Senin, 04 April 2022

Kecelakaan di pasar cibadak

 Pagi tadi abi menyetir sambil mengantuk, dan terjadilah tabrakan, pelan sih, tapi deg degannya sampai sekarang


Hubungan suami istri ini rumit, kalau sudah abi memarahi ku untuk hal kecil, sudahlah..


I dont know, mungkin aku menyangkal atas setiap kesalahan, aku ingin dimengerti kesalahan itu wajar istri lakukan.


Harusnya aku bilang, " abi membentak ku, untuk urusan sepele, baiklah maafin aku, dan aku memaafkan abi"


Harus ada saling ridho dari pasangan, atas setiao keburukan pasangan muncul, astagfirullah..


Aku tau sekarang, ketika pasangan mu marah, kadang rasa marah itu saja sudah merenggut semangat mu, tak ingin menjawab, tak ingin membela diri


Padahal ketika aku marah, aku butuh jawaban, aku butuh alasan..

Kamis, 15 Juli 2021

 Bahagia itu apa sih,

Rasa-rasanya dulu aku tidak pernah menggantungkan kebahagian ku kepada orangtua ku, apalagi setelah ibu dan bapak bercerai.

Lalu kenapa setelah 5 tahun pernikahan ini, aku menggantungkan kebahagian ku pada suami ku.


Yang notabene suami ku hanya sedikit memahami ku.. bukan.. sebenarnya aku saja yang terlalu banyak minta. Ingin ke Parangtritis, ingin tambahan uang, ingin dimengerti, ingin di manja.


Sedangkan suami ku, sibuk dengan banyak nya amanah di pekerjaan.


Aku juga tidak memahami posisi suami ku sama sekali. Kalau di tulis mana pengabdian ku yang memuaskan suami..


Anak berantem terus, kamar belatak, rumah apalagi, masakan gak enak, jutek, tidak lemah lembut, kasar, nusyuz , anak gak keurus,aah kadang aku juga berfikir pada. Akhirnya klaau begini terus mungkin suami ku juga tidak merasa bahagia dengan ku.



Rabb bahagia seorang istri itu apa sih, ko aku lebih banyak merasa kesepian dan bosan, di bandingkan rasa bahagia.. 


Rabb ajarkan aku cara bahagia yang hakiki















Rabu, 07 Juli 2021

Ketika hidup terasa selalu sial

 Rabb.. boleh kah aku sedikit merajuk?

Kenapa Rabb? Kenapa apa yang ibu ku usahakan tak kunjung ada hasil?


Bukankah ia sudah lelah telah membesarkan aku dan adik2 ku?


Lalu kenapa tak kau limpahkan sedikit karunia mu yang kau berikan kepada orang banyak itu??

Rabb, bukankah dari dulu ia merawat kami, membesarkan kami, menyekolahkan kami, lalu kenapa tak kau jadikan kami manusia manusia dengan keberlimpahan harta, hingga bisa ku katakan padanya, beristirahatlah, atau nikmatilah, atau jalan jalanlah keliling dunia.


Rabb, bukankah ia mengusahakannsesuatu yang telah ia jalani lebih dari seperempat abad??


Lalu kenapa hanya rugi saja yang ku dengar? Untung sekali rugi berkali kali. Kenapa Rabb..



Rabb bukankah engkau maha pengampun, meski ia dulu mengambil riba yang kau perangi, tapi bukankah engkau maha Rahmah dan maha pengampun, menyayangi setiap makhluk meski melakukan kesalahan berkali kali??



Lalu kenapa?? Kehangatan dan keberlimpahan rezeki mu tak kunjung datang kepadanya???




Senin, 04 Januari 2021

Harap Harap Cemas


    
        Tak terasa waktu cepat belalu, sudah menginjak 2021 lagi, usia sudah mau kepala 3, alhamdulillah sudah diberi amanah 3 anak shaleh dan shalehah. 

            Setiap kehamilan selalu memberikan sensasi berbeda, lupa dengan pengalamn dua anak yang lalu, dan diberi rasa yang baru di setiap kehamilan. kehamilan itu gak selalu begitu-begitu saja rasanya. yakinlah selalu berbeda disetiap anak. Ibu tulis di kehamilan anak ke 4 ini, gerak mu de sangat-sangat aktif, sampai ibu kadang harus menahan nafas karna tendangan mu sangat-sangat keras. lalu gerakmu bukan hanya menendang, bukan hanya menyikut, tapi bergoyang kanan kiri, punggung mu bisa berpindah kesamping yang lain dengan gerakan cepat, hingga perut ibu bergelombang seperti pesisir pantai. Terkadang ibu benar benar tidak bisa tidur karna gerakan mu yang MasyaAllah. 


            De.. ibu berdoa, dirimu menjadi anak shaleh yang faqih fiddin, menguasai ilmu fiqih, hadits dan Alquran. untuk menyelesaikan permasalahan umat yang terus berdatangan. kamu tahu dunia sekarang adalah dunia dengan perubahan yang sangat cepat. Hal-hal baru akan selalu ada disetiap minggu. ummat menunggu mu untuk menjawab pertanyaan setiap hukum dari hal hal baru itu. maka ibu berharap engkau menjadi seorang yang faqih fiddin dan juga menguasai Intelegency Artificial. teknologi yang akan selalu hidup dengan mu. 

             Jalan hidup mu dan kaka mu akan berbeda dengan jalan hidup ibu dan Abi. maka bersinarlah di zaman mu, menyinari bumi dengan syariat dan aturan Allah. 

             Hari ini dan esok, ibu sedang menunggu kelahiran mu, kelahiran yang selalu ibu nantikan, ibu sudah siapkan diri ibu untuk merasakan gelombang cinta menymabut kelahiran mu, ibu senam, yoga, main gymbaal dan juga power walk, berharap proses persalinan mu lancar dan ibu kuat, tenang dan berbahagia dalam proses kelahiran mu. 

            
             Nak,, hidup kita adalah hidup para pengembara, tak bisa bermanja, jauh dari sanak saudara dan nenek mu. Maka mari kita kuat bersama, minumlah ASI dengan berbahagia, karna rezeki untuk mu begitu mudah Allah persiapkan untuk mu. Mari belajar berbagi dengan teteh dan kaka mu, saling meberi kasih sayang dan pelayanan, memudahkan urusan teteh dan kakang serta berbagi ibu dan waktu untuk abi mu. 


             Ibu berharap engkau cepat lahir, ibu tak sabar berjumpa dengan mu, ibu pun tahu kau pun sama seperti ibu, ingin cepat cepat melihat dunia ini. maka mari kita sama sama bersabar, ibu bersabar dengan terus berusaha berolahraga dan kamu nak, bersabar dengan terus bertumbuh dan berkembang di rahim ibu ini. 

             Semoga Allah mempercepat pertemuan kita, sebelum rumah ini ramai dengan tamu tamu undangan.

Jumat, 04 September 2020

MAAFKAN SUAMI MU, SIAPA TAU ITU TIKET SURGAMU

Mungkin ada perilaku suami yang membuat hati kita terluka Mungkin ada tuturkata suami yang membuat kita nelangsa Mungkin ada janji suami yang membuat kita kecewa Mungkin ada banyak hal dari suami yang membuat kita berderai air mata Mungkin.....dan....mungkin Namun Saat kita memilih memaafkannya Saat memutuskan memakluminya Saat berusaha mengerti keinginannya Saat memperbesar percaya kepadanya Saat mengecilkan ego kita dihadapannya Saat tetap tersenyum dan melayaninya Siapa tau dari sanalah kunci surga bagi kita sebagai istri tercipta Siapa tau itulah tiket kita untuk masuk ke surgaNya 4 agustus 2020 . . #learntobehamba #berdamaidenganluka #newnormalofme #happylife #happywife #pernikahan

Jumat, 22 Mei 2020

Bersyukur itu saat dimana hati mu menilai semua yang disekeliling mu gelap, tapi kamu selalu percaya akan ada cahaya terang disana


Bersyukur itu selalu fokus kepada nikmat yang Allah beri tanpa silau dengan nikmat orang lain


Bersyukur itu selalu berfikir bahwa dibalik sikap seseorang selalu ada sumber sumber kebaikan


Bersyukur itu memelihara sikap positif.dan prasangka baik meski banyak orang menyakiti tanpa mereka sadari


Peka kan lah hati untuk selalu bersyukur, tidak mudah, tapi semuanya akan mudah karna terbiasa..


Biarlah hati ini yang selalu berusaha keras untuk bersyukur, hingga rasanya gemeteran menahan diri

Senin, 01 Juli 2019

Aku bosan

Aku bosan melihat dunia yang kulihat.. aku bisa melihat dunia dengan mudah di detik kapan pun aku mau..

Dan aku bosan melihatnya..
Menyilaukan...
Melenakan..

Bukan dunia ini yang aku rindukan..
Dunia ini melenakan, dan aku bosan melihat nya..

Aku hanya ingin dunia yang penuh dengan ilmu.. diem di mesjid mendengarkan mereka yang lebih mengenal Mu..

Kamis, 14 Maret 2019

Bahagia

Bahagia dalam rumah tangga adalah sebuah seni mengolah rasa. Melihat sisi lain dari setiap keadaan. Komunikasi akan selalu menjadi hambatan, karena kita memang makhluk dari planet berbeda. Maka yang mampu kita lakukan hanyalah mengolah apa yang ada dalam diri kita, daripada lelah menuntut bicara pada pasangan kita..

Bahagia hanya persoalan seni bagaimana kita mengolah rasa, mengalah..mengalah dan mengalah.. Maka akhir dari semuanya kitalah pemenangnya. Itulah hukum yang berlaku dan memang benar adanya..

Tapi kemenangan itu bukan seperti sesuatu yang kita bayangkan kemenangan diarena gulat...bukan..bukan seperti itu..

Kemenangan itu hadir karna kita mengalah dengan mengolah rasa,hingga pasangan kita mengetahui ketulusan kita.. Tulus ingin sama sama berubah..tulus ingin sama sama membahagiakan..

Tiada yang lebih membahagiakan ketika kekasih yang kita cintai bahagia.. Yah itulah kuncinya.. Kebahagiaan suami kita adalah kebahagiann kita,pun begitu sebalikanya..

Maka cobalah mengalah dan mengolah rasa, agar kebahagian itu tercipta🥰

Iri

Aku selalu iri kepada orang orang yang sedang di uji dengan ujian yang tak pernah terbayangkan oleh ku.

Mereka yang sedang di uji, adalah mereka mereka yang dirangkul erat olehNya.

Agar hanya bersujud pasrah padanya..

Aku iri pada mereka yang di uji, karena pasti mereka akan merasa kehadiranNya begitu dekat


Hmmpt.. Aku tersadar sendiri, bahwa aku pun sedang di uji..namun kenapa tak ku sadari kehadiranNya yang begitu dekat. Aku hanya mengeluh " sepi", sepi dan sepi.. Padahal ia sang pemilik hati selalu menemani...

Yaaa..seharusnya aku iri pada diriku sendiri, karena ia pun sedang di uji dan dalam masa ujian.. Namun diri ini tak begitu sadar, hingga hampa saja yang terasa...

Sepi

Aku merasa kesepian, apalagi setelah bangun dari tidur siang, sepi itu seperti dingin yang menyergap, ia tak mau enyah, meski gaduh disekitar

Sepi..kata ku pada suami ku, entah apa yang ia pikirkan.. Aku tak begitu tau apa tanggapannya, lakilaki yang tak pandai mengungkap rasa..

Malah aku senang, ketika dia marah pada ku jumat kemarin, saat aku pergi belanja dan ia tertidur lelap di rumah sendiri, aku merasa senang, karena ia sedang mengungkapkan rasa.. Hingga aku bisa mengintip seluruh isi hatinya..meski sepersekian detik tertutup lagi..

Sepi, sepi ini seperti sepi yang dulu.. Ya dulu pun ia selalu menghantui, meski tak membuat ku takut, hanya saja sering menimbulkan tanya..

Kenapa sepi ini hadir?

Aku sedang meraba dan menimbang rasa, agar menemukan secercah cahaya dari tanya ini..


Sepi kata ku, sepi itu hadir bukan karena aku sedang sendirian, malah lebih saat keramaian yang terpause sejenak.. Yaa saat aku masih bisa melihat ramainya orang..disitulah aku merasa kesepian..

Dulu..
Aku kira kekasih dapet menghapus rasa ini, nyatanya malah aku lebih sering merasa sepi. Bahkan ketika ia sedang di sisi ku..

Lalu ku timbang lagi semua rasa yang ku inginkan..aahhh..ternyata aku hanyalah manusia yang tak pandai bersyukur, setelah begitu banyak nikmat dari nya.. Aku hanya banyak menuntut ingin ini dan itu

Sepi kataku..
Satu kata yang akan ku peluk erat erat.. Karena di persinggahan nanti kesepian lah yang menemani...


Senin, 07 Januari 2019

Maaf dan Terimakasih

Hai manusia yang paling aku cintai, maafkan istrimu ini yang tak selalu menunjukan wajah berseri-seri disetiap hari.
Yang tak pandai menyembunyikan badmoodnya hingga terkadang dirimu yang jadi sasaran pelampiasan😅.
Padahal kata Allah sebaik-baiknya istri adalah yang wajahnya selalu berseri-seri di depan suami..

Hai suami ku yang wajahnya selalu berputar-putar dalam ingatan ku, maafkan istri mu ini yang lebih banyak menuntut ini itu daripada bersyukur atas nikmat yang nyatanya sudah didepan mata, Padahal kata Allah sebaik-baik istri adalah ia yang selalu bersabar dalam setiap keadaan

Hai kekasih ku dunia akhirat.terimakasih sudah hadir dalam hidup ku, yang tak henti membuat ku bahagia, meskipun aku kadang tak memahaminya
😇😇😇

I love u forever
Maaf dan terimakasih ayangkuu...

Minggu, 13 Agustus 2017

Aku Ingin Jatuh Cinta Berulang kali

Pernah Jatuh cinta pada pandangan pertama?
ketika kita sedang berjalan santai di sore hari mungkin, tiba-tiba ujung mata kita melihat seseorang yang begitu menarik, di detik itu hati kita langsung terpaut, padahal hanya melihat dengan ujung mata.

Pernah...?

Setelah itu, kita bisa bayangkan hati dan pikiran kita bertanya-tanya, siapa?dimana?kenapa tiba-tiba ada dia? bisa gak ya bertemu lagi? dan pertanyaan lainnya yang mengganggu tidur kita.

Rasa-rasanya setiap kita pernah  merasakan itu semua, meskipun hanya sekali, di ceritakan pada sahabat atau hanya dipendam di dalam hati.



Dulu sebelum menikah saya sangat menderita saat pertama kali jatuh cinta, sangat-sangat menderita, liat saja tulisan tulisan saya sebelumnya. saya hampir membenci "Cinta". eaaaa

Ya karna dulu saya berjanji bahwa saya akan jatuh cinta hanya sekali seumur hidup dan itupun pada calon suami saya.hehe. Jadilah saya merasakan hal-hal yang diatas serta bercampur baur dengan rasa sesal saya, karena saya merasa ini bukan waktunya, bagaimana kalau dia yang saya "jatuh cintai" bukan jodoh saya, bagaimana dengan janji saya. ah..pokoknya campur aduk.

Ingat sekali usaha saya yang begitu keras untuk menghilangkan rasa itu, rasa kegeeran, rasa ke pe-de-an, rasa deg-degan, rasa lemes tiba-tiba dan rasa jatuh cinta

itu semua saya lupakan...

dan akhirnya semuanya berlalu begitu saja, rasa itu hilang atau mungkin terkubur dalam hingga saya tak merasakannya lagi.

Sampai setahun kemudian rasa itu kembali, saat dia yang saya "jatuh cintai" mengkhitbah saya.

aneh sebenarnya, saat kita sudah benar-benar lupa ia malah hadir, kalau tau dia jodoh saya, saya gak akan begitu keras melupakan rasa itu. hehehe

Dan begitulah Allah mendidik hamba-hambanya, menguji siapakah dia yang beriman dan layak dapat surga-Nya, siapakah dia yang sudah berjanji untuk taat dan mencoba dengan keras untuk memenuhinya.

dan saya pun hari ini telah mengingkari janji, karena setiap hari saya jatuh cinta pada suami saya..hehe


Minggu, 28 Agustus 2016

ingat

Pukul 16.00 wib, hari yang cerah untuk waktu yang sudah semakin sore,  terlalu cerah bahkan. Tapi saat aku Mau mencoba menatap langit yang biru dibalik bayang klinik, petir menyambar begitu keras. Kaget.. Setelah petir menyambar keras, Dari situ yang kuingat hanya waktu berjalan begitu cepat..

"Abah-abah.. Cepet kesini" aku hampir berlari menembus derasnya hujan, aku memangku bayi baru lahir menuju ambulance yang akan mengantarkan Ku kerumah sakit, hari  itu langit menangis untuk ini, untuk penciptaan yang belum sempurna, ataukah aku saja yang belum memahami tentang hakikat penciptaan ini. "Bah.. Cepet ya, ngebut aja, bayinya masih gerak" sedikit cemas aku duduk dikursi Mobil. Hari itu aku mencoba berlari, berlalri untuk memahami hakikat semua ini.

Hari itu juga aku ingat, ingat saat aku duduk dibangku kuliah, mendengarkan seorang dokter anak yang menjadi dosen Ku.

" beberapa kelainan congenital pada bayi, salah satunya anencepalus, penanganannya jika kalian menemukan kasus ini adalah tidak usah dirujuk cukup ditunggu saja maximal 24 jam, bayi dengan kelainan ini tidal dapat bertahan lama"

Tapi hari itu aku tak ingin mendengarkan dosen itu, aku hanya ingin berlari, memastikan segalanya. Memilih pergi meski hujan begitu sangat deras..

Tapi benarlah kata dosen Ku kenapa untuk kasus seperti itu tidak udah dirujuk,ya kKarena lebih baik begitu


Saat berlari aku juga teringat suami Ku, mungkin Semarang ia sedang dongkol.. Menelepon Ku berkali Kalitapi tak diangkat. Mungkin ia juga sedangsebal kKarena waktu liburnya selalu harus bsrbagi dengan klinik Dan pasien Ku


Ia selalu cemburu, sangat pencemburu. Ketika aku tampil cantik didepan pasien, ketika aku bisa begitu energic saat paryus Dan melupakan morning sickness. Ketika aku tak sempat mengangkat telepon di klinik
Ia sangat sangat pencemburu..

"Abi milik aku seutuhnya" aku tersenyum padanya, "iya.. Tapi ayang gak milik abi seutuhnya, setengah Dari ayang milik pasien" katanya ketus.. Aku hanya tersenyum padanya.

Aku teringat suatu hari suami Ku meminta aku full dirumah, saat itu aku masih memegang salah satu bisnis pakaian yang sudah tiga tahun lamanya aku bangun.
"Yaudah jangan ke klinik, fokus aja ke bisnis"
Aku benar benar ingin menangis saat mendengar ini. Ada sesuatu yang tidak diridhai suami Ku, yang aku sangat menyenaginy tapi suami Ku tidak, iya..aku tau Karna jadwal piket yang mengharuskan aku 24 jam di klinik, tapi bagaimana lagi profesi ini seperti sudah melekat di dalam diri, susah dilepaskan, meski dengan salary yang jauh Dari cukup, tapi ada banyak hal yang kudapat Dari sini..

" ayang.. Aku mau ngelepasin bisnis, tapi jangan suruh aku berhenti di klinik, aku sudah teramat sangat mencintai profesi ini"

Hari itu aku menangis, mencoba berfikir jernih, bahwa sebaik apapun amal yang aku lakukan, tetap saja, surga ku sekarang ada pada ridho suami,, akan sangat percuma aku bersinar di luar, tapi dalam rumah ku aku kelabu, yang seharusnya kubangun surga disana.

Begitulah, setiap hari, setiap aku piket, setiap ada pasien, setiap ada partus, yang Ku ingat selalu tiga, ibu Hamil, bayi da suami Ku...


Love you sayang, tulisan ini aku persembahkan untuk mu, untuk mu yang telah jatuh cinta pada Ku lewat diary ini..

Love..

Selasa, 10 November 2015

Sahabat

Dalam kehidupan, salah satu kenikmatan adalah dikelilingi sahabat-sahabat terbaik, sahabat tempat berbagi, belajar dan bermimpi.

Manusia adalah makhluk sosial begitulah anggapan filsuf Yunani, Aristoteles. memang benarlah begitu adanya. kita manusia tidak pernah bisa hidup sendiri, seindividualis atau secuek apapun kita. di suatu waktu pasti kita membutuhkan orang lain.

Dalam beberapa fase hidup saya, dari mulai SD sampai kuliah lalu bekerja, Allah selalu menghadirkan sahabat-sahabat untuk berbagi dan bermimpi. Dan ini termasuk anugrah yang sangat besar. salah satu sahabat yang Allah kirim adalah dia yang ada di foto, Kita dipertemukan karena kesamaan aqidah sama-sama telah dicelupi Islam yang indah. diantara banyak sahabat. entah kenapa kami bisa klop dan tiba-tiba bisa dekat. saling bercerita, bermuhasabah bersama atau sekedar belajar bersama. sedikit saya ceritakan profilnya, Dia seorang yang bisa membuat nyaman orang didekatnya, bisa diandalkan, bisa tahu segalanya, cekatan dalam bidang apapun, punya selera humor yang lumayan. tapi sayang orangnya tertutup dan tidak pernah mau bercerita. Kalau ia punya masalah, ia lebih suka diam dan menghilang dari keramaian.

Suatu hari di waktu yang sangat genting, dan suasana yang agak ramai dengan masalah. sahabat ku satu ini mengirimkan sebuah video.

video yang dipersembahkan untuk sahabatnya juga. Begini isinya...

Video ini persembahan untuk mu, sahabat
Kupikir selama ini baik, dan akan menjadi baik-baik saja, selama aku tidak mengeluh. Tapi ternyata semua tidak cukup, rasa tidak ingin membuat khawatir, rasa ingin menyimpabbya sendiri. semua itu tidak cukup.

Terkadang, kita membutuhkan seseorang untuk memperhatikan keadaan kita, untuk tahu kita, untuk menghibur kita.
Sahabat, bisakah kau mengerti tanpa ku harus menceritakannya?
Bisakah kau mendengar jeritan ku tanpa ku harus berteriak padamu?

Ada masa, ketika aku pintar menyembunyikan semuanya. Tapi terkadang aku lengah.
Bisakah kau sahabat, melihat semuanya ketika kelengahan itu datang? karena aku, tak mungkin bisa untuk menceritakannya, aku tak ingin menjadi orang yang dikasihani. dan aku tak mau menjadi seseorang yang akan merepotkan mu sahabat..

Bukan kah Aku cukup membingungkan?

Dan kau pasti bertanya, Bagaimana bisa aku mengerti, padahal kau tak pernah bercerita? bagaiman kubisa mendengar jeritanmu disaat kau tak pernah berteriak?

dan aku akan menjawab
"Kepekaan"
kau akan memahami sekelilingmuy dengan kepekaanmu, Jadilah seseorang yang tidak hanya melihat pada masalahmu, tapi liriklah matamu kedepan, belakang, kiri, dan kananmu. walaupun itu hanya sedetik.

Aku mencintai mu Karena Nya 

Kamis, 20 Agustus 2015

Tentang Sebuah Nama

Pernah punya buku diary? ane termasuk orang yang menulis diary semenjak SD lho. Diarynya juga tersimpan rapi di lemari kamar ane. lucu sebenarnya kalau membaca kembali diary-diary zaman dulu. kejadian- kejadian di masa SD, SMP dan SMA tercatat dengan segala emosi dan pola pikir ane saat itu. Ane jadi tau perkembangan ane dari masa ke masa. Bagaimana problem solving yang ane lakukan ketika menghadapi masalah. Bagaimana ane bergaul dengan teman-teman. Dan kisah-kisah sahabat dekat ane yang ane tulis disana juga sangat lucu.

Kemarin kerjaan lagi libur, yang lahiran juga lagi sepi belum ada taksiran partus. Jadilah ane membongkar lemari buku ane sambil membaca kembali diary. ane jadi inget sebuah nama, nama ane sendiri  K Keyrizmi. Nama pena ane ini, ane buat waktu SMA. Saat ane membuat novel bareng sama temen ane, Vera namanya.

Masa putih abu-abu itu masa ane memulai berkarya. Novel itu menceritakan kita kelas IPA 2. dengan karakter-karakter kami masing-masing. Ada Bunda yang sangat bawel kocak dan doyan ketawa. Ada Nur yang kalem, cantik, bijaksana dan pinter, Ada Abda sang ketua kelas yang konyol, jail tapi tetep bertanggung jawab dengan kepemimpinannya, ada Mul soulmatenya Abda yang organisator, penuh mimpi dan dewasa. Ada juga Vera sendiri si kecil yang bijak, selalu jadi problem solving temannya, lebih logis dalam melihat sesuatu dan jago banget sastra. Ada Hilda yang ekspresif, cengeng tapi lucu. Hilda itu termasuk karakter yang unik, bahasa yang digunakan kadang lebay tapi ekpresif, selalu menggunakan gaya bahasa khasnya, dan hilda ini jago banget ngedebat teman-temannya.Salah satu gaya bahasa pelesetannya kalau ane bilang "jangan pelit Hildaa.." dia pasti bisa matahin perkataan ane, " Key..Pelit itu sebagian dari hemat dan hemat  itu pangkal kaya". Yeach.. ane selalu mati kutu kalau lagi ngedebat dia.

Terus juga ada Ade si kecil pemberani, sang petualang dan jago banget bisnis. Ada Yanto sang ustadznya kelas IPA 2 yang selalu jadi garda terdepan dalam mengingatkan teman-temannya, diam, tatapannya selalu jauh ke depan dan sedikit aneh. Ada Septian juga, soulmatenya Yanto, ustadz kelas juga tapi berbeda karakter lebih terbuka, punya gaya tersendiri menyampaikan islam dan dia juga Ketua OSIS waktu itu.

Hampir semua teman sekelas kami ceritakan di novel itu, ada Chao, Dani, Ica kecil, Desi si sipit, Febri dan banyak lagi.  Di novel itu menceritakan  kisah-kisah lucu  dan pertualang-pertualangan kita saat belajar dikelas, di Laboratorium, di Lapang Olahraga atau di Multi media.

 Biar  seru, kami tulis novel ini berbau history Fiction. Peran utamanya kami berdua, Ve dan Key. Key waktu itu digambarin seorang murid SMA yang suka banget fibonaci bergabung dengan Ve yang suka banget sejarah. Di mulai dengan penemuan Vera di perpustakaan, sebuah buku tentang harta karun yang tak pernah ditemukan jejaknya. Harta karun ini peninggalan para kompeni zaman penjajahan dulu. Lalu Key yang suka  teka-teki tertarik dengan buku itu.
dan dimulailah pencarian kode kode dan teka teki. temasuk teka teka alamat sekolah SMA Key dan Ve. Jln Veteran Km 3. disinilah dimulai pencarian harta karun yang menurut Ve dan Key ada di Sekolahnya. Pencarian ini melibatkan kelas IPA 2 dengan semua warna-warni kejadian nyata yang dikaitkan ke harta karun.

Bener deh seru  banget ini kisahnya,  hikmah dalam novel ini tentang mimpi, persahabatan, ilmu pengetahuan dan sejarah. 

Waahh.. kangen mereka semua.

K Keyrizmi ini sebuah nama yang lahir karena mereka, mereka para petualang dan pembelajar sejati. Yang memberi warna dalam sepenggal kisah perjalan hidup ane. Jazakumullah Khairan Katsir  untuk 
anak-anak IPA angkatan 2010. K keyrizmi itu tentang nama ane sendiri tapi mewakili mereka semua. Miss you.

Selasa, 11 Agustus 2015

Pencari Ilmu Pencari Tuhan

Dr. Fahmi Amhar
Hari-hari ini tahun ajaran baru di sekolah-sekolah dimulai. Anak-anak kecil yang baru masuk sekolah masih antusias dengan lingkungan dan teman-teman baru.  Anak-anak yang lebih besar tampak kurang bersemangat.  Liburan yang menyenangkan telah lewat.  Kini rutinitas yang menjemukan telah dimulai lagi.
Menjemukan?  Ya, di negeri ada ribuan sekolah dan jutaan siswa.  Mereka menghabiskan banyak waktu, tenaga dan biaya.  Mereka melakukan banyak hal, kecuali belajar.  Mereka mendapatkan banyak hal, kecuali ilmu!
Ironis.  Tapi itulah kenyataannya.  Salah satu penyebab murid tak bersemangat adalah guru yang tak termotivasi.  Dan salah satu penyebab guru tak termotivasi adalah pemerintah yang tidak memiliki visi.  Bagi pemerintah, pendidikan adalah urusan kesejahteraan rakyat yang menghabiskan uang, bukan urusan perekonomian yang mendatangkan uang.  Pendidikan tidak pernah dipandang sebagai suatu investasi.  Kalaupun ada pendidikan yang dianggap investasi, itu hanyalah program studi tertentu saja yang nanti alumninya akan menjadi profesional yang dapat menangguk penghasilan tinggi.  Jadi kalau swasta dilibatkan, mereka hanya tertarik membuka sekolah yang prospektif secara bisnis.  Maka sekolah swasta juga hanya tertarik menjaring siswa yang kaya atau yang cerdas.  Mereka yang kaya meski kurang cerdas, atau miskin namun cerdas, akan mendapatkan solusi pendidikannya.  Yang kaya bisa membayar.  Yang miskin namun cerdas bisa mendapatkan beasiswa atau pinjaman.  Pemberi beasiswa atau pinjaman yakin itu investasi.
Namun siapa yang akan memikirkan mereka yang kurang cerdas dan juga miskin?  Karena miskin mereka kurang gizi, akibatnya kurang tenaga untuk belajar, jadinya kurang cerdas, sehingga tidak punya banyak pilihan dalam mencari nafkah, sehingga penghasilannya rendah, miskin.  Harus ada yang memutus lingkaran setan ini!
Negaralah yang harus memutusnya.  Negara dengan pemimpin pemerintahan yang memiliki visi.  Inilah yang terjadi dengan Daulah Islam sejak berdirinya.
“Setiap muslim, laki-laki maupun perempuan, hukumnya fardhu mencari ilmu” kata Rasulullah.  Mencari ilmu dimasukkan dalam ibadah.  “Kejarlah ilmu sampai ke liang lahat” – jadi mencari ilmu tidak berakhir dengan tercapainya gelar S3.  Rasulullah juga menekankan, “Barang siapa mencari ilmu, dia sedang mencari Tuhan”, “Mempelajari ilmu bernilai seperti puasa, mengajarkan ilmu bernilai seperti shalat, barangsiapa mati dalam perjalanan mencari ilmu, dia seperti mati syahid dalam jihad fi sabilillah”.  Pencarian ilmu akan memperdalam pengenalan seorang muslim pada Rabbnya.  Semua ilmu berasal dari Allah dan ditujukan kepada Allah.  “Kejarlah ilmu, dari sumber manapun!”, “Terimalah ilmu, sekalipun dari lisan seorang musyrik”.
Motivasi inilah yang menyebabkan bangsa Arab tiba-tiba menjadi “ilmu-mania” nomor satu di dunia.
Ketika Barat terjebak dalam kurungan kegelapan, dan menganggap kebenaran hanya ada di kitab suci, sedang pendapat para ilmuwan yang ada saat itu sebagai sumber kesesatan, kaum muslimin justru melihat bahwa Al-Quran adalah pedoman hidup, sedang ilmu-ilmu kehidupan seperti sains dan teknologi, adalah sesuatu yang wajib dipelajari dari mana saja, sekalipun sampai ke Cina.
Maka, tak sampai seabad setelah Islam memulai futuhat dan Quran selesai diwahyukan, ilmu pengetahuan mekar seperti lautan bunga musim semi setelah musim dingin.
Dan apa yang terjadi saat suatu futuhat (penaklukan) suatu negeri terjadi?  Bukan penyerahan senjata, kunci pertambangan penting atau harta benda berharga yang menjadi syarat perjanjian perdamaian, namun seperti Khalifah Harun ar-Rasyid ketika menaklukkan Amuria dan Ankara: penyerahan buku-buku manuskrip Yunani kuno!  Buku-buku yang sebenarnya telah ratusan tahun terabaikan dan dilupakan oleh dunia Kristen.
Buku-buku itu tidak kemudian dikonservasi dan disimpan di museum, namun dihidupkan kembali untuk dibawa ke era modern.  Caranya?  Diterjemahkan!
Buku-buku itu tidak diterjemahkan ke bahasa yang hanya dikuasai segelintir kaum elit, seperti halnya bahasa Latin di Eropa; namun diterjemahkan ke bahasa yang pasti akan hidup hingga akhir zaman, yaitu bahasa Qur’an: bahasa Arab!  Setiap muslim wajib mempelajari Qur’an, jadi setiap muslim wajib dapat membaca dan mengerti tulisan Arab.  Maka dengan menerjemahkan semua buku-buku ilmu ke dalam bahasa Arab, itu berarti membuka akses ilmu bagi semua orang.
Kesuksesan pekerjaan penerjemahan tidak sedikitpun di bawah kesuksesan pekerjaan pengumpulan buku.  Harun ar-Rasyid memerintahkan untuk mendatangkan para pakar segala bahasa ke istananya.  Mereka bekerja di bawah koordinasi Yahya bin Masawih menerjemahkan segala buku ilmiah yang bisa diperoleh dari manapun hingga saat itu.  Untuk memperbanyak tim penerjemahan, Khalifah al-Makmun mendirikan Akademi Penerjemahan.
Begitulah, para ulama Islam dengan penerjemahannya telah menjaga karya-karya ilmiah antik dari kehilangan total.  Tanpa pekerjaan mereka, dunia kita sekarang tidak akan mengenal buku anatomi dari Galens; buku mekanika dan matematika dari Heron, Philo dan Menelaos; buku astronomi dari Ptolomeus; buku geometri dari Euklides; buku tentang irisan kerucut dari Appolonius; buku tentang kesetimbangan di air dari Archimedes dan sebagainya.
Buku-buku itu kemudian disalin ribuan kali oleh para waraqin (yang berfungsi seperti mesin foto copy), kemudian dikirim ke perpustakaan-perpustakaan.  Setiap masjid punya perpustakaan.  Setiap rumah sakit memiliki ruang tunggu yang lengkap dengan perpustakaan.  Dan semua orang dapat membaca atau meminjamnya.  Sebuah kota kecil seperti Najaf di Iraq saja abad 10 M memiliki perpustakaan dengan koleksi 40.000 buku!  Perpustakaan itu menjadi bursa ilmu pengetahuan yang paling mudah, tempat orang dapat bertemu dengan para pakar untuk bertransaksi ilmu.  Dan ilmu – seperti kata Imam Ali – adalah sesuatu yang ketika diberikan tidak berkurang, namun justru bertambah!
Belajar menjadi murah, ketika akses ilmu pengetahuan dibuat mudah oleh negara.  Negara memiliki visi yang dibuktikan dengan tindakan. Negara mempromosikan ilmu sehingga rakyat cinta ilmu, sehingga orang-orang kaya berlomba wakaf fasilitas pembelajaran, sehingga para cerdik pandai mencari ilmu dan mengajarkannya dengan semangat mencari Tuhan.
Maka spiral kegelapan pada mereka yang kurang cerdas dan miskin pun terputus.  Tidak ada orang miskin yang terhalang belajar oleh kemiskinannya.  Dan tidak ada orang yang dianggap kurang cerdas dalam mencari Tuhannya.

HUKUM BEKERJA SEBAGAI PNS DI NEGARA DEMOKRASI


(lebih lugas lagi: Hukum bekerja sebagai PNS di negara kafir harbi sekuler, semisal jadi PNS di Inggris, di Amerika atau di Russia, yang negeri itu hari-hari ini masih terlibat dalam upaya memerangi kaum muslimin).
Hukum dasarnya status PNS adalah mubah, selama pekerjaan real yang dikerjakannya adalah mubah. Kalau yang dia kerjakan adalah semisal sopir mengemudi bus karyawan, guru mengajar matematika di sekolah, atau dokter melayani pasien, atau statistisi menghitung jumlah penduduk, atau insinyur meneliti konstruksi jembatan, atau ilmuwan mengembangkan obat-obatan, maka itu pasti mubahnya. Pokoknya kalau pekerjaan itu juga tetap ada dalam daulah khilafah nanti, maka pasti mubah.
Dalilnya adalah: Rasulullah membiarkan beberapa sahabat tetap bekerja pada majikan kafir, semisal Bilal yang bekerja pada Umayyah bin Khalaf, yang merupakan salah seorang pembesar Quraisy.
Apakah itu tidak berarti menolong thoghut?
- tidak. Yang menolong thoghut adalah yang terlibat dalam perbuatan mengharamkan yang wajib atau mewajibkan yang haram, semisal terlibat dalam penghukuman ustadz yang kritis & vokal, atau pemaksaan polwan agar melepas kerudungnya, atau pewajiban petani mengambil kredit ribawi, dsb.
Bukankah ada sumpah untuk setia pada UUD, UU dan pemerintah?
- Selama sumpah itu bersifat global, tidak rinci menunjuk perilaku maksiat apa yang akan dilanggar atau kewajiban syar'i apa yang akan diabaikan, maka sumpah yang kabur itu dapat dikatakan majhul (tidak jelas), dan sumpah yang tidak jelas hakekatnya bukan sumpah. Intinya, seorang PNS memang wajib taat kepada pemerintah yang menjadi majikannya, tetapi ketaatan pada seorang mahluk berhenti ketika itu adalah maksiat kepada al-Khaliq.
- Faktanya: ada banyak orang yang bertugas mendukung tugas-tugas pemerintah, semisal sebagai sopir atau guru, dan para sopir atau guru ini ada yang PNS (yang wajib disumpah) dan non-PNS (yang tidak pernah disumpah). Sekarang, adakah realitas pekerjaan keduanya yang berbeda? Kalau ternyata tidak ada bedanya, maka hakekatnya sumpah tersebut adanya sama dengan tidak adanya, dan mereka yang disumpah itu hanya karena dipaksa oleh sebuah aturan formalitas. Sumpah yang dilakukan karena paksaan, hakekatnya juga tidak ada.

Fahmi Amhar

Sejarah, Esensi dan Kepentingannya

"Sesungguhnya pada kisah kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi mereka yang mempunyai akal. Alquran itu bukanlah cerita yang dibuat-buat, tetapi membenarkan kitab-kitab sebelumnya dan menjelaskan segala sesuatu, dan sebagai petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman ( Yusuf: 111)

Ada sejenis kemiskinan yang sangat mengerikan bagi suatu bangsa. Bukan kemiskinan yang seperti dipahami oleh umat manusia saat ini, tetapi kemiskinan yang menjadi pangkal kehinaan di dunia dan diakhirat. Kemiskinan ini akan membuat suatu bangsa terkubur dalam penderitaan dan penguasaan bangsa lain selama-lamanya.

Biasanya, suatu bangsa bisa dikatakan miskin karena sumber daya mereka tidak menghasilkan devisa yanh cukup, atau miskin karena dibodohi bangsa lain. Tetapi Alquran menyebutkan yang lebih dari itu. Ada suatu kemiskinan yang lebih parah pada umat manusia. Itulah kemiskinan  iman kepada Allah dan RasulNya,kemiskinan penghayatan terhadap sejarah Muhamad SWA yang cermelang

Penderitaan umat islam saat ini di dunia, karena umat sendiri sudah menjauh dari islam dan juga umat tidak punya sejarah atau tidak punya kebanggaan masa lalu. Sehingga umat tidak memiliki motivasi untuk bangkit  memperbaiki nasibnya. Akhirnya jiwa budak dan peran pelengkap penderita akan tetap membelenggu umat islam.

Padahal umat islam yang kita cintai ini, memiliki sejarah dan peradaban masa lampau yang sangat agung. Terutama dalam perjalanan sirah nabi yang penuh hikmah dan barakah.

Lalu pertanyaannya kenapa saat ini umat islam bisa lupa dengan sejarah kejayaan para pendahulunya? Pertanyaan ini mungkin akan lebih dapat dimengerti jika kita lihat bahwa saat ini umat tercekoki paham nasionalisme atau paham kebangsaan. Paham nasionalisme membuat umat dihantui oleh split personality, pecah kepribadian. Disatu sisi ia adalah umat islam. Disisi lain umat dicekoki dengan tsaqafah tsaqafah barat. Pelajaran sejarah warisan penjajah memaksa mereka agar bangga dengan sejarah nenek moyang negerinya. Umat islam disekat-sekat oleh nasionalisme dan umat diwajibkan menanggung beban masa lalu bangsanya sendiri. Sedangkan kebanggan historisnya itu sering kali tidak lebih dari sebuah masa lampau yang kelam. Sejarah jahiliah yang sebenarnya tidak patut dibanggakan.

Misalnya umat islam di Indonesia harus memikul beban historis Sriwijaya dan Majapahit yang sama tiraninya. Padahal negeri ini jelas diselamatkan, dibangkitkan dan diperjuangkan oleh islam dan kaum muslimin. umat islam di Mesir harus menanggung kebanggaan sebagai bangsa turunan Firaun. Umat Islam di Irak dengan Nebukad Nezar atau Hamurabbi yang dibangun dengan darah keringat dan tulang nelulang rakyatnya. Sejarah Islam yang gemilangnya dikesampingkan  dan generasi mudanya dicekoki dengan sejarah tirani yang telah tumbang. Para penjajah telah membuat umat islam jauh dari sejarah mereka yang agung sekaligus berhasil menanamkan semangat kebanggaan jahiliyah.

Maka wajar jika saat ini kita menemukan keterpurukan pada umat ini. Karena umat lemah dibidang sejarahnya sendiri. Tidak sekedar lapisan awamnya yang kini bisa dikatalan buta sejarah tapi para pengambil keputusan, ulama, dai dan tokoh nya pun bila pu  seandainya mereka memahami sejarah. Namun pemahaman itu sendiri minus penghayatan.

jika kita lihat, Alquran berisi banyak kisah dan sejarah. Maka pemahaman dan penghayatan sejarah masa lampau adalah sebuah kemestian  bagi pembangunan suatu umat. Kita  renungi kembali kisa Nabi Musa ketika diutus kepada Bani israil yang sangat lemah mentalnya dan rusak kepribadiannya, Allah membekalinya dengan suatu perintah

"Dan ingatlah ketika Musa berkata kepada kaumnya, ' Hai kaumku, ingatlah nikmat Allah atasmu ketika Dia mengangkat nabi nabi diantara mu dan dijadikanNya kamu prang prang yang merdeka dan diberikanNya kepada mu apa yang bel pernah dinerikanNya kepada seorang pun diantara umat-umat yang lain" ( AlMaidah :20)

Pesan yang dibawa Nabi Musa ini jauh berbeda dengan keadaan Bani Israil saat itu. Bani Israil telah melupakan sejarah bangsanya. Merasa diri mereka sebagai  bangsa budak yang selalu terbelenggu dan lupa terhadap keistimewaan mereka yang tidak terdapat pada bangsa bangsa lain. Bahkan kemauan sebagai modal untuk bangkit pun tidak ada sudah sirna. Dengan modal penggalian sejarah inilah Nabi Musa hendak mengangkat harkat derajat bani Israil.

Begitupun dengan kaum muslimin memiliki sejarah gemilang dan keistimewaan keistimewaan yang tidak dimiliki bangsa lain. Apalagi kita merupakan umat pilihan dan umat risalah akhir zaman.

Maka menyadari bahwa nenek moyang kita yaitu Rasulullah saw dan para sahabatnya merupakan umat yang besar adalah kekayaan kita.  Mengkaji dan menghayati setiap langkah gerakan generasi sahabat merupakan aset kebangkitan umat islam. Membuka kembali lembaran lembaran jihad dan perjuangan umat islam yang tiada ternilai harganya.

Alquran sendiri dipenuhi dengan kisah kisah yang penafsirannya dilakukan untuk membangkitkan ruhul jihad para sahabatnya dan juga sebagai dukungan yang memperkuat pribadi RasulNya.

"Dan semua kisah dari rasul rasul Kami ceritakan kepadamu, ialah kisah kisah yang dengannya kami teguhkan hatimu. Dan dalam surat ini telah datang kepada mu kebenaran serta pengajaran dan peringatan  bagi orang orang yang beriman " ( Hud: 120)


Maka bagi para pengemban dakwah memahami dan menghayati sejarah sangat penting. Karena dengan menghayatinya Allah akan memberi kita keteguhan hati untuk tetap istiqomah dijalanNya.


Senin, 29 Juni 2015

Ilmu Fotografi

Mau ngeshare ilmu Fotografi dari mba @citraayufurry smile emotikon
sebelum praktek langsung sama gurunya, alangkah baiknya baca tulisan gurunya dulu smile emotikon

1. Banyak fotografer yg seringkali "lupa" utk memikirkan cerita apa yg sbnrnya ingin mereka sampaikan dr foto yg mereka ambil ‪#‎FotoBercerita‬
2.Mereka terlalu sibuk mengabadikan setiap detik moment yg berubah cepat dan lupa untuk BERPIKIR #FotoBercerita
3.Itu kenapa foto yg dihasilkan begitu banyak tapi tidak cukup kuat untuk bercerita. bahkan tdk cukup menarik utk dipandang #FotoBercerita
4.Penting bagi seorang fotografer untuk memulai proses fotonya dengan memikirkan "TUJUAN" #FotoBercerita
5.Kita mesti sadar, setiap foto yang kita hasilkan harus punya "TUJUAN" #FotoBercerita
6.Fotonyg berantakan biasanya krn yg motret ga punya tujuan jelas. "ya yg penting ada fotonya" gitu katanya #FotoBercerita
7.Pernah denger kan pepatah yg bilang "A picture is worth more than 10.000 words". ‪#‎FotoBerbicara‬
8.Kalau itu benar, harusnya kita sadar tanggungjawab kita utk bercerita lbh dr 10rb kata sblm kita memencet shutter kamera #FotoBercerita
9.Oke, siapa nih yg dlm waktu dekat mau motret sebuah acara? atau apa pun itu.. tentukan dulu tujuannya yaa.. #FotoBercerita
10.udah nentuin tujuannya apa? oke, good! smile emotikon Tapi udan punya tujuan aja ga cukup.. he he #FotoBercerita
11.bagus udh memikirkn tujuan foto sblm motret. Tp punya tujuan aja ga cukup. tujuan perlu di breakdown *sama tuh kayak prinsip mimpi besar
12.punya mimpi besar ga serta merta mmbuat kita *cling* terwujud mimpinya kan? Sama kayak foto, tujuan perlu dibarengi "langkah2 mewujudkn"
13.sblm ngomongin langkah2.. penting utk kita terbiasa men-translate tujuan kita menjadi bahasa visual #fotoberbicara
15.misalnya, tujuan foto kita mau menunjukkan acara yg mnyampaikan kampanye trtentu, trjemahkan dlm bhs visual >> foto spanduk yg jelas ...
16.spanduk ga blh kelipet. klo kampanyenya target dunia, berarti foto spanduk brbhs inggris, ada simbol penyelenggara & simbol tempat
17.klo tujuannya antusiasme terjemahkan ke bhs visual >> moment teriakan, ekspresi wajah yg sesuai, bendera yg berkibar, simbol2 acara dll
18.jgn sampe, iya sih motret org yg berteriak semangat..eh sblhnya yg main HP/tidur kefoto juga.. hihihi.. #fotoberbicara
19.motret bendera berkibar vs kuyup itu beda lho kesannya.. coba deh.. pasti gambar iringan bendera berkibar lbh menggetarkn drpd yg jth
20. klo mau menunjukkan acara termegah se-indonesia maka terjemaan visualnya bisa dgn tampilan view luas (klo bisa wide)+atraksi yg Wow ...\
21.atraksi yg Wow itu bisa divisualkan dg panggung yang sedemikian besar dan megah, bendera super besar, atraksi yg melibatkan banyak org
22.Penterjemahan tujuan ke bhs visual itu perlu mikir.. makanya proses menghasilkan foto hebat itu ga hanya di hari H motret #FotoBerbicara
23.secara kasat mata, tugas fotografer itu terlihat hanya datang-motret-pulang. pdhl proses persiapannya jauh lbh panjang dr waktu motret:D
24.Ayo.. mulai mengeksplor pemikiran kita ttg bentuk2 visual sperti apa yg akan membunyikan foto kita smile emotikon #FotoBerbicara
25.Selain itu, tentu pengetahuan dasar fotografi juga akan sangat mendukung foto kita bisa jd #FotoBercerita
26.saya akan share sebagian ‪#‎dasarfotografi‬ :1. Miliki Point of Interest. yg ingin dijadikan fokus utama #FotoBerbicara
27.aplikasiin Rule of Third (blm tau? googling yaa.. he he). biasakan ketika motret org bukan objek ditengah.. agak pinggir...
28.biasakan mata objek diposisi 1/3 atas frame foto. klo suka merhatiin sudut pengambilan gambar film pasti gampang ngerti #fotoberbicara
29.jaga garis horizon (garis yg seolah2 memisahkn bumi&langit) artinya jaga utk tegak lurus. bkn dimiring2in tnpa tujuan #FotoBerbicara
30.Perhatikan background. usahakn utk dapet background yg ga acak2an. 5. Coba berbagai angles. jgn males gerak&nekuk lutut #FotoBerbicara
31.frame the subject. coba aplikasiin bingkai alami ke subjek fotomu.. itu akan membantu fokus pndgn org ke subyek utama #FotoBerbicara
32.Waktu yg TEPAT. Jgn motret asal banyak org, perhatikn ekspresinya. jgn motret asal banyak bendera, perhatikn kibarannya #Fotoberbicara
33.Keep Simple. sekalipun motret org banyak, ttp jaga utk sesederhana mungkin. jgn pabalatak. cari kumpulan yg warna bajunya kompak missal
34.Masukkan SIMBOL. simbol acara, simbol yg menyelengarakan acara.. dan simbol tempat.. PENTING untuk membuat #FotoBerbicara
35.Foto acara dg org sebanyak apapun.. tidak cukup menjadi #FotoBercerita jika hanya memperlihatkan banyaknya kepala.. tampilkan Simbol!
36.ngomongin simbol, ini juga nyambung dg knp harus motret bendera yg berkibar saja. krn kalau dia ga berkibar ga jelas simbolnya.. wink emotikon
37.Whow..ga bakal beres2 nih klo diterusin.. hihi..Ok, dicukupin dulu ya cerita2 ttg #FotoBerbicara nya. Sila klo ada yg mau share/nanya smile emotikon

Jumat, 19 Juni 2015

SEPUTAR FIDYAH DAN STANDARNYA

SEPUTAR FIDYAH DAN STANDARNYA
Oleh: KH Hafidz Abdurrahman
Soal:
1- Ada yang mengatakan, bahwa pembayaran fidyah bagi wanita yang hamil dan menyusui dan tidak sanggup berpuasa tidak ada dalilnya?
2- Berapa besaran fidyah yang paling kuat, karena ada perbedan antara mazhab Maliki dan Syafii, dengan Hanafi dan Hanbali?
Jawab:
Mengenai pertanyaan pertama, tentang tidak adanya dalil dalam pembayaran fidyah bagi wanita hamil dan menyusui yang tidak sanggup berpuasa, maka jawabannya sebagai berikut:
1- Pendapat yang mengatakan, bahwa wanita hamil dan menyusui yang tidak sanggup berpuasa, baik karena fisiknya lemah atau karena advise dokter, harus mengganti puasanya, apakah dengan mengqadha’ puasa yang ditinggalkan di hari lain, tanpa membayar fidyah sebagaimana pendapat Jumhur, atau membayar fidyah saja tanpa harus mengqadha’ di hari lain, sebagaimana pendapat Ibn ‘Abbas, Ibn ‘Umar dan atau mengqadha’ dan membayar fidyah, sebagaimana pendapat Imam Syafii dan Ahmad, semuanya ini merupakan hukum syara’ bagi masing-masing Mujtahid.
2- Setiap hukum syara’ yang dihasilkan Mujtahid, baik di kalangan sahabat maupun yang lain, pasti didasarkan pada dalil. Karena itu, kalau ada yang mengatakan, bahwa pandangan tentang pembayaran fidyah bagi wanita hamil dan menyusui yang tidak sanggup berpuasa itu tidak ada dalilnya jelas keliru.
3- Mengenai dalil masing-masing, bisa dirunut sebagai berikut:
Pendapat pertama, yaitu pendapat Jumhur. Dasarnya adalah keumuman nash al-Qur’an yang mengatakan:
أَيَّامًا مَعْدُودَاتٍ فَمَنْ كَانَ مِنْكُمْ مَرِيضًا أَوْ عَلَى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ [البقرة: 184]
“Pada hari-hari tertentu. Siapa saja di antara kalian yang sakit, atau bepergian, maka dia harus mengganti pada hari lain.” [Q.s. al-Baqarah: 184]
Menurut mereka, wanita hamil dan menyusui itu statusnya sama dengan orang sakit, sebagaimana yang disebutkan dalam ayat di atas, yang masih ada harapan sembuh, sehingga wajib mengqadha’ puasanya sebanyak hari yang ditinggalkan.
Pendapat kedua, pendapat Ibn ‘Abbas dan Ibn ‘Umar. Dasarnya, firman Allah SWT:
وَعَلَى الَّذِيْنَ يُطِيْقُوْنَهُ فِدْيَةُ طَعَامِ مِسْكِيْن [البقرة: 184]
“Bagi orang-orang yang tidak sanggup berpuasa, maka dia harus membayar fidyah dengan memberi makan orang miskin.” [Q.s. al-Baqarah: 184]
Keduanya [wanita hamil dan menyusui], menurut Ibn ‘Abbas dan Ibn ‘Umar, termasuk di dalam katagori orang yang tidak sanggup berpuasa. Karena itu, keduanya tidak wajib mengqadha’, dan hanya wajib membayar fidyah saja [Hr. Abu Dawud].
Pendapat ketiga, adalah pendapat Imam Syafii dan Ahmad. Pendapat yang terakhir ini lebih hati-hati, dan menggabungkan dua pendapat sebelumnya. Dalilnya juga sama, yaitu ayat-ayat yang menjadi dalil kedua pendapat di atas.
4- Sebagai catatan, memang tidak semua nash yang dijadikan dalil oleh para fuqaha’ itu harus menyatakan, misalnya al-hamil wa al-murdhi’ [wanita yang hamil dan menyusui]. Meski, nash yang menyatakan lafadz seperti ini juga adalah dalam hadits riwayat an-Nasa’i dan at-Tirmidzi, yang dinyatakan hasan oleh at-Tirmidzi. Sekalipun dalam hadits tersebut maknnya juga masih umum. Karena, nashnya hanya menyatakan:
إن الله وضع عن المسافر شطر الصلاة وعن الحامل والمرضع الصوم - أو - الصيام [رواه النسائي والترمذي]
“Sesungguhnya Allah telah menggugurkan dari orang yang bepergian separo dari shalatnya, dan dari orang yang hamil dan menyusui [kewajiban] berpuasa.” [Hr. an-Nasa’i dan at-Tirmidzi]
5- Jadi, kesimpulannya, bahwa pendapat fuqaha’ tentang pembayaran fidyah bagi wanita hamil dan menyusui yang tidak sanggup berpuasa jelas ada dalilnya. Karena itu, pendapat yang mengatakan, bahwa pendapat ini tidak ada dalilnya jelas keliru, dan seolah menuduh sahabat Ibn ‘Abbas dan Ibn ‘Umar ngawur. Na’udzubillah.
Mengenai pertanyaan kedua, tentang standar fidyah yang berbeda, antara mazhab Maliki dan Syafii di satu sisi yang menyatakan, bahwa fidyah yang wajib dibayar tiap hari adalah 1 Mud, sedangkan mazhab Hanafi menyatakan 1 Sha’, kecuali gandum yang hanya dibayar ½ Sha’, dan mazhab Hanbali yang menyatakan ½ Sha’, kecuali gandum yang harus dibayar 1 Mud, ini juga merupakan hukum syara’ bagi masing-masing. Untuk menjelaskan hal ini, jawabannya sebagai berikut:
1- Secara umum, perbedaan tersebut dikembalikan kepada perhitungan masing-masing Mujtahid dalam memahami nash, fidyatu tha’ami miskin [membayar fidyah dengan memberi makan satu orang miskin], dalam Q.s. al-Baqarah: 184. Nash ini tidak memberi batasan, berapa besarnya. Karena tidak diberi batasan berapa besarnya, maka besarnya dikembalikan kepada standar masyarakat setempat. Dari sinilah, perbedaan tersebut kemudian muncul.
2- Mengenai 1 Mud itu sendiri, jika dikonversi ke dalam timbangan gram, sama dengan 544 gram. Sedangkan 1 Sha’ sama dengan 4 Mud, atau 2,176 gram [baca: 2,1 kg], dan ½ Sha’ sama dengan 1,008 gram [1,0 kg].
3- Lalu, mana di antara kedua pendapat tersebut yang paling kuat? Menurut Thawus, Ibn Jubair, al-Auza’i, an-Nawawi dan yang lain, yang paling mendekati kebenaran adalah pendapat Imam Malik dan Imam Syafii. Berarti, setiap hari yang ditinggalkan, wajib dibayar 1 Mud.
4- Hanya saja, waktu pembayarannya tidak boleh dilakukan di awal Ramadhan, tetapi setelahnya. Karena statusnya mengganti. Mengganti tidak boleh mendahului hukum asal kewajibannya, kecuali setelah kewajiban tersebut berlalu.
Wallahu a’lam.