umur
Semakin cukup umur, tingkat ketenangan dan kekuatan seseorang akan lebih matang berfikir logis dan bekerja sehingga motivasi seseorang kuat dalam melakukan suatu hal.
i.        Jenis kelamin
Menurut Bukit dalam Renny Yusniati (2008) karakteristik jenis kelamin  adalah identtas biologis yang terdiri dari perempuan dan laki-laki. Secara umum diasumsikan perenpuan memiliki motif berprestasi lebih rendah dibandingkan laki-laki, sehingga motivasi belajar perempuan lebih rendah dibandingkan laki-laki. Menurut Maritza dalam Renny Yusniati (2008), hal ini disebabkan pola pengasuhan dari orang tua kepada laki-laki dan perempuan dan menjelasakan bahwa, laki laki didorong orang tua mereka untuk menampilkan keunggulan  dan mereka juga diberikan kebebasan lebih awal dibandingkan anak perempuan. Sebaliknya, anak perempuan cenderung lebih banyak dibantu dan diberikan perlindungan secara berlebihan oleh orang tua. Pola asuh seperti initentunya akan menghambat motif berprestasi mereka. Sehingga, prestasi anak laki-laki lebih tinggi disbanding anak perempuan.

Sedangkan menurut Marquis (2006), motivasi dipengaruhi oleh beberapa factor, yaitu factor intrinsic dan faktor Ekstrinsik.Faktor Ekstrinsik adalah sesuatu yang datang dari luar individu yang mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu.Sedangkan faktor intrinsic adalah sesuatu yang datang langsung dari dalam diri individu sesuai dengan tingkat individu tersebut untuk mencapai suatu keinginan sehingga menimbulkan suatu tingkah laku.Faktor intrinsic terdiri dari umur, pengetahuan dan pendidikan.Sedangkan faktor ekstrinsik meliputi lingkungan, fasilitas ekonomi dan kesehatan.


3.      Teori motivasi
      Secara umum, teori motivasi dibagi dlaam dua kategori, yaitu teori kandungan (content), yang memusatkan perhatian pada kebutuhan dan sasaran, tujuan dan teori proses, yang banyak berkaitan dengan bagaiman orang berperilaku dan mengapa mereka berperilaku dengan cara tertentu. Hal paling penting dari kedua teori itu seperti tertera di bawah ini

a.       Teori Abraham H. Maslow
            Teori motivasi yang didasarkan dari asas kebutuhan (need).Kebutuhan seseorang menyebabkan seseorang berusaha untuk memenuhinya.Motivasi adalah psikologis yang dapat menjelaskan perilaku seseorang.Prilaku hakikatnya merupakan orientasi pada suatu tujuan. Dengan kata lain, prilaku seseorang dirancang untuk mencapai tujuan. Untuk mencapai tersebut diperlukan proses interaksi dari beberapa unsure. Dengan demikian, motivasi merupakan kekuatan yang mendiring seseorang melakukan sesuatu untuk mencapai tujuan. Kekuatan-kekuatan ini pada dasarnya dirangsang oleh adanya berbagai macam kebutuhan, seperti:
1)   Keinginan yang hendak dipenuhi
2)   Tingkah laku
3)   Tujuan
4)   Umpaan balik (Slocum J.W and Heriegel, dalam Uno, 2011)

            Teori motivasi yang dikembangkan oelh Abraham H. Maslow pada intinya berkisar pada pendapat bahwa manusia mempunyai lima tingkat atau hierarki kebutuhan, yaitu:
1)      Kebutuhan fisiologikal, seperti: rasa lapar, haus, istirahat dan sex.
2)      Kebutuhan rasa aman (safety needs), tidak dalam arti fisik semata akan tetapi mental, psikologikal dan intelektual.
3)      Kebutuhan akan kasih sayang (love needs)
4)      Kebutuhan akan harga diri (esteem needs) yang pada umumnya tercermin dalam berbagai symbol-simbol status.
5)      Aktualisasi diri (self actualization), dalam arti tersedianya kesempatan bagi seseorang untuk mengembangkan potensi yang terdapat dalam dirinya sehingga berubah menjadi kemampuan nyata.

b.      Teori Herzberg
            Selanjutnya teori 2 fakktor Herzberg, teori ini menyatakan bahwa kepuasan dan ktidak-puasan seseorang dipengaruhi oleh  dua kelompok faktor independen yakni faktor-faktor intrinsik dan faktor ekstrinsik. Rasa kepuasan kerja dan rasa ketidak-puasan kerja tidak berada dalam satu kontinum.Lawan kepuasan kerja bukan ketidak-puasan kerja, juga lawan ketidak-pusaan kerja bukan kepuasan kerja.Lawan kepuasan kerja ialah tidak ada kepuasan-kerja, sedangkan lawan ketidakpuasan kerja ialah ada kepuasan-kerja.
              Faktor-faktor yang merupakan penggerak motivasi (faktor-faktor intrinsic) ialah:
1)      Pengakuan (cognition), artinya seseorang memperoleh pengakuan dari pihak perusahaan bahwa dia adalah seorang yang berprestasi, dikatakan baik, diberi penghargaan, pujian, dimanusiakan dan sebagainya.
2)      Tanggung Jawab (Responbiliti), artinya karyaean diserasi tanggung jawab dalam pekerjaan yang dilaksanakan, tidak hanya melakasaanakan pekerjaan semata-mata.
3)      Prestasi (Achievement), artinya karyawan memperoleh kesempatan untuk mencapai hasil yang baik (bayak, berkualitas atau berprestasi).
4)      Pertumbuhan dan perkembangan (growth and development), artinya dalam pekerjaab itu ada kesempatan bagi karyawan untuk tumbuh dan bekembang.
5)      Pekerjaan itu sendiri (Job inself), artinya memang pekerjaan yang dilakukan itu sesuai dan menyenangkan bagi karyawan.
                        Adapun faktor-faktor  pemelihara motivasi (faktor ekstrinsik) ialah:
1)      Gaji (salary)
2)      Kedudukan
3)      Perhubungan antar pribadi dengan teman sederajat, atasamn atau bawahan.
4)      Kondisi lingkungan

                             Menurut Herzberg meskipun faktor-faktor pendorong motivasi baik keadaanya, tetapi jika faktor-faktor pemeliharaanya tidak baik keadaanya, tidak akan meimbulkan dorongan melakukan pekerjaan. Oleh sebab itu untuk meningkatkan motivasi dengan cara perbaikan faktor-faktor pemeliharaan, baru kemudian faktor faktor pendorong motivasi (Hasibuan,2010).

c.       F.W. Taylor dan Manajemen Ilmiah
Pendekatan ini memusatkan perhatian membuat pekerjaan seefektif mungkin dengan merampingkan metode kerja, dan penilaian pekerjaan. Pekerjaan dibagi-bagi ke dalam berbagai komponen, diukur dengan menggunakan teknik-teknik penelitian pekerjaan dan diberi imbalan sesuai dengan produktifitas. Dengan pendekatan ini, motivasi yang disebabkan imbalan keuangan dapat dicapai dengan memenuhi sasaran-sasaran keluaran. Pemikiran inilah yang melatarbelakangi sebagian besar penelitian pekerjaan yang didasarkan pada skema imbalan (insentif).

d.      Teori Keberadaan, Keterkaitan, dan Pertumbahan (Existence, Relatedness, and Growth  ERG)  Aldefer.
Aldefer merumuskan kembali hierarki Maslow dalam tiga kelompok, yang dinyatakan sebagai Keberadaan, Keterkaitan, dan Pertumbahan (Existence, Relatedness, and Growth  ERG), yaitu:
1)      Kebutuhan akan Keberadaan
Adalah semua kebutuhan yang berkaitan dengan keberadaan manusia yang dipertahankan.
2)      Kebutuhan Keterkaitan
Adalah kebutuhan yang berkaitan dengan hubungan kemitraan.
3)      Kebutuhan Pertumbuhan
Adalah kebutuhan yang berhubungan dengan perkembangan potensi perorangan.

Menurut teori ERG, semua kebutuhan itu timbul pada waktu yang sama. Kalau satu tingkat kebutuhan tertentu tidak dapat dipuaskan, seseorang kelihatannya kembali ke tingkat lain.
e.        Teori Manusia Kompleks
Kebanyakan teori motivasi menganggap orang termotivasi oleh suatu jenis pendorong. Model utamanya dapat dijelaskan sebagai berikut:
1)         Manusia Ekonomi, yang termotivasi terutama oleh imbalan keuangan.
2)         Mansuia Siosial, yang motivasinya dipengaruhi terutama oleh sifat hubungan kemitraan dalam pekerjaan
3)         Manusia yang Mengaktualisasikan Diri,  seperti yang dinyatakan dalam Hierarki Maslow.

4.      Jenis jenis Motivasi
Praktek motivasi harus digunakan dengan tepat dan seimbang supaya dapat meningkatkan semangat kerja, kapan motivasi tersebut digunakan. Jenis motivasi tersebut diantaranya (Hasibuan, 2009)
a.       Motivasi Positif (intensif posititf), bentuknya memberikan hadiah kepada mereka yang berperstasi baik. Dengan motivasi positif ini semnagat kerja bawahan akan meningkat, karena manusia pad umumnya senang menerima yang baik baik saja
b.      Motivasi negative ( (intensif negative), bentuknya dengan memberikan hukuman kepada mereka yang pekerjaanny akurang baik (prestasi rendah). Dengan memotivasi negative ini semangat kerja bawahan dalam jangka waktu pendek akan meningkat, karena mereka takut dikhukum, tetapi untuk jangka waktu panjang dapat berakibat kurang baik.



5.      Metode Motivasi
Terdapat dua metode dalam motivasi yaitu metode langsung dan metode tidak langsung (Hasibuan, 2010)

a.       Motivasi Langsung
Motivasi langsung adalah motivasi (materil dan non materil) yang diberikan secara langsung kepada individu utnuk memenuhi kebutuhan serta kepuasannya.Jadi sifatnya khusus, seperti pujian, penghargaan dll.
b.      Motivasi tidak langsung
Motivasi tidak langsung adalah motivasi yang diberikan hanya merupakan fasilitas-fasilitas yang mendukung serta menunkang gairah kelancaran tugsa sehingga individu betah dan bersemangat melakukan kerjanya.

Selasa, 23 Oktober 2012

Pemuda


Sejarah membuktikan bahwa pemuda selalu berperan dalam hampir semua pencapaian cita-cita bangsa.
“Dan ingatlah ketika musa berkata pada kaumnya,’hai kaumku,ingatkah nikmat Allah atas mu ketika dia mengangkat nabi nabi diantara mu dan dijadikan-Nya kamu orang orang yang merdeka, dan diberikan_Nya kepada mu apa yang belum pernah diberikan_NYA kepda seorang pun diantaraumat umat yang lain” (al-maidah : 20)
Gambaran ayat ini tidak sesuai dengan keadaan bani israil saat itu. Bani Israil merasa menjadi budak yang terbelungge orang tirani dan mereka lupa keistimewaan yang diberikan oleh Allah, bahkan saat itu bani Israil tidak mempunyai semangat untuk bangkit dari keterpurukan. Lalu Nabi Musa  menyadarkan kaumnya dengan menggambarkan sejarah bangsanya untuk mengangkat semangat mereka.
Sama halnya dengan  bani Israil, kita  memiliki sejarah . dan sejarah mencatat pemuda hampir selalu berperan dalam perjuangan meraih cita cita bangsa.  Kemerdakaan negeri ini diprakasai oleh para pemuda.  Lalu rezim orde baru pun ditumbangkan oleh para pemuda. Pemuda mempunyai peran yang amat sangat penting di sepanjang perjuangan negri ini.
Begitupun  sejarah dakwah islam,pemuda mempunyai peran penting. Bahkan nabi dan rasul yang diutus oleh Allah pun dari kalangan pemuda, mereka rata-rata berusia 40 tahunan.  Alquran pun banyakberkisah tentang keberanian para pemuda. Misalnya ashabul kahfi, lalu kisah nabi Ibrahim yang berani mengancurkan berhala.
Selain itu, para Nabi dan Rosul adalah contoh teladan para pemuda dalam merubah suatu bangsa. Nabi Muhammad SAW berhasil merubah kondisi bukan hanya satu bangsa tapi hampir separuh dunia. Tercatat berbagai nama pemuda terbaik di zamannya menghiasi perjalanan beliau. Tidak kurang dari sahabat seperti Ali bin Abu Thalib, Zubair bin Awwam, Ja’far bin Abu Thalib yang sejak berusia delapan tahun telah ikut berjuang bersama Rasul hingga saat usia mudanya tiba, mereka sudah demikian matang matang mengelola sebuah peradaban yang besar. Sama halnya dengan sahabat seperti Arqam bin Abi Arqam, Shuhaib Ar Rumy, Zaid bin Haritsah, Sa’ad bin Abi Waqqash, Usman bin Affan, Usman bin Said, yang sedari belasan tahun berjuang bersama Rasulullah.

          Lalu bagaimana kondisi para pemuda di negeri ini, ketika dulu Muadz bin Al Jamuh begitu bersemangat berjihad untuk mendakwakan islam di usianya yang begitu muda,tapi para pemuda di negeri ini  tauran, narkoba, seks bebas,dan banyak lagi kenakalan remaja lainya, itu semua bisa kita sebut dengan westoxciation atau (peracuanan barat). Barat mengetahui bahwa para pemuda yang selalu ada di garda depan untuk perubahan. Akhirnya mereka meracuni pemuda,hingga kebanyakan para pemuda di negeri ini hanya menjadi beban Negara.
          Jelaslah sudah. Kita sebagai pemuda harus sadar dan mulai bangkit serta menyembuhkan diri  dari racun racun yang ditebar itu. Sehingga kita bisa merebut kejayaan kita dimasa lampau, saat islam begitu benderang dan merajai dua per tiga dunia. Tentunya kita harus mempunyai kualitas pemuda seperti abu bakar, ali, umar dan generasi awal islam yang tauhidnya lurus serta keberaniannya yang menghujam untuk menyebarkan islam ini.

Rabu, 26 September 2012

“Ini hanya sebuah konsekwensi pilihan ukhti”




Aku sudah memutuskannya.
 aku teringat dulu ketika aku pertama kali masuk organisasi KAMMI, aku sungguh menggebu untuk masuk kesana, karena ada sebuah janji, janji pada Illahi untuk membaktikan masa muda ini hanya untuk Nya. Aku bertanya pada seorang teteh ngaji ku, kebetulan ia juga, KAMMI. Lalu detik demi detik aku rangkai cita ku bersama KAMMI, aku mencoba menggenapkan semua yang aku bisa, meski hasilnya tak selalu maksimal, yang membuat ku marah karena acara tak begitu memuaskan, tapi semuanya ku jalani dengan senyuman. Ya senyuman keyakinan bahwa nanti pasti lebih baik.
Di KAMMI aku bertemu dengan seorang ukhti yang sangat luar biasa, aku beruntung bertemu dengannya. Ia tularkan pada ku sebuah mimpi, mimpi yang menggunung tinggi, melangit luas. Dan aku tananmkan itu dalam dalam. Disini di hati ini aku ukir itu.
Ketika ukhti itu memutuskan untuk keluar dari kammi,aku termangu. Tapi aku tahu dia punya tujuan lain meninggalkan KAMMI, bukan untuk meninggalkan dakwah, tapi ia memutuskan untuk fokus bergerak di kampusnya.tentunya dalam dakwah juga. Aku terima alasan itu.  detik itu aku tahu “kini aku sendiri”
Tapi Allah begitu menyayangi ku, Allah kabulkan setiap doa ku, doa yang sama percis seperti nabi musa yang menginginkan harun mendapinggi ia menaklukan sang tiran.   Allah kirimkan disampingku, mereka yang juga luar biasa, yang selalu muncul ide gila di otak mereka, mereka three sister midwifery ( I Love sis ). Pikiran ku mengawang  melewati waktu aku melihat sosok kita yang duduk melingkar, menguras dan memutar otak kita untuk sebuah kata “ide”. Lalu ide ide itu kita “nyata”kan di KAMMI. Hingga mimpi kita terwujud. Benarlah. Mimpi bersama adalah sebuah kenyataan.
tak disangka tak diyana.  Ukhuwah kita makin meluas, ikatan iman ini menarik mereka, mereka datang lagi dengan mimpi dan cita yang sama. ukhti dari kampus STAI. Tak kusangka aku bertemu dengan kalian ukhti. Ikatan iman kita juga menarik mereka  two sister midwifery, mereka menjadikan ukhuwah kita makin berwarna,jadilah kita “THE QIBI CHIBI “ . yang mungkin aku menyebutnya sang power rangers. Saking berwarnanya pribadi pribadi kita.

ukhti..ingatkah saat kita memberontak. “Kocaknya diri kita”, kita merencanakan sebuah pemberontakan pada acara monoton nan membosankan. Dimalam itu terbesit dalam diri kita untuk kabur lari dari amanah. Mungkin detik itu kita merasa benar, merasa paling keren. Hingga kita tak sadar ide kita telah disisipi syetan. Mungkin syetan kesombongan. dan ukhti tahukah engkau, ketika aku masuk KAMMI aku tidak mengikuti acara itu. hehe.” Bandel bawaan”   Pasca pemberontakan itu aku amat menyesal ukhti,  sangat menyesal. Aku sadar harusnya kita yang menjadi pembeharu, dan bukan dengan jalan protes. harusnya kita belajar tentang materi materi wajib lahapan calon anggota kammi itu, lalu mentransformasinya. Sehingga kita bisa merubah acara monoton nan membosankan itu menjadi acara yang melahirkan calon para pemimpin. Dan kalian pasti bisa ukhti!!
Dan kini aku harus memutuskan atas segala konsekwensi pilihan yang telah aku pilih. Aku harus meninggalkan KAMMI, bukan untuk meninggalkan dakwah. Bukan ukhti..sedih rasanya jika ada yang berpendapat seperti itu.
Aku meninggalkan KAMMI untuk menggenapkan atas pilihan yang sudah aku pilih, thoriqoh yang aku pilih dan  konsekwensi atas apa yang ku anggap benar. maka aku harus bergerak disana. Ya ukhti aku memilih perahu dakwah yang lain. Tapi jangan risau ukhti. Bukankah perbedaan itu membuat hidup kita berwarna.  Kini kita seperti bola mata menatap hal yang sama, bergerak seirama untuk ridhoNYA meski tak pernah bertemu. percis kayak kedua bola mata kita kan.

Terimakasih ku pada kedua teteh KAMMI, yang selalu menemani ku diskusi dan mendengar kesah ku  tentang  thoriqoh. Yang mungkin kegalauan ku ini telah banyak menyita waktunya. Lalu tetap memahami aku ketika setiap keputusan yang ku buat aku tarik lagi. Terimakasih atas perngertian nya teteh. Yang  sabar memberi penjelasan tentang dunia, lalu meminjamkan buku buku pergerakan. Berdiskusi dengan kalian memperkaya hasanah sudut pandang ku tentang dunia. Kini aku telah memilih teteh.
Akhir kata  jazakillah  khaeron katsiron ukhti atas ukhuwah ini.