Dalam kehidupan, salah satu kenikmatan adalah dikelilingi sahabat-sahabat terbaik, sahabat tempat berbagi, belajar dan bermimpi.
Manusia adalah makhluk sosial begitulah anggapan filsuf Yunani, Aristoteles. memang benarlah begitu adanya. kita manusia tidak pernah bisa hidup sendiri, seindividualis atau secuek apapun kita. di suatu waktu pasti kita membutuhkan orang lain.
Dalam beberapa fase hidup saya, dari mulai SD sampai kuliah lalu bekerja, Allah selalu menghadirkan sahabat-sahabat untuk berbagi dan bermimpi. Dan ini termasuk anugrah yang sangat besar. salah satu sahabat yang Allah kirim adalah dia yang ada di foto, Kita dipertemukan karena kesamaan aqidah sama-sama telah dicelupi Islam yang indah. diantara banyak sahabat. entah kenapa kami bisa klop dan tiba-tiba bisa dekat. saling bercerita, bermuhasabah bersama atau sekedar belajar bersama. sedikit saya ceritakan profilnya, Dia seorang yang bisa membuat nyaman orang didekatnya, bisa diandalkan, bisa tahu segalanya, cekatan dalam bidang apapun, punya selera humor yang lumayan. tapi sayang orangnya tertutup dan tidak pernah mau bercerita. Kalau ia punya masalah, ia lebih suka diam dan menghilang dari keramaian.
Suatu hari di waktu yang sangat genting, dan suasana yang agak ramai dengan masalah. sahabat ku satu ini mengirimkan sebuah video.
video yang dipersembahkan untuk sahabatnya juga. Begini isinya...
Video ini persembahan untuk mu, sahabat
Kupikir selama ini baik, dan akan menjadi baik-baik saja, selama aku tidak mengeluh. Tapi ternyata semua tidak cukup, rasa tidak ingin membuat khawatir, rasa ingin menyimpabbya sendiri. semua itu tidak cukup.
Terkadang, kita membutuhkan seseorang untuk memperhatikan keadaan kita, untuk tahu kita, untuk menghibur kita.
Sahabat, bisakah kau mengerti tanpa ku harus menceritakannya?
Bisakah kau mendengar jeritan ku tanpa ku harus berteriak padamu?
Ada masa, ketika aku pintar menyembunyikan semuanya. Tapi terkadang aku lengah.
Bisakah kau sahabat, melihat semuanya ketika kelengahan itu datang? karena aku, tak mungkin bisa untuk menceritakannya, aku tak ingin menjadi orang yang dikasihani. dan aku tak mau menjadi seseorang yang akan merepotkan mu sahabat..
Bukan kah Aku cukup membingungkan?
Dan kau pasti bertanya, Bagaimana bisa aku mengerti, padahal kau tak pernah bercerita? bagaiman kubisa mendengar jeritanmu disaat kau tak pernah berteriak?
dan aku akan menjawab
"Kepekaan"
kau akan memahami sekelilingmuy dengan kepekaanmu, Jadilah seseorang yang tidak hanya melihat pada masalahmu, tapi liriklah matamu kedepan, belakang, kiri, dan kananmu. walaupun itu hanya sedetik.
Aku mencintai mu Karena Nya

Tidak ada komentar:
Posting Komentar