Sabtu, 02 September 2023
3 sep 2023 aku menulis kembali mimpi ku
Selasa, 16 Mei 2023
Rasa seorang Ibu
Senin, 04 April 2022
Kecelakaan di pasar cibadak
Pagi tadi abi menyetir sambil mengantuk, dan terjadilah tabrakan, pelan sih, tapi deg degannya sampai sekarang
Hubungan suami istri ini rumit, kalau sudah abi memarahi ku untuk hal kecil, sudahlah..
I dont know, mungkin aku menyangkal atas setiap kesalahan, aku ingin dimengerti kesalahan itu wajar istri lakukan.
Harusnya aku bilang, " abi membentak ku, untuk urusan sepele, baiklah maafin aku, dan aku memaafkan abi"
Harus ada saling ridho dari pasangan, atas setiao keburukan pasangan muncul, astagfirullah..
Aku tau sekarang, ketika pasangan mu marah, kadang rasa marah itu saja sudah merenggut semangat mu, tak ingin menjawab, tak ingin membela diri
Padahal ketika aku marah, aku butuh jawaban, aku butuh alasan..
Kamis, 15 Juli 2021
Bahagia itu apa sih,
Rasa-rasanya dulu aku tidak pernah menggantungkan kebahagian ku kepada orangtua ku, apalagi setelah ibu dan bapak bercerai.
Lalu kenapa setelah 5 tahun pernikahan ini, aku menggantungkan kebahagian ku pada suami ku.
Yang notabene suami ku hanya sedikit memahami ku.. bukan.. sebenarnya aku saja yang terlalu banyak minta. Ingin ke Parangtritis, ingin tambahan uang, ingin dimengerti, ingin di manja.
Sedangkan suami ku, sibuk dengan banyak nya amanah di pekerjaan.
Aku juga tidak memahami posisi suami ku sama sekali. Kalau di tulis mana pengabdian ku yang memuaskan suami..
Anak berantem terus, kamar belatak, rumah apalagi, masakan gak enak, jutek, tidak lemah lembut, kasar, nusyuz , anak gak keurus,aah kadang aku juga berfikir pada. Akhirnya klaau begini terus mungkin suami ku juga tidak merasa bahagia dengan ku.
Rabb bahagia seorang istri itu apa sih, ko aku lebih banyak merasa kesepian dan bosan, di bandingkan rasa bahagia..
Rabb ajarkan aku cara bahagia yang hakiki
Rabu, 07 Juli 2021
Ketika hidup terasa selalu sial
Rabb.. boleh kah aku sedikit merajuk?
Kenapa Rabb? Kenapa apa yang ibu ku usahakan tak kunjung ada hasil?
Bukankah ia sudah lelah telah membesarkan aku dan adik2 ku?
Lalu kenapa tak kau limpahkan sedikit karunia mu yang kau berikan kepada orang banyak itu??
Rabb, bukankah dari dulu ia merawat kami, membesarkan kami, menyekolahkan kami, lalu kenapa tak kau jadikan kami manusia manusia dengan keberlimpahan harta, hingga bisa ku katakan padanya, beristirahatlah, atau nikmatilah, atau jalan jalanlah keliling dunia.
Rabb, bukankah ia mengusahakannsesuatu yang telah ia jalani lebih dari seperempat abad??
Lalu kenapa hanya rugi saja yang ku dengar? Untung sekali rugi berkali kali. Kenapa Rabb..
Rabb bukankah engkau maha pengampun, meski ia dulu mengambil riba yang kau perangi, tapi bukankah engkau maha Rahmah dan maha pengampun, menyayangi setiap makhluk meski melakukan kesalahan berkali kali??
Lalu kenapa?? Kehangatan dan keberlimpahan rezeki mu tak kunjung datang kepadanya???
Senin, 04 Januari 2021
Harap Harap Cemas
Tak terasa waktu cepat belalu, sudah menginjak 2021 lagi, usia sudah mau kepala 3, alhamdulillah sudah diberi amanah 3 anak shaleh dan shalehah.
Jumat, 04 September 2020
MAAFKAN SUAMI MU, SIAPA TAU ITU TIKET SURGAMU
Jumat, 22 Mei 2020
Bersyukur itu selalu fokus kepada nikmat yang Allah beri tanpa silau dengan nikmat orang lain
Bersyukur itu selalu berfikir bahwa dibalik sikap seseorang selalu ada sumber sumber kebaikan
Bersyukur itu memelihara sikap positif.dan prasangka baik meski banyak orang menyakiti tanpa mereka sadari
Peka kan lah hati untuk selalu bersyukur, tidak mudah, tapi semuanya akan mudah karna terbiasa..
Biarlah hati ini yang selalu berusaha keras untuk bersyukur, hingga rasanya gemeteran menahan diri
Senin, 01 Juli 2019
Aku bosan
Dan aku bosan melihatnya..
Menyilaukan...
Melenakan..
Bukan dunia ini yang aku rindukan..
Dunia ini melenakan, dan aku bosan melihat nya..
Aku hanya ingin dunia yang penuh dengan ilmu.. diem di mesjid mendengarkan mereka yang lebih mengenal Mu..
Kamis, 14 Maret 2019
Bahagia
Bahagia hanya persoalan seni bagaimana kita mengolah rasa, mengalah..mengalah dan mengalah.. Maka akhir dari semuanya kitalah pemenangnya. Itulah hukum yang berlaku dan memang benar adanya..
Tapi kemenangan itu bukan seperti sesuatu yang kita bayangkan kemenangan diarena gulat...bukan..bukan seperti itu..
Kemenangan itu hadir karna kita mengalah dengan mengolah rasa,hingga pasangan kita mengetahui ketulusan kita.. Tulus ingin sama sama berubah..tulus ingin sama sama membahagiakan..
Tiada yang lebih membahagiakan ketika kekasih yang kita cintai bahagia.. Yah itulah kuncinya.. Kebahagiaan suami kita adalah kebahagiann kita,pun begitu sebalikanya..
Maka cobalah mengalah dan mengolah rasa, agar kebahagian itu tercipta🥰
Iri
Mereka yang sedang di uji, adalah mereka mereka yang dirangkul erat olehNya.
Agar hanya bersujud pasrah padanya..
Aku iri pada mereka yang di uji, karena pasti mereka akan merasa kehadiranNya begitu dekat
Hmmpt.. Aku tersadar sendiri, bahwa aku pun sedang di uji..namun kenapa tak ku sadari kehadiranNya yang begitu dekat. Aku hanya mengeluh " sepi", sepi dan sepi.. Padahal ia sang pemilik hati selalu menemani...
Yaaa..seharusnya aku iri pada diriku sendiri, karena ia pun sedang di uji dan dalam masa ujian.. Namun diri ini tak begitu sadar, hingga hampa saja yang terasa...
Sepi
Sepi..kata ku pada suami ku, entah apa yang ia pikirkan.. Aku tak begitu tau apa tanggapannya, lakilaki yang tak pandai mengungkap rasa..
Malah aku senang, ketika dia marah pada ku jumat kemarin, saat aku pergi belanja dan ia tertidur lelap di rumah sendiri, aku merasa senang, karena ia sedang mengungkapkan rasa.. Hingga aku bisa mengintip seluruh isi hatinya..meski sepersekian detik tertutup lagi..
Sepi, sepi ini seperti sepi yang dulu.. Ya dulu pun ia selalu menghantui, meski tak membuat ku takut, hanya saja sering menimbulkan tanya..
Kenapa sepi ini hadir?
Aku sedang meraba dan menimbang rasa, agar menemukan secercah cahaya dari tanya ini..
Sepi kata ku, sepi itu hadir bukan karena aku sedang sendirian, malah lebih saat keramaian yang terpause sejenak.. Yaa saat aku masih bisa melihat ramainya orang..disitulah aku merasa kesepian..
Dulu..
Aku kira kekasih dapet menghapus rasa ini, nyatanya malah aku lebih sering merasa sepi. Bahkan ketika ia sedang di sisi ku..
Lalu ku timbang lagi semua rasa yang ku inginkan..aahhh..ternyata aku hanyalah manusia yang tak pandai bersyukur, setelah begitu banyak nikmat dari nya.. Aku hanya banyak menuntut ingin ini dan itu
Sepi kataku..
Satu kata yang akan ku peluk erat erat.. Karena di persinggahan nanti kesepian lah yang menemani...
Senin, 07 Januari 2019
Maaf dan Terimakasih
Yang tak pandai menyembunyikan badmoodnya hingga terkadang dirimu yang jadi sasaran pelampiasan😅.
Padahal kata Allah sebaik-baiknya istri adalah yang wajahnya selalu berseri-seri di depan suami..
Hai suami ku yang wajahnya selalu berputar-putar dalam ingatan ku, maafkan istri mu ini yang lebih banyak menuntut ini itu daripada bersyukur atas nikmat yang nyatanya sudah didepan mata, Padahal kata Allah sebaik-baik istri adalah ia yang selalu bersabar dalam setiap keadaan
Hai kekasih ku dunia akhirat.terimakasih sudah hadir dalam hidup ku, yang tak henti membuat ku bahagia, meskipun aku kadang tak memahaminya
😇😇😇
I love u forever
Maaf dan terimakasih ayangkuu...
Minggu, 13 Agustus 2017
Aku Ingin Jatuh Cinta Berulang kali
Pernah Jatuh cinta pada pandangan pertama?ketika kita sedang berjalan santai di sore hari mungkin, tiba-tiba ujung mata kita melihat seseorang yang begitu menarik, di detik itu hati kita langsung terpaut, padahal hanya melihat dengan ujung mata.
Pernah...?
Setelah itu, kita bisa bayangkan hati dan pikiran kita bertanya-tanya, siapa?dimana?kenapa tiba-tiba ada dia? bisa gak ya bertemu lagi? dan pertanyaan lainnya yang mengganggu tidur kita.
Rasa-rasanya setiap kita pernah merasakan itu semua, meskipun hanya sekali, di ceritakan pada sahabat atau hanya dipendam di dalam hati.
Dulu sebelum menikah saya sangat menderita saat pertama kali jatuh cinta, sangat-sangat menderita, liat saja tulisan tulisan saya sebelumnya. saya hampir membenci "Cinta". eaaaa
Ya karna dulu saya berjanji bahwa saya akan jatuh cinta hanya sekali seumur hidup dan itupun pada calon suami saya.hehe. Jadilah saya merasakan hal-hal yang diatas serta bercampur baur dengan rasa sesal saya, karena saya merasa ini bukan waktunya, bagaimana kalau dia yang saya "jatuh cintai" bukan jodoh saya, bagaimana dengan janji saya. ah..pokoknya campur aduk.
Ingat sekali usaha saya yang begitu keras untuk menghilangkan rasa itu, rasa kegeeran, rasa ke pe-de-an, rasa deg-degan, rasa lemes tiba-tiba dan rasa jatuh cinta
itu semua saya lupakan...
dan akhirnya semuanya berlalu begitu saja, rasa itu hilang atau mungkin terkubur dalam hingga saya tak merasakannya lagi.
Sampai setahun kemudian rasa itu kembali, saat dia yang saya "jatuh cintai" mengkhitbah saya.
aneh sebenarnya, saat kita sudah benar-benar lupa ia malah hadir, kalau tau dia jodoh saya, saya gak akan begitu keras melupakan rasa itu. hehehe
Dan begitulah Allah mendidik hamba-hambanya, menguji siapakah dia yang beriman dan layak dapat surga-Nya, siapakah dia yang sudah berjanji untuk taat dan mencoba dengan keras untuk memenuhinya.
dan saya pun hari ini telah mengingkari janji, karena setiap hari saya jatuh cinta pada suami saya..hehe
Minggu, 28 Agustus 2016
ingat
"Abah-abah.. Cepet kesini" aku hampir berlari menembus derasnya hujan, aku memangku bayi baru lahir menuju ambulance yang akan mengantarkan Ku kerumah sakit, hari itu langit menangis untuk ini, untuk penciptaan yang belum sempurna, ataukah aku saja yang belum memahami tentang hakikat penciptaan ini. "Bah.. Cepet ya, ngebut aja, bayinya masih gerak" sedikit cemas aku duduk dikursi Mobil. Hari itu aku mencoba berlari, berlalri untuk memahami hakikat semua ini.
Hari itu juga aku ingat, ingat saat aku duduk dibangku kuliah, mendengarkan seorang dokter anak yang menjadi dosen Ku.
" beberapa kelainan congenital pada bayi, salah satunya anencepalus, penanganannya jika kalian menemukan kasus ini adalah tidak usah dirujuk cukup ditunggu saja maximal 24 jam, bayi dengan kelainan ini tidal dapat bertahan lama"
Tapi hari itu aku tak ingin mendengarkan dosen itu, aku hanya ingin berlari, memastikan segalanya. Memilih pergi meski hujan begitu sangat deras..
Tapi benarlah kata dosen Ku kenapa untuk kasus seperti itu tidak udah dirujuk,ya kKarena lebih baik begitu
Saat berlari aku juga teringat suami Ku, mungkin Semarang ia sedang dongkol.. Menelepon Ku berkali Kalitapi tak diangkat. Mungkin ia juga sedangsebal kKarena waktu liburnya selalu harus bsrbagi dengan klinik Dan pasien Ku
Ia selalu cemburu, sangat pencemburu. Ketika aku tampil cantik didepan pasien, ketika aku bisa begitu energic saat paryus Dan melupakan morning sickness. Ketika aku tak sempat mengangkat telepon di klinik
Ia sangat sangat pencemburu..
"Abi milik aku seutuhnya" aku tersenyum padanya, "iya.. Tapi ayang gak milik abi seutuhnya, setengah Dari ayang milik pasien" katanya ketus.. Aku hanya tersenyum padanya.
Aku teringat suatu hari suami Ku meminta aku full dirumah, saat itu aku masih memegang salah satu bisnis pakaian yang sudah tiga tahun lamanya aku bangun.
"Yaudah jangan ke klinik, fokus aja ke bisnis"
Aku benar benar ingin menangis saat mendengar ini. Ada sesuatu yang tidak diridhai suami Ku, yang aku sangat menyenaginy tapi suami Ku tidak, iya..aku tau Karna jadwal piket yang mengharuskan aku 24 jam di klinik, tapi bagaimana lagi profesi ini seperti sudah melekat di dalam diri, susah dilepaskan, meski dengan salary yang jauh Dari cukup, tapi ada banyak hal yang kudapat Dari sini..
" ayang.. Aku mau ngelepasin bisnis, tapi jangan suruh aku berhenti di klinik, aku sudah teramat sangat mencintai profesi ini"
Hari itu aku menangis, mencoba berfikir jernih, bahwa sebaik apapun amal yang aku lakukan, tetap saja, surga ku sekarang ada pada ridho suami,, akan sangat percuma aku bersinar di luar, tapi dalam rumah ku aku kelabu, yang seharusnya kubangun surga disana.
Begitulah, setiap hari, setiap aku piket, setiap ada pasien, setiap ada partus, yang Ku ingat selalu tiga, ibu Hamil, bayi da suami Ku...
Love you sayang, tulisan ini aku persembahkan untuk mu, untuk mu yang telah jatuh cinta pada Ku lewat diary ini..
Love..
Selasa, 10 November 2015
Sahabat
Manusia adalah makhluk sosial begitulah anggapan filsuf Yunani, Aristoteles. memang benarlah begitu adanya. kita manusia tidak pernah bisa hidup sendiri, seindividualis atau secuek apapun kita. di suatu waktu pasti kita membutuhkan orang lain.
Dalam beberapa fase hidup saya, dari mulai SD sampai kuliah lalu bekerja, Allah selalu menghadirkan sahabat-sahabat untuk berbagi dan bermimpi. Dan ini termasuk anugrah yang sangat besar. salah satu sahabat yang Allah kirim adalah dia yang ada di foto, Kita dipertemukan karena kesamaan aqidah sama-sama telah dicelupi Islam yang indah. diantara banyak sahabat. entah kenapa kami bisa klop dan tiba-tiba bisa dekat. saling bercerita, bermuhasabah bersama atau sekedar belajar bersama. sedikit saya ceritakan profilnya, Dia seorang yang bisa membuat nyaman orang didekatnya, bisa diandalkan, bisa tahu segalanya, cekatan dalam bidang apapun, punya selera humor yang lumayan. tapi sayang orangnya tertutup dan tidak pernah mau bercerita. Kalau ia punya masalah, ia lebih suka diam dan menghilang dari keramaian.
Suatu hari di waktu yang sangat genting, dan suasana yang agak ramai dengan masalah. sahabat ku satu ini mengirimkan sebuah video.
video yang dipersembahkan untuk sahabatnya juga. Begini isinya...
Video ini persembahan untuk mu, sahabat
Kupikir selama ini baik, dan akan menjadi baik-baik saja, selama aku tidak mengeluh. Tapi ternyata semua tidak cukup, rasa tidak ingin membuat khawatir, rasa ingin menyimpabbya sendiri. semua itu tidak cukup.
Terkadang, kita membutuhkan seseorang untuk memperhatikan keadaan kita, untuk tahu kita, untuk menghibur kita.
Sahabat, bisakah kau mengerti tanpa ku harus menceritakannya?
Bisakah kau mendengar jeritan ku tanpa ku harus berteriak padamu?
Ada masa, ketika aku pintar menyembunyikan semuanya. Tapi terkadang aku lengah.
Bisakah kau sahabat, melihat semuanya ketika kelengahan itu datang? karena aku, tak mungkin bisa untuk menceritakannya, aku tak ingin menjadi orang yang dikasihani. dan aku tak mau menjadi seseorang yang akan merepotkan mu sahabat..
Bukan kah Aku cukup membingungkan?
Dan kau pasti bertanya, Bagaimana bisa aku mengerti, padahal kau tak pernah bercerita? bagaiman kubisa mendengar jeritanmu disaat kau tak pernah berteriak?
dan aku akan menjawab
"Kepekaan"
kau akan memahami sekelilingmuy dengan kepekaanmu, Jadilah seseorang yang tidak hanya melihat pada masalahmu, tapi liriklah matamu kedepan, belakang, kiri, dan kananmu. walaupun itu hanya sedetik.
Aku mencintai mu Karena Nya
Kamis, 20 Agustus 2015
Tentang Sebuah Nama
Pernah punya buku diary? ane termasuk orang yang menulis diary semenjak SD lho. Diarynya juga tersimpan rapi di lemari kamar ane. lucu sebenarnya kalau membaca kembali diary-diary zaman dulu. kejadian- kejadian di masa SD, SMP dan SMA tercatat dengan segala emosi dan pola pikir ane saat itu. Ane jadi tau perkembangan ane dari masa ke masa. Bagaimana problem solving yang ane lakukan ketika menghadapi masalah. Bagaimana ane bergaul dengan teman-teman. Dan kisah-kisah sahabat dekat ane yang ane tulis disana juga sangat lucu.Selasa, 11 Agustus 2015
Pencari Ilmu Pencari Tuhan
HUKUM BEKERJA SEBAGAI PNS DI NEGARA DEMOKRASI
Dalilnya adalah: Rasulullah membiarkan beberapa sahabat tetap bekerja pada majikan kafir, semisal Bilal yang bekerja pada Umayyah bin Khalaf, yang merupakan salah seorang pembesar Quraisy.
- tidak. Yang menolong thoghut adalah yang terlibat dalam perbuatan mengharamkan yang wajib atau mewajibkan yang haram, semisal terlibat dalam penghukuman ustadz yang kritis & vokal, atau pemaksaan polwan agar melepas kerudungnya, atau pewajiban petani mengambil kredit ribawi, dsb.
- Selama sumpah itu bersifat global, tidak rinci menunjuk perilaku maksiat apa yang akan dilanggar atau kewajiban syar'i apa yang akan diabaikan, maka sumpah yang kabur itu dapat dikatakan majhul (tidak jelas), dan sumpah yang tidak jelas hakekatnya bukan sumpah. Intinya, seorang PNS memang wajib taat kepada pemerintah yang menjadi majikannya, tetapi ketaatan pada seorang mahluk berhenti ketika itu adalah maksiat kepada al-Khaliq.
- Faktanya: ada banyak orang yang bertugas mendukung tugas-tugas pemerintah, semisal sebagai sopir atau guru, dan para sopir atau guru ini ada yang PNS (yang wajib disumpah) dan non-PNS (yang tidak pernah disumpah). Sekarang, adakah realitas pekerjaan keduanya yang berbeda? Kalau ternyata tidak ada bedanya, maka hakekatnya sumpah tersebut adanya sama dengan tidak adanya, dan mereka yang disumpah itu hanya karena dipaksa oleh sebuah aturan formalitas. Sumpah yang dilakukan karena paksaan, hakekatnya juga tidak ada.
Sejarah, Esensi dan Kepentingannya
"Sesungguhnya pada kisah kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi mereka yang mempunyai akal. Alquran itu bukanlah cerita yang dibuat-buat, tetapi membenarkan kitab-kitab sebelumnya dan menjelaskan segala sesuatu, dan sebagai petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman ( Yusuf: 111)Ada sejenis kemiskinan yang sangat mengerikan bagi suatu bangsa. Bukan kemiskinan yang seperti dipahami oleh umat manusia saat ini, tetapi kemiskinan yang menjadi pangkal kehinaan di dunia dan diakhirat. Kemiskinan ini akan membuat suatu bangsa terkubur dalam penderitaan dan penguasaan bangsa lain selama-lamanya.
Biasanya, suatu bangsa bisa dikatakan miskin karena sumber daya mereka tidak menghasilkan devisa yanh cukup, atau miskin karena dibodohi bangsa lain. Tetapi Alquran menyebutkan yang lebih dari itu. Ada suatu kemiskinan yang lebih parah pada umat manusia. Itulah kemiskinan iman kepada Allah dan RasulNya,kemiskinan penghayatan terhadap sejarah Muhamad SWA yang cermelang
Penderitaan umat islam saat ini di dunia, karena umat sendiri sudah menjauh dari islam dan juga umat tidak punya sejarah atau tidak punya kebanggaan masa lalu. Sehingga umat tidak memiliki motivasi untuk bangkit memperbaiki nasibnya. Akhirnya jiwa budak dan peran pelengkap penderita akan tetap membelenggu umat islam.
Padahal umat islam yang kita cintai ini, memiliki sejarah dan peradaban masa lampau yang sangat agung. Terutama dalam perjalanan sirah nabi yang penuh hikmah dan barakah.
Lalu pertanyaannya kenapa saat ini umat islam bisa lupa dengan sejarah kejayaan para pendahulunya? Pertanyaan ini mungkin akan lebih dapat dimengerti jika kita lihat bahwa saat ini umat tercekoki paham nasionalisme atau paham kebangsaan. Paham nasionalisme membuat umat dihantui oleh split personality, pecah kepribadian. Disatu sisi ia adalah umat islam. Disisi lain umat dicekoki dengan tsaqafah tsaqafah barat. Pelajaran sejarah warisan penjajah memaksa mereka agar bangga dengan sejarah nenek moyang negerinya. Umat islam disekat-sekat oleh nasionalisme dan umat diwajibkan menanggung beban masa lalu bangsanya sendiri. Sedangkan kebanggan historisnya itu sering kali tidak lebih dari sebuah masa lampau yang kelam. Sejarah jahiliah yang sebenarnya tidak patut dibanggakan.
Misalnya umat islam di Indonesia harus memikul beban historis Sriwijaya dan Majapahit yang sama tiraninya. Padahal negeri ini jelas diselamatkan, dibangkitkan dan diperjuangkan oleh islam dan kaum muslimin. umat islam di Mesir harus menanggung kebanggaan sebagai bangsa turunan Firaun. Umat Islam di Irak dengan Nebukad Nezar atau Hamurabbi yang dibangun dengan darah keringat dan tulang nelulang rakyatnya. Sejarah Islam yang gemilangnya dikesampingkan dan generasi mudanya dicekoki dengan sejarah tirani yang telah tumbang. Para penjajah telah membuat umat islam jauh dari sejarah mereka yang agung sekaligus berhasil menanamkan semangat kebanggaan jahiliyah.
Maka wajar jika saat ini kita menemukan keterpurukan pada umat ini. Karena umat lemah dibidang sejarahnya sendiri. Tidak sekedar lapisan awamnya yang kini bisa dikatalan buta sejarah tapi para pengambil keputusan, ulama, dai dan tokoh nya pun bila pu seandainya mereka memahami sejarah. Namun pemahaman itu sendiri minus penghayatan.
jika kita lihat, Alquran berisi banyak kisah dan sejarah. Maka pemahaman dan penghayatan sejarah masa lampau adalah sebuah kemestian bagi pembangunan suatu umat. Kita renungi kembali kisa Nabi Musa ketika diutus kepada Bani israil yang sangat lemah mentalnya dan rusak kepribadiannya, Allah membekalinya dengan suatu perintah
"Dan ingatlah ketika Musa berkata kepada kaumnya, ' Hai kaumku, ingatlah nikmat Allah atasmu ketika Dia mengangkat nabi nabi diantara mu dan dijadikanNya kamu prang prang yang merdeka dan diberikanNya kepada mu apa yang bel pernah dinerikanNya kepada seorang pun diantara umat-umat yang lain" ( AlMaidah :20)
Pesan yang dibawa Nabi Musa ini jauh berbeda dengan keadaan Bani Israil saat itu. Bani Israil telah melupakan sejarah bangsanya. Merasa diri mereka sebagai bangsa budak yang selalu terbelenggu dan lupa terhadap keistimewaan mereka yang tidak terdapat pada bangsa bangsa lain. Bahkan kemauan sebagai modal untuk bangkit pun tidak ada sudah sirna. Dengan modal penggalian sejarah inilah Nabi Musa hendak mengangkat harkat derajat bani Israil.
Begitupun dengan kaum muslimin memiliki sejarah gemilang dan keistimewaan keistimewaan yang tidak dimiliki bangsa lain. Apalagi kita merupakan umat pilihan dan umat risalah akhir zaman.
Maka menyadari bahwa nenek moyang kita yaitu Rasulullah saw dan para sahabatnya merupakan umat yang besar adalah kekayaan kita. Mengkaji dan menghayati setiap langkah gerakan generasi sahabat merupakan aset kebangkitan umat islam. Membuka kembali lembaran lembaran jihad dan perjuangan umat islam yang tiada ternilai harganya.
Alquran sendiri dipenuhi dengan kisah kisah yang penafsirannya dilakukan untuk membangkitkan ruhul jihad para sahabatnya dan juga sebagai dukungan yang memperkuat pribadi RasulNya.
"Dan semua kisah dari rasul rasul Kami ceritakan kepadamu, ialah kisah kisah yang dengannya kami teguhkan hatimu. Dan dalam surat ini telah datang kepada mu kebenaran serta pengajaran dan peringatan bagi orang orang yang beriman " ( Hud: 120)
Maka bagi para pengemban dakwah memahami dan menghayati sejarah sangat penting. Karena dengan menghayatinya Allah akan memberi kita keteguhan hati untuk tetap istiqomah dijalanNya.

