Jumat, 19 Juni 2015

SEPUTAR FIDYAH DAN STANDARNYA

SEPUTAR FIDYAH DAN STANDARNYA
Oleh: KH Hafidz Abdurrahman
Soal:
1- Ada yang mengatakan, bahwa pembayaran fidyah bagi wanita yang hamil dan menyusui dan tidak sanggup berpuasa tidak ada dalilnya?
2- Berapa besaran fidyah yang paling kuat, karena ada perbedan antara mazhab Maliki dan Syafii, dengan Hanafi dan Hanbali?
Jawab:
Mengenai pertanyaan pertama, tentang tidak adanya dalil dalam pembayaran fidyah bagi wanita hamil dan menyusui yang tidak sanggup berpuasa, maka jawabannya sebagai berikut:
1- Pendapat yang mengatakan, bahwa wanita hamil dan menyusui yang tidak sanggup berpuasa, baik karena fisiknya lemah atau karena advise dokter, harus mengganti puasanya, apakah dengan mengqadha’ puasa yang ditinggalkan di hari lain, tanpa membayar fidyah sebagaimana pendapat Jumhur, atau membayar fidyah saja tanpa harus mengqadha’ di hari lain, sebagaimana pendapat Ibn ‘Abbas, Ibn ‘Umar dan atau mengqadha’ dan membayar fidyah, sebagaimana pendapat Imam Syafii dan Ahmad, semuanya ini merupakan hukum syara’ bagi masing-masing Mujtahid.
2- Setiap hukum syara’ yang dihasilkan Mujtahid, baik di kalangan sahabat maupun yang lain, pasti didasarkan pada dalil. Karena itu, kalau ada yang mengatakan, bahwa pandangan tentang pembayaran fidyah bagi wanita hamil dan menyusui yang tidak sanggup berpuasa itu tidak ada dalilnya jelas keliru.
3- Mengenai dalil masing-masing, bisa dirunut sebagai berikut:
Pendapat pertama, yaitu pendapat Jumhur. Dasarnya adalah keumuman nash al-Qur’an yang mengatakan:
أَيَّامًا مَعْدُودَاتٍ فَمَنْ كَانَ مِنْكُمْ مَرِيضًا أَوْ عَلَى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ [البقرة: 184]
“Pada hari-hari tertentu. Siapa saja di antara kalian yang sakit, atau bepergian, maka dia harus mengganti pada hari lain.” [Q.s. al-Baqarah: 184]
Menurut mereka, wanita hamil dan menyusui itu statusnya sama dengan orang sakit, sebagaimana yang disebutkan dalam ayat di atas, yang masih ada harapan sembuh, sehingga wajib mengqadha’ puasanya sebanyak hari yang ditinggalkan.
Pendapat kedua, pendapat Ibn ‘Abbas dan Ibn ‘Umar. Dasarnya, firman Allah SWT:
وَعَلَى الَّذِيْنَ يُطِيْقُوْنَهُ فِدْيَةُ طَعَامِ مِسْكِيْن [البقرة: 184]
“Bagi orang-orang yang tidak sanggup berpuasa, maka dia harus membayar fidyah dengan memberi makan orang miskin.” [Q.s. al-Baqarah: 184]
Keduanya [wanita hamil dan menyusui], menurut Ibn ‘Abbas dan Ibn ‘Umar, termasuk di dalam katagori orang yang tidak sanggup berpuasa. Karena itu, keduanya tidak wajib mengqadha’, dan hanya wajib membayar fidyah saja [Hr. Abu Dawud].
Pendapat ketiga, adalah pendapat Imam Syafii dan Ahmad. Pendapat yang terakhir ini lebih hati-hati, dan menggabungkan dua pendapat sebelumnya. Dalilnya juga sama, yaitu ayat-ayat yang menjadi dalil kedua pendapat di atas.
4- Sebagai catatan, memang tidak semua nash yang dijadikan dalil oleh para fuqaha’ itu harus menyatakan, misalnya al-hamil wa al-murdhi’ [wanita yang hamil dan menyusui]. Meski, nash yang menyatakan lafadz seperti ini juga adalah dalam hadits riwayat an-Nasa’i dan at-Tirmidzi, yang dinyatakan hasan oleh at-Tirmidzi. Sekalipun dalam hadits tersebut maknnya juga masih umum. Karena, nashnya hanya menyatakan:
إن الله وضع عن المسافر شطر الصلاة وعن الحامل والمرضع الصوم - أو - الصيام [رواه النسائي والترمذي]
“Sesungguhnya Allah telah menggugurkan dari orang yang bepergian separo dari shalatnya, dan dari orang yang hamil dan menyusui [kewajiban] berpuasa.” [Hr. an-Nasa’i dan at-Tirmidzi]
5- Jadi, kesimpulannya, bahwa pendapat fuqaha’ tentang pembayaran fidyah bagi wanita hamil dan menyusui yang tidak sanggup berpuasa jelas ada dalilnya. Karena itu, pendapat yang mengatakan, bahwa pendapat ini tidak ada dalilnya jelas keliru, dan seolah menuduh sahabat Ibn ‘Abbas dan Ibn ‘Umar ngawur. Na’udzubillah.
Mengenai pertanyaan kedua, tentang standar fidyah yang berbeda, antara mazhab Maliki dan Syafii di satu sisi yang menyatakan, bahwa fidyah yang wajib dibayar tiap hari adalah 1 Mud, sedangkan mazhab Hanafi menyatakan 1 Sha’, kecuali gandum yang hanya dibayar ½ Sha’, dan mazhab Hanbali yang menyatakan ½ Sha’, kecuali gandum yang harus dibayar 1 Mud, ini juga merupakan hukum syara’ bagi masing-masing. Untuk menjelaskan hal ini, jawabannya sebagai berikut:
1- Secara umum, perbedaan tersebut dikembalikan kepada perhitungan masing-masing Mujtahid dalam memahami nash, fidyatu tha’ami miskin [membayar fidyah dengan memberi makan satu orang miskin], dalam Q.s. al-Baqarah: 184. Nash ini tidak memberi batasan, berapa besarnya. Karena tidak diberi batasan berapa besarnya, maka besarnya dikembalikan kepada standar masyarakat setempat. Dari sinilah, perbedaan tersebut kemudian muncul.
2- Mengenai 1 Mud itu sendiri, jika dikonversi ke dalam timbangan gram, sama dengan 544 gram. Sedangkan 1 Sha’ sama dengan 4 Mud, atau 2,176 gram [baca: 2,1 kg], dan ½ Sha’ sama dengan 1,008 gram [1,0 kg].
3- Lalu, mana di antara kedua pendapat tersebut yang paling kuat? Menurut Thawus, Ibn Jubair, al-Auza’i, an-Nawawi dan yang lain, yang paling mendekati kebenaran adalah pendapat Imam Malik dan Imam Syafii. Berarti, setiap hari yang ditinggalkan, wajib dibayar 1 Mud.
4- Hanya saja, waktu pembayarannya tidak boleh dilakukan di awal Ramadhan, tetapi setelahnya. Karena statusnya mengganti. Mengganti tidak boleh mendahului hukum asal kewajibannya, kecuali setelah kewajiban tersebut berlalu.
Wallahu a’lam.

Senin, 15 Juni 2015

Cara Mengatasi Diare Pada Ibu hamil


Penyakit Diare pada Ibu HamilCara Mengatasi Diare Pada Ibu Hamil – Diare merupakan penyakit yang sering melanda pada Ibu hamil. Hal ini dikarenakan pola makan ibu hamil yang tidak sehat dan akibat ngidam makanan pedas, terlalu asam dan dan makanan yang tidak higienis yang mengakibatkan ibu hamil menderita diare. Diare pada Ibu hamil sebaiknya jangan dianggap remeh karena dapat menyangkut bagi kesehatan Ibu hamil maupun bayi yang ada dalam kandungan.
Penyebab Terjadinya Diare pada Ibu Hamil
Penyakit diare disebabkan oleh usus yang tidak mampu untuk menyerap air yang terdapat dalam kotoran sehingga menyebabkan terjadinya pengeluaran feses yang banyak hingga sampai tiga kali dalam sehari. Sedangkan faktor yang menyebabkan diare pada wanita hamil selain akibat pola makan yang tidak sehat juga dapat disebabkan oleh beberapa hal, seperti berikut:
1. Minum Susu : Minum susu yang berlebihan dan tidak mengandung laktosa atau sedikit mengandung laktosa, maka tubuh akan sulit untuk mencernanya dan mengakibatkan usus tidak dapat beradaptasi yang kemudian menyebabkan diare.
2. Infeksi Bakteri : Tubuh yang terinfeksi oleh bakteri parasit dan virus seperti bakteri E. coli, salmonella, balantadium coli nentamoeba ritavirus dan adenovirus yang terdapat dalam bahan makanan yang dikonsumsi oleh manusia, menyebabkan tubuh akan mengalami diare.
3. Konsumsi Obat : Mengonsumsi obat-obatan tertentu seperti obat untuk mengatasi sembelit dan obat penetral asam lambung akan dapat mengganggu keseimbangan usus yang akhirnya menyebabkan diare pada wanita hamil.
4. Perubahan Hormon : Meningkatnya produksi hormon yang pesat saat hamil akan membuat produksi asam lambung menjadi tergangu dan sistem pencernaan tubuh secara keseluruhan yang akan menjadi penyebab diare pada ibu hamil. Selain itu faktor diare pada wanita hamil bisa dipengaruhi karena membesarnya ukuran rahim yang membuat gerakan usus menjadi tersumbat, dan membuat bakteri dapat tumbuh dengan pesat dan akhirnya menyebabkan diare.
Gejala dan Jenis Diare
Jika diare yang diderita belum mengganggu keseimbangan cairan dan elektrolit dalam tubuh, maka diare yang terjadi pada wanita hamil itu tergolong diare yang ringan dan hanya memerlukan perawatan yang dapat dilakukan sendiri di rumah. Ciri gejala diare ringan antara lain tidak menimbulkan demam, kulit tidak mengering, denyut nadi masih normal dan air seni tidak berwarna keruh.
Akibat yang ditimbulkan oleh penyakit diare secara umum yaitu bisa membuat tubuh kekurangan cairan sehingga tubuh akan mengalami dehidrasi. Untuk itu perlu diwaspadai jika Ibu hamil menderita diare apakah diare yang dialami merupakan diare tergolong ringan atau gejala serius. Tanda gejala diare yang serius antara lain seringnya BAB, terjadi pendarahan pada feses, perut mual dan kram, muntah, demam, nyeri di kepala dan jantung berdebar kencang serta urine berwarna keruh atau kuning gelap.
Cara Mengobati Diare pada Ibu Hamil
Langkah awal dalam melakukan pengobatan penyakit diare pada Ibu hamil sama saja seperti pada umumnya yaitu dengan memberikan cairan oralit. Jika Anda tidak memiliki cairan oralit, maka Anda dapat membuatnya sendiri dirumah dengan mencampurkan satu sendok garam dengan satu sendok gula pasir kemudian larutkan pada satu gelas air hangat. Atau Anda juga bisa dengan mengonsumsi minuman isotonik yang dapat Anda jumpai di toko terdekat.
Namun jika diare yang Anda alami sudah masuk dalam kategori gejala yang serius maka Anda harus segera memeriksakannya ke Dokter atau rumah sakit untuk segera mendapat penanganan yang serius.
Masa Pemulihan
Untuk mengatasi diare, berikut ini beberapa cara yang bisa membantu Anda khususnya Anda yang sedang hamil untuk mempercepat pemulihan setelah diare, diantaranya:
- Memperbanyak waktu istirahat
- Meningkatkan asupan cairan elektrolit pada tubuh agar terhindar dari dehidrasi
- Perbanyak minum air putih atau oralit
- Jika masih terjadi diare ringan, maka usahakan untuk memperbanyak mengkonsumsi sup, minuman jahe atau roti panggang untuk membantu mengatasi diare yang Anda alami.
- Mengkonsumsi madu karena madu sangat baik untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan juga sangat mudah dicerna oleh tubuh.
Nah, semoga tips mengatasi diare pada wanita hamil di atas dapat bermanfaat.
Selamat mencoba…!!!

Farmakologi Diare

Penyebab Diare

Diare
Diare adalah penyakit yang terjadi pada sistem pencernaan dimana terjadi gangguan pada sistem tersebut. Sistem Pencernaan bila dilihat secara fisiologi adalah :
Dalam lambung makanan dicerna menjad bubur (chymus), kemudian diteruskan ke usus halus untuk diuraikan lebih lanjut oleh enzim-enzim pencernaan. Setelah zat-zat gizi diresorpsi oleh villi ke dalam darah, sisa chymus yang terdiri dari 90% air dan sisa makanan yang sukar dicernakan, diteruskan ke usus besar (colon).
Bakteri-bakteri yang biasanya selalu berada di sini (flora normal) mencernakan lagi sisa-sisa (serat-serat) tersebut, sehingga sebagian besar daripadanya dapat diserap pula selama perjalan melalui usus besar. Airnya juga di resorpsi kembali, sehingga lambat laun isi usus menjadi lebih padat dan dikeluarkan dari tubuh sebagai tinja.
Penyebab Diare
Diare terjadi karena adanya rangsangan terhadap saraf otonom di dinding usus sehingga menimbulkan reflex mempercepat peristaltik usus, rangsangan ini dapat ditimbulkan oleh :
  1. Infeksi oleh bakteri patogen, misalnya bakteri E. coli, rotavirus   dan adenovirus.
  2. Infeksi oleh kuman thypus
  3. Infeksi oleh virus
  4. Infeksi oleh parasit, misalnya protozoa
  5. Keracunan makanan atau minuman
Sebagian besar diare terjadi karena gangguan flora bakteri terutama E. coli, penyebab dari kondisi ini terjadi karena banyak factor dan yang paling utama karena makanan.

Pengobatan Diare yang Tepat

Tidak selamanya diare itu buruk. Sebenarnya diare adalah mekanisme tubuh untuk mengeluarkan racun dari dalam tubuh. Racun yang dihasilkan oleh virus, bakteri, parasit dan sebagainya akan dibuang keluar bersama dengan tinja yang encer.
Kehilangan cairan tubuh yang mengandung elektrolit penting adalah penyebab kematian pada penderita diare. �Kondisi yang disebut dehidrasi ini berbahaya karena dapat menimbulkan gangguan irama jantung dan menurunkan kesadaran pasien. Jangan anggap remeh, kalau tidak diatasi bisa menimbulkan kematian,� jelas dr. Ari Fahrial Syam, Sp.PD, KGEH, MMB
Sebagian besar diare akut (diare mendadak) pada anak dapat disembuhkan hanya dengan pemberian cairan dan meneruskan pemberian makanan saja. Oleh sebab itu, inti dari pengobatan diare adalah memberikan cairan untuk menghindari terjadi dehidrasi.
�Prinsip pengobatan diare adalah mencegah dehidrasi dengan pemberian oralit (rehidrasi) dan mengatasi penyebab diare, � ungkap dr. Ari Fahrial Syam, Sp.PD, KGEH, MMB. Diare dapat disebabkan oleh banyak faktor seperti salah makan, bakteri, parasit, sampai radang. Pengobatan yang diberikan harus disesuaikan dengan klinis pasien.
Obat diare dibagi menjadi tiga, pertama kemoterapeutika yang memberantas penyebab diare .seperti bakteri atau parasit, obstipansia untuk menghilangkan gejala diare dan spasmolitik yang membantu menghilangkan kejang perut yang tidak menyenangkan.
Sebaiknya jangan mengkonsumsi golongan kemoterapeutika tanpa resep dokter. Dokter akan menentukan obat yang disesuaikan dengan penyebab diarenya misal bakteri, parasit. Pemberian kemoterapeutika memiliki efek samping dan sebaiknya diminum sesuai petunjuk dokter
Sebenarnya usus besar tidak hanya mengeluarkan air secara berlebihan tapi juga elektrolit. Kehilangan cairan dan elektrolit melalui diare ini kemudian dapat menimbulkan dehidrasi. Dehidrasi inilah yang mengancam jiwa penderita diare.
Penggolongan Obat Diare
  1. Kemoterapeutika untuk terapi kausal yaitu memberantas bakteri penyebab diare seperti antibiotika, sulfonamide, kinolon dan furazolidon.
    1. Racecordil
      Anti diare yang ideal harus bekerja cepat, tidak menyebabkan konstipasi, mempunyai indeks terapeutik yang tinggi, tidak mempunyai efek buruk terhadap sistem saraf pusat, dan yang tak kalah penting, tidak menyebabkan ketergantungan. Racecordil yang pertama kali dipasarkan di Perancis pada 1993 memenuhi semua syarat ideal tersebut.
    2. Loperamide
      Loperamide merupakan golongan opioid yang bekerja dengan cara memperlambat motilitas saluran cerna dengan mempengaruhi otot sirkuler dan longitudinal usus. Obat diare ini berikatan dengan reseptor opioid sehingga diduga efek konstipasinya diakibatkan oleh ikatan loperamid dengan reseptor tersebut. Efek samping yang sering dijumpai adalah kolik abdomen (luka di bagian perut), sedangkan toleransi terhadap efek konstipasi jarang sekali terjadi.
    3. Nifuroxazide
      Nifuroxazide adalah senyawa nitrofuran memiliki efek bakterisidal terhadap Escherichia coli, Shigella dysenteriae, Streptococcus, Staphylococcus dan Pseudomonas aeruginosa. Nifuroxazide bekerja lokal pada saluran pencernaan.
      Obat diare ini diindikasikan untuk dire akut, diare yang disebabkan oleh E. coli & Staphylococcus, kolopatis spesifik dan non spesifik, baik digunakan untuk anak-anak maupun dewasa.
    4. Dioctahedral smectite
      Dioctahedral smectite (DS), suatu aluminosilikat nonsistemik berstruktur filitik, secara in vitro telah terbukti dapat melindungi barrier mukosa usus dan menyerap toksin, bakteri, serta rotavirus. Smectite mengubah sifat fisik mukus lambung dan melawan mukolisis yang diakibatkan oleh bakteri. Zat ini juga dapat memulihkan integritas mukosa usus seperti yang terlihat dari normalisasi rasio laktulose-manitol urin pada anak dengan diare akut.
  2. Obstipansia untuk terapi simtomatis (menghilangkan gejala) yang dapat menghentikan diare dengan beberapa cara:
    1. Zat penekan peristaltik, sehingga memberikan lebih banyak waktu untuk resorpsi air dan elektrolit oleh mukosa usus seperti derivat petidin (difenoksilatdan loperamida), antokolinergik (atropine, ekstrak belladonna)
    2. Adstringensia yang menciutkan selaput lendir usus, misalnya asam samak (tannin) dan tannalbumin, garam-garam bismuth dan alumunium.
    3. Adsorbensia, misalnya karbo adsorben yanga pada permukaannya dapat menyerap (adsorpsi) zat-zat beracun (toksin) yang dihasilkan oleh bakteri atau yang adakalanya berasal dari makanan (udang, ikan). Termasuk di sini adalah juga musilago zat-zat lendir yang menutupi selaput lendir usus dan luka-lukanya dengan suatu lapisan pelindung seperti kaolin, pektin (suatu karbohidrat yang terdapat antara lain sdalam buah apel) dan garam-garam bismuth serta alumunium.
  3. Spasmolitik, yakni zat-zat yang dapat melepaskan kejang-kejang otot yang seringkali mengakibatkan nyeri perut pada diare antara lain papaverin dan oksifenonium

Kamis, 07 Mei 2015

ASKEP PSIKOSOSIAL



ASKEP PSIKOSOSIAL PADA PASIEN DENGAN GANGGUAN KONSEP DIRI

1. Pengertian Konsep Diri
Konsep diri adalah pengetahuan individu tentang diri, misalnya “saya kuat dalam matematika” (Wigfield & Karpathian 1991). Konsep diri adalah citra subjektif dari diri dan percampuran yang kompleks dari perasaan, sikap & persefsi bawah sadar maupun sadar. Konsep diri memberikan kita kerangka acuan yang mempengaruhi manajemen kita terhadap situasi dan hubungan kita dengan orang lain. Kita mulai membentuk konsep diri saat usia muda. Masa remaja adalah waktu yang kritis ketika banyak hal secara kontinu mempengaruhi konsep diri. Jika seseorang mempunyai masa kanak-kanak yang aman dan stabil, maka konsep diri masa remaja anak tersebut secara mengejutkan akan sangat stabil (Marsh 1990). Ketidaksesuaian antara aspek tertentu dari kepribadian dan konsep diri dapat menjadi sumber stres atau konflik.
Konsep diri dan persepsi tentang kesehatan sangat berkaitan erat satu sama lain. Klien yang mempunyai keyakinan tentang kesehatan yang baik akan dapat meningkatkan konsep diri.

2. Komponen Konsep Diri
Komponen Konsep diri terdiri dari :
a. Identitas
Identitas mencakup rasa internal tentang individual, keutuhan dan konsistensi dari seseorang sepanjang waktu dan dalam berbagai situasi. Karenanya konsep tentang identitas mencangkup kontansi dan kontinuitas. Identitas menunjukan menjadi lain dan terpilih dari orang lain, namun menjadi diri yang utuh dan unik
Anak belajar tentang nilai, perilaku dan peran yang diterima sesuai kultur. Anak mengidentifikasi pertama kali dengan orang tua, kemudian dengan guru, teman seusia dan pahlawan pujaan. Untuk membentuk identitas, anak harus mampu untuk membawa semua perilaku yang dipelajari ke dalam keutuhan yang kohoren, konsisten dan unik (Erikson, 1963). Rasa identitas ini secara kontinu timbul dan dipengaruhi oleh situasi sepanjang hidup.
b. Citra tubuh
Membentuk persepsi seorang tentang tubuh, baik secara internal maupun eksternal. Persepsi ini mencakup perasaan dan sikap yang ditunjukkan pada tubuh.
Citra tubuh dipengaruhi oleh pandangan pribadi tentang karakteristik dan kemampuan fisik dan oleh persepsi dari pandangan orang lain.
Citra tubuh di pengaruhi oleh pertumbuhan kognitif dan perkembangan fisik. Perubahan perkembangan yang normal seperti pertumbuhan dan penuaan mempunyai efek penampakan yang lebih besar pada tubuh dibandingkan dengan aspek lainnya dari konsep diri. Citra tubuh anak usia sekolah berbeda dengan citra tubuh seorang bayi.
Salah satu perbedaan yang menyolok adalah kemampuan untuk berjalan. Perubahan ini bergantung pada kematangan fisik. Perubahan hormonal terjadi selama masa remaja dan pada tahun akhir kehidupan juga mempengaruhi citra tubuh (mis. Menopause selama masa dewasa dengan penuaan mencakup penurunan ketajaman penglihatan, pendengaran, dan mobilitas, perubahan ini dapat mempengaruhi citra tubuh).
c. Ideal Diri
Adalah persepsi individu tentang bagaimana ia seharusnya bertingkah laku berdasarkan standar pribadi. Standar dapat berhubungan dengan tipe orang yang diinginkan atau disukainya atau sejumlah aspirasi, tujuan, nilai yang ingin diraih. Ideal diri, akan mewujudkan cita-cita atau penghargaan diri berdasarkan norma-norma sosial dimasyarakat tempat individu tersebut melahirkan penyesuaian diri.
Pembentukan ideal diri dimulai pada masa kanak-kanak dipengaruhi oleh orang yang penting pada dirinya yang memberikan harapan atau tuntutan tertentu. Seiring dengan berjalannya waktu individu menginternalisasikan harapan tersebut dan akan membentuk dasar dari ideal diri. Pada usaia remaja ideal diri akan terbentuk melalui identifikasi pada orang tua, guru dan teman. Pada usia yang lebih tua dilakukan penyesuaian yang merefleksikan berkurangnya kekuatan fisik dan perubahan peran serta tanggung jawab.
d. Harga Diri
Harga diri adalah penilaian pribadi terhadap hasil yang dicapai dengan menganalisi seberapa banyak kesesuaian tingkah laku dengan ideal dirinya. Harga diri diperoleh dari sendiri dan orang lain yaitu dicintai, dihormati dan dihargai. Individu akan merasa harga dirinya tinggi bila sering mengalami keberhasilan, sebaliknya individu akan merasa harga dirinya rendah bila sering mengalami kegagalan, tidak dicintai atau tidak diterima di lingkungan.
Harga diri dibentuk sejak kecil dari adanya penerimaan dan perhatian. Harga diri akan meningkat sesuai meningkatnya usia. Untuk meningkatkan harga diri anak diberi kesempatan untuk sukses, tanamkan “ideal” atau harapan jangan terlalu tinggi dan sesuaikan dengan budaya, berikan dorongan untuk aspirasi atau cita-citanya dan bantu membentuk pertahanan diri untuk hal-hal yang menggangu persepsinya.
Harga diri sangat mengancam pada masa pubertas, karena pada saat ini harga diri mengalami perubahan, karena banyak keputusan yang harus dibuat menyangkut diri sendiri. Remaja dituntut untuk menentukan pilihan, posisi peran dan memutuskan apakah ia mampu meraih sukses dari suatu bidang tertentu, apakah ia dapat berpartisipasi atau diterima di berbagai macam aktivitas sosial.
e. Peran
Peran adalah serangkaian pola sikap, perilaku, nilai dan tujuan yang diharapkan oleh masyarakat dihubungkan dengan fungsi individu di dalam kelompok sosialnya. Peran memberikan sarana untuk berperan serta dalam kehidupan sosial dan merupakan cara untuk menguji identitas dengan memvalidasi pada orang yang berarti. Setiap orang disibukkan oleh beberapa peran yang berhubungan dengan posisi pada tiap waktu sepanjang daur kehidupan. Harga diri yang tinggi merupakan hasil dari peran yang memenuhi kebutuhan dan cocok dengan ideal diri.

3. Asuhan Keperawatan Psikisosial pada Pasien dengan Gangguan Konsep Diri
A. Pengkajian
1) Faktor Predisposisi
a. Faktor Predisposisi gangguan citra tubuh :
- kehilangan/kerusakan bagian tubuh (anatomi dan fungsi)
- perubahan ukuran, bentuk dan penampilan tubuh (akibat pertumbuhan dan perkembangan/penyakit)
- proses patologis penyakit dan dampak terhadap struktur maupun fungsi tubuh
- prosedur pengobatan seperti radiasi, kemoterapi, transplantasi.
b. Faktor Predisposisi gangguan Identitas diri :
- ketidak percayaan orang tua terhadap anak
- tekanan dari teman sebaya
- perubahan struktur sosial
c. Faktor Predisposisi gangguan harga diri :
- penolakan dari orang lain
- kurang penghargaan
- pola asuh yang salah ; terlalu dilarang, terlalu dikontrol, terlalu dituruti, terlalu dituntut dan tidak konsisten.
- persaingan antar saudara
- kesalahan dan kegagalan yang berulang
- tidak mampu mencapai standar yang ditentukan.
d. Faktor Predisposisi gangguan peran :
- transisi peran yang sering terjadi pada proses perkembangan, perubahan situasi dan keadaan sehat-sakit.
- ketegangan peran, ketika individu menghadapi dua harapan yang bertentangan secara terus menerus yang tidak terpenuhi.
- keraguan peran, ketika individu kurang pengetahuan tentang harapan peran yang spesifik dan bingung tentang tingkah laku yang spesifik dan bingung tentang tingkah laku peran yang sesuai
- peran yang terlalu banyak.
2) Faktor Presipitasi
a. Trauma
Masalah spesifik sehubungan dengan konsep diri adalah situasi yag membuat individu sulit menyesuaikan diri/tidak dapat menerima khususnya trauma emosi seperti penganiayaan fisik, seksual dan psikologis pada masa anak-anak atau merasa terancam kehidupannya/menyaksikan kejadian berupa tindak kejahatan.
b. Ketegangan peran
Keteganga peran adalah perasaan prustasi ketika individu mersa tidak adekuat melakukan peran/melakukan peran yang bertentangan dengan hatinya/tidak merasa cocok dalam melakukan perannya.
3) Perubahan perilaku
a. Perubahan perilaku pada gangguan citra tubuh :
- menolak menyenyuh/melihat bagian tubuh tertentu
- menolak bercermin
- menolak usaha rehabilisasi
- menyangkal cacat tubuh
- usaha pengobatan mandiri yang tidak tepat
b. Perubahan perilaku yang berhubungan dengan harga diri rendah :
- mengkritik diri sendiri
- merasa bersalah dan khawatir
- merasa tidak mampu
- menunda keputusan
- gangguan berhubungan
c. Perubahan perilaku yang berhubungan dengan keracunan identitas :
- keperibadian yang bertentangan
- perasaan hampa
- kekacauan identiatas seksual
- kecemasan yang tinggi
d. Perubahan perilaku yang berhubungan dengan depersonalisasi :
d.1 Afektif
- kehilangan identitas diri
- merasa asing dengan diri sendiri
- perasaan tidak nyata
- merasa sangat terisolasi
d.2 Persepsi
- halusinasi pendengaran
- kekalauan identitas seksual
- gangguan citra tubuh
d.3 Kognitif
- bingung
- diserpentasi waktu
- gangguan berpikir
d.4 Perilaku
- pasif
- kurang spontanitas
- kurang pengendalian diri.
4) Mekanisme Koping
Klien ganguan konsep diri menggunakan mekanisme koping yang dapat dikategorikan menjadi dua yaitu :
a. Koping jangka pendek, karakteristik koping jangka pendek :
- aktivitas yang dapat memberi kesempatan lari sementara dari kritis
Miasalnya : menonton TV, kerja keras, olahraga berat.
- aktivitas yang dapat memberikan identitas penggati sementara.
Misalnya : ikut kegiatan sosial, politik, agama.
b. Koping jangka panjang, dikategorikan dalam penutupan identitas dan identitas negatif
- penutupan identitas, adopsi identitas prematur yang yang diinginkan oleh orang yang penting bagi individu tanpa mempertahankan keinginan.
- Identitas negatif, asumsi identitas yang tidak wajar untuk dapat diterima oleh niali-nilai dan harapan masyarakat.
5) Mekanisme pertahanan ego
Yang sering dipakai adalah :
 fantasi → kemampuan menggunakan tanggapan-tanggapan yang sudah ada utuk menciptakan tanggapan baru
 disosiasi → respon yang tidak sesuai dengan stimulus
 isolasi → menghindarkan diri dari interaksi dengan lingkungan luar
 proyeksi → kelemahan dan kekurangan pada diri sendiri dilontarkan pada orang lain.

B. Diagnosa Keperawatan
Diagnosa keperawatan yang mungkin ditemukan pada klien dengan gangguan konsep diri adalah :
a. Gangguan konsep diri : Citra tubuh yang berhubungan dengan kekhawatiran menjadi gemuk
b. Gangguan konsep diri rendah
c. Ketidak efektipan penampilan peran yang berhubungan dengan ketidakcocokan dengan penerimaan peran baru
d. Gangguan identitas diri yang berhubungan dengan harapan orang tua yang tidak realistik.

C. Perencanaan dan Tindakan Keperawatan
1. Membangun keterbukaan dan hubungan saling percaya, dengan cara :
a. Tawarkan penerimaan tak bersyarat atau tidak kaku
b. Dengarkan klien
c. Dorong klien untuk mendiskusikan pikiran dan perasaan
d. Berespons pada klien dengan tidak menghakimi
e. Tunjukkan pada klien bahwa ia adalah indivudu yang berharga yang bertanggung jawab terhadap dirinya dan dapat membantu diri sendiri
2. Bekerja pada klien pada tingkat kemampuan yang dimilikinya, dengan cara :
a. Identifikasi kemampuan yang dimiliki klien
b. Pedoman asuhan untuk klien yang kemampuan yang terbatas
c. Mulai dengan penegasan identitasnya
d. Memberikan tindakan yang mendukung untuk menurunkan tingkat kecemasannya
e. Dekati klien dengan cara tanpa diminta
f. Terima dan usahakan klasifikasi komunikasi verbal dan non-verbal
g. Cegah klien untuk mengisolasi diri
h. Ciptakan kegiatan rutin yang sederhana pada klien
i. Buat batasan pada perilaku yang tidak sesuai
j. Orientasikan klien ke realita
k. Dorong untuk melakukan perilaku yang tepat dan beri pujian dan pengakuan
l. Bantu dalam melakukan kebersihan perseorangan dan penampilan diri
m. Dorong klien untuk merawat diri sendiri
3. Memaksimalkan peran serta klien dalam hubungan terapeutik dengan cara:
a. Tingkatkan secara bertahap partisipasi klien dalam mengambil keputusan yang berhubungan dengan asuhan keperawatannya
b. Tunjukan bahwa klien adalah orang yang bertanggung jawab.
4. Membantu klien untuk menerima pikiran dan perasaannya :
a. Mengekspresikan emosi, keyakinan, perilaku dan pikiran secara verbal dan non-verbal
gunakan keterampilan komunikasi teurapetik dan respons empati
b. Observasi dan catat pikiran yang logis dan tidak logis serta respons emosionalnya.
5. Membantu pasien mengklasifikasikan konsep dirinya dan hubungannya dengan orang lain melalui keterbukaan
a. Dapatkah persepsinya tentang kekuatan dan kelemahannya
b. Bantu klien untuk menggambarkan ideal dirinya
c. Identifikasi kritik tentang dirinya
d. Bantu klien untuk menggambarkan hubungannya dengan orang lain
6. Menyadari dan memiliki kendali terhadap perasaan anda (perawat) :
a. Terbuka pada perasaan dengan orang (klien)
b. Gunakan diri secara teurapetik
 berbagi perasaan dengan orang (klien)
 verbalisasi bagaimana perasaan orang lain
 bercermin pada persepsi dan perasaan klien
7. berespons empati bukan simpati dan tekankah bahwa kekuatan untuk berubah ada pada klien :
a. gunakan respons empati, evaluasi diri tentang simpati
b. mengutatkan klien bahwa ia mempunyai kekuatan dalam memecahkan masalahnya
c. beritahukan pada klien bahwa ia bertanggung jawab terhadap perilakunya termasuk respons koping adaftif dan maladaftif
d. diskusikan cakupan pilihan, area kekuatan dan sumber-sumber koping yang tersedia untuk klien
e. gunakan sitem pendukung dari keluarga dan kelompok untuk memfasilitasi penyediaan diri klien
f. bantu klien untuk mengenli sifat dari konflik dan cara maldaftif yang dilakukan klien untuk mengatasinya
8. Bantu klien untuk mengidentifikasi alternatif pemecahan :
a. bantu klien memahami bahwa hanya dia yang dapat mengubah dirinya bukan orang lain.
b. Jika klien mempunyai persepsi yang tidak konsisten, bantu dia melihat bahwa ia dapat berubah, sebagai berikut :
 keyakinan dan idealnya dapat membawa ia pada kenyataan
 lingkungan untuk membuat konsisten dengan keyakinannya.
c. Jika konsep diri tidak konsisten dengan perilakunya, ia dapat berubah
 Perilakunya disesuaikan dengan konsep dirinya
 Keyakinan yang mendasari konsep dirinya disesuaikan pada perilaku
 Ideal dirinya.bersama-sama mengulas bagaimana sumber koping dapat lebih baik digunakan klien
9. Bantu klien mengembangkan tujuan yang realistis
a. dorong klien untuk merumuskan tujuan sendiri (bukan tujuan perawat)
b. bersama-sama mendiskusikan konsekuesnsi emosi, praktiknya dan berdasarkan realitas dari setiap tujuan.
c. Bantu klien untuk menetapkan perubahan konkret yang diharapkan
d. Dorong klien untuk memulai pengalaman baru untuk berkembang secara potensial
e. Gunakan bermain peran, model peran dan visualisasi, bila perlu.

D. Evaluasi Keperawatan
Pasien akan mencapai tingkat aktualisasi diri yang maksmal untuk menyadari potensi dirinya.

E. DAFTAR PUSTAKA

 Susilawati, dkk. 2005. Konsep Dasar Keperawatan Kesehatan Jiwa. Jakarta : EGC
 Stuart, Gail W. 2002. Buku Saku Keperawatn Jiwa Edisi 5. Jakarta : EGC
 Stuart, Gail W dan Sandra J. Sundeen. 2002. Buu Saku Keperawatan Jiwa Edis . Jakarta : EGC


Kamis, 23 April 2015

Psikologi menoupause

A. Pengertian menopause
 
Menopause berasal dari kata meno artinya bulan, pause, pausa, pasico artinya periode atau tanda berhenti. Jadi menopause artinya berhentinya secara degeneratif menstruasi. Menopause adalah berhentinya menstruasi, berhentinya ovulasi dengan disertai penurunan fungsi dari organ reproduksi dan akhirnya bagian-bagian dari tubuh perlahan-lahan menunjukkan tanda-tanda ketuaan Menopause merupakan periode akhir dari menstruasi (kira-kira 1 tahun) pada wanita yang berumur 45-60 tahun.

International Menopause Society (IMS), pada tahun 1999, menyampaikan rekomendasi berdasarkan definisi WHO (1996). Menopause alamiah (natural menopause) adalah berhentinya menstruasi secara permanen sebagai akibat hilangnya aktivitas ovarium. Menopause alami ini dikenal bila terjadi amenorea selama 12 bulan berturut-turut, tanpa ditemukan penyebab patologi atau fisiologi yang jelas

B. Pembagian masa menopause

Masa menopause menurut Kartono (1992), dibagi menjadi 2 :
 
1. Tahap awal
Tahun-tahun di mana saat haid/menstruasi sudah tidak teratur, sering terganggu atau sudah tidak sama sekali. Namun aparat endokrin seksual masih terus berfungsi. Periode ini disebut sebagai masa pra klimakteris.
 
2. Tahap kedua
Menampilkan gejala : berhentinya secara definitif organisme yang membentuk sel-sel telur, yaitu berhentinya organisme tersebut sebagai lembaga kehidupan tingkah laku seseorang. Pada periode ini sifatnya sering lucu dan aneh, janggal dan tidak pada tempatnya. Tingkah laku tersebut dimaksudkan untuk mengingkari ketuaannya dan ingin mengulangi kembali pola kebiasaan dimasa muda, menghiasi dirinya dengan pakaian dan perhiasan yang berlebihan agar kelihatan masih remaja.

C. Tanda-tanda menopause
menopause ditandai dengan menstruasi tidak lancar dan tidak teratur, biasanya datang dalam interval waktu lebih lambat atau lebih awal dari biasanya. Kotoran haid yang keluar banyak sekali ataupun sangat sedikit. Muncul gangguan-gangguan vasomotorik berupa penyempitan atau pelebaran pada pembuluh-pembuluh darah. Merasa pusing-pusing saja, disertai sakit kepala terus menerus. Berkeringat tidak hentinya. Neuralgia atau gangguan sakit saraf.

D. Perubahan pada masa menopause

perubahan Psikologis
Aspek psikologis yang terjadi pada lansia atau wanita menopause amat penting peranan dalam kehidupan sosial lansia terutama dalam menghadapi masalah-masalah yang berkaitan dengan pensiun; hilangnya jabatan atau pekerjaan yang sebelumnya sangat menjadi kebanggaan sang lansia tersebut. Berbicara tentang aspek psikologis lansia dalam pendekatan eklektik holistik, sebenarnya tidak dapat dipisahkan antara aspek organ-biologis, psikologis, sosial, budaya dan spiritual dalam kehidupan lansia.
Beberapa gejala psikologis yang menonjol ketika menopause adalah mudah tersinggung, sukar tidur, tertekan, gugup, kesepian, tidak sabar, tegang (tension), cemas dan depresi. Ada juga lansia yang kehilangan harga diri karena menurunnya daya tarik fisik dan seksual, mereka merasa tidak dibutuhkan oleh suami dan anak-anak mereka, serta merasa kehilangan femininitas karena fungsi reproduksi yang hilang.

Macam – macam perubahan psikologis pada masa menopause
 
1. perubahan peran dalam kehidupan keluarga
Perubahan peran ini menginjak pada saat anak-anak menuju usia dewasa dan mandiri. Menurut Cumming dan Henry, orang yang lebih tua yang mengalami pelepasan itu menjadi bahagia dengan kebebasannya yang lebih banyak , kewajiban-kewajibannya berkurang terhadap lingkungan sosial dan terhadap kehidupan bersama.
 
2. ibu merasa tidak lagi dibutuhkan
Dengan bertambah dewasa dan mandirinya seorang anak, terkadang anak tidak mengikutsertakan orang tua ke dalam suatu permasalahannya – permasalahannya. Seorang anak ingin mengatasi berbagai masalahnya sendiri.di sini akan timbul suatu konflik baru, orang tua akan merasa tidak lagi dibutuhkan oleh anak-anak mereka.
 
3. perubahan hubungan sosial dengan lingkungan
Dalam teori disengagement dikatakan bahwa manusia yang menjadi tua dan terutama yang sudah sangat tua akan mencari bentuk-bentuk isolasi sosial tertentu dan justru dalam isolasi itu, atau karena isolasi itu menjadi bahagia dan puas.
 
4. kehilangan anggota keluarga
Ketika seorang anak menjadi orang dewasa dan pada waktunya mereka harus menikah,orang tua tentunya akan merasa senang karena kewajibannya telah selesai dalam mengasuh anak,dan dalam kesenangan itu ada perasaan kehilangan terhadap salah satu anggota keluarganya. Hal ini dapat menjadi konflik ketika semua anggota keluarga hidup mandiri dan tidak menjadi satu dengan orang tuanya.
 
5. Pertambahan usia
Segera setelah dilahirkan, maka seseorang secara fisiologis menjadi lebih tua
 
6. Mudah sakit-sakitan
Dengan bertambahnya usia maka jaringan-jaringan dan sel-sel menjadi tua, debagaian mengalami regenerasi tetapi sebagian lagi akan mati. Dengan tidak maksimalnya fungsi jaringan dan sel maka kondisi orang yang sudah lanjut usia akan rentan sekali terhadap penyakit, sehingga mereka akan mudah sekali sakit.
 
Beberapa keluhan psikologis yang merupakan tanda dan gejala dari menopause yaitu:
 
a.Ingatan Menurun
Gelaja ini terlihat bahwa sebelum menopause wanita dapat mengingat dengan mudah, namun sesudah mengalami menopause terjadi kemunduran dalam mengingat, bahkan sering lupa pada hal-hal yang sederhana, padahal sebelumnya secara otomatis langsung ingat.
b.Kecemasan
Banyak ibu-ibu yang mengeluh bahwa setelah menopause dan lansia merasa menjadi pencemas. Kecemasan yang timbul sering dihubungkan dengan adanya kekhawatiran dalam menghadapi situasi yang sebelumnya tidak pernah dikhawatirkan. Misalnya kalau dulu biasa pergi sendirian ke luar kota sendiri, namun sekarang merasa cemas dan khawatir, hal itu sering juga diperkuat oleh larangan dari ana-anaknya. Kecemasan pada Ibu-ibu lansia yang telah menopause umumnya bersifat relatif, artinya ada orang yang cemas dan dapat tenang kembali, setelah mendapatkan semangat/dukungan dari ornag di sekitarnya; namun ada juga yang terus-menerus cemas, meskipun orang-orang disekitarnya telah memberi dukungan. Akan tetapi banyak juga ibu-ibu yang mengalami menopause namun tidak mengalami perubahan yang berarti dalam kehidupannya. Menopause rupanya mirip atau sama juga dengan masa pubertas yang dialami seorang remaja sebagai awal berfungsinya alat-alat reproduksi, dimana ada remaja yang cemas, ada yang khawatir namun ada juga yang biasa-biasa sehingga tidak menimbulkan gejolak.
 
Adapun simtom-simtom psikologis adanya kecemasan bila ditinjau dari beberapa aspek, menurut Blackburn and Davidson (1990 :9) adalah sebagai berikut :
•Suasana hatiyaitu keadaan yang menunjukkan ketidaktenangan psikis, seperti: mudah marah, perasaan sangat tegang.
•Pikiran yaitu keadaan pikiran yang tidak menentu, seperti: khawatir, sukar konsentrasi, pikiran kosong, membesar-besarkan ancaman, memandang diri sebagai sangat sensitif, merasa tidak berdaya.
•Motivasi yaitu dorongan untuk mencapai sesuatu, seperti : menghindari situasi, ketergantungan yang tinggi, ingin melarikan diri, lari dari kenyataan.
•Perilaku gelisahyaitu keadaan diri yang tidak terkendali seperti : gugup, kewaspadaan yang berlebihan, sangat sensitif dan agitasi.
•Reaksi-reaksi biologis yang tidak terkendali, seperti : berkeringat, gemetar, pusing, berdebar-debar, mual, mulut kering.
Gangguan kecemasan dianggap berasal dari suatu mekanisme pertahanann diri yang dipilih secara alamiah oleh makhluk hidup bila menghadapi sesuatu yang mengancam dan berbahaya. Kecemasan yang dialami dalam situasi semacam itu memberi isyarat kepada makhluk hidup agar melakukan tindakan mempertahankan diri untuk menghindari atau mengurangi bahaya atau ancaman.
 
Menjadi cemas pada tingkat tertentu dapat dianggap sebagai bagian dari respon normal untuk mengatasi masalah sehari-hari. Bagaimana juga, bila kecemasan ini berlebihan dan tidak sebanding dengan suatu situasi, hal itu dianggap sebagai hambatan dan dikenal sebagai masalah klinis.
c.Mudah Tersinggug
Gejala ini lebih mudah terlihat dibandingkan kecemasan. Wanita lebih mudah tersinggung dan marah terhadap sesuatu yang sebelumnya dianggap tidak menggangu. Ini mungkin disebabkan dengan datangnya menopause maka wanita menjadi sangat menyadari proses mana yang sedang berlangsung dalam dirinya. Perasaannya menjadi sangat sensitif terhadap sikap dan perilaku orang-orang di sekitarnya, terutama jika sikap dan perilaku tersebut dipersepsikan sebagai menyinggung proses penerimaan yang sedang terjadi dalam dirinya.
d.Stress
Tidak ada orang yang bisa lepas sama sekali dari rasa was-was dan cemas, termasuk para lansia menopause. Ketegangan perasaan atau stress selalu beredar dalam lingkungan pekerjaan, pergaulan sosial, kehidupan rumah tangga dan bahkan menyelusup ke dalam tidur. Kalau tidak ditanggulangi stress dapat menyita energi, mengurangi produktivitas kerja dan menurunkan kekebalan terhadap penyakit, artinya kalau dibiarkan dapat menggerogoti tubuh secara diam-diam.
Namun demikian stress tidak hanya memberikan dampak negatif, tapi bisa juga memberikan dampak positif. Apakah kemudian dampak itu positif atau negatif, tergantung pada bagaimana individu memandang dan mengendalikannya. Stress adalah suatu keadaan atau tantangan yang kapasitasnya diluar kemampuan seseorang oleh karena itu, stress sangat individual sifatnya.
Respon orang terhadap sumber stress sangat beragam, suatu rentang waktu bisa tiba-tiba jadi pencetus stress yang temporer. Stress dapat juga bersifat kronis misalnya konflik keluarga. Reaksi kita terhadap pencetus stress dapat digolongkan dalam dua kategori psikologis dan fisiologis.
Di tingkat psikologis, respon orang terhadap sumber stress tidak bisa diramalkan, sebagaimana perbedaan suasana hati dan emosi kita dapat menimbulkan beragam reaksi, mulai dari hanya ekspresi marah sampai akhirnya ke hal-hal lain yang lebih sulit untuk dikendalikan. Di tingkat psikologis, respon orang terhadap sumber stress ini tergantung pada beberapa faktor, termasuk keadaan emosi pada saat itu dan sikap orang itu dalam menanggapi stress tersebut.
e.Depresi
Dari penelitian-penelitian yang dilakukan di Amerika Serikat dan Eropa diperkirakan 9% s/d 26% wanita dan 5% s/d 12% pria pernah menderita penyakit depresi yang gawat di dalam kehidupan mereka. Setiap saat, diperkirakan bahwa 4,5% s/d 9,3% wanita dan 2,3% s/d 3,2% pria akan menderita karena gangguan ini. Dengan demikian secara kasar dapat dikatakan bahwa wanita dua kali lebih besar kemungkinan akan menderita depresi daripada pria.
Wanita yang mengalami depresi sering merasa sedih, karena kehilangan kemampuan untuk bereproduksi, sedih karena kehilangan kesempatan untuk memiliki anak, sedih karena kehilangan daya tarik. Wanita merasa tertekan karena kehilangan seluruh perannya sebagai wanita dan harus menghadapi masa tuanya.
Depresi dapat menyerang wanita untuk satu kali, kadang-kadang depresi merupakan respon terhadap perubahan sosial dan fisik yang sering kali dialami dalam fase kehidupan tertentu, akan tetapi beberapa wanita mungkin mengembangkan rasa depresi yang dalam yang tidak sesuai atau proporsional dengan lingkungan pribadi mereka dan mungkin sulit dihindarkan.
Simton-simton psikologis adanya depresi bila ditinjau dari beberapa aspek, menurut Marie Blakburn dan Kate Davidson (1990:5) adalah sebagai berikut :
•Suasana hati, ditandai dengan kesedihan, kecemasan, mudah marah.
•Berpikir, ditandai dengan mudah hilang konsentrasi, lambat dan kacau dalam berpikir, menyalahkan diri sendiri, ragu-ragu, harga diri rendah.
•Motivasi, ditandai dengan kurang minat bekerja dan menekuni hobi, menghindari kegiatan kerja dan sosial, ingin melarikan diri, ketergantungan tinggi pada orang lain.
•Perilaku gelisah terlihat dari gerakan yang lamban, sering mondar-mandir, menangis, mengeluh.
•Sintom biologis, ditandai dengan hilang nafsu makan atau nafsu makan bertambah, hilang hasrat sesksual, tidur terganggu, gelisah.
Mungkin masih ada gejala-gejala fisik maupun psikologis lain yang menyertai menopause. Gejala-gejala tersebut diatas sangat perlu dipahami supaya tidak terjadi kesalahpahaman dalam memperlakukan para lansia. Dengan memahami gejala tersebut diharapkan lansia dapat mengerti apa yang sedang terjadi dalam diri mereka. Selain itu pihak keluarga pun diharapkan dapat merespon secara tepat sehingga tidak membuat lansia merasa dikucilkan atau disia-siakan. Mari kita bantu para lansia kita dengan memahami berbagai gejala fisik maupun psikologis sehingga tahu bagaimana cara terbaik untuk membantu mereka.
2.1.5 Mengatasi Gangguan Emosional pada Wanita Menopause
Mengatasi gangguan emosional pada wanita MENOPAUSE :
• Menerima dengan lapang dada bahwa proses penuaan tidak dapat dihindari dan
masa menopause adalah sesuatu hal yang sangat alamiah yang dialami oleh
setiap wanita
• Hadapi masalah yang ada satu persatu,jangan sekaligus, berdasarkan prioritasnya
• Bagi perempuan yang energinya terpusat untuk anak dan keluarga, apabila ia
memasuki masa Klimakterik dan menjelang Menopause :
Perlu memeriksa kembali apa yang ingin dilakukan dalam hidupnya, selain
menunaikan kewajibannya sebagai seorang ibu.
• Untuk sementara masalah Menopause yang menimbulkan perasaan khawatir itu di black out. Anda dapat mengembangkan kemampuan otak, untuk waktu tertentu
tidak memikirkan situasi yang tidak menyenangkan tersebut, dan memusatkan
pikiran pada sesuatu hal yang sangat berbeda dan menyenangkan
• Lakukan “Poison Pen Therapy” atau menulis memo untuk diri sendiri untuk
mengeluarkan semua unek-unek mengenai situasi perubahan fisik dan psikologik
yang menimbulkan kekhawatiran, sikap-sikap orang dilingkungan anda yang
mengesalkan dsb. Anda akan merasa lebih enak dan dapat berpikir lebih rasional setelah emosi-emosi negatif yang mendasari kekhawatiran bisa terekspresikan dalam memo itu. (catatan : Memo itu tidak untuk dibaca orang lain)
• Menyesuaikan sikap. Tanyalah pada diri sendiri, hikmah positif apa yang dapat dipelajari saat masa menopause harus dihadapi . Letakkan stressor tersebut dalam perspektif yang benar, jangan biarkan pikiran-pikiran negatif menguasai diri dan hindari sikap pesimis.
• Merubah lingkungan agar tidak lagi berada dalam keadaan yang monoton. Misalnya : merubah susunan perabot dirumah atau dikantor, jalan-jalan keluar rumah sebentar, makan diluar dalam suasana yang nyaman dsb
• Mencoba untuk memperbaiki penampilan agar lebih segar dan tampil cantik melalui gaya busana, gaya make up , atau potongan rambut yang sesuai dengan pribadinya
• Makanlah makanan yang sehat dengan kadar lemak yang rendah, berserat, berkalori dan berkadar kolesterol rendah dll
• Lakukan olah raga yang disesuaikan dengan usia dan kondisi kesehatan tubuh, karena riset membuktikan bahwa berolahraga secara teratur dan menjaga kebugaran dapat memperpanjang hidup, memberi dampak positif kepada otak, dan meningkatkan kemampuan mengatasi perasaan khawatir .
• Mempergunakan setiap waktu luang yang ada dengan melakukan banyak kegiatan yang positif dan kreatif, seperti ikut aktif dalam kegiatan keagamaan, mencoba hobi baru atau menggali lagi hoby yang telah lama ditinggalkan misalnya : belajar masak, membuat kerajinan tangan, melukis, menulis buku, mendengarkan musik atau main musik, menciptakan lagu dll. Dengan mengembangkan minat baru dan mempelajari keahlian yang baru akan memberikan perasaan senang bahwa ia bisa berprestasi.
• Pelajarilah dan berlatihlah secara teratur tehnik relaksasi yang tepat, tehnik-tehnik meditasi, yoga dll.
• Untuk mengatasi masalah pribadi dan lingkungan psikososialnya, perlu konsultasi dengan psikolog atau konsultasi ke dokter sesuai dengan keluhan yang
Dialaminya

Menaupose

Apa itu Menopause?
Menopause adalah sebuah kondisi normal yang akan dialami oleh semua wanita sejalan dengan bertambahnya usia, dan bukanlah suatu penyakit atau gangguan medis. Menopause didefinisikan sebagai keadaan tidak adanya periode menstruasi selama 12 bulan. Dalam kata lain, menopause merupakan masa sesaat sebelum berhentinya periode menstruasi hingga sesaat setelah periode menstruasi berakhir. Namun secara umum menopause dapat dikatakan sebagai berakhirnya siklus menstruasi pada wanita.

Perimenopause adalah istilah yang kadang-kadang digunakan dan berarti “waktu sekitar menopause.” Hal ini sering digunakan untuk merujuk pada masa transisi menopause. 

Menopause adalah waktu dalam kehidupan seorang wanita ketika fungsi ovarium berhenti. Ovarium (gonad atau indung telur), adalah salah satu dari sepasang kelenjar reproduksi pada wanita. Ovarium terletak di panggul, di setiap sisi rahim. Ovarium menghasilkan telur (ovum) dan hormon kewanitaan seperti estrogen dan progesterone. Setiap siklus menstruasi bulanan, telur dilepaskan dari salah satu ovarium. Sel telur kemudian bertransportasi dari ovarium ke uterus melalui tuba fallopi.

Menopause terjadi ketika ovarium tidak lagi melepaskan telur setiap bulan dan menstruasi berhenti.
Ovarium merupakan sumber utama dari hormon-hormon kewanitaan, yang mengontrol perkembangan karakteristik tubuh wanita seperti payudara, bentuk tubuh, dan rambut. Hormon-hormon ini juga mengatur siklus menstruasi dan kehamilan. Estrogen juga berfungsi untuk melindungi tulang. Oleh karena itu, seorang wanita dapat mengalami osteoporosis (pengeroposan tulang) di kemudian hari ketika ovarium tidak lagi menghasilkan hormon estrogen yang memadai.

Rata-rata usia menopause adalah 51 tahun. Akan tetapi tidak ada cara untuk memprediksi kapan tepatnya seorang wanita akan memasuki masa menopause atau mulai mengalami gejala sugestif menopause. Usia ketika seorang wanita mulai mengalami periode menstruasi juga tidak berhubungan dengan usia terjadinya menopause. Kebanyakan wanita mencapai menopause antara usia 45 dan 55, tetapi menopause dapat terjadi sebagai awal sebagai 30-an atau 40-an atau mungkin tidak terjadi sampai seorang wanita mencapai 60-an.

Menopause merupakan perubahan yang normal pada setiap wanita. Tetapi sebagian wanita dapat mengalami menopause dini, baik dikarenakan hasil dari operasi (pengangkatan ovarium karena alasan medis), seperti histerektomi, atau kerusakan pada indung telur, seperti akibat dari pengobatan kemoterapi. Menopause yang terjadi sebelum usia 40, terlepas dari penyebabnya, disebut menopause dini (premature menopause).

Gejala dan Indikasi Menopause

menopause
Gejala dan indikasi menopause pada wanita.
Kebanyakan wanita menjelang menopause akan mengalami sesuatu yang diistilahkan sebagai ‘hot flashes‘, yaitu perasaan hangat tiba-tiba yang menyebar ke tubuh bagian atas dan sering disertai dengan kulit yang memerah dan berkeringat. Perasaan ini dapat berlangsung selama 30 detik hingga beberapa menit. Intensitasnya akan berbeda-beda pada setiap orang, mulai dari ringan hingga parah.
Gejala dan indikasi lain yang umum dialami wanita menjelang atau ketika menopause antara lain:
  • Periode menstruasi yang tidak teratur
  • Insomnia
  • Mood swings atau perubahan mood
  • Jantung berdetak kencang dan cepat
  • Kelelahan
  • Lekas marah
  • Depresi
  • Sakit kepala, migrain
  • Sakit pada otot dan persendian
  • Frekuensi urinasi meningkat dan masalah kontrol kandung kemih
  • Libodo menurun
  • Vagina kering dan kurang elastis, sebagai akibat dari penipisan jaringan vulva, vaginal dan serviks
Masih banyak gejala-gejala lainnya karena menopause mempengaruhi banyak aspek dari tubuh wanita, seperti fisik, psikologis, hormonal, hingga seksual. Namun tidak semua wanita akan mengalami seluruh gejala dan indikasi di atas.

Jumat, 27 Maret 2015

Tentang harap menjadi orang-orang yang muflih

saya menemukan definisi menarik tentang generasi muda, bukan generasi muda abal-abal yang kita liat menjamur di statsiun televisi, yang hanya diliputi imaginasi dan angan-angan serta obsesi menjadi tenar.

tapi definisi generasi muda yang siap melakukan perubahan dan kebangkitan, mereka ialah generasi yang rela menggadaikan mimpi dan obsesi pribadinya, yang berjalan meniti jalan  terjal, beranjak perlahan membangun kepedulian dan berusaha menggali makna hakiki tentang alam semesta, manusia dan kehidupan

menarik sekali, pemuda sekarang diarahkan pada kehidupan hedonis, matrealistis dan permisif. lalu pemuda intelektualnya dibuat lupa tentang peran abadi dirinya. mereka disibukan dengan kuliah, tugas, serta imaginasi fiktif mimpi-mimpi besarnya.

tapi ditengah arus yang menerjang,ada segolongan pemuda yang masuk kedalam definisi diatas, meski kadang terseok-seok, terengah-engah dan sesak menghadapi himpitan dan jebakan kapitalisme. tapi tetap maju, tak pernah letih saling menguatkan, memberi inspirasi dan motivasi menuju misi abadi bernama dakwah

berharap, selalu berada diantara mereka, ini bukan kumpulan malaikat yang selalu taat sempurna tanpa cela, tapi hanya segolongan manusia yang berharap menjadi orang-orang yang digambarkan Allah dalam surat Ali imran :104

"dan hendaklah di antara kamu ada segolongan orang yang menyeru kepada kebaikan dan menyuruh berbuat makruf dan mencegah dari yang mungkar, dan itulah orang-orang yang beruntung" 


Senin, 02 Maret 2015

Tumbuh Kembang Pada Lansia

TUMBUH KEMBANG PADA LANSIA

Pertumbuhan ( growth) berkaitan dengan dengan masalah perubahan dalam ukuran fisik seseorang. Sedangkan perkembangan (development) berkaitan dengan pematangan dan penambahan kemampuan (skill) fungsi organ  atau individu. Kedua proses ini terjadi secara sinkron pada setiap individu.
Kelompok lanjut usia adalah kelompok penduduk yang berusia 60 tahun ke atas (Hardywinoto dan Setiabudhi, 1999;8). Pada lanjut usia akan terjadi proses menghilangnya kemampuan jaringan untuk memperbaiki diri atau mengganti dan mempertahankan fungsi normalnya secara perlahan-lahan sehingga tidak dapat bertahan terhadap infeksi dan memperbaiki kerusakan yang terjadi (Constantinides, 1994). Karena itu di dalam tubuh akan menumpuk makin banyak distorsi metabolik dan struktural disebut penyakit degeneratif yang menyebabkan lansia akan mengakhiri hidup dengan episode terminal (Darmojo dan Martono, 1999;4).
Penggolongan lansia menurut Depkes dikutip dari Azis (1994) menjadi tiga kelompok yakni :
Ada satu pendapat yang mengatakan “KESEHATAN TIDAK BERARTI SEGALA-GALANYA, TETAPI TANPA KESEHATAN SEGALANYA TIDAK BERARTI”, yang maksudnya orang yang sehat belum tentu hidupnya makmur, segala keinginannya terpenuhi, bisa saja hidupnya sederhana atau biasa saja. Akan tetapi kesehatan itu milik kita yang paling berharga, karena bila sakit kita tidak bisa berbuat apa-apa dan tidak bisa menikmati dengan baik apa yang dimiliki. Oleh karena itu kita harus selalu menjaga, merawat, memelihara dan menyayangi kesehatan.
Pengertian lansia adalah periode dimana organisme telah mencapai kemasakan dalam ukuran dan fungsi dan juga telah menunjukkan kemunduran sejalan dengan waktu. Ada beberapa pendapat mengenai “usia kemunduran” yaitu ada yang menetapkan 60 tahun, 65 tahun dan 70 tahun. Badan kesehatan dunia (WHO) menetapkan 65 tahun sebagai usia yang menunjukkan proses menua yang berlangsung secara nyata dan seseorang telah disebut lanjut usia. lansia banyak menghadapi berbagai masalah kesehatan yang perlu penanganan segera dan terintegrasi.
Masalah kesehatan mental pada lansia dapat berasal dari 4 aspek yaitu fisik, psikologik, sosial dan ekonomi. Masalah tersebut dapat berupa emosi labil, mudah tersinggung, gampang merasa dilecehkan, kecewa, tidak bahagia, perasaan kehilangan, dan tidak berguna. lansia dengan problem tersebut menjadi rentan mengalami gangguan psikiatrik seperti depresi, ansietas (kecemasan), psikosis (kegilaan) atau kecanduan obat. Pada umumnya masalah kesehatan mental lansia adalah masalah penyesuaian. Penyesuaian tersebut karena adanya perubahan dari keadaan sebelumnya (fisik masih kuat, bekerja dan berpenghasilan) menjadi kemunduran.
Lansia  juga identik dengan menurunnya daya tahan tubuh dan mengalami berbagai macam penyakit. Lansia akan memerlukan obat yang jumlah atau macamnya tergantung dari penyakit yang diderita. Semakin banyak penyakit pada lansia, semakin banyak jenis obat yang diperlukan. Banyaknya jenis obat akan menimbulkan masalah antara lain kemungkinan memerlukan ketaatan atau menimbulkan kebingungan dalam menggunakan atau cara minum obat. Disamping itu dapat meningkatkan resiko efek samping obat atau interaksi obat.
Istilah tubuh kembang mencakup dua peristiwa yang sifatnya berbeda, tetapi saling berkaitan dan sulit dibedakan, yaitu pertumbuhan dan perkembangan. Pertumbuhan berkaitan dengan masalah perubahan dalam besar, jumlah, ukuran atau dimensi tingkat sel, organ maupun individu, yang bisa diukur. Sedangkan perkembangan adalah bertambahnya kemampuan dalam struktur dan fungsi tubuh yang lebih kompleks dalam pola yang teratur sebagai hasil dari proses pematangan (Soetjiningsih, 1995).
Whaley dan Wong dalam Supartini (2004) mengemukakan pertumbuhan sebagai suatu peningkatan jumlah dan ukuran, sedangkan perkembangan menitikberatkan pada perubahan yang terjadi secara bertahap dari tingkat yang paling rendah ke tingkat yang paling tinggi dan kompleks melalui proses maturasi dan pembelajaran.
Tumbuh kembang merupakan proses yang dinamis dan terus menerus
prinsip tubuh kembang yaitu :

Pengertian lansia adalah periode dimana organisme telah mencapai kemasakan dalam ukuran dan fungsi dan juga telah menunjukkan kemunduran sejalan dengan waktu. Ada beberapa pendapat mengenai “usia kemunduran” yaitu ada yang menetapkan 60 tahun, 65 tahun dan 70 tahun. Badan kesehatan dunia (WHO) menetapkan 65 tahun sebagai usia yang menunjukkan  proses menua yang berlangsung secara nyata dan seseorang telah disebut lanjut usia. lansia  banyak menghadapi berbagai masalah kesehatan yang perlu penanganan segera dan terintegrasi.
Usia lanjut adalah suatu kejadian yang pasti akan dialami oleh semua orang yang dikaruniai usia panjang, terjadinya tidak bisa dihindari oleh siapapun. Pada usia lanjut akan terjadi berbagai kemunduran pada organ tubuh. Namun tidak perlu berkecil hati, harus selalu optimis, ceria dan berusaha agar selalu tetap sehat di usia lanjut. Jadi walaupunb usia sudah lanjut, harus tetap menjaga kesehatan.

Cara hidup sehat adalah cara-cara yang dilakukan untuk dapat menjaga, mempertahankan dan meningkatkan kesehatan seseorang. Adapun cara-cara tersebut adalah:
Banyak bukti yang menunjukkan bahwa diet adalah salah satu faktor yang mempengaruhi kesehatan seseorang. Dengan tambahnya usia seseorang, kecepatan metabolisme tubuh cenderung turun, oleh karena itu, kebutuhan gizi bagi para lanjut usia, perlu dipenuhi secara adekuat. Kebutuhan kalori pada lanjut usia berkurang, hal ini disebabkan karena berkurangnya kalori dasar dari kegiatan fisik. Kalori dasar adalah kalori yang dibutuhkan untuk melakukan kegiatan tubuh dalam keadaan istirahat, misalnya : untuk jantung, usus, pernafasan, ginjal, dan sebagainya. Jadi kebutuhan kalori bagi lansia harus disesuaikan dengan kebutuhannya. Petunjuk menu bagi lansia adalah sebagai berikut (Depkes, 1991):
Makanan sebaiknya yang mudah dikunyah.

4. Permasalahan Lansia

Masalah kesehatan mental pada lansia dapat berasal dari 4 aspek yaitu fisik, psikologik, sosial dan ekonomi. Masalah tersebut dapat berupa emosi labil, mudah tersinggung, gampang merasa dilecehkan, kecewa, tidak bahagia, perasaan kehilangan, dan tidak berguna. lansia dengan problem tersebut menjadi rentan mengalami gangguan psikiatrik seperti depresi, ansietas (kecemasan), psikosis (kegilaan) atau kecanduan obat. Pada umumnya masalah kesehatan mental lansia adalah masalah penyesuaian. Penyesuaian tersebut karena adanya perubahan dari keadaan sebelumnya (fisik masih kuat, bekerja dan berpenghasilan) menjadi kemunduran.
Lansia juga identik dengan menurunnya daya tahan tubuh dan mengalami berbagai macam penyakit. Lansia akan memerlukan obat yang jumlah atau macamnya tergantung dari penyakit yang diderita. Semakin banyak penyakit pada lansia, semakin banyak jenis obat yang diperlukan. Banyaknya jenis obat akan menimbulkan masalah antara lain kemungkinan memerlukan ketaatan atau menimbulkan kebingungan dalam menggunakan atau cara minum obat. Disamping itu dapat meningkatkan resiko efek samping obat atau interaksi obat.
Pemberian nutrisi yang baik dan cukup sangat diperlukan lansia . Hal tersebut dilakukan dengan pertimbangan bahwa lansia memerlukan nutrisi yang adekuat untuk mendukung dan mempertahankan kesehatan. Beberapa faktor yang mempengaruhi kebutuhan gizi antara lain: berkurangnya kemampuan mencerna makanan, berkurangnya cita rasa, dan faktor penyerapan makanan.
Dengan adanya penurunan kesehatan dan keterbatasan fisik maka diperlukan perawatan sehari-hari yang cukup. Perawatan tersebut dimaksudkan agar lansia mampu mandiri atau mendapat bantuan yang minimal. Perawatan yang diberikan berupa kebersihan perorangan seperti kebersihan gigi dan mulut, kebersihan kulit dan badan serta rambut. Selain itu pemberian informasi pelayanan kesehatan yang memadai juga sangat diperlukan bagi lansia agar dapat mendapatkan pelayanan kesehatan yang memadai.
Permasalahan pada lansia yaitu salah satunya adalah:
Masalah kesehatan yang sering terjadi pada lansia berbeda dari orang dewasa, yang menurut Kane dan Ouslander sering disebut dengan istilah 14 I, yaitu:
Beberapa faktor risiko yang menyebabkan lansia mudah mendapat penyakit infeksi karena kekurangan gizi, kekebalan tubuh:yang menurun, berkurangnya fungsi berbagai organ tubuh, terdapatnya beberapa penyakit sekaligus (komorbiditas) yang menyebabkan daya tahan tubuh yang sangat berkurang. Selain daripada itu, faktor lingkungan, jumlah dan keganasan kuman akan mempermudah tubuh mengalami infeksi.

Semakin tua, tekanan darah akan bertambah tinggi.  Prevalensi hipertensi pada orang-orang lanjut usia adalah sebesar 30-65%. Hipertensi pada lansia sangat penting untuk diketahui karena patogenesis, perjalanan penyakit dan penatalaksanaannya tidak seluruhnya sama dengan hipertensi pada usia dewasa muda.  Pada pasien lansia, aspek diagnostik yang dilakukan harus lebih mengarah kepada hipertensi dan komplikasinya serta terhadap pengenalan berbagai penyakit komorbid pada orang itu karena penyakit komorbid sangat erat kaitannya dengan penatalaksanaan keseluruhan.
Peningkatan tekanan darah sering merupakan satu-satunya tanda klinis hipertensi yang esensial, sehingga diperlukan pengukuran tekanan darah secara akurat. Pengukuran sebaiknya dilakukan pada penderita dengan cukup istirahat, sedikitnya setelah 5 menit berbaring dan dilakukan pengukuran pada posisi berbaring, duduk dan berdiri sebanyak 2 kali atau lebih, dengan interval 2 menit.  Cara pengukuran yang saat ini dianggap baku dikemukakan oleh The British Hypertension Society. Manset sedikitnya harus dapat melingkari 2/3 lengan, bagian bawahnya harus 2 cm diatas fossa cubiti.
Pemeriksaan laboratorium apa saja yang diperlukan untuk hipertensi masih merupakan perdebatan.  Hipertensi yang sering terdapat 90%nya adalah jenis yang idiopatik / tidak diketahui sebabnya. Jadi tidak perlu untuk melakukan pemeriksaan kecuali bila ada indikasi.  Pemeriksaan laboratorium yang dilakukan adalah pemeriksaan ureum, kreatinin, kalium, kalsium, urinalisis, asam urat, glukosa darah, dan profil lemak. Pemeriksaan penunjang lain contohnya elektrokardiografi, pielografi intravena dan foto rontgen thorax.
PJK merupakan penyakit yang paling sering ditemukan pada lansia.  Dengan mengkombinasikan laporan insiden MI dan Angina Pektoris, badan National Health and Nutrition Examination Survey (NHANES) III di USA, didapat data bahwa sekitar 27% pria dan 17% wanita berusia 80 tahun ke atas menderita PJK.  Sedangkan pada kelompok umur 65-74 tahun, didapat 64% masalah jantung pada pria dan 60% pada wanita adalah PJK.
Resiko seseorang untuk menderita PJK adalah satu dari tiga untuk pria, dan satu dari empat untuk wanita. Di atas umur 65 tahun, tingkat mortalitas akibat MI adalah tinggi.  Sekitar 8% meninggal setiap tahunnya akibat MI dan sisanya diperkirakan akan mengalami serangan infark yang fatal dalam waktu 10 tahun ke depan.  Akan tetapi, lebih dari sepertiga kasus MI tidak diketahui, entah karena perjalanan penyakitnya yang laten atau karena gejalanya yang tidak khas.
PJK adalah manifestasi umum dari keadaaan pembuluh darah yang mengalami pengerasan dan penebalan dinding, disebut juga Aterosklerosis.  Tapi selain itu stenosis aorta, kardiomiopati hipertrofi dan kelainan arteri koronaria kongenital juga dapat menyebabkan PJK.
Ada 3 macam faktor resiko PJK :

Dalam konteks mengatasi kesepian lansia ditinjau dari segi sosial budaya dan psikologik berarti lansia perlu meningkatkan komunikasinya dengan orang lain di masyarakat dan anggota masyarakat perlu menciptakan kondisi kehidupan bersama yang harmonis.
Jimmy Carter (mantan Presiden Amerika Serikat) dalam buku The Virtues of Aging 1998 mengatakan kita tidak mendadak menjadi tua ketika kita mencapai usia 65 tahun, ketika menjadi kakek atau nenek atau ketika mengalami menopause. Kita hanya tua jika kita merasa tua, jika kita menganut sikap mandeg, bergantung kepada orang lain, tidak mandiri, membatasi aktivitas fisik dan mental dan membatasi ruang lingkup pergaulan dengan orang lain. Apa yang dipesankan Jimmy carter tersebut perlu direnungkan, karena setiap orang membutuhkan hubungan sosial dengan orang lain yang akrab dan mendalam, sehingga kesepian ini yang merupakan derita batin, menghilangkan makna hidup dan eksistensi diri seseorang sebagai makhlluk sosial, dapat terjadi jika hubungan sosial di atas tidak terpenuhi.
Penyebab kesepian Ditinjau dari segi sosiologis seseorang mengalami kesepian karena merasa terasing, tidak dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan, perubahan pada pola kekerabatan.
Beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mengatasi kesepian pada lansia dapat berupa sosialisasi tentang eksistensi lansia, meningkatkan peranan lansia dalam organisasi, sosialisasi nilai budaya lokal suku bangsa, pembinaan hubungan antar generasi, membudayakan hidup serumah dengan lansia, mengadakan pendidikan informal bagi lansia (yz,sumber: waspada)

5. Batas Usia Lansia
Lanjut Usia Meliputi :

Kel. Usia Lanjut (55-64 th) sebagai Presenium
Kel. Usia Lanjut (65 th <) sebagai Masa Senium
70-75 tahun (yaoung old) 75-80 tahun (old) Lebih dari 80 (very old)

6.         Komunikasi Pada lansia

Komunikasi merupakan suatau hubungan atau kegiatankegiatan yang berkaitan dengan masalah hubungan atau dapat diartikan sebaagai saling tukar-menukar pendapat serta dapat diartikan hubungan kontak antara manusia baik individu maupun kelompok. (Widjaja, 1986 : 13) Komunikasi adalah elemen dasar dari interaksi manusia yang memungkinkan seseorang untuk menetapkan, mempertahankan, dan meningkatkan kontak dengan orang lain. (Potter & Perry, 2005 : 301) Komunikasi yang biasa dilakukan pada  lansia bukan hanya sebatas tukar-menukar perilaku, perasaan, pikiran dan pengalaman dan hubungan intim yang terapeutik.
Keterampilan Komunikasi Terapeutik, dapat meliputi :

Perkumpulan orang tua, kegiatan rohani.  Berbicara pada tingkat pemahaman klien.  Selalu menanyakan respons, terutama ketika mengajarkan suatu tugas atau keahlian.

Jumat, 27 Februari 2015

Belajar tentang cinta pada cinta hakiki

dari sekian topik, tema cinta selalu yang paling banyak digandrungi. Lagu dengan Tema cinta akan laku terjual, termasuk film, iklan bahlan acara musik sekalipun.Gak pernah ngerti, dari sekian banyak kisah, kenapa kisah cinta paling laris terjual.  

usia saya sudah menginjak kepala 2, tapi teka-teki tentang cinta selalu rumit untuk dipecahkan, beda dengan soal fisika kimia atau matematika, semua pelajaran itu selalu ada pemecahan logikanya. Nah, dari semua pertanyaan, pertanyaan tentang cinta yang belum pernah saya dapatkan jawabannya. Kenapa harus ada rasa menyukai? kenapa ada pernikahan? kenapa ada perceraian? kenapa ada cinta sebelah tangan? dan pertanyaan terakhir kesimpulan dari semuanya apa itu cinta sebenarnya.

Banyak yang menjawab, bahwa perasaan cinta itu adalah fitrah yang Allah beri pada manusia, agar manusia itu tidak berhenti pada nabi adam dan hawa saja, tapi berlanjut keturunannya untuk menjadi khalifah dimuka bumi. Jawaban yang retoris sekali. 

Sayangnya jawaban itu, gak juga menjawab kebingungan ku tentang Cinta, sebelum akhirnya aku menemukan semua kitab. Kitab Nafsiyah Islamiah.

Jawaban dari para ulama shalih, yang wara selalu menenangkan. ibaratnya kitab ini seperti surat cinta dari Allah.

Hari itu, tepatnya hari senin yang cerah, yang awannya lebih indah dari hari apapun, ane kajian kitab nafsiyah islamiyah, belajar tentang pola sikap berdasarkan Islam. Angin sepoi-sepoi menyapa, membuat suasana lebih sejuk. ane udah masuk ke BAB 3, judulnya Cinta kepada ALLAH dan Rasul.

......
lanjut nanti ya..

Sabtu, 21 Februari 2015

MP3EI Rencana Besar Menuju Kehancuran Indonesia

Hai.. sobat!
udah lama ya ane gak nongol di blog ini. kangen juga menulis di blog demolisher.

oke sobat kali ini ane mau berbagi cerita sedikit tentang MP3EI atau Master Plan Perencanaan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia. pasti sobat semua pada gak ngeh tentang MP3EI. iya sih kalau orang nya gak kurang kurang kerjaan amat gak bakalan deh ngotak ngatik  MP3EI. yups anggap aja ane lagi kurang kerjaan, jadi ane membuka dokumen MP3EI.dan mulai menganalisis..

oke.. jadi sobat..
MP3EI itu adalah sebuah gagasan besar yang disusun pas jamannya rezim SBY. visi nya adalah menjadikan "Indonesia Mandiri, Maju  Adil dan Makmur tahun 2025" . wuihh... kalau diliat dari visi udah keliatan banget kan ini adalah rencana besar. nah..MP3EI ini juga punya 3 strategi untuk mencapai visi itu, pertama, Pembangunan potensi daerah melalui enam koridor ekonomi (KE) yang meliputi; KE Jawa fokus pada pembangunan industri dan jasa nasional. Ke sumatera fokus pada pembangunan sentra produksi dan pengolahn hasil bumi dan lumbung energi nasional. KE kalimantan fokus pada pembangunan  sebagai pusat produksi pengolahan hasil tambang dan lumbung energi nasional. KE Sulawesi  fokus pembangunan sebagai pusat produksi dan pengolahan hasil pertanian, perkebunan, perikanan, migas dan pertambangan nasional. KE Bali-Nusa Tenggara fokus pembangunan sebagai pintu gerbang pariwisata dan pendukung pangan nasional,sementara KE Papua dan Kepulaan Maluku fokus pada pembangunan sebagai pusat pengembangan pangan, perikanan, energi da pertambangan nasional.

kedua, memeperkuat konektiivitas nasional melalui sinkronisasi rencana aksi nasional untuk merevitalisasi kinerja sektor riil dengan menyelesaikan masalah peraturan nasional dan infrastruktur  utama nasional. Ketiga, mengembangkan center of excellence di setiap KE dengan pengembangan SDM dan IPTEK untuk peningkatan daya saing.

oke.. itu 3 strategi yang ane copas langsung dari dokumen MP3EI. pusingkan? kata-katanya susah dicerna? ilmiah banget dan cerdas sekali. Ane juga mesti beberapa kali baca untuk memahami maksud dari 3 strategi MP3EI ini. Nah..daripda sobat pusing dan baca bulak balik tu 3 strategi MP3EI. ane ringkasin de, jadi yang pertama, Pulau-pulau di Indonesia ini di bagi 6 tugas atau disebut juga koridor ekonomi. Ada pulau yang tugasnya fokus pada industri dan jasa seperti pulau jawa, yang nantinya di pulau jawa akan dipenuhi dengan pabrik-pabrik dan juga masyarakatnya dibentuk menjadi orang-orang yang ahli yang artinya bakal banyak banget Perguruan tinggi dan universitas-universitas baru. Ada juga yang tugas pokoknya adalah ketahannan pangan seperti sumetra, kalimantan dan Papua. Nah berarti di pulau -pulau ini masyarakatnya akan diarahkan untuk bertani. Ada juga yang tugas pokoknya adalah gerbang pariwisata seperti Bali-Nusa Tenggara.

Strategi ke duanya adalah Konektivitas setiap koridor ekonomi.setelah dibagi-bagi tugas, hasil outputnyaakan disebarkan kelpulau-pulau yang lain. misalnya karena papua tugasnya adalah ketahanan pangan, jadi beras-beras yang dihasilkan papua dikirim ke jawa. begitu lho...
strategi ketiga itu pengembangan SDM dan IPTEK. yang ini mah ngerti lah..

sekarang sobat udah kegambar kan, kalau MP3EI ini benar-benar rencana masa depannya Indonesia, tapi sebelumnya sobat mesti tahu dulu kenapa sih muncul gagasan besar ini.

chekidot!!

rencanabesar ini lahir untuk menunjang dan memeriahkan pasar bebas Asia alias (MEA). jadi tahun 2015 ini produk-produk luar negeri bebas berkeliaran di Indonesia dan tanpa pajak, bukan hanya produk atau barang saja tapi juga jasa. nah ibaratnya gini, kalau nanti sobat semua melamar pekerjaan, saingannya bukan hanya orang Indonesia, tapi juga orang thailan, malaysia dan penduduk asia lainnya.
ternyata kelahiran MEA juga gak berdiri sendiri, MEA lahir karena perjanjian pasar bebas dunia alias WTO. artinya 2 program ini adalah untuk memeriahkan WTO.
padahal seperti kita tahu, WRO adalah bentuk penjajahan gaya baru yang diusung oleh Amerika serikat. jadi siapapun negara yang ngikut ke perjanjain WTO ini, dia siap di jajah.

Kalau diliat dari latar belakang sejarahnya saja ini program besar sangat menakutkan. biar sobat semua semakin ngeh dan mudeng ane mau coba mengkritisi program yang katanya besar ini, yang bisa jadiin Indonesia pada tahun 2025 menjadi negara Maju.

Oke chekidot!!
kita akan mulai menganilisi dari segi strategi yang digunakan oleh MP3EI. tapi sobat cape ni..dilanjut nanti ya..!

Jumat, 02 Januari 2015

Nasehat Seorang Kaka

Kali ini saya ingin berbagi,berbagi nasehat seorang kaka kepada saya, ketika saya merasa lelah dan jenuh.

"Allah memberikan kita persoalan-persolan itu,karena menurut Allah kitalah yang sanggup memikulnya.
menurut Allah,dirimulah yang sanggup mengorbankan waktu energi bahkan bertaruh keselamatan diri serta menangggung makian untuk menolong hambaNya yang lain. Bukan orang lain, tapi dirimulah yang Allah pilih.
Kenapa?
mari belajar, bahwa dalam setiap persoalan yang Allah berikan kepada kita. Allah hendak meningkat kualitas diri kita. lihatlah orang orang shalih, merekamelewati ujian demi ujian untukmendapatkan kemulian itu.
yang namanya ujian,mana ada yang enak!
dan ingatlah adik ku...

عَنِ جابر، رَضِيَ الله عَنْهُمَا، قَالَ : قال رَسُولُ اللهِ صَلَّى الله عَلَيه وسَلَّم: خَيْرُ النَّاسِ أَنْفَعُهُمْ لِلنَّاسِ
Artinya: “Jabir radhiyallau ‘anhuma bercerita bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia.” 

catet...sebaik baik manusia

kita manusia biasa,banyak salah, sering lalai, sombong dan dzalim. Allah maha pengampun selalu membuka pintu taubat untuk kita.
Jenuh dan lelah emang tabiat kita.
Yang dirimu butuhkan adalah istirahat sejenak,merefresh kembali tujuan hidupmu, menata kembali langkah-langkah mu.

aku yakin dan percaya sesungguhnya dakwah sebagi poros hidup bukan hanya teori dalam kitab, tapi telah berwujud nyata dalam pengabdianmu pada masyarakat. Pengabdian yang didasari ketaatan pada Allah. Pengabdian karena dirimu paham bahwa Allah  memilihmu sebagai wasilah menyampaikan kebaikan islam pada masyarakat.

Tegakkan punggung mu, lapangkan hatimu, jernihkan pikiranmu. Bertasbih, bertahmid dan bertakbirlah.
dirimu akan menerima konsekwensi pilihan hidup yang telah dirimu buat. 
Jangan Lari!Hadapi!Jangan Takut ! tak perlu khawatir kalah !
sesungguhnya Allah selalu bersama kita!"

Minggu, 23 November 2014

GALAU, BBM Naik!

belakangan ini ane jadi orang yang melankolis banget ,tiap kali liat suami istri gandengan ane galau, tiap kali datang pasien yang konsul tentang kehamilan terus suaminya "care" banget, ane galau. tiap kali temen bidan pulang di jemput suaminya ane galau, pokoknya ane galau..galau dan galau lagi
oke stop..paragraf diatas harap diabaikan

yaps ,bener akhir-akhir ini ane bener-bener jadi melankolis banget, tapi bukan karena hal-hal remeh seperti di atas.

ane galau gara-gara BBM naik mba sis..

kebayang gak sih mba sis, ane tinggal di sebuah desa antah berantah ,yang sedikitnya jauh dari kota, daerahnya berbukit bukit, jalannya berlobang-lobang gede, kalau misalnya jalan itu di aspal, seminggu kemudian itu jalan kembali ke semula, berlobang gede lagi. karena aspalnya campur terigu #efekkorupsimerajarela

memang sih, sebenarnya ane sudah lama hidup di desa ini, hanya saja dulu ane gak pernah memperhatikan lingkungan sekitar, keadaan masyarakat bahkan tetangga pun jarang tersapa. mau gimana lagi, dari dulu ane orang rumahan, mainnya bareng adik dan kaka dirumah, jaranglah keluyuran kerumah.

dan eng..ing..eng.. hari ini ane yang tiba tiba gede, di kasih Amanah untuk jadi bidan disini, di desa Antah Berantah. ane mau tidak mau, dipaksa tahu kondisi masyarakat, dari mulai keadaan sosial, ekonomi, lingkungan dsb.

oke..mulai bingung
apa hubungannya BBM naik, masyarakat antah berantah, terus tugas ane jadi bidan dengan galau

mba sis, mas bro
bidan itu paling deket sama masyarakat, selain konsultasi tentang kehamilan dan balitanya, mereka juga sering banget curhat tentang kesusahan hidup,yang bermuara pada ekonomi. semua curhatan ini bikin hati miris, dan pipi berasa ke gampar bolak-balik. oalah kemana aja ente selama ini. bukannya dari kecil hidup ente disini. #itulah sekelebat jeritan hati yang bernama penyesalan.

So, saat ane denger BBM naik lagi, yang kegambar adalah pasien-pasien yang sering ke klinik semakin menjerit karena makin terjepit hidupnya. bakal makin banyak lagi balita yang turun berat badannya karena kekurangan gizi ,terus juga ibu-ibu hamil yang mengalami KEK karena terpaksa kerja di pabrik untuk membantu perekonomian keluarga. belum lagi penyakit-penyakit yang mewabah di masyarakat. #huahh tugas bidan akan makin berat!


dear..
pemimpin kita ko ya tega gitu, menaikan harga BBM, padahal BBM ini hal yang paling dirasakan sama semua masyarakat dari mulai masyarakat menengah keatas sampai menengah kebawah. Bohong ! kalau pemimpin kita bilang "subsidi BBM itu tidak tepat karena dinikmati masyarakat menengah keatas" BOHONG! 

BBM itu punya efek domino, dimana kalau BBM naik semua barang dipasar bakal ikut naik, angkutan umum juga bakal ikutan naik, yang semua ini  erat kaitannya dengan kehidupan sehari-hari. kebayangkan masyarakat yang sudah susah akan makin susah. mungkin masyarakat menengah keatas gak bakal terlalu kerasa BBM naik 2000, tapi coba bayangkan masyarakat kecil, yang kemaren sebelum BBM naik makan aja gak full 3 kali sehari, bisa-bisa mereka akan sering puasa daud sekarang. #dear gambaran ini beneran nyata di depan mata. coba aja berinteraksi ditengah-tengah masyarakat. #galau 

alasan ke dua dari pemimpin kita adalah "defisit anggaran APBN", katanya subsidi BBM ini membebani APBN, padahal ya subsidi BBM itu cuma 246,5 T, ada beban yang jauh lebih besar dari sekedar subsidi, yaitu BEBAN UTANG. utang pemerintah kita banyak banget dear. bayangin aja total utang pemerintah per 30 september 2014 sebesar Rp. 2.601,72 T. #huaahhh.. tiap bayi yang ditolong ane dan temen bidan lainnya sudah terbebani bayar utang 7 juta lebih per bayi yang lahir. #huaahhh. jadi sebenarnya APBN itu selama ini terbebani bayar utang yang bejibun itu plus bunganya juga. pembayaran bunga mencapai Rp. 121,386  T dan cicilan pokoknya 247,696 T totalnya 368,981 T. oalah..kenapa coba pemerintah gak nganggep ini sebagai beban? kenapa pemerintah gak mengurangi utang atau dihilangkan? bunganya juga kan haram karena termasuk riba dan dosa besar.

padahal ya, kita itu punya sumber daya alam yang sangat melimpah, coba pemerintah kita itu kreatif sedikit. negara kita pasti bisa dapat pemasukan APBN yang besar. misalnya ya ternyata produksi batu bara di negara kita tahun 2013 mencapai 421 juta ton, kalau biaya produksi per ton $20 US  terus harga pasar tahun 2014 Us $ 74 perton, maka kita bisa dapat Rp. 250 T. #huahhh.. bisa ketutup tuh subsidi BBM dengan ini. 

contoh lainnya ya dear...
menurut data BPS, tahun 2012 produksi tembaga negara kita 2.385.121 metrik ton. kita itung itungan lagi. kalau biaya rata-rata produksi tembaga PT freeport tahun 2012 sebesar US $ 1,24 dan harga jualnya US$ 3,6 per pound. maka negara kita dapat pemasukan sebesar Rp 124 T. #huahhh cukup kali ya buat subsidi pendidikan.

sayangnya ya dear.. sumber daya alam yang melimpah itu tidak dikelola sama pemerintah kita, tapi diserahkan kepada asing, jadilah sekarang kita "kelaparan di lumbung padi". sedih ya dear.. greget banget sama pemerintah kita. padahal ya pemimpin kita itu waktu belum jadi pemimpin, janjinya manis banget. inget gak? tahun 2012 dia pernah menolak habis-habisan kenaikan BBM, eh sekarang dianya udah naik di kursi tertinggi, malah "menjilat ludah sendiri". miris dear, galau dear...greget juga..kesel....

kenapa sih..kenapa sih...?

oke tulisan kali ini cukup sampai disini, sory kalau bikin hati greget dan kesel abis.
tenang..nanti ane lanjut lagi...