Aku jenuh, kata ku
Ternyata, hal hal yang aku inginkan dulu, tak selalu indah dijalani. Ingat sekali, ketika ku dulu memohon dengan sangat. Saat aku terpuruk, lelah, menderita karna cinta yang kurasakan tak bisa berlabuh. Hanya rasa suka seorang diri membuncah di dada seperti ingin meledak.
Tentu saja, aku menulis ini bukan karna ingin jatuh cinta lagi pada mereka yang ada di masa lalu, aku hanya rindu rasanya. Rindu saat aku memohon dengan sangat padaNya. Menangis tersedu, karna hati ini merindukan salah satu manusia ciptaanya.
Tetiba, saat aku itu juga aku membaca
"Berapa bodohnya manusia, dia menghancurkan masa kini sambil mengkhawatirkan masa depan, tapi menangis di masa depab dengan mengingat masa lalunya"Ali bin Abi Thalib
Ah, aku ternyata si manusia bodoh itu
Iya aku si manusia bodoh itu, yang selalu ingin seperti masa lalu, karna hanya aku selalu merasa kesepian. Tapi ternyata setelah kunaca tulisan ku dulu. Sesibuk apapun yang kurasa memang rasa sepi.
Nyatanya jalan kehidupan ku ini tak pernah lepas dipeluk sepi. Bukan, bukan karna aku tinggal sendiri. Jelas aku punya suami dan empat anak, yang rumah ini tak pernah tak bising. Sepi itu ada di hati ku terdalam, tak pernah terpengaruh dengan lingkungan, ia tetap setia memeluk ku.
Lalu setelah aku tahu sepi itu memang selalu ada? Apa yang akan aku minta.
Aku hanya meminta semoga Aku bisa lebih baik dari kemarin. Semoga aku tak pernah mengeluh, sekoga aku berlapang menerima anak anak ku
Tidak ada komentar:
Posting Komentar