Senin, 04 September 2023
Pertemuan
Sabtu, 02 September 2023
tentang masa lalu
berat badan anak anakì
3 sep 2023 aku menulis kembali mimpi ku
Selasa, 16 Mei 2023
Rasa seorang Ibu
Senin, 04 April 2022
Kecelakaan di pasar cibadak
Pagi tadi abi menyetir sambil mengantuk, dan terjadilah tabrakan, pelan sih, tapi deg degannya sampai sekarang
Hubungan suami istri ini rumit, kalau sudah abi memarahi ku untuk hal kecil, sudahlah..
I dont know, mungkin aku menyangkal atas setiap kesalahan, aku ingin dimengerti kesalahan itu wajar istri lakukan.
Harusnya aku bilang, " abi membentak ku, untuk urusan sepele, baiklah maafin aku, dan aku memaafkan abi"
Harus ada saling ridho dari pasangan, atas setiao keburukan pasangan muncul, astagfirullah..
Aku tau sekarang, ketika pasangan mu marah, kadang rasa marah itu saja sudah merenggut semangat mu, tak ingin menjawab, tak ingin membela diri
Padahal ketika aku marah, aku butuh jawaban, aku butuh alasan..
Kamis, 15 Juli 2021
Bahagia itu apa sih,
Rasa-rasanya dulu aku tidak pernah menggantungkan kebahagian ku kepada orangtua ku, apalagi setelah ibu dan bapak bercerai.
Lalu kenapa setelah 5 tahun pernikahan ini, aku menggantungkan kebahagian ku pada suami ku.
Yang notabene suami ku hanya sedikit memahami ku.. bukan.. sebenarnya aku saja yang terlalu banyak minta. Ingin ke Parangtritis, ingin tambahan uang, ingin dimengerti, ingin di manja.
Sedangkan suami ku, sibuk dengan banyak nya amanah di pekerjaan.
Aku juga tidak memahami posisi suami ku sama sekali. Kalau di tulis mana pengabdian ku yang memuaskan suami..
Anak berantem terus, kamar belatak, rumah apalagi, masakan gak enak, jutek, tidak lemah lembut, kasar, nusyuz , anak gak keurus,aah kadang aku juga berfikir pada. Akhirnya klaau begini terus mungkin suami ku juga tidak merasa bahagia dengan ku.
Rabb bahagia seorang istri itu apa sih, ko aku lebih banyak merasa kesepian dan bosan, di bandingkan rasa bahagia..
Rabb ajarkan aku cara bahagia yang hakiki
Rabu, 07 Juli 2021
Ketika hidup terasa selalu sial
Rabb.. boleh kah aku sedikit merajuk?
Kenapa Rabb? Kenapa apa yang ibu ku usahakan tak kunjung ada hasil?
Bukankah ia sudah lelah telah membesarkan aku dan adik2 ku?
Lalu kenapa tak kau limpahkan sedikit karunia mu yang kau berikan kepada orang banyak itu??
Rabb, bukankah dari dulu ia merawat kami, membesarkan kami, menyekolahkan kami, lalu kenapa tak kau jadikan kami manusia manusia dengan keberlimpahan harta, hingga bisa ku katakan padanya, beristirahatlah, atau nikmatilah, atau jalan jalanlah keliling dunia.
Rabb, bukankah ia mengusahakannsesuatu yang telah ia jalani lebih dari seperempat abad??
Lalu kenapa hanya rugi saja yang ku dengar? Untung sekali rugi berkali kali. Kenapa Rabb..
Rabb bukankah engkau maha pengampun, meski ia dulu mengambil riba yang kau perangi, tapi bukankah engkau maha Rahmah dan maha pengampun, menyayangi setiap makhluk meski melakukan kesalahan berkali kali??
Lalu kenapa?? Kehangatan dan keberlimpahan rezeki mu tak kunjung datang kepadanya???
Senin, 04 Januari 2021
Harap Harap Cemas
Tak terasa waktu cepat belalu, sudah menginjak 2021 lagi, usia sudah mau kepala 3, alhamdulillah sudah diberi amanah 3 anak shaleh dan shalehah.
Jumat, 04 September 2020
MAAFKAN SUAMI MU, SIAPA TAU ITU TIKET SURGAMU
Jumat, 22 Mei 2020
Bersyukur itu selalu fokus kepada nikmat yang Allah beri tanpa silau dengan nikmat orang lain
Bersyukur itu selalu berfikir bahwa dibalik sikap seseorang selalu ada sumber sumber kebaikan
Bersyukur itu memelihara sikap positif.dan prasangka baik meski banyak orang menyakiti tanpa mereka sadari
Peka kan lah hati untuk selalu bersyukur, tidak mudah, tapi semuanya akan mudah karna terbiasa..
Biarlah hati ini yang selalu berusaha keras untuk bersyukur, hingga rasanya gemeteran menahan diri
Senin, 01 Juli 2019
Aku bosan
Dan aku bosan melihatnya..
Menyilaukan...
Melenakan..
Bukan dunia ini yang aku rindukan..
Dunia ini melenakan, dan aku bosan melihat nya..
Aku hanya ingin dunia yang penuh dengan ilmu.. diem di mesjid mendengarkan mereka yang lebih mengenal Mu..
Kamis, 14 Maret 2019
Bahagia
Bahagia hanya persoalan seni bagaimana kita mengolah rasa, mengalah..mengalah dan mengalah.. Maka akhir dari semuanya kitalah pemenangnya. Itulah hukum yang berlaku dan memang benar adanya..
Tapi kemenangan itu bukan seperti sesuatu yang kita bayangkan kemenangan diarena gulat...bukan..bukan seperti itu..
Kemenangan itu hadir karna kita mengalah dengan mengolah rasa,hingga pasangan kita mengetahui ketulusan kita.. Tulus ingin sama sama berubah..tulus ingin sama sama membahagiakan..
Tiada yang lebih membahagiakan ketika kekasih yang kita cintai bahagia.. Yah itulah kuncinya.. Kebahagiaan suami kita adalah kebahagiann kita,pun begitu sebalikanya..
Maka cobalah mengalah dan mengolah rasa, agar kebahagian itu tercipta🥰
Iri
Mereka yang sedang di uji, adalah mereka mereka yang dirangkul erat olehNya.
Agar hanya bersujud pasrah padanya..
Aku iri pada mereka yang di uji, karena pasti mereka akan merasa kehadiranNya begitu dekat
Hmmpt.. Aku tersadar sendiri, bahwa aku pun sedang di uji..namun kenapa tak ku sadari kehadiranNya yang begitu dekat. Aku hanya mengeluh " sepi", sepi dan sepi.. Padahal ia sang pemilik hati selalu menemani...
Yaaa..seharusnya aku iri pada diriku sendiri, karena ia pun sedang di uji dan dalam masa ujian.. Namun diri ini tak begitu sadar, hingga hampa saja yang terasa...
Sepi
Sepi..kata ku pada suami ku, entah apa yang ia pikirkan.. Aku tak begitu tau apa tanggapannya, lakilaki yang tak pandai mengungkap rasa..
Malah aku senang, ketika dia marah pada ku jumat kemarin, saat aku pergi belanja dan ia tertidur lelap di rumah sendiri, aku merasa senang, karena ia sedang mengungkapkan rasa.. Hingga aku bisa mengintip seluruh isi hatinya..meski sepersekian detik tertutup lagi..
Sepi, sepi ini seperti sepi yang dulu.. Ya dulu pun ia selalu menghantui, meski tak membuat ku takut, hanya saja sering menimbulkan tanya..
Kenapa sepi ini hadir?
Aku sedang meraba dan menimbang rasa, agar menemukan secercah cahaya dari tanya ini..
Sepi kata ku, sepi itu hadir bukan karena aku sedang sendirian, malah lebih saat keramaian yang terpause sejenak.. Yaa saat aku masih bisa melihat ramainya orang..disitulah aku merasa kesepian..
Dulu..
Aku kira kekasih dapet menghapus rasa ini, nyatanya malah aku lebih sering merasa sepi. Bahkan ketika ia sedang di sisi ku..
Lalu ku timbang lagi semua rasa yang ku inginkan..aahhh..ternyata aku hanyalah manusia yang tak pandai bersyukur, setelah begitu banyak nikmat dari nya.. Aku hanya banyak menuntut ingin ini dan itu
Sepi kataku..
Satu kata yang akan ku peluk erat erat.. Karena di persinggahan nanti kesepian lah yang menemani...
Senin, 07 Januari 2019
Maaf dan Terimakasih
Yang tak pandai menyembunyikan badmoodnya hingga terkadang dirimu yang jadi sasaran pelampiasan😅.
Padahal kata Allah sebaik-baiknya istri adalah yang wajahnya selalu berseri-seri di depan suami..
Hai suami ku yang wajahnya selalu berputar-putar dalam ingatan ku, maafkan istri mu ini yang lebih banyak menuntut ini itu daripada bersyukur atas nikmat yang nyatanya sudah didepan mata, Padahal kata Allah sebaik-baik istri adalah ia yang selalu bersabar dalam setiap keadaan
Hai kekasih ku dunia akhirat.terimakasih sudah hadir dalam hidup ku, yang tak henti membuat ku bahagia, meskipun aku kadang tak memahaminya
😇😇😇
I love u forever
Maaf dan terimakasih ayangkuu...
Minggu, 13 Agustus 2017
Aku Ingin Jatuh Cinta Berulang kali
Pernah Jatuh cinta pada pandangan pertama?ketika kita sedang berjalan santai di sore hari mungkin, tiba-tiba ujung mata kita melihat seseorang yang begitu menarik, di detik itu hati kita langsung terpaut, padahal hanya melihat dengan ujung mata.
Pernah...?
Setelah itu, kita bisa bayangkan hati dan pikiran kita bertanya-tanya, siapa?dimana?kenapa tiba-tiba ada dia? bisa gak ya bertemu lagi? dan pertanyaan lainnya yang mengganggu tidur kita.
Rasa-rasanya setiap kita pernah merasakan itu semua, meskipun hanya sekali, di ceritakan pada sahabat atau hanya dipendam di dalam hati.
Dulu sebelum menikah saya sangat menderita saat pertama kali jatuh cinta, sangat-sangat menderita, liat saja tulisan tulisan saya sebelumnya. saya hampir membenci "Cinta". eaaaa
Ya karna dulu saya berjanji bahwa saya akan jatuh cinta hanya sekali seumur hidup dan itupun pada calon suami saya.hehe. Jadilah saya merasakan hal-hal yang diatas serta bercampur baur dengan rasa sesal saya, karena saya merasa ini bukan waktunya, bagaimana kalau dia yang saya "jatuh cintai" bukan jodoh saya, bagaimana dengan janji saya. ah..pokoknya campur aduk.
Ingat sekali usaha saya yang begitu keras untuk menghilangkan rasa itu, rasa kegeeran, rasa ke pe-de-an, rasa deg-degan, rasa lemes tiba-tiba dan rasa jatuh cinta
itu semua saya lupakan...
dan akhirnya semuanya berlalu begitu saja, rasa itu hilang atau mungkin terkubur dalam hingga saya tak merasakannya lagi.
Sampai setahun kemudian rasa itu kembali, saat dia yang saya "jatuh cintai" mengkhitbah saya.
aneh sebenarnya, saat kita sudah benar-benar lupa ia malah hadir, kalau tau dia jodoh saya, saya gak akan begitu keras melupakan rasa itu. hehehe
Dan begitulah Allah mendidik hamba-hambanya, menguji siapakah dia yang beriman dan layak dapat surga-Nya, siapakah dia yang sudah berjanji untuk taat dan mencoba dengan keras untuk memenuhinya.
dan saya pun hari ini telah mengingkari janji, karena setiap hari saya jatuh cinta pada suami saya..hehe
Minggu, 28 Agustus 2016
ingat
"Abah-abah.. Cepet kesini" aku hampir berlari menembus derasnya hujan, aku memangku bayi baru lahir menuju ambulance yang akan mengantarkan Ku kerumah sakit, hari itu langit menangis untuk ini, untuk penciptaan yang belum sempurna, ataukah aku saja yang belum memahami tentang hakikat penciptaan ini. "Bah.. Cepet ya, ngebut aja, bayinya masih gerak" sedikit cemas aku duduk dikursi Mobil. Hari itu aku mencoba berlari, berlalri untuk memahami hakikat semua ini.
Hari itu juga aku ingat, ingat saat aku duduk dibangku kuliah, mendengarkan seorang dokter anak yang menjadi dosen Ku.
" beberapa kelainan congenital pada bayi, salah satunya anencepalus, penanganannya jika kalian menemukan kasus ini adalah tidak usah dirujuk cukup ditunggu saja maximal 24 jam, bayi dengan kelainan ini tidal dapat bertahan lama"
Tapi hari itu aku tak ingin mendengarkan dosen itu, aku hanya ingin berlari, memastikan segalanya. Memilih pergi meski hujan begitu sangat deras..
Tapi benarlah kata dosen Ku kenapa untuk kasus seperti itu tidak udah dirujuk,ya kKarena lebih baik begitu
Saat berlari aku juga teringat suami Ku, mungkin Semarang ia sedang dongkol.. Menelepon Ku berkali Kalitapi tak diangkat. Mungkin ia juga sedangsebal kKarena waktu liburnya selalu harus bsrbagi dengan klinik Dan pasien Ku
Ia selalu cemburu, sangat pencemburu. Ketika aku tampil cantik didepan pasien, ketika aku bisa begitu energic saat paryus Dan melupakan morning sickness. Ketika aku tak sempat mengangkat telepon di klinik
Ia sangat sangat pencemburu..
"Abi milik aku seutuhnya" aku tersenyum padanya, "iya.. Tapi ayang gak milik abi seutuhnya, setengah Dari ayang milik pasien" katanya ketus.. Aku hanya tersenyum padanya.
Aku teringat suatu hari suami Ku meminta aku full dirumah, saat itu aku masih memegang salah satu bisnis pakaian yang sudah tiga tahun lamanya aku bangun.
"Yaudah jangan ke klinik, fokus aja ke bisnis"
Aku benar benar ingin menangis saat mendengar ini. Ada sesuatu yang tidak diridhai suami Ku, yang aku sangat menyenaginy tapi suami Ku tidak, iya..aku tau Karna jadwal piket yang mengharuskan aku 24 jam di klinik, tapi bagaimana lagi profesi ini seperti sudah melekat di dalam diri, susah dilepaskan, meski dengan salary yang jauh Dari cukup, tapi ada banyak hal yang kudapat Dari sini..
" ayang.. Aku mau ngelepasin bisnis, tapi jangan suruh aku berhenti di klinik, aku sudah teramat sangat mencintai profesi ini"
Hari itu aku menangis, mencoba berfikir jernih, bahwa sebaik apapun amal yang aku lakukan, tetap saja, surga ku sekarang ada pada ridho suami,, akan sangat percuma aku bersinar di luar, tapi dalam rumah ku aku kelabu, yang seharusnya kubangun surga disana.
Begitulah, setiap hari, setiap aku piket, setiap ada pasien, setiap ada partus, yang Ku ingat selalu tiga, ibu Hamil, bayi da suami Ku...
Love you sayang, tulisan ini aku persembahkan untuk mu, untuk mu yang telah jatuh cinta pada Ku lewat diary ini..
Love..
Selasa, 10 November 2015
Sahabat
Manusia adalah makhluk sosial begitulah anggapan filsuf Yunani, Aristoteles. memang benarlah begitu adanya. kita manusia tidak pernah bisa hidup sendiri, seindividualis atau secuek apapun kita. di suatu waktu pasti kita membutuhkan orang lain.
Dalam beberapa fase hidup saya, dari mulai SD sampai kuliah lalu bekerja, Allah selalu menghadirkan sahabat-sahabat untuk berbagi dan bermimpi. Dan ini termasuk anugrah yang sangat besar. salah satu sahabat yang Allah kirim adalah dia yang ada di foto, Kita dipertemukan karena kesamaan aqidah sama-sama telah dicelupi Islam yang indah. diantara banyak sahabat. entah kenapa kami bisa klop dan tiba-tiba bisa dekat. saling bercerita, bermuhasabah bersama atau sekedar belajar bersama. sedikit saya ceritakan profilnya, Dia seorang yang bisa membuat nyaman orang didekatnya, bisa diandalkan, bisa tahu segalanya, cekatan dalam bidang apapun, punya selera humor yang lumayan. tapi sayang orangnya tertutup dan tidak pernah mau bercerita. Kalau ia punya masalah, ia lebih suka diam dan menghilang dari keramaian.
Suatu hari di waktu yang sangat genting, dan suasana yang agak ramai dengan masalah. sahabat ku satu ini mengirimkan sebuah video.
video yang dipersembahkan untuk sahabatnya juga. Begini isinya...
Video ini persembahan untuk mu, sahabat
Kupikir selama ini baik, dan akan menjadi baik-baik saja, selama aku tidak mengeluh. Tapi ternyata semua tidak cukup, rasa tidak ingin membuat khawatir, rasa ingin menyimpabbya sendiri. semua itu tidak cukup.
Terkadang, kita membutuhkan seseorang untuk memperhatikan keadaan kita, untuk tahu kita, untuk menghibur kita.
Sahabat, bisakah kau mengerti tanpa ku harus menceritakannya?
Bisakah kau mendengar jeritan ku tanpa ku harus berteriak padamu?
Ada masa, ketika aku pintar menyembunyikan semuanya. Tapi terkadang aku lengah.
Bisakah kau sahabat, melihat semuanya ketika kelengahan itu datang? karena aku, tak mungkin bisa untuk menceritakannya, aku tak ingin menjadi orang yang dikasihani. dan aku tak mau menjadi seseorang yang akan merepotkan mu sahabat..
Bukan kah Aku cukup membingungkan?
Dan kau pasti bertanya, Bagaimana bisa aku mengerti, padahal kau tak pernah bercerita? bagaiman kubisa mendengar jeritanmu disaat kau tak pernah berteriak?
dan aku akan menjawab
"Kepekaan"
kau akan memahami sekelilingmuy dengan kepekaanmu, Jadilah seseorang yang tidak hanya melihat pada masalahmu, tapi liriklah matamu kedepan, belakang, kiri, dan kananmu. walaupun itu hanya sedetik.
Aku mencintai mu Karena Nya
Kamis, 20 Agustus 2015
Tentang Sebuah Nama
Pernah punya buku diary? ane termasuk orang yang menulis diary semenjak SD lho. Diarynya juga tersimpan rapi di lemari kamar ane. lucu sebenarnya kalau membaca kembali diary-diary zaman dulu. kejadian- kejadian di masa SD, SMP dan SMA tercatat dengan segala emosi dan pola pikir ane saat itu. Ane jadi tau perkembangan ane dari masa ke masa. Bagaimana problem solving yang ane lakukan ketika menghadapi masalah. Bagaimana ane bergaul dengan teman-teman. Dan kisah-kisah sahabat dekat ane yang ane tulis disana juga sangat lucu.
