Selasa, 11 Agustus 2015

Pencari Ilmu Pencari Tuhan

Dr. Fahmi Amhar
Hari-hari ini tahun ajaran baru di sekolah-sekolah dimulai. Anak-anak kecil yang baru masuk sekolah masih antusias dengan lingkungan dan teman-teman baru.  Anak-anak yang lebih besar tampak kurang bersemangat.  Liburan yang menyenangkan telah lewat.  Kini rutinitas yang menjemukan telah dimulai lagi.
Menjemukan?  Ya, di negeri ada ribuan sekolah dan jutaan siswa.  Mereka menghabiskan banyak waktu, tenaga dan biaya.  Mereka melakukan banyak hal, kecuali belajar.  Mereka mendapatkan banyak hal, kecuali ilmu!
Ironis.  Tapi itulah kenyataannya.  Salah satu penyebab murid tak bersemangat adalah guru yang tak termotivasi.  Dan salah satu penyebab guru tak termotivasi adalah pemerintah yang tidak memiliki visi.  Bagi pemerintah, pendidikan adalah urusan kesejahteraan rakyat yang menghabiskan uang, bukan urusan perekonomian yang mendatangkan uang.  Pendidikan tidak pernah dipandang sebagai suatu investasi.  Kalaupun ada pendidikan yang dianggap investasi, itu hanyalah program studi tertentu saja yang nanti alumninya akan menjadi profesional yang dapat menangguk penghasilan tinggi.  Jadi kalau swasta dilibatkan, mereka hanya tertarik membuka sekolah yang prospektif secara bisnis.  Maka sekolah swasta juga hanya tertarik menjaring siswa yang kaya atau yang cerdas.  Mereka yang kaya meski kurang cerdas, atau miskin namun cerdas, akan mendapatkan solusi pendidikannya.  Yang kaya bisa membayar.  Yang miskin namun cerdas bisa mendapatkan beasiswa atau pinjaman.  Pemberi beasiswa atau pinjaman yakin itu investasi.
Namun siapa yang akan memikirkan mereka yang kurang cerdas dan juga miskin?  Karena miskin mereka kurang gizi, akibatnya kurang tenaga untuk belajar, jadinya kurang cerdas, sehingga tidak punya banyak pilihan dalam mencari nafkah, sehingga penghasilannya rendah, miskin.  Harus ada yang memutus lingkaran setan ini!
Negaralah yang harus memutusnya.  Negara dengan pemimpin pemerintahan yang memiliki visi.  Inilah yang terjadi dengan Daulah Islam sejak berdirinya.
“Setiap muslim, laki-laki maupun perempuan, hukumnya fardhu mencari ilmu” kata Rasulullah.  Mencari ilmu dimasukkan dalam ibadah.  “Kejarlah ilmu sampai ke liang lahat” – jadi mencari ilmu tidak berakhir dengan tercapainya gelar S3.  Rasulullah juga menekankan, “Barang siapa mencari ilmu, dia sedang mencari Tuhan”, “Mempelajari ilmu bernilai seperti puasa, mengajarkan ilmu bernilai seperti shalat, barangsiapa mati dalam perjalanan mencari ilmu, dia seperti mati syahid dalam jihad fi sabilillah”.  Pencarian ilmu akan memperdalam pengenalan seorang muslim pada Rabbnya.  Semua ilmu berasal dari Allah dan ditujukan kepada Allah.  “Kejarlah ilmu, dari sumber manapun!”, “Terimalah ilmu, sekalipun dari lisan seorang musyrik”.
Motivasi inilah yang menyebabkan bangsa Arab tiba-tiba menjadi “ilmu-mania” nomor satu di dunia.
Ketika Barat terjebak dalam kurungan kegelapan, dan menganggap kebenaran hanya ada di kitab suci, sedang pendapat para ilmuwan yang ada saat itu sebagai sumber kesesatan, kaum muslimin justru melihat bahwa Al-Quran adalah pedoman hidup, sedang ilmu-ilmu kehidupan seperti sains dan teknologi, adalah sesuatu yang wajib dipelajari dari mana saja, sekalipun sampai ke Cina.
Maka, tak sampai seabad setelah Islam memulai futuhat dan Quran selesai diwahyukan, ilmu pengetahuan mekar seperti lautan bunga musim semi setelah musim dingin.
Dan apa yang terjadi saat suatu futuhat (penaklukan) suatu negeri terjadi?  Bukan penyerahan senjata, kunci pertambangan penting atau harta benda berharga yang menjadi syarat perjanjian perdamaian, namun seperti Khalifah Harun ar-Rasyid ketika menaklukkan Amuria dan Ankara: penyerahan buku-buku manuskrip Yunani kuno!  Buku-buku yang sebenarnya telah ratusan tahun terabaikan dan dilupakan oleh dunia Kristen.
Buku-buku itu tidak kemudian dikonservasi dan disimpan di museum, namun dihidupkan kembali untuk dibawa ke era modern.  Caranya?  Diterjemahkan!
Buku-buku itu tidak diterjemahkan ke bahasa yang hanya dikuasai segelintir kaum elit, seperti halnya bahasa Latin di Eropa; namun diterjemahkan ke bahasa yang pasti akan hidup hingga akhir zaman, yaitu bahasa Qur’an: bahasa Arab!  Setiap muslim wajib mempelajari Qur’an, jadi setiap muslim wajib dapat membaca dan mengerti tulisan Arab.  Maka dengan menerjemahkan semua buku-buku ilmu ke dalam bahasa Arab, itu berarti membuka akses ilmu bagi semua orang.
Kesuksesan pekerjaan penerjemahan tidak sedikitpun di bawah kesuksesan pekerjaan pengumpulan buku.  Harun ar-Rasyid memerintahkan untuk mendatangkan para pakar segala bahasa ke istananya.  Mereka bekerja di bawah koordinasi Yahya bin Masawih menerjemahkan segala buku ilmiah yang bisa diperoleh dari manapun hingga saat itu.  Untuk memperbanyak tim penerjemahan, Khalifah al-Makmun mendirikan Akademi Penerjemahan.
Begitulah, para ulama Islam dengan penerjemahannya telah menjaga karya-karya ilmiah antik dari kehilangan total.  Tanpa pekerjaan mereka, dunia kita sekarang tidak akan mengenal buku anatomi dari Galens; buku mekanika dan matematika dari Heron, Philo dan Menelaos; buku astronomi dari Ptolomeus; buku geometri dari Euklides; buku tentang irisan kerucut dari Appolonius; buku tentang kesetimbangan di air dari Archimedes dan sebagainya.
Buku-buku itu kemudian disalin ribuan kali oleh para waraqin (yang berfungsi seperti mesin foto copy), kemudian dikirim ke perpustakaan-perpustakaan.  Setiap masjid punya perpustakaan.  Setiap rumah sakit memiliki ruang tunggu yang lengkap dengan perpustakaan.  Dan semua orang dapat membaca atau meminjamnya.  Sebuah kota kecil seperti Najaf di Iraq saja abad 10 M memiliki perpustakaan dengan koleksi 40.000 buku!  Perpustakaan itu menjadi bursa ilmu pengetahuan yang paling mudah, tempat orang dapat bertemu dengan para pakar untuk bertransaksi ilmu.  Dan ilmu – seperti kata Imam Ali – adalah sesuatu yang ketika diberikan tidak berkurang, namun justru bertambah!
Belajar menjadi murah, ketika akses ilmu pengetahuan dibuat mudah oleh negara.  Negara memiliki visi yang dibuktikan dengan tindakan. Negara mempromosikan ilmu sehingga rakyat cinta ilmu, sehingga orang-orang kaya berlomba wakaf fasilitas pembelajaran, sehingga para cerdik pandai mencari ilmu dan mengajarkannya dengan semangat mencari Tuhan.
Maka spiral kegelapan pada mereka yang kurang cerdas dan miskin pun terputus.  Tidak ada orang miskin yang terhalang belajar oleh kemiskinannya.  Dan tidak ada orang yang dianggap kurang cerdas dalam mencari Tuhannya.

HUKUM BEKERJA SEBAGAI PNS DI NEGARA DEMOKRASI


(lebih lugas lagi: Hukum bekerja sebagai PNS di negara kafir harbi sekuler, semisal jadi PNS di Inggris, di Amerika atau di Russia, yang negeri itu hari-hari ini masih terlibat dalam upaya memerangi kaum muslimin).
Hukum dasarnya status PNS adalah mubah, selama pekerjaan real yang dikerjakannya adalah mubah. Kalau yang dia kerjakan adalah semisal sopir mengemudi bus karyawan, guru mengajar matematika di sekolah, atau dokter melayani pasien, atau statistisi menghitung jumlah penduduk, atau insinyur meneliti konstruksi jembatan, atau ilmuwan mengembangkan obat-obatan, maka itu pasti mubahnya. Pokoknya kalau pekerjaan itu juga tetap ada dalam daulah khilafah nanti, maka pasti mubah.
Dalilnya adalah: Rasulullah membiarkan beberapa sahabat tetap bekerja pada majikan kafir, semisal Bilal yang bekerja pada Umayyah bin Khalaf, yang merupakan salah seorang pembesar Quraisy.
Apakah itu tidak berarti menolong thoghut?
- tidak. Yang menolong thoghut adalah yang terlibat dalam perbuatan mengharamkan yang wajib atau mewajibkan yang haram, semisal terlibat dalam penghukuman ustadz yang kritis & vokal, atau pemaksaan polwan agar melepas kerudungnya, atau pewajiban petani mengambil kredit ribawi, dsb.
Bukankah ada sumpah untuk setia pada UUD, UU dan pemerintah?
- Selama sumpah itu bersifat global, tidak rinci menunjuk perilaku maksiat apa yang akan dilanggar atau kewajiban syar'i apa yang akan diabaikan, maka sumpah yang kabur itu dapat dikatakan majhul (tidak jelas), dan sumpah yang tidak jelas hakekatnya bukan sumpah. Intinya, seorang PNS memang wajib taat kepada pemerintah yang menjadi majikannya, tetapi ketaatan pada seorang mahluk berhenti ketika itu adalah maksiat kepada al-Khaliq.
- Faktanya: ada banyak orang yang bertugas mendukung tugas-tugas pemerintah, semisal sebagai sopir atau guru, dan para sopir atau guru ini ada yang PNS (yang wajib disumpah) dan non-PNS (yang tidak pernah disumpah). Sekarang, adakah realitas pekerjaan keduanya yang berbeda? Kalau ternyata tidak ada bedanya, maka hakekatnya sumpah tersebut adanya sama dengan tidak adanya, dan mereka yang disumpah itu hanya karena dipaksa oleh sebuah aturan formalitas. Sumpah yang dilakukan karena paksaan, hakekatnya juga tidak ada.

Fahmi Amhar

Sejarah, Esensi dan Kepentingannya

"Sesungguhnya pada kisah kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi mereka yang mempunyai akal. Alquran itu bukanlah cerita yang dibuat-buat, tetapi membenarkan kitab-kitab sebelumnya dan menjelaskan segala sesuatu, dan sebagai petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman ( Yusuf: 111)

Ada sejenis kemiskinan yang sangat mengerikan bagi suatu bangsa. Bukan kemiskinan yang seperti dipahami oleh umat manusia saat ini, tetapi kemiskinan yang menjadi pangkal kehinaan di dunia dan diakhirat. Kemiskinan ini akan membuat suatu bangsa terkubur dalam penderitaan dan penguasaan bangsa lain selama-lamanya.

Biasanya, suatu bangsa bisa dikatakan miskin karena sumber daya mereka tidak menghasilkan devisa yanh cukup, atau miskin karena dibodohi bangsa lain. Tetapi Alquran menyebutkan yang lebih dari itu. Ada suatu kemiskinan yang lebih parah pada umat manusia. Itulah kemiskinan  iman kepada Allah dan RasulNya,kemiskinan penghayatan terhadap sejarah Muhamad SWA yang cermelang

Penderitaan umat islam saat ini di dunia, karena umat sendiri sudah menjauh dari islam dan juga umat tidak punya sejarah atau tidak punya kebanggaan masa lalu. Sehingga umat tidak memiliki motivasi untuk bangkit  memperbaiki nasibnya. Akhirnya jiwa budak dan peran pelengkap penderita akan tetap membelenggu umat islam.

Padahal umat islam yang kita cintai ini, memiliki sejarah dan peradaban masa lampau yang sangat agung. Terutama dalam perjalanan sirah nabi yang penuh hikmah dan barakah.

Lalu pertanyaannya kenapa saat ini umat islam bisa lupa dengan sejarah kejayaan para pendahulunya? Pertanyaan ini mungkin akan lebih dapat dimengerti jika kita lihat bahwa saat ini umat tercekoki paham nasionalisme atau paham kebangsaan. Paham nasionalisme membuat umat dihantui oleh split personality, pecah kepribadian. Disatu sisi ia adalah umat islam. Disisi lain umat dicekoki dengan tsaqafah tsaqafah barat. Pelajaran sejarah warisan penjajah memaksa mereka agar bangga dengan sejarah nenek moyang negerinya. Umat islam disekat-sekat oleh nasionalisme dan umat diwajibkan menanggung beban masa lalu bangsanya sendiri. Sedangkan kebanggan historisnya itu sering kali tidak lebih dari sebuah masa lampau yang kelam. Sejarah jahiliah yang sebenarnya tidak patut dibanggakan.

Misalnya umat islam di Indonesia harus memikul beban historis Sriwijaya dan Majapahit yang sama tiraninya. Padahal negeri ini jelas diselamatkan, dibangkitkan dan diperjuangkan oleh islam dan kaum muslimin. umat islam di Mesir harus menanggung kebanggaan sebagai bangsa turunan Firaun. Umat Islam di Irak dengan Nebukad Nezar atau Hamurabbi yang dibangun dengan darah keringat dan tulang nelulang rakyatnya. Sejarah Islam yang gemilangnya dikesampingkan  dan generasi mudanya dicekoki dengan sejarah tirani yang telah tumbang. Para penjajah telah membuat umat islam jauh dari sejarah mereka yang agung sekaligus berhasil menanamkan semangat kebanggaan jahiliyah.

Maka wajar jika saat ini kita menemukan keterpurukan pada umat ini. Karena umat lemah dibidang sejarahnya sendiri. Tidak sekedar lapisan awamnya yang kini bisa dikatalan buta sejarah tapi para pengambil keputusan, ulama, dai dan tokoh nya pun bila pu  seandainya mereka memahami sejarah. Namun pemahaman itu sendiri minus penghayatan.

jika kita lihat, Alquran berisi banyak kisah dan sejarah. Maka pemahaman dan penghayatan sejarah masa lampau adalah sebuah kemestian  bagi pembangunan suatu umat. Kita  renungi kembali kisa Nabi Musa ketika diutus kepada Bani israil yang sangat lemah mentalnya dan rusak kepribadiannya, Allah membekalinya dengan suatu perintah

"Dan ingatlah ketika Musa berkata kepada kaumnya, ' Hai kaumku, ingatlah nikmat Allah atasmu ketika Dia mengangkat nabi nabi diantara mu dan dijadikanNya kamu prang prang yang merdeka dan diberikanNya kepada mu apa yang bel pernah dinerikanNya kepada seorang pun diantara umat-umat yang lain" ( AlMaidah :20)

Pesan yang dibawa Nabi Musa ini jauh berbeda dengan keadaan Bani Israil saat itu. Bani Israil telah melupakan sejarah bangsanya. Merasa diri mereka sebagai  bangsa budak yang selalu terbelenggu dan lupa terhadap keistimewaan mereka yang tidak terdapat pada bangsa bangsa lain. Bahkan kemauan sebagai modal untuk bangkit pun tidak ada sudah sirna. Dengan modal penggalian sejarah inilah Nabi Musa hendak mengangkat harkat derajat bani Israil.

Begitupun dengan kaum muslimin memiliki sejarah gemilang dan keistimewaan keistimewaan yang tidak dimiliki bangsa lain. Apalagi kita merupakan umat pilihan dan umat risalah akhir zaman.

Maka menyadari bahwa nenek moyang kita yaitu Rasulullah saw dan para sahabatnya merupakan umat yang besar adalah kekayaan kita.  Mengkaji dan menghayati setiap langkah gerakan generasi sahabat merupakan aset kebangkitan umat islam. Membuka kembali lembaran lembaran jihad dan perjuangan umat islam yang tiada ternilai harganya.

Alquran sendiri dipenuhi dengan kisah kisah yang penafsirannya dilakukan untuk membangkitkan ruhul jihad para sahabatnya dan juga sebagai dukungan yang memperkuat pribadi RasulNya.

"Dan semua kisah dari rasul rasul Kami ceritakan kepadamu, ialah kisah kisah yang dengannya kami teguhkan hatimu. Dan dalam surat ini telah datang kepada mu kebenaran serta pengajaran dan peringatan  bagi orang orang yang beriman " ( Hud: 120)


Maka bagi para pengemban dakwah memahami dan menghayati sejarah sangat penting. Karena dengan menghayatinya Allah akan memberi kita keteguhan hati untuk tetap istiqomah dijalanNya.


Senin, 29 Juni 2015

Ilmu Fotografi

Mau ngeshare ilmu Fotografi dari mba @citraayufurry smile emotikon
sebelum praktek langsung sama gurunya, alangkah baiknya baca tulisan gurunya dulu smile emotikon

1. Banyak fotografer yg seringkali "lupa" utk memikirkan cerita apa yg sbnrnya ingin mereka sampaikan dr foto yg mereka ambil ‪#‎FotoBercerita‬
2.Mereka terlalu sibuk mengabadikan setiap detik moment yg berubah cepat dan lupa untuk BERPIKIR #FotoBercerita
3.Itu kenapa foto yg dihasilkan begitu banyak tapi tidak cukup kuat untuk bercerita. bahkan tdk cukup menarik utk dipandang #FotoBercerita
4.Penting bagi seorang fotografer untuk memulai proses fotonya dengan memikirkan "TUJUAN" #FotoBercerita
5.Kita mesti sadar, setiap foto yang kita hasilkan harus punya "TUJUAN" #FotoBercerita
6.Fotonyg berantakan biasanya krn yg motret ga punya tujuan jelas. "ya yg penting ada fotonya" gitu katanya #FotoBercerita
7.Pernah denger kan pepatah yg bilang "A picture is worth more than 10.000 words". ‪#‎FotoBerbicara‬
8.Kalau itu benar, harusnya kita sadar tanggungjawab kita utk bercerita lbh dr 10rb kata sblm kita memencet shutter kamera #FotoBercerita
9.Oke, siapa nih yg dlm waktu dekat mau motret sebuah acara? atau apa pun itu.. tentukan dulu tujuannya yaa.. #FotoBercerita
10.udah nentuin tujuannya apa? oke, good! smile emotikon Tapi udan punya tujuan aja ga cukup.. he he #FotoBercerita
11.bagus udh memikirkn tujuan foto sblm motret. Tp punya tujuan aja ga cukup. tujuan perlu di breakdown *sama tuh kayak prinsip mimpi besar
12.punya mimpi besar ga serta merta mmbuat kita *cling* terwujud mimpinya kan? Sama kayak foto, tujuan perlu dibarengi "langkah2 mewujudkn"
13.sblm ngomongin langkah2.. penting utk kita terbiasa men-translate tujuan kita menjadi bahasa visual #fotoberbicara
15.misalnya, tujuan foto kita mau menunjukkan acara yg mnyampaikan kampanye trtentu, trjemahkan dlm bhs visual >> foto spanduk yg jelas ...
16.spanduk ga blh kelipet. klo kampanyenya target dunia, berarti foto spanduk brbhs inggris, ada simbol penyelenggara & simbol tempat
17.klo tujuannya antusiasme terjemahkan ke bhs visual >> moment teriakan, ekspresi wajah yg sesuai, bendera yg berkibar, simbol2 acara dll
18.jgn sampe, iya sih motret org yg berteriak semangat..eh sblhnya yg main HP/tidur kefoto juga.. hihihi.. #fotoberbicara
19.motret bendera berkibar vs kuyup itu beda lho kesannya.. coba deh.. pasti gambar iringan bendera berkibar lbh menggetarkn drpd yg jth
20. klo mau menunjukkan acara termegah se-indonesia maka terjemaan visualnya bisa dgn tampilan view luas (klo bisa wide)+atraksi yg Wow ...\
21.atraksi yg Wow itu bisa divisualkan dg panggung yang sedemikian besar dan megah, bendera super besar, atraksi yg melibatkan banyak org
22.Penterjemahan tujuan ke bhs visual itu perlu mikir.. makanya proses menghasilkan foto hebat itu ga hanya di hari H motret #FotoBerbicara
23.secara kasat mata, tugas fotografer itu terlihat hanya datang-motret-pulang. pdhl proses persiapannya jauh lbh panjang dr waktu motret:D
24.Ayo.. mulai mengeksplor pemikiran kita ttg bentuk2 visual sperti apa yg akan membunyikan foto kita smile emotikon #FotoBerbicara
25.Selain itu, tentu pengetahuan dasar fotografi juga akan sangat mendukung foto kita bisa jd #FotoBercerita
26.saya akan share sebagian ‪#‎dasarfotografi‬ :1. Miliki Point of Interest. yg ingin dijadikan fokus utama #FotoBerbicara
27.aplikasiin Rule of Third (blm tau? googling yaa.. he he). biasakan ketika motret org bukan objek ditengah.. agak pinggir...
28.biasakan mata objek diposisi 1/3 atas frame foto. klo suka merhatiin sudut pengambilan gambar film pasti gampang ngerti #fotoberbicara
29.jaga garis horizon (garis yg seolah2 memisahkn bumi&langit) artinya jaga utk tegak lurus. bkn dimiring2in tnpa tujuan #FotoBerbicara
30.Perhatikan background. usahakn utk dapet background yg ga acak2an. 5. Coba berbagai angles. jgn males gerak&nekuk lutut #FotoBerbicara
31.frame the subject. coba aplikasiin bingkai alami ke subjek fotomu.. itu akan membantu fokus pndgn org ke subyek utama #FotoBerbicara
32.Waktu yg TEPAT. Jgn motret asal banyak org, perhatikn ekspresinya. jgn motret asal banyak bendera, perhatikn kibarannya #Fotoberbicara
33.Keep Simple. sekalipun motret org banyak, ttp jaga utk sesederhana mungkin. jgn pabalatak. cari kumpulan yg warna bajunya kompak missal
34.Masukkan SIMBOL. simbol acara, simbol yg menyelengarakan acara.. dan simbol tempat.. PENTING untuk membuat #FotoBerbicara
35.Foto acara dg org sebanyak apapun.. tidak cukup menjadi #FotoBercerita jika hanya memperlihatkan banyaknya kepala.. tampilkan Simbol!
36.ngomongin simbol, ini juga nyambung dg knp harus motret bendera yg berkibar saja. krn kalau dia ga berkibar ga jelas simbolnya.. wink emotikon
37.Whow..ga bakal beres2 nih klo diterusin.. hihi..Ok, dicukupin dulu ya cerita2 ttg #FotoBerbicara nya. Sila klo ada yg mau share/nanya smile emotikon

Jumat, 19 Juni 2015

SEPUTAR FIDYAH DAN STANDARNYA

SEPUTAR FIDYAH DAN STANDARNYA
Oleh: KH Hafidz Abdurrahman
Soal:
1- Ada yang mengatakan, bahwa pembayaran fidyah bagi wanita yang hamil dan menyusui dan tidak sanggup berpuasa tidak ada dalilnya?
2- Berapa besaran fidyah yang paling kuat, karena ada perbedan antara mazhab Maliki dan Syafii, dengan Hanafi dan Hanbali?
Jawab:
Mengenai pertanyaan pertama, tentang tidak adanya dalil dalam pembayaran fidyah bagi wanita hamil dan menyusui yang tidak sanggup berpuasa, maka jawabannya sebagai berikut:
1- Pendapat yang mengatakan, bahwa wanita hamil dan menyusui yang tidak sanggup berpuasa, baik karena fisiknya lemah atau karena advise dokter, harus mengganti puasanya, apakah dengan mengqadha’ puasa yang ditinggalkan di hari lain, tanpa membayar fidyah sebagaimana pendapat Jumhur, atau membayar fidyah saja tanpa harus mengqadha’ di hari lain, sebagaimana pendapat Ibn ‘Abbas, Ibn ‘Umar dan atau mengqadha’ dan membayar fidyah, sebagaimana pendapat Imam Syafii dan Ahmad, semuanya ini merupakan hukum syara’ bagi masing-masing Mujtahid.
2- Setiap hukum syara’ yang dihasilkan Mujtahid, baik di kalangan sahabat maupun yang lain, pasti didasarkan pada dalil. Karena itu, kalau ada yang mengatakan, bahwa pandangan tentang pembayaran fidyah bagi wanita hamil dan menyusui yang tidak sanggup berpuasa itu tidak ada dalilnya jelas keliru.
3- Mengenai dalil masing-masing, bisa dirunut sebagai berikut:
Pendapat pertama, yaitu pendapat Jumhur. Dasarnya adalah keumuman nash al-Qur’an yang mengatakan:
أَيَّامًا مَعْدُودَاتٍ فَمَنْ كَانَ مِنْكُمْ مَرِيضًا أَوْ عَلَى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ [البقرة: 184]
“Pada hari-hari tertentu. Siapa saja di antara kalian yang sakit, atau bepergian, maka dia harus mengganti pada hari lain.” [Q.s. al-Baqarah: 184]
Menurut mereka, wanita hamil dan menyusui itu statusnya sama dengan orang sakit, sebagaimana yang disebutkan dalam ayat di atas, yang masih ada harapan sembuh, sehingga wajib mengqadha’ puasanya sebanyak hari yang ditinggalkan.
Pendapat kedua, pendapat Ibn ‘Abbas dan Ibn ‘Umar. Dasarnya, firman Allah SWT:
وَعَلَى الَّذِيْنَ يُطِيْقُوْنَهُ فِدْيَةُ طَعَامِ مِسْكِيْن [البقرة: 184]
“Bagi orang-orang yang tidak sanggup berpuasa, maka dia harus membayar fidyah dengan memberi makan orang miskin.” [Q.s. al-Baqarah: 184]
Keduanya [wanita hamil dan menyusui], menurut Ibn ‘Abbas dan Ibn ‘Umar, termasuk di dalam katagori orang yang tidak sanggup berpuasa. Karena itu, keduanya tidak wajib mengqadha’, dan hanya wajib membayar fidyah saja [Hr. Abu Dawud].
Pendapat ketiga, adalah pendapat Imam Syafii dan Ahmad. Pendapat yang terakhir ini lebih hati-hati, dan menggabungkan dua pendapat sebelumnya. Dalilnya juga sama, yaitu ayat-ayat yang menjadi dalil kedua pendapat di atas.
4- Sebagai catatan, memang tidak semua nash yang dijadikan dalil oleh para fuqaha’ itu harus menyatakan, misalnya al-hamil wa al-murdhi’ [wanita yang hamil dan menyusui]. Meski, nash yang menyatakan lafadz seperti ini juga adalah dalam hadits riwayat an-Nasa’i dan at-Tirmidzi, yang dinyatakan hasan oleh at-Tirmidzi. Sekalipun dalam hadits tersebut maknnya juga masih umum. Karena, nashnya hanya menyatakan:
إن الله وضع عن المسافر شطر الصلاة وعن الحامل والمرضع الصوم - أو - الصيام [رواه النسائي والترمذي]
“Sesungguhnya Allah telah menggugurkan dari orang yang bepergian separo dari shalatnya, dan dari orang yang hamil dan menyusui [kewajiban] berpuasa.” [Hr. an-Nasa’i dan at-Tirmidzi]
5- Jadi, kesimpulannya, bahwa pendapat fuqaha’ tentang pembayaran fidyah bagi wanita hamil dan menyusui yang tidak sanggup berpuasa jelas ada dalilnya. Karena itu, pendapat yang mengatakan, bahwa pendapat ini tidak ada dalilnya jelas keliru, dan seolah menuduh sahabat Ibn ‘Abbas dan Ibn ‘Umar ngawur. Na’udzubillah.
Mengenai pertanyaan kedua, tentang standar fidyah yang berbeda, antara mazhab Maliki dan Syafii di satu sisi yang menyatakan, bahwa fidyah yang wajib dibayar tiap hari adalah 1 Mud, sedangkan mazhab Hanafi menyatakan 1 Sha’, kecuali gandum yang hanya dibayar ½ Sha’, dan mazhab Hanbali yang menyatakan ½ Sha’, kecuali gandum yang harus dibayar 1 Mud, ini juga merupakan hukum syara’ bagi masing-masing. Untuk menjelaskan hal ini, jawabannya sebagai berikut:
1- Secara umum, perbedaan tersebut dikembalikan kepada perhitungan masing-masing Mujtahid dalam memahami nash, fidyatu tha’ami miskin [membayar fidyah dengan memberi makan satu orang miskin], dalam Q.s. al-Baqarah: 184. Nash ini tidak memberi batasan, berapa besarnya. Karena tidak diberi batasan berapa besarnya, maka besarnya dikembalikan kepada standar masyarakat setempat. Dari sinilah, perbedaan tersebut kemudian muncul.
2- Mengenai 1 Mud itu sendiri, jika dikonversi ke dalam timbangan gram, sama dengan 544 gram. Sedangkan 1 Sha’ sama dengan 4 Mud, atau 2,176 gram [baca: 2,1 kg], dan ½ Sha’ sama dengan 1,008 gram [1,0 kg].
3- Lalu, mana di antara kedua pendapat tersebut yang paling kuat? Menurut Thawus, Ibn Jubair, al-Auza’i, an-Nawawi dan yang lain, yang paling mendekati kebenaran adalah pendapat Imam Malik dan Imam Syafii. Berarti, setiap hari yang ditinggalkan, wajib dibayar 1 Mud.
4- Hanya saja, waktu pembayarannya tidak boleh dilakukan di awal Ramadhan, tetapi setelahnya. Karena statusnya mengganti. Mengganti tidak boleh mendahului hukum asal kewajibannya, kecuali setelah kewajiban tersebut berlalu.
Wallahu a’lam.

Senin, 15 Juni 2015

Cara Mengatasi Diare Pada Ibu hamil


Penyakit Diare pada Ibu HamilCara Mengatasi Diare Pada Ibu Hamil – Diare merupakan penyakit yang sering melanda pada Ibu hamil. Hal ini dikarenakan pola makan ibu hamil yang tidak sehat dan akibat ngidam makanan pedas, terlalu asam dan dan makanan yang tidak higienis yang mengakibatkan ibu hamil menderita diare. Diare pada Ibu hamil sebaiknya jangan dianggap remeh karena dapat menyangkut bagi kesehatan Ibu hamil maupun bayi yang ada dalam kandungan.
Penyebab Terjadinya Diare pada Ibu Hamil
Penyakit diare disebabkan oleh usus yang tidak mampu untuk menyerap air yang terdapat dalam kotoran sehingga menyebabkan terjadinya pengeluaran feses yang banyak hingga sampai tiga kali dalam sehari. Sedangkan faktor yang menyebabkan diare pada wanita hamil selain akibat pola makan yang tidak sehat juga dapat disebabkan oleh beberapa hal, seperti berikut:
1. Minum Susu : Minum susu yang berlebihan dan tidak mengandung laktosa atau sedikit mengandung laktosa, maka tubuh akan sulit untuk mencernanya dan mengakibatkan usus tidak dapat beradaptasi yang kemudian menyebabkan diare.
2. Infeksi Bakteri : Tubuh yang terinfeksi oleh bakteri parasit dan virus seperti bakteri E. coli, salmonella, balantadium coli nentamoeba ritavirus dan adenovirus yang terdapat dalam bahan makanan yang dikonsumsi oleh manusia, menyebabkan tubuh akan mengalami diare.
3. Konsumsi Obat : Mengonsumsi obat-obatan tertentu seperti obat untuk mengatasi sembelit dan obat penetral asam lambung akan dapat mengganggu keseimbangan usus yang akhirnya menyebabkan diare pada wanita hamil.
4. Perubahan Hormon : Meningkatnya produksi hormon yang pesat saat hamil akan membuat produksi asam lambung menjadi tergangu dan sistem pencernaan tubuh secara keseluruhan yang akan menjadi penyebab diare pada ibu hamil. Selain itu faktor diare pada wanita hamil bisa dipengaruhi karena membesarnya ukuran rahim yang membuat gerakan usus menjadi tersumbat, dan membuat bakteri dapat tumbuh dengan pesat dan akhirnya menyebabkan diare.
Gejala dan Jenis Diare
Jika diare yang diderita belum mengganggu keseimbangan cairan dan elektrolit dalam tubuh, maka diare yang terjadi pada wanita hamil itu tergolong diare yang ringan dan hanya memerlukan perawatan yang dapat dilakukan sendiri di rumah. Ciri gejala diare ringan antara lain tidak menimbulkan demam, kulit tidak mengering, denyut nadi masih normal dan air seni tidak berwarna keruh.
Akibat yang ditimbulkan oleh penyakit diare secara umum yaitu bisa membuat tubuh kekurangan cairan sehingga tubuh akan mengalami dehidrasi. Untuk itu perlu diwaspadai jika Ibu hamil menderita diare apakah diare yang dialami merupakan diare tergolong ringan atau gejala serius. Tanda gejala diare yang serius antara lain seringnya BAB, terjadi pendarahan pada feses, perut mual dan kram, muntah, demam, nyeri di kepala dan jantung berdebar kencang serta urine berwarna keruh atau kuning gelap.
Cara Mengobati Diare pada Ibu Hamil
Langkah awal dalam melakukan pengobatan penyakit diare pada Ibu hamil sama saja seperti pada umumnya yaitu dengan memberikan cairan oralit. Jika Anda tidak memiliki cairan oralit, maka Anda dapat membuatnya sendiri dirumah dengan mencampurkan satu sendok garam dengan satu sendok gula pasir kemudian larutkan pada satu gelas air hangat. Atau Anda juga bisa dengan mengonsumsi minuman isotonik yang dapat Anda jumpai di toko terdekat.
Namun jika diare yang Anda alami sudah masuk dalam kategori gejala yang serius maka Anda harus segera memeriksakannya ke Dokter atau rumah sakit untuk segera mendapat penanganan yang serius.
Masa Pemulihan
Untuk mengatasi diare, berikut ini beberapa cara yang bisa membantu Anda khususnya Anda yang sedang hamil untuk mempercepat pemulihan setelah diare, diantaranya:
- Memperbanyak waktu istirahat
- Meningkatkan asupan cairan elektrolit pada tubuh agar terhindar dari dehidrasi
- Perbanyak minum air putih atau oralit
- Jika masih terjadi diare ringan, maka usahakan untuk memperbanyak mengkonsumsi sup, minuman jahe atau roti panggang untuk membantu mengatasi diare yang Anda alami.
- Mengkonsumsi madu karena madu sangat baik untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan juga sangat mudah dicerna oleh tubuh.
Nah, semoga tips mengatasi diare pada wanita hamil di atas dapat bermanfaat.
Selamat mencoba…!!!

Farmakologi Diare

Penyebab Diare

Diare
Diare adalah penyakit yang terjadi pada sistem pencernaan dimana terjadi gangguan pada sistem tersebut. Sistem Pencernaan bila dilihat secara fisiologi adalah :
Dalam lambung makanan dicerna menjad bubur (chymus), kemudian diteruskan ke usus halus untuk diuraikan lebih lanjut oleh enzim-enzim pencernaan. Setelah zat-zat gizi diresorpsi oleh villi ke dalam darah, sisa chymus yang terdiri dari 90% air dan sisa makanan yang sukar dicernakan, diteruskan ke usus besar (colon).
Bakteri-bakteri yang biasanya selalu berada di sini (flora normal) mencernakan lagi sisa-sisa (serat-serat) tersebut, sehingga sebagian besar daripadanya dapat diserap pula selama perjalan melalui usus besar. Airnya juga di resorpsi kembali, sehingga lambat laun isi usus menjadi lebih padat dan dikeluarkan dari tubuh sebagai tinja.
Penyebab Diare
Diare terjadi karena adanya rangsangan terhadap saraf otonom di dinding usus sehingga menimbulkan reflex mempercepat peristaltik usus, rangsangan ini dapat ditimbulkan oleh :
  1. Infeksi oleh bakteri patogen, misalnya bakteri E. coli, rotavirus   dan adenovirus.
  2. Infeksi oleh kuman thypus
  3. Infeksi oleh virus
  4. Infeksi oleh parasit, misalnya protozoa
  5. Keracunan makanan atau minuman
Sebagian besar diare terjadi karena gangguan flora bakteri terutama E. coli, penyebab dari kondisi ini terjadi karena banyak factor dan yang paling utama karena makanan.

Pengobatan Diare yang Tepat

Tidak selamanya diare itu buruk. Sebenarnya diare adalah mekanisme tubuh untuk mengeluarkan racun dari dalam tubuh. Racun yang dihasilkan oleh virus, bakteri, parasit dan sebagainya akan dibuang keluar bersama dengan tinja yang encer.
Kehilangan cairan tubuh yang mengandung elektrolit penting adalah penyebab kematian pada penderita diare. �Kondisi yang disebut dehidrasi ini berbahaya karena dapat menimbulkan gangguan irama jantung dan menurunkan kesadaran pasien. Jangan anggap remeh, kalau tidak diatasi bisa menimbulkan kematian,� jelas dr. Ari Fahrial Syam, Sp.PD, KGEH, MMB
Sebagian besar diare akut (diare mendadak) pada anak dapat disembuhkan hanya dengan pemberian cairan dan meneruskan pemberian makanan saja. Oleh sebab itu, inti dari pengobatan diare adalah memberikan cairan untuk menghindari terjadi dehidrasi.
�Prinsip pengobatan diare adalah mencegah dehidrasi dengan pemberian oralit (rehidrasi) dan mengatasi penyebab diare, � ungkap dr. Ari Fahrial Syam, Sp.PD, KGEH, MMB. Diare dapat disebabkan oleh banyak faktor seperti salah makan, bakteri, parasit, sampai radang. Pengobatan yang diberikan harus disesuaikan dengan klinis pasien.
Obat diare dibagi menjadi tiga, pertama kemoterapeutika yang memberantas penyebab diare .seperti bakteri atau parasit, obstipansia untuk menghilangkan gejala diare dan spasmolitik yang membantu menghilangkan kejang perut yang tidak menyenangkan.
Sebaiknya jangan mengkonsumsi golongan kemoterapeutika tanpa resep dokter. Dokter akan menentukan obat yang disesuaikan dengan penyebab diarenya misal bakteri, parasit. Pemberian kemoterapeutika memiliki efek samping dan sebaiknya diminum sesuai petunjuk dokter
Sebenarnya usus besar tidak hanya mengeluarkan air secara berlebihan tapi juga elektrolit. Kehilangan cairan dan elektrolit melalui diare ini kemudian dapat menimbulkan dehidrasi. Dehidrasi inilah yang mengancam jiwa penderita diare.
Penggolongan Obat Diare
  1. Kemoterapeutika untuk terapi kausal yaitu memberantas bakteri penyebab diare seperti antibiotika, sulfonamide, kinolon dan furazolidon.
    1. Racecordil
      Anti diare yang ideal harus bekerja cepat, tidak menyebabkan konstipasi, mempunyai indeks terapeutik yang tinggi, tidak mempunyai efek buruk terhadap sistem saraf pusat, dan yang tak kalah penting, tidak menyebabkan ketergantungan. Racecordil yang pertama kali dipasarkan di Perancis pada 1993 memenuhi semua syarat ideal tersebut.
    2. Loperamide
      Loperamide merupakan golongan opioid yang bekerja dengan cara memperlambat motilitas saluran cerna dengan mempengaruhi otot sirkuler dan longitudinal usus. Obat diare ini berikatan dengan reseptor opioid sehingga diduga efek konstipasinya diakibatkan oleh ikatan loperamid dengan reseptor tersebut. Efek samping yang sering dijumpai adalah kolik abdomen (luka di bagian perut), sedangkan toleransi terhadap efek konstipasi jarang sekali terjadi.
    3. Nifuroxazide
      Nifuroxazide adalah senyawa nitrofuran memiliki efek bakterisidal terhadap Escherichia coli, Shigella dysenteriae, Streptococcus, Staphylococcus dan Pseudomonas aeruginosa. Nifuroxazide bekerja lokal pada saluran pencernaan.
      Obat diare ini diindikasikan untuk dire akut, diare yang disebabkan oleh E. coli & Staphylococcus, kolopatis spesifik dan non spesifik, baik digunakan untuk anak-anak maupun dewasa.
    4. Dioctahedral smectite
      Dioctahedral smectite (DS), suatu aluminosilikat nonsistemik berstruktur filitik, secara in vitro telah terbukti dapat melindungi barrier mukosa usus dan menyerap toksin, bakteri, serta rotavirus. Smectite mengubah sifat fisik mukus lambung dan melawan mukolisis yang diakibatkan oleh bakteri. Zat ini juga dapat memulihkan integritas mukosa usus seperti yang terlihat dari normalisasi rasio laktulose-manitol urin pada anak dengan diare akut.
  2. Obstipansia untuk terapi simtomatis (menghilangkan gejala) yang dapat menghentikan diare dengan beberapa cara:
    1. Zat penekan peristaltik, sehingga memberikan lebih banyak waktu untuk resorpsi air dan elektrolit oleh mukosa usus seperti derivat petidin (difenoksilatdan loperamida), antokolinergik (atropine, ekstrak belladonna)
    2. Adstringensia yang menciutkan selaput lendir usus, misalnya asam samak (tannin) dan tannalbumin, garam-garam bismuth dan alumunium.
    3. Adsorbensia, misalnya karbo adsorben yanga pada permukaannya dapat menyerap (adsorpsi) zat-zat beracun (toksin) yang dihasilkan oleh bakteri atau yang adakalanya berasal dari makanan (udang, ikan). Termasuk di sini adalah juga musilago zat-zat lendir yang menutupi selaput lendir usus dan luka-lukanya dengan suatu lapisan pelindung seperti kaolin, pektin (suatu karbohidrat yang terdapat antara lain sdalam buah apel) dan garam-garam bismuth serta alumunium.
  3. Spasmolitik, yakni zat-zat yang dapat melepaskan kejang-kejang otot yang seringkali mengakibatkan nyeri perut pada diare antara lain papaverin dan oksifenonium

Kamis, 07 Mei 2015

ASKEP PSIKOSOSIAL



ASKEP PSIKOSOSIAL PADA PASIEN DENGAN GANGGUAN KONSEP DIRI

1. Pengertian Konsep Diri
Konsep diri adalah pengetahuan individu tentang diri, misalnya “saya kuat dalam matematika” (Wigfield & Karpathian 1991). Konsep diri adalah citra subjektif dari diri dan percampuran yang kompleks dari perasaan, sikap & persefsi bawah sadar maupun sadar. Konsep diri memberikan kita kerangka acuan yang mempengaruhi manajemen kita terhadap situasi dan hubungan kita dengan orang lain. Kita mulai membentuk konsep diri saat usia muda. Masa remaja adalah waktu yang kritis ketika banyak hal secara kontinu mempengaruhi konsep diri. Jika seseorang mempunyai masa kanak-kanak yang aman dan stabil, maka konsep diri masa remaja anak tersebut secara mengejutkan akan sangat stabil (Marsh 1990). Ketidaksesuaian antara aspek tertentu dari kepribadian dan konsep diri dapat menjadi sumber stres atau konflik.
Konsep diri dan persepsi tentang kesehatan sangat berkaitan erat satu sama lain. Klien yang mempunyai keyakinan tentang kesehatan yang baik akan dapat meningkatkan konsep diri.

2. Komponen Konsep Diri
Komponen Konsep diri terdiri dari :
a. Identitas
Identitas mencakup rasa internal tentang individual, keutuhan dan konsistensi dari seseorang sepanjang waktu dan dalam berbagai situasi. Karenanya konsep tentang identitas mencangkup kontansi dan kontinuitas. Identitas menunjukan menjadi lain dan terpilih dari orang lain, namun menjadi diri yang utuh dan unik
Anak belajar tentang nilai, perilaku dan peran yang diterima sesuai kultur. Anak mengidentifikasi pertama kali dengan orang tua, kemudian dengan guru, teman seusia dan pahlawan pujaan. Untuk membentuk identitas, anak harus mampu untuk membawa semua perilaku yang dipelajari ke dalam keutuhan yang kohoren, konsisten dan unik (Erikson, 1963). Rasa identitas ini secara kontinu timbul dan dipengaruhi oleh situasi sepanjang hidup.
b. Citra tubuh
Membentuk persepsi seorang tentang tubuh, baik secara internal maupun eksternal. Persepsi ini mencakup perasaan dan sikap yang ditunjukkan pada tubuh.
Citra tubuh dipengaruhi oleh pandangan pribadi tentang karakteristik dan kemampuan fisik dan oleh persepsi dari pandangan orang lain.
Citra tubuh di pengaruhi oleh pertumbuhan kognitif dan perkembangan fisik. Perubahan perkembangan yang normal seperti pertumbuhan dan penuaan mempunyai efek penampakan yang lebih besar pada tubuh dibandingkan dengan aspek lainnya dari konsep diri. Citra tubuh anak usia sekolah berbeda dengan citra tubuh seorang bayi.
Salah satu perbedaan yang menyolok adalah kemampuan untuk berjalan. Perubahan ini bergantung pada kematangan fisik. Perubahan hormonal terjadi selama masa remaja dan pada tahun akhir kehidupan juga mempengaruhi citra tubuh (mis. Menopause selama masa dewasa dengan penuaan mencakup penurunan ketajaman penglihatan, pendengaran, dan mobilitas, perubahan ini dapat mempengaruhi citra tubuh).
c. Ideal Diri
Adalah persepsi individu tentang bagaimana ia seharusnya bertingkah laku berdasarkan standar pribadi. Standar dapat berhubungan dengan tipe orang yang diinginkan atau disukainya atau sejumlah aspirasi, tujuan, nilai yang ingin diraih. Ideal diri, akan mewujudkan cita-cita atau penghargaan diri berdasarkan norma-norma sosial dimasyarakat tempat individu tersebut melahirkan penyesuaian diri.
Pembentukan ideal diri dimulai pada masa kanak-kanak dipengaruhi oleh orang yang penting pada dirinya yang memberikan harapan atau tuntutan tertentu. Seiring dengan berjalannya waktu individu menginternalisasikan harapan tersebut dan akan membentuk dasar dari ideal diri. Pada usaia remaja ideal diri akan terbentuk melalui identifikasi pada orang tua, guru dan teman. Pada usia yang lebih tua dilakukan penyesuaian yang merefleksikan berkurangnya kekuatan fisik dan perubahan peran serta tanggung jawab.
d. Harga Diri
Harga diri adalah penilaian pribadi terhadap hasil yang dicapai dengan menganalisi seberapa banyak kesesuaian tingkah laku dengan ideal dirinya. Harga diri diperoleh dari sendiri dan orang lain yaitu dicintai, dihormati dan dihargai. Individu akan merasa harga dirinya tinggi bila sering mengalami keberhasilan, sebaliknya individu akan merasa harga dirinya rendah bila sering mengalami kegagalan, tidak dicintai atau tidak diterima di lingkungan.
Harga diri dibentuk sejak kecil dari adanya penerimaan dan perhatian. Harga diri akan meningkat sesuai meningkatnya usia. Untuk meningkatkan harga diri anak diberi kesempatan untuk sukses, tanamkan “ideal” atau harapan jangan terlalu tinggi dan sesuaikan dengan budaya, berikan dorongan untuk aspirasi atau cita-citanya dan bantu membentuk pertahanan diri untuk hal-hal yang menggangu persepsinya.
Harga diri sangat mengancam pada masa pubertas, karena pada saat ini harga diri mengalami perubahan, karena banyak keputusan yang harus dibuat menyangkut diri sendiri. Remaja dituntut untuk menentukan pilihan, posisi peran dan memutuskan apakah ia mampu meraih sukses dari suatu bidang tertentu, apakah ia dapat berpartisipasi atau diterima di berbagai macam aktivitas sosial.
e. Peran
Peran adalah serangkaian pola sikap, perilaku, nilai dan tujuan yang diharapkan oleh masyarakat dihubungkan dengan fungsi individu di dalam kelompok sosialnya. Peran memberikan sarana untuk berperan serta dalam kehidupan sosial dan merupakan cara untuk menguji identitas dengan memvalidasi pada orang yang berarti. Setiap orang disibukkan oleh beberapa peran yang berhubungan dengan posisi pada tiap waktu sepanjang daur kehidupan. Harga diri yang tinggi merupakan hasil dari peran yang memenuhi kebutuhan dan cocok dengan ideal diri.

3. Asuhan Keperawatan Psikisosial pada Pasien dengan Gangguan Konsep Diri
A. Pengkajian
1) Faktor Predisposisi
a. Faktor Predisposisi gangguan citra tubuh :
- kehilangan/kerusakan bagian tubuh (anatomi dan fungsi)
- perubahan ukuran, bentuk dan penampilan tubuh (akibat pertumbuhan dan perkembangan/penyakit)
- proses patologis penyakit dan dampak terhadap struktur maupun fungsi tubuh
- prosedur pengobatan seperti radiasi, kemoterapi, transplantasi.
b. Faktor Predisposisi gangguan Identitas diri :
- ketidak percayaan orang tua terhadap anak
- tekanan dari teman sebaya
- perubahan struktur sosial
c. Faktor Predisposisi gangguan harga diri :
- penolakan dari orang lain
- kurang penghargaan
- pola asuh yang salah ; terlalu dilarang, terlalu dikontrol, terlalu dituruti, terlalu dituntut dan tidak konsisten.
- persaingan antar saudara
- kesalahan dan kegagalan yang berulang
- tidak mampu mencapai standar yang ditentukan.
d. Faktor Predisposisi gangguan peran :
- transisi peran yang sering terjadi pada proses perkembangan, perubahan situasi dan keadaan sehat-sakit.
- ketegangan peran, ketika individu menghadapi dua harapan yang bertentangan secara terus menerus yang tidak terpenuhi.
- keraguan peran, ketika individu kurang pengetahuan tentang harapan peran yang spesifik dan bingung tentang tingkah laku yang spesifik dan bingung tentang tingkah laku peran yang sesuai
- peran yang terlalu banyak.
2) Faktor Presipitasi
a. Trauma
Masalah spesifik sehubungan dengan konsep diri adalah situasi yag membuat individu sulit menyesuaikan diri/tidak dapat menerima khususnya trauma emosi seperti penganiayaan fisik, seksual dan psikologis pada masa anak-anak atau merasa terancam kehidupannya/menyaksikan kejadian berupa tindak kejahatan.
b. Ketegangan peran
Keteganga peran adalah perasaan prustasi ketika individu mersa tidak adekuat melakukan peran/melakukan peran yang bertentangan dengan hatinya/tidak merasa cocok dalam melakukan perannya.
3) Perubahan perilaku
a. Perubahan perilaku pada gangguan citra tubuh :
- menolak menyenyuh/melihat bagian tubuh tertentu
- menolak bercermin
- menolak usaha rehabilisasi
- menyangkal cacat tubuh
- usaha pengobatan mandiri yang tidak tepat
b. Perubahan perilaku yang berhubungan dengan harga diri rendah :
- mengkritik diri sendiri
- merasa bersalah dan khawatir
- merasa tidak mampu
- menunda keputusan
- gangguan berhubungan
c. Perubahan perilaku yang berhubungan dengan keracunan identitas :
- keperibadian yang bertentangan
- perasaan hampa
- kekacauan identiatas seksual
- kecemasan yang tinggi
d. Perubahan perilaku yang berhubungan dengan depersonalisasi :
d.1 Afektif
- kehilangan identitas diri
- merasa asing dengan diri sendiri
- perasaan tidak nyata
- merasa sangat terisolasi
d.2 Persepsi
- halusinasi pendengaran
- kekalauan identitas seksual
- gangguan citra tubuh
d.3 Kognitif
- bingung
- diserpentasi waktu
- gangguan berpikir
d.4 Perilaku
- pasif
- kurang spontanitas
- kurang pengendalian diri.
4) Mekanisme Koping
Klien ganguan konsep diri menggunakan mekanisme koping yang dapat dikategorikan menjadi dua yaitu :
a. Koping jangka pendek, karakteristik koping jangka pendek :
- aktivitas yang dapat memberi kesempatan lari sementara dari kritis
Miasalnya : menonton TV, kerja keras, olahraga berat.
- aktivitas yang dapat memberikan identitas penggati sementara.
Misalnya : ikut kegiatan sosial, politik, agama.
b. Koping jangka panjang, dikategorikan dalam penutupan identitas dan identitas negatif
- penutupan identitas, adopsi identitas prematur yang yang diinginkan oleh orang yang penting bagi individu tanpa mempertahankan keinginan.
- Identitas negatif, asumsi identitas yang tidak wajar untuk dapat diterima oleh niali-nilai dan harapan masyarakat.
5) Mekanisme pertahanan ego
Yang sering dipakai adalah :
 fantasi → kemampuan menggunakan tanggapan-tanggapan yang sudah ada utuk menciptakan tanggapan baru
 disosiasi → respon yang tidak sesuai dengan stimulus
 isolasi → menghindarkan diri dari interaksi dengan lingkungan luar
 proyeksi → kelemahan dan kekurangan pada diri sendiri dilontarkan pada orang lain.

B. Diagnosa Keperawatan
Diagnosa keperawatan yang mungkin ditemukan pada klien dengan gangguan konsep diri adalah :
a. Gangguan konsep diri : Citra tubuh yang berhubungan dengan kekhawatiran menjadi gemuk
b. Gangguan konsep diri rendah
c. Ketidak efektipan penampilan peran yang berhubungan dengan ketidakcocokan dengan penerimaan peran baru
d. Gangguan identitas diri yang berhubungan dengan harapan orang tua yang tidak realistik.

C. Perencanaan dan Tindakan Keperawatan
1. Membangun keterbukaan dan hubungan saling percaya, dengan cara :
a. Tawarkan penerimaan tak bersyarat atau tidak kaku
b. Dengarkan klien
c. Dorong klien untuk mendiskusikan pikiran dan perasaan
d. Berespons pada klien dengan tidak menghakimi
e. Tunjukkan pada klien bahwa ia adalah indivudu yang berharga yang bertanggung jawab terhadap dirinya dan dapat membantu diri sendiri
2. Bekerja pada klien pada tingkat kemampuan yang dimilikinya, dengan cara :
a. Identifikasi kemampuan yang dimiliki klien
b. Pedoman asuhan untuk klien yang kemampuan yang terbatas
c. Mulai dengan penegasan identitasnya
d. Memberikan tindakan yang mendukung untuk menurunkan tingkat kecemasannya
e. Dekati klien dengan cara tanpa diminta
f. Terima dan usahakan klasifikasi komunikasi verbal dan non-verbal
g. Cegah klien untuk mengisolasi diri
h. Ciptakan kegiatan rutin yang sederhana pada klien
i. Buat batasan pada perilaku yang tidak sesuai
j. Orientasikan klien ke realita
k. Dorong untuk melakukan perilaku yang tepat dan beri pujian dan pengakuan
l. Bantu dalam melakukan kebersihan perseorangan dan penampilan diri
m. Dorong klien untuk merawat diri sendiri
3. Memaksimalkan peran serta klien dalam hubungan terapeutik dengan cara:
a. Tingkatkan secara bertahap partisipasi klien dalam mengambil keputusan yang berhubungan dengan asuhan keperawatannya
b. Tunjukan bahwa klien adalah orang yang bertanggung jawab.
4. Membantu klien untuk menerima pikiran dan perasaannya :
a. Mengekspresikan emosi, keyakinan, perilaku dan pikiran secara verbal dan non-verbal
gunakan keterampilan komunikasi teurapetik dan respons empati
b. Observasi dan catat pikiran yang logis dan tidak logis serta respons emosionalnya.
5. Membantu pasien mengklasifikasikan konsep dirinya dan hubungannya dengan orang lain melalui keterbukaan
a. Dapatkah persepsinya tentang kekuatan dan kelemahannya
b. Bantu klien untuk menggambarkan ideal dirinya
c. Identifikasi kritik tentang dirinya
d. Bantu klien untuk menggambarkan hubungannya dengan orang lain
6. Menyadari dan memiliki kendali terhadap perasaan anda (perawat) :
a. Terbuka pada perasaan dengan orang (klien)
b. Gunakan diri secara teurapetik
 berbagi perasaan dengan orang (klien)
 verbalisasi bagaimana perasaan orang lain
 bercermin pada persepsi dan perasaan klien
7. berespons empati bukan simpati dan tekankah bahwa kekuatan untuk berubah ada pada klien :
a. gunakan respons empati, evaluasi diri tentang simpati
b. mengutatkan klien bahwa ia mempunyai kekuatan dalam memecahkan masalahnya
c. beritahukan pada klien bahwa ia bertanggung jawab terhadap perilakunya termasuk respons koping adaftif dan maladaftif
d. diskusikan cakupan pilihan, area kekuatan dan sumber-sumber koping yang tersedia untuk klien
e. gunakan sitem pendukung dari keluarga dan kelompok untuk memfasilitasi penyediaan diri klien
f. bantu klien untuk mengenli sifat dari konflik dan cara maldaftif yang dilakukan klien untuk mengatasinya
8. Bantu klien untuk mengidentifikasi alternatif pemecahan :
a. bantu klien memahami bahwa hanya dia yang dapat mengubah dirinya bukan orang lain.
b. Jika klien mempunyai persepsi yang tidak konsisten, bantu dia melihat bahwa ia dapat berubah, sebagai berikut :
 keyakinan dan idealnya dapat membawa ia pada kenyataan
 lingkungan untuk membuat konsisten dengan keyakinannya.
c. Jika konsep diri tidak konsisten dengan perilakunya, ia dapat berubah
 Perilakunya disesuaikan dengan konsep dirinya
 Keyakinan yang mendasari konsep dirinya disesuaikan pada perilaku
 Ideal dirinya.bersama-sama mengulas bagaimana sumber koping dapat lebih baik digunakan klien
9. Bantu klien mengembangkan tujuan yang realistis
a. dorong klien untuk merumuskan tujuan sendiri (bukan tujuan perawat)
b. bersama-sama mendiskusikan konsekuesnsi emosi, praktiknya dan berdasarkan realitas dari setiap tujuan.
c. Bantu klien untuk menetapkan perubahan konkret yang diharapkan
d. Dorong klien untuk memulai pengalaman baru untuk berkembang secara potensial
e. Gunakan bermain peran, model peran dan visualisasi, bila perlu.

D. Evaluasi Keperawatan
Pasien akan mencapai tingkat aktualisasi diri yang maksmal untuk menyadari potensi dirinya.

E. DAFTAR PUSTAKA

 Susilawati, dkk. 2005. Konsep Dasar Keperawatan Kesehatan Jiwa. Jakarta : EGC
 Stuart, Gail W. 2002. Buku Saku Keperawatn Jiwa Edisi 5. Jakarta : EGC
 Stuart, Gail W dan Sandra J. Sundeen. 2002. Buu Saku Keperawatan Jiwa Edis . Jakarta : EGC


Kamis, 23 April 2015

Psikologi menoupause

A. Pengertian menopause
 
Menopause berasal dari kata meno artinya bulan, pause, pausa, pasico artinya periode atau tanda berhenti. Jadi menopause artinya berhentinya secara degeneratif menstruasi. Menopause adalah berhentinya menstruasi, berhentinya ovulasi dengan disertai penurunan fungsi dari organ reproduksi dan akhirnya bagian-bagian dari tubuh perlahan-lahan menunjukkan tanda-tanda ketuaan Menopause merupakan periode akhir dari menstruasi (kira-kira 1 tahun) pada wanita yang berumur 45-60 tahun.

International Menopause Society (IMS), pada tahun 1999, menyampaikan rekomendasi berdasarkan definisi WHO (1996). Menopause alamiah (natural menopause) adalah berhentinya menstruasi secara permanen sebagai akibat hilangnya aktivitas ovarium. Menopause alami ini dikenal bila terjadi amenorea selama 12 bulan berturut-turut, tanpa ditemukan penyebab patologi atau fisiologi yang jelas

B. Pembagian masa menopause

Masa menopause menurut Kartono (1992), dibagi menjadi 2 :
 
1. Tahap awal
Tahun-tahun di mana saat haid/menstruasi sudah tidak teratur, sering terganggu atau sudah tidak sama sekali. Namun aparat endokrin seksual masih terus berfungsi. Periode ini disebut sebagai masa pra klimakteris.
 
2. Tahap kedua
Menampilkan gejala : berhentinya secara definitif organisme yang membentuk sel-sel telur, yaitu berhentinya organisme tersebut sebagai lembaga kehidupan tingkah laku seseorang. Pada periode ini sifatnya sering lucu dan aneh, janggal dan tidak pada tempatnya. Tingkah laku tersebut dimaksudkan untuk mengingkari ketuaannya dan ingin mengulangi kembali pola kebiasaan dimasa muda, menghiasi dirinya dengan pakaian dan perhiasan yang berlebihan agar kelihatan masih remaja.

C. Tanda-tanda menopause
menopause ditandai dengan menstruasi tidak lancar dan tidak teratur, biasanya datang dalam interval waktu lebih lambat atau lebih awal dari biasanya. Kotoran haid yang keluar banyak sekali ataupun sangat sedikit. Muncul gangguan-gangguan vasomotorik berupa penyempitan atau pelebaran pada pembuluh-pembuluh darah. Merasa pusing-pusing saja, disertai sakit kepala terus menerus. Berkeringat tidak hentinya. Neuralgia atau gangguan sakit saraf.

D. Perubahan pada masa menopause

perubahan Psikologis
Aspek psikologis yang terjadi pada lansia atau wanita menopause amat penting peranan dalam kehidupan sosial lansia terutama dalam menghadapi masalah-masalah yang berkaitan dengan pensiun; hilangnya jabatan atau pekerjaan yang sebelumnya sangat menjadi kebanggaan sang lansia tersebut. Berbicara tentang aspek psikologis lansia dalam pendekatan eklektik holistik, sebenarnya tidak dapat dipisahkan antara aspek organ-biologis, psikologis, sosial, budaya dan spiritual dalam kehidupan lansia.
Beberapa gejala psikologis yang menonjol ketika menopause adalah mudah tersinggung, sukar tidur, tertekan, gugup, kesepian, tidak sabar, tegang (tension), cemas dan depresi. Ada juga lansia yang kehilangan harga diri karena menurunnya daya tarik fisik dan seksual, mereka merasa tidak dibutuhkan oleh suami dan anak-anak mereka, serta merasa kehilangan femininitas karena fungsi reproduksi yang hilang.

Macam – macam perubahan psikologis pada masa menopause
 
1. perubahan peran dalam kehidupan keluarga
Perubahan peran ini menginjak pada saat anak-anak menuju usia dewasa dan mandiri. Menurut Cumming dan Henry, orang yang lebih tua yang mengalami pelepasan itu menjadi bahagia dengan kebebasannya yang lebih banyak , kewajiban-kewajibannya berkurang terhadap lingkungan sosial dan terhadap kehidupan bersama.
 
2. ibu merasa tidak lagi dibutuhkan
Dengan bertambah dewasa dan mandirinya seorang anak, terkadang anak tidak mengikutsertakan orang tua ke dalam suatu permasalahannya – permasalahannya. Seorang anak ingin mengatasi berbagai masalahnya sendiri.di sini akan timbul suatu konflik baru, orang tua akan merasa tidak lagi dibutuhkan oleh anak-anak mereka.
 
3. perubahan hubungan sosial dengan lingkungan
Dalam teori disengagement dikatakan bahwa manusia yang menjadi tua dan terutama yang sudah sangat tua akan mencari bentuk-bentuk isolasi sosial tertentu dan justru dalam isolasi itu, atau karena isolasi itu menjadi bahagia dan puas.
 
4. kehilangan anggota keluarga
Ketika seorang anak menjadi orang dewasa dan pada waktunya mereka harus menikah,orang tua tentunya akan merasa senang karena kewajibannya telah selesai dalam mengasuh anak,dan dalam kesenangan itu ada perasaan kehilangan terhadap salah satu anggota keluarganya. Hal ini dapat menjadi konflik ketika semua anggota keluarga hidup mandiri dan tidak menjadi satu dengan orang tuanya.
 
5. Pertambahan usia
Segera setelah dilahirkan, maka seseorang secara fisiologis menjadi lebih tua
 
6. Mudah sakit-sakitan
Dengan bertambahnya usia maka jaringan-jaringan dan sel-sel menjadi tua, debagaian mengalami regenerasi tetapi sebagian lagi akan mati. Dengan tidak maksimalnya fungsi jaringan dan sel maka kondisi orang yang sudah lanjut usia akan rentan sekali terhadap penyakit, sehingga mereka akan mudah sekali sakit.
 
Beberapa keluhan psikologis yang merupakan tanda dan gejala dari menopause yaitu:
 
a.Ingatan Menurun
Gelaja ini terlihat bahwa sebelum menopause wanita dapat mengingat dengan mudah, namun sesudah mengalami menopause terjadi kemunduran dalam mengingat, bahkan sering lupa pada hal-hal yang sederhana, padahal sebelumnya secara otomatis langsung ingat.
b.Kecemasan
Banyak ibu-ibu yang mengeluh bahwa setelah menopause dan lansia merasa menjadi pencemas. Kecemasan yang timbul sering dihubungkan dengan adanya kekhawatiran dalam menghadapi situasi yang sebelumnya tidak pernah dikhawatirkan. Misalnya kalau dulu biasa pergi sendirian ke luar kota sendiri, namun sekarang merasa cemas dan khawatir, hal itu sering juga diperkuat oleh larangan dari ana-anaknya. Kecemasan pada Ibu-ibu lansia yang telah menopause umumnya bersifat relatif, artinya ada orang yang cemas dan dapat tenang kembali, setelah mendapatkan semangat/dukungan dari ornag di sekitarnya; namun ada juga yang terus-menerus cemas, meskipun orang-orang disekitarnya telah memberi dukungan. Akan tetapi banyak juga ibu-ibu yang mengalami menopause namun tidak mengalami perubahan yang berarti dalam kehidupannya. Menopause rupanya mirip atau sama juga dengan masa pubertas yang dialami seorang remaja sebagai awal berfungsinya alat-alat reproduksi, dimana ada remaja yang cemas, ada yang khawatir namun ada juga yang biasa-biasa sehingga tidak menimbulkan gejolak.
 
Adapun simtom-simtom psikologis adanya kecemasan bila ditinjau dari beberapa aspek, menurut Blackburn and Davidson (1990 :9) adalah sebagai berikut :
•Suasana hatiyaitu keadaan yang menunjukkan ketidaktenangan psikis, seperti: mudah marah, perasaan sangat tegang.
•Pikiran yaitu keadaan pikiran yang tidak menentu, seperti: khawatir, sukar konsentrasi, pikiran kosong, membesar-besarkan ancaman, memandang diri sebagai sangat sensitif, merasa tidak berdaya.
•Motivasi yaitu dorongan untuk mencapai sesuatu, seperti : menghindari situasi, ketergantungan yang tinggi, ingin melarikan diri, lari dari kenyataan.
•Perilaku gelisahyaitu keadaan diri yang tidak terkendali seperti : gugup, kewaspadaan yang berlebihan, sangat sensitif dan agitasi.
•Reaksi-reaksi biologis yang tidak terkendali, seperti : berkeringat, gemetar, pusing, berdebar-debar, mual, mulut kering.
Gangguan kecemasan dianggap berasal dari suatu mekanisme pertahanann diri yang dipilih secara alamiah oleh makhluk hidup bila menghadapi sesuatu yang mengancam dan berbahaya. Kecemasan yang dialami dalam situasi semacam itu memberi isyarat kepada makhluk hidup agar melakukan tindakan mempertahankan diri untuk menghindari atau mengurangi bahaya atau ancaman.
 
Menjadi cemas pada tingkat tertentu dapat dianggap sebagai bagian dari respon normal untuk mengatasi masalah sehari-hari. Bagaimana juga, bila kecemasan ini berlebihan dan tidak sebanding dengan suatu situasi, hal itu dianggap sebagai hambatan dan dikenal sebagai masalah klinis.
c.Mudah Tersinggug
Gejala ini lebih mudah terlihat dibandingkan kecemasan. Wanita lebih mudah tersinggung dan marah terhadap sesuatu yang sebelumnya dianggap tidak menggangu. Ini mungkin disebabkan dengan datangnya menopause maka wanita menjadi sangat menyadari proses mana yang sedang berlangsung dalam dirinya. Perasaannya menjadi sangat sensitif terhadap sikap dan perilaku orang-orang di sekitarnya, terutama jika sikap dan perilaku tersebut dipersepsikan sebagai menyinggung proses penerimaan yang sedang terjadi dalam dirinya.
d.Stress
Tidak ada orang yang bisa lepas sama sekali dari rasa was-was dan cemas, termasuk para lansia menopause. Ketegangan perasaan atau stress selalu beredar dalam lingkungan pekerjaan, pergaulan sosial, kehidupan rumah tangga dan bahkan menyelusup ke dalam tidur. Kalau tidak ditanggulangi stress dapat menyita energi, mengurangi produktivitas kerja dan menurunkan kekebalan terhadap penyakit, artinya kalau dibiarkan dapat menggerogoti tubuh secara diam-diam.
Namun demikian stress tidak hanya memberikan dampak negatif, tapi bisa juga memberikan dampak positif. Apakah kemudian dampak itu positif atau negatif, tergantung pada bagaimana individu memandang dan mengendalikannya. Stress adalah suatu keadaan atau tantangan yang kapasitasnya diluar kemampuan seseorang oleh karena itu, stress sangat individual sifatnya.
Respon orang terhadap sumber stress sangat beragam, suatu rentang waktu bisa tiba-tiba jadi pencetus stress yang temporer. Stress dapat juga bersifat kronis misalnya konflik keluarga. Reaksi kita terhadap pencetus stress dapat digolongkan dalam dua kategori psikologis dan fisiologis.
Di tingkat psikologis, respon orang terhadap sumber stress tidak bisa diramalkan, sebagaimana perbedaan suasana hati dan emosi kita dapat menimbulkan beragam reaksi, mulai dari hanya ekspresi marah sampai akhirnya ke hal-hal lain yang lebih sulit untuk dikendalikan. Di tingkat psikologis, respon orang terhadap sumber stress ini tergantung pada beberapa faktor, termasuk keadaan emosi pada saat itu dan sikap orang itu dalam menanggapi stress tersebut.
e.Depresi
Dari penelitian-penelitian yang dilakukan di Amerika Serikat dan Eropa diperkirakan 9% s/d 26% wanita dan 5% s/d 12% pria pernah menderita penyakit depresi yang gawat di dalam kehidupan mereka. Setiap saat, diperkirakan bahwa 4,5% s/d 9,3% wanita dan 2,3% s/d 3,2% pria akan menderita karena gangguan ini. Dengan demikian secara kasar dapat dikatakan bahwa wanita dua kali lebih besar kemungkinan akan menderita depresi daripada pria.
Wanita yang mengalami depresi sering merasa sedih, karena kehilangan kemampuan untuk bereproduksi, sedih karena kehilangan kesempatan untuk memiliki anak, sedih karena kehilangan daya tarik. Wanita merasa tertekan karena kehilangan seluruh perannya sebagai wanita dan harus menghadapi masa tuanya.
Depresi dapat menyerang wanita untuk satu kali, kadang-kadang depresi merupakan respon terhadap perubahan sosial dan fisik yang sering kali dialami dalam fase kehidupan tertentu, akan tetapi beberapa wanita mungkin mengembangkan rasa depresi yang dalam yang tidak sesuai atau proporsional dengan lingkungan pribadi mereka dan mungkin sulit dihindarkan.
Simton-simton psikologis adanya depresi bila ditinjau dari beberapa aspek, menurut Marie Blakburn dan Kate Davidson (1990:5) adalah sebagai berikut :
•Suasana hati, ditandai dengan kesedihan, kecemasan, mudah marah.
•Berpikir, ditandai dengan mudah hilang konsentrasi, lambat dan kacau dalam berpikir, menyalahkan diri sendiri, ragu-ragu, harga diri rendah.
•Motivasi, ditandai dengan kurang minat bekerja dan menekuni hobi, menghindari kegiatan kerja dan sosial, ingin melarikan diri, ketergantungan tinggi pada orang lain.
•Perilaku gelisah terlihat dari gerakan yang lamban, sering mondar-mandir, menangis, mengeluh.
•Sintom biologis, ditandai dengan hilang nafsu makan atau nafsu makan bertambah, hilang hasrat sesksual, tidur terganggu, gelisah.
Mungkin masih ada gejala-gejala fisik maupun psikologis lain yang menyertai menopause. Gejala-gejala tersebut diatas sangat perlu dipahami supaya tidak terjadi kesalahpahaman dalam memperlakukan para lansia. Dengan memahami gejala tersebut diharapkan lansia dapat mengerti apa yang sedang terjadi dalam diri mereka. Selain itu pihak keluarga pun diharapkan dapat merespon secara tepat sehingga tidak membuat lansia merasa dikucilkan atau disia-siakan. Mari kita bantu para lansia kita dengan memahami berbagai gejala fisik maupun psikologis sehingga tahu bagaimana cara terbaik untuk membantu mereka.
2.1.5 Mengatasi Gangguan Emosional pada Wanita Menopause
Mengatasi gangguan emosional pada wanita MENOPAUSE :
• Menerima dengan lapang dada bahwa proses penuaan tidak dapat dihindari dan
masa menopause adalah sesuatu hal yang sangat alamiah yang dialami oleh
setiap wanita
• Hadapi masalah yang ada satu persatu,jangan sekaligus, berdasarkan prioritasnya
• Bagi perempuan yang energinya terpusat untuk anak dan keluarga, apabila ia
memasuki masa Klimakterik dan menjelang Menopause :
Perlu memeriksa kembali apa yang ingin dilakukan dalam hidupnya, selain
menunaikan kewajibannya sebagai seorang ibu.
• Untuk sementara masalah Menopause yang menimbulkan perasaan khawatir itu di black out. Anda dapat mengembangkan kemampuan otak, untuk waktu tertentu
tidak memikirkan situasi yang tidak menyenangkan tersebut, dan memusatkan
pikiran pada sesuatu hal yang sangat berbeda dan menyenangkan
• Lakukan “Poison Pen Therapy” atau menulis memo untuk diri sendiri untuk
mengeluarkan semua unek-unek mengenai situasi perubahan fisik dan psikologik
yang menimbulkan kekhawatiran, sikap-sikap orang dilingkungan anda yang
mengesalkan dsb. Anda akan merasa lebih enak dan dapat berpikir lebih rasional setelah emosi-emosi negatif yang mendasari kekhawatiran bisa terekspresikan dalam memo itu. (catatan : Memo itu tidak untuk dibaca orang lain)
• Menyesuaikan sikap. Tanyalah pada diri sendiri, hikmah positif apa yang dapat dipelajari saat masa menopause harus dihadapi . Letakkan stressor tersebut dalam perspektif yang benar, jangan biarkan pikiran-pikiran negatif menguasai diri dan hindari sikap pesimis.
• Merubah lingkungan agar tidak lagi berada dalam keadaan yang monoton. Misalnya : merubah susunan perabot dirumah atau dikantor, jalan-jalan keluar rumah sebentar, makan diluar dalam suasana yang nyaman dsb
• Mencoba untuk memperbaiki penampilan agar lebih segar dan tampil cantik melalui gaya busana, gaya make up , atau potongan rambut yang sesuai dengan pribadinya
• Makanlah makanan yang sehat dengan kadar lemak yang rendah, berserat, berkalori dan berkadar kolesterol rendah dll
• Lakukan olah raga yang disesuaikan dengan usia dan kondisi kesehatan tubuh, karena riset membuktikan bahwa berolahraga secara teratur dan menjaga kebugaran dapat memperpanjang hidup, memberi dampak positif kepada otak, dan meningkatkan kemampuan mengatasi perasaan khawatir .
• Mempergunakan setiap waktu luang yang ada dengan melakukan banyak kegiatan yang positif dan kreatif, seperti ikut aktif dalam kegiatan keagamaan, mencoba hobi baru atau menggali lagi hoby yang telah lama ditinggalkan misalnya : belajar masak, membuat kerajinan tangan, melukis, menulis buku, mendengarkan musik atau main musik, menciptakan lagu dll. Dengan mengembangkan minat baru dan mempelajari keahlian yang baru akan memberikan perasaan senang bahwa ia bisa berprestasi.
• Pelajarilah dan berlatihlah secara teratur tehnik relaksasi yang tepat, tehnik-tehnik meditasi, yoga dll.
• Untuk mengatasi masalah pribadi dan lingkungan psikososialnya, perlu konsultasi dengan psikolog atau konsultasi ke dokter sesuai dengan keluhan yang
Dialaminya

Menaupose

Apa itu Menopause?
Menopause adalah sebuah kondisi normal yang akan dialami oleh semua wanita sejalan dengan bertambahnya usia, dan bukanlah suatu penyakit atau gangguan medis. Menopause didefinisikan sebagai keadaan tidak adanya periode menstruasi selama 12 bulan. Dalam kata lain, menopause merupakan masa sesaat sebelum berhentinya periode menstruasi hingga sesaat setelah periode menstruasi berakhir. Namun secara umum menopause dapat dikatakan sebagai berakhirnya siklus menstruasi pada wanita.

Perimenopause adalah istilah yang kadang-kadang digunakan dan berarti “waktu sekitar menopause.” Hal ini sering digunakan untuk merujuk pada masa transisi menopause. 

Menopause adalah waktu dalam kehidupan seorang wanita ketika fungsi ovarium berhenti. Ovarium (gonad atau indung telur), adalah salah satu dari sepasang kelenjar reproduksi pada wanita. Ovarium terletak di panggul, di setiap sisi rahim. Ovarium menghasilkan telur (ovum) dan hormon kewanitaan seperti estrogen dan progesterone. Setiap siklus menstruasi bulanan, telur dilepaskan dari salah satu ovarium. Sel telur kemudian bertransportasi dari ovarium ke uterus melalui tuba fallopi.

Menopause terjadi ketika ovarium tidak lagi melepaskan telur setiap bulan dan menstruasi berhenti.
Ovarium merupakan sumber utama dari hormon-hormon kewanitaan, yang mengontrol perkembangan karakteristik tubuh wanita seperti payudara, bentuk tubuh, dan rambut. Hormon-hormon ini juga mengatur siklus menstruasi dan kehamilan. Estrogen juga berfungsi untuk melindungi tulang. Oleh karena itu, seorang wanita dapat mengalami osteoporosis (pengeroposan tulang) di kemudian hari ketika ovarium tidak lagi menghasilkan hormon estrogen yang memadai.

Rata-rata usia menopause adalah 51 tahun. Akan tetapi tidak ada cara untuk memprediksi kapan tepatnya seorang wanita akan memasuki masa menopause atau mulai mengalami gejala sugestif menopause. Usia ketika seorang wanita mulai mengalami periode menstruasi juga tidak berhubungan dengan usia terjadinya menopause. Kebanyakan wanita mencapai menopause antara usia 45 dan 55, tetapi menopause dapat terjadi sebagai awal sebagai 30-an atau 40-an atau mungkin tidak terjadi sampai seorang wanita mencapai 60-an.

Menopause merupakan perubahan yang normal pada setiap wanita. Tetapi sebagian wanita dapat mengalami menopause dini, baik dikarenakan hasil dari operasi (pengangkatan ovarium karena alasan medis), seperti histerektomi, atau kerusakan pada indung telur, seperti akibat dari pengobatan kemoterapi. Menopause yang terjadi sebelum usia 40, terlepas dari penyebabnya, disebut menopause dini (premature menopause).

Gejala dan Indikasi Menopause

menopause
Gejala dan indikasi menopause pada wanita.
Kebanyakan wanita menjelang menopause akan mengalami sesuatu yang diistilahkan sebagai ‘hot flashes‘, yaitu perasaan hangat tiba-tiba yang menyebar ke tubuh bagian atas dan sering disertai dengan kulit yang memerah dan berkeringat. Perasaan ini dapat berlangsung selama 30 detik hingga beberapa menit. Intensitasnya akan berbeda-beda pada setiap orang, mulai dari ringan hingga parah.
Gejala dan indikasi lain yang umum dialami wanita menjelang atau ketika menopause antara lain:
  • Periode menstruasi yang tidak teratur
  • Insomnia
  • Mood swings atau perubahan mood
  • Jantung berdetak kencang dan cepat
  • Kelelahan
  • Lekas marah
  • Depresi
  • Sakit kepala, migrain
  • Sakit pada otot dan persendian
  • Frekuensi urinasi meningkat dan masalah kontrol kandung kemih
  • Libodo menurun
  • Vagina kering dan kurang elastis, sebagai akibat dari penipisan jaringan vulva, vaginal dan serviks
Masih banyak gejala-gejala lainnya karena menopause mempengaruhi banyak aspek dari tubuh wanita, seperti fisik, psikologis, hormonal, hingga seksual. Namun tidak semua wanita akan mengalami seluruh gejala dan indikasi di atas.

Jumat, 27 Maret 2015

Tentang harap menjadi orang-orang yang muflih

saya menemukan definisi menarik tentang generasi muda, bukan generasi muda abal-abal yang kita liat menjamur di statsiun televisi, yang hanya diliputi imaginasi dan angan-angan serta obsesi menjadi tenar.

tapi definisi generasi muda yang siap melakukan perubahan dan kebangkitan, mereka ialah generasi yang rela menggadaikan mimpi dan obsesi pribadinya, yang berjalan meniti jalan  terjal, beranjak perlahan membangun kepedulian dan berusaha menggali makna hakiki tentang alam semesta, manusia dan kehidupan

menarik sekali, pemuda sekarang diarahkan pada kehidupan hedonis, matrealistis dan permisif. lalu pemuda intelektualnya dibuat lupa tentang peran abadi dirinya. mereka disibukan dengan kuliah, tugas, serta imaginasi fiktif mimpi-mimpi besarnya.

tapi ditengah arus yang menerjang,ada segolongan pemuda yang masuk kedalam definisi diatas, meski kadang terseok-seok, terengah-engah dan sesak menghadapi himpitan dan jebakan kapitalisme. tapi tetap maju, tak pernah letih saling menguatkan, memberi inspirasi dan motivasi menuju misi abadi bernama dakwah

berharap, selalu berada diantara mereka, ini bukan kumpulan malaikat yang selalu taat sempurna tanpa cela, tapi hanya segolongan manusia yang berharap menjadi orang-orang yang digambarkan Allah dalam surat Ali imran :104

"dan hendaklah di antara kamu ada segolongan orang yang menyeru kepada kebaikan dan menyuruh berbuat makruf dan mencegah dari yang mungkar, dan itulah orang-orang yang beruntung"