Senin, 03 Maret 2014

Kenapa Jika Islam dan Politik di satukan menjadi tabu?

Tahun 2014, diidentikan dengan tahun politik, yeah...karena tahun ini bakal berlangsung pemilihan umum, dimana-mana ngomongin politik, acara TV, nyanyian, iklan bahkan di sosmed juga ramenya tentang politik (well, banyak para caleg yang menjadikan sosmed sebagai alat promosi). Nah termasuk saya, hari ini saya juga tertarik ngomongin politik.
Sebelumnya mungkin temen-temen sering kali ya nongkrongin mata najwa di metrotv, pertanyaanpertanyaannya selalu kritis tanpa aling-aling dan bisa dibilang gak takut dengan siapa yang dihadapinya. Malahan sering kali para pejabat yang mati kutu menjawab pertanyaan najwa. Termasuk Angel Lelga caleg no 1 di P3. Salah satu pertanyaan yang membuat angel lelga mati kutu gak bisa jawab adalah, “menurut pandangan ada bagaimana keterkaitan Islam dengan Politik?” jangan berharap dapat jawaban dari Angel lelga, untuk jawaban yang ringan seperti visi dan misi saja ia tidak bisa jawab apalagi soal menyoal tentang isu yang sedang senter dibicarakan di dunia, jangan harap..!
Eh ko jadi ngomogin angel lelga ya..haha..balik ke topik awal...
Sebenarnya yang membuat saya bingung dari pertanyaan najwa adalah kenapa ko jika Islam dan Politik dihubungkan orang menganggapnya tabu, bahkan sampai ada sebuah statmen “udahlah..jangan bawa-bawa agama (islam) ke politik, nanti agamanya jadi  ikutan kotor, agama cukup di masjid saja”
Pastilah temen-temen sering mendengar atau mungkin setuju dengan pendapat ini. Well..baut saya amat sangat aneh pendapat ini, kalau kita lihat sejarah! kita bisa menyaksikan bahwa Rasulullah berpolitik (tentunya pengertian politik yang benar, bukan definisi yang hadir saat ini), Rasulullah membangun negeri, bahkan setelah wafat, kepemimpinan berganti pada Sahabat Rasul dan di sebut khalifah kurang dari 30 tahun kekuasaanya sampai 2/3 bumi. Kekuasaan Islam lho ya..dan juga gak berhenti hanya sampai khalifahurasidin aja, tapi juga diteruskan oleh muaawiyah, abbasiyah, dan ustmanyah..inget ya Islam saat itu berjaya menguasai 2/3 dunia dan bertahan sampai 14 abad.. 14 abad tu lama lho.. dan berkahir di tahun 1924 Masehi..
Nah kalau gitu, kenapa sekarang sepertinya ko tabu sekali ngomongin Islam dengan Politik, ko kayaknya hal yang sangat ditakutkan, padahal kalau kita melihat prestasi islam di masa lampau kurang meyakinkan gimana coba, saat itu islam dapat bertahan 14 abad dengan kekuasaan 2/3 dunia,rakyatnya sejahtera, melahirkan para ilmuwan, dan teknologi berkembang pesat.
nah kalo gitu kenapa muncul pendapat ini? Usul punya usul setelah ditelusuri ternyata pendapat ini  lahir terkait dengan pandangan hidup dan aturan atau sistem yang mengatur di dunia saat ini. Sistem apa itu...? apalagi kalau bukan sekulerisme: memisahkan agama dari kehidupan.
Sebelumnya, kita meyakini bahwa Islam bukan hanya agama saja, tapi Islam yang dibawa Rasulullah adalah seperangkat aturan yang mengatur segala aspek kehidupan manusia. Jadi Islam bukan hanya mengatur tentang shalat, zakat, puasa, haji, atau akhlaq saja tapi jauh dari itu Islam juga mengatur ekonomi, sosial, hukum bahkan politik (sekali lagi dengan definisi yang benar). Nah lho..lalu kenapa dunia saat ini memandang bahwa agama cukup bagian dari pribadi dan sekitar tempat ibadah saja? Kalau ke pasar ngurusin jual beli gak usah bawa-bawa islam, kalau soal ngatur sumber daya alam negara gak usah bawa-bawa islam, kalau ngurusin urusan rakyat, pemimpin atau  yang lainnya juga jangan bawa bawa islam ? yeah... Sekali lagi karena dunia saat ini mengemban sekulerisme atau memisahkan agama dari kehidupan,

Dan darimana si sekulerisme ini lahir..mari saya ceritakan dengan singkat...
Pada abad pertengahan, saat Islam lagi terang benderang dengan segala kemajuannya, di eropa dan rusia malah lagi gelap gulita (dikenal juga dengan abad kegelapan). Eropa dan rusia saat itu dipimpin oleh kaisar dan raja-raja kejam,yang  memeras, menganiya bahkan menghisap darah rakyat. Dan parahnya lagi si raja ini menjadikan agama (kristen) sebagai alat pemerasannya(dikenal juga negara terokrasi). Para pemuka agama dijadikan perisai untuk mencapai keinginannya. Saat itu juga science atau kemajuan tekologi di larang, bahkan galie galileo yang membuktikan bahwa bumi bulat di hukum gantung karena dianggap berlawan dengan ajaran agama kristen,  Tapi lama-lama terjadi pergolakan sengit,  yang kemudian membawa kebangkitan para filosof dan cendekiawan. Sebagian dari mereka mengingkari adanya agama (agama hanya membuat rakyat menderita), sebagiannya lagi mengakui adanya agama namun harus dipisahkan dari kehidupan. Akhirnya pergelokan berakhir dengan solusi jalan tengah yaitu memisahkan agama dari kehidupan,darisinilah lahir sekulerisme
Nah, dari asal muasalya kita bisa tahu kenapa saat ini sangat tabu jika ngomongin  islam (agama) dengan politik.  islam dengan ekonomi, atau islam dengan hukum. ini berkaitan erat dengan trauma pada diri mereka. Takut ketika islam (agama) berada di tampuk kekuasan bakal terjadi zaman kegelaan lagi. Well.well jangan samakan aturan Islam dengan kerajaan teologis dimasa lampau.
Nah teman..teman..dari kisah ringkas ini, kita bisa memahami bahwa banyak sekali paham berbahaya di sekitar kita, paham yang menjauhkan kita dari Islam yang sesungguhnya. Oleh karena itu mari kita sama-sama mengkaji islam lebih dalam.mengkaji Islam bukan hanya dari sisi nafsiyah saja tapi juga mengkaji aturan aturan islam terkait politik, hukum dan ekonomi. Karena hanya dengan aturan Allahlah kita dapat keluar dari segala permasalah dinegeri ini.

Sabtu, 21 Desember 2013

menulis

Sudah lama tidak menulis..bahkan terlalulama.
Padahal kalau dipikir..belakangan ini banyak hal yang terjadi dan menginspirasi.
Dari mulai pertemuan yang mengharu biru sampai rutinitas baru ku..
Hahaha...susahnya menulis..eh bukan..yang benar adalah malasnya menulis!!!!!

Ya..sekarang aku menjelma menjadi seorang guru d sebuah sekolah menengah kejuruan.

Banyak sekali yang aku bisa ceritakan.
Anak yang super bawel dan perlu perhatian lebih. Anak pintar yang malas belajar. Sampe anak ceplas ceplos yang gak punya aturan..haha..

Setelah aku menjadi guru selama 6 bulan kurang.aku dapat menyimpulkan betapa susah menjadi pendidik. Hanya mengajarsaja mungkin gampang tapi kalau soal mendidik..perlu kesabaran dan ilmu,

Hahaha..ternyata aku sudah mendapat 1 paragraf..gampang juga menulis..asal memulai dan mengalirlah katakata dengan sendirinya.

Apapun itu...hayo mulai membaca dan menulis lagi...
Agar semua ibrah dari setiap kejadian bisa kamu rasakan puluhan tahun kedepan..




Selasa, 03 Desember 2013

REVISI CARA PANDANG TENTANG CINTA

Kalaupun dia tidak tahu bahwa kita menyukainya
Kalaupun dia tidak tahu bahwa kita merindukannya
Kalaupun dia tidak tahu bahwa kita mengharapkannya
Kalaupun dia tidak tahu bahwa kita menghabiskan waktu memikirkanya
Maka itu tetap cinta, tak berkurang se-sentipun perasaannya.
Bagi kita penggalan puisi dari penulis terkenal itu mungkin akan menyadarkan!
Sadar atas pola pikir kita yang salah, paradigma kita yang salah, salah memaknai hidup, salah memaknai cinta. Kit aterlalu dijejali makna makna cinta semu yang menjelma sebagai egoisme, obsesi diri dan juga pengeksplotasian naluri hewani.
Padahal cinta adalah fitrah, cinta pada dasarnya adalah salah satu kasih sayang Allah yang diberikannya pada makhluk yang dibumi. Cinta itu ada untuk menjaga kelestarian makhluk hidup. Tanpa cinta mungkin manusia, dan hewan punah.
Sayangnya, cinta zaman sekarang diartikan dengan asas matrealisme dan kebebasan. Ketika cinta datang pada seorang remaja misalnya, maka pikiran remaja itu pasti menuju yang namanya pacaran. Akibat dari paradigma yang salah itu maka muncullah wanita hamil di luar nikah,  bencana HIV AIDS, remaja yang tak bermoral, kenakalan remaja dan bencana bencana lainnya. Ya sekali lagi semua ini bermula dari kesalahan berfikir tentang cinta, Padahal bukan begitu cara pandang islam. Islam tidak mengeksplotasi nilai cinta. Cinta itu mesti dijaga, bukan di umbar. Hingga saatnya nanti Allah pertemukan dengan seseorang yang sudh tertulis untuk kita cinta akan bersemi dengan sendirinya pastinya dengan ikatan yang halal.    

Minggu, 01 Desember 2013

HIV AIDS=kerusakan yang nyata

1 desember diperingati sebagai hari HIV AIDS!
HIV AIDS adalah sebuah wabah penyakit bukti kerusakan yang terjadi di dunia akibat dari manusia, manusia manusia sombong yang mengaku dirinya cerdas nan pintar, membuat sebuah aturan, aturan dengan 4 prinsip kebebasan, kebebasan berbicara, beragama, berperilaku dan kebebasan kepemilikan. dari prinsip ini lahirlah berbagai macam kerusakan.
KEBEBASAN berperilaku, membuat manusia melegalkan yang haram, zina menjamur, freesex dilegalkan atas nama kebebasan berperilaku, semua bebas jika tidak merugikan orang lain,  atas dasar suka sama suka, semuanya boleh! budaya serba boleh akibat prinsip kebebasan ini telah melahir bencana besar bagi manusia, HIV AIDS tiap tahun meningkat, angkanya bertambah namun angka sebenarnya lebih besar dari yang tercatatat "fenomena gunung es".
Manusia mulai kelabakan, bagaimana cara menganggulangi wabah ini.
alih alih menanggulangi Pemerintah malah memfasilitasi dengan PEKAN KONDOM, pemerintah membagi bagikan kondom pada siapapun termasuk remaja.

Kondom menjadi solusi!
sebenarnya banyak praktisi kesehatan yang menolak mereka merasa tidak beretika dengan membagikan kondom pada remaja, mahasiswa orang tua dan semua kalangan. mereka dilema.namun apa daya mereka yang sombong dan pintar alih alih bodoh ini tertekan dengan meningkatnya HIV AIDS, mereka hanya mengenal solusi dari sistem yang rusak ini. kebebasan tetaplah kebebasan. kebebasan harus dipertahankan, meski kebebasan itu telah nyata kerusakannya. beginilah yang tergamabr dalam alquran "mereka dibiarkan sesat/...". mereka tahu solusinya hanya satu, jangan berhubungan sex dan kembali pada ajaran agama, namun apa daya mereka telah sesat, tak mau menerima kebenaran , tak mau meyakini.
lalu tugas kita apa... tugas kita adalah berusaha menyadarkan masyarakat akan sebuah sistem hakiki dari sang pencipta" yang mengatur segalanya.

Kamis, 17 Oktober 2013

Idul Adha tentang Cinta dan Pengorbanan

Setiap manusia Allah karuniakan sebuah naluri, rasa kasih sayang, cinta atau disebut juga gharizah na'u. rasa cinta ini bisa tertuju pada keluarga kita, ibu, bapak, adik, kakak, istri/suami, anak dan bahkan harta kita.
rasa cinta atau gharizah na'u ini akan membuat kita mempertahankan, melindungi, ingin memiliki bahkan takut kehilangan apa yang kita cintai.
begitupun berabad-abad yang lalu, ketika seorang nabi yang selama hidupnya menantikan seorang anak dalam kehidupannya, nabiyullah Ibrahim A.S yang penantian serta doanya terabadi di Al-quran

Ya Rabb, anugrahkanlah kepadaku [seorang anak] yang termasuk orang shaleh’. Maka Kami beri kabar dia kabar gembira dengan seorang anak yang amat sabar. (TQS ash-Shaffat [37]: 100-101)

Setelah Allah kabulkan doa yang panjangnya, Ismail yang dinanti, yang dicintai dan yang disayang sang bayi merah  harus ditinggalkan bersama ibunya di tanah tandus tak bertuan, mekkah.sekali lagi  ujian itu datang, padahal apa yang dicintainya ini adalah yang dinanti selama hidupnya.

Sekian lama di tinggal di tanah tandus, Ismail tumbuh dewasa dan telah menikah, Allah menyuruh Nabi Ibrahim untk menengok ke Mekkah, baru saja di pertemukan, Allah menguji lagi keimanan Nabi Ibrahim, Alalh menyuruh Ibrahim untuk menyembelih anak terkasihnya. betapa beratnya ujian ini.

Dalam kehidupan kita sekarang, tugas kita adalah mencari, mendeteksi, menginsyafi mana saja yang termasuk "Ismail kita", apakah berupa harta, anak, IPK,  keluarga, pekerjaan atau hanya sekedar laptop. Setelah itu mari kita teladani Nabi Ibrahim A.S. Kecintaannya tidak mengahalangi  perintah Allah, sekalipun itu tak mudah. sekalipun bisikan syetan selalu menghampiri, sekalipun getaran getaran keputus asaan itu selalu hadir, tapi dengan keimanan yang kuat ia tetap dapat meraba hal yang paling hakiki.

wallahualam...


Selasa, 27 Agustus 2013

Se-bait Kata Yang Terselip



Lembar Persembahan

Sebait kata yang tak pernah terungkap:

Untuk Ia yang selalu di samping ku, cinta Hakiki yang maha Pengasih. Allah SWT
Alhamdulillah, tanpa kehendak Mu karya ini takan pernah ada.
Semoga karya ini menjadi bagian rasa syukur ku
atas nikmat iman dalam ruh, nikmat ilmu dalam akal dan segala nikmat dalam jasad

Untuk wanita termulia, ibu ku tercinta Endah Wahidah,
“jazakillaahu khairan katsiiran” atas segala air mata, keringat bahkan darah
yang telah kau persembahkan untuk anak mu,
semoga karya ini menjadi amalan yang selalu mengalir untuk mu di akhirat kelak.
Dan untuk bapak ku yang selalu dirindukan Bambang Imam,   semoga Allah selalu membersamai kita.

Teruntuk saudara terkasih Teh Tia, Aari, fely, Rani, Afifah , ira serta dua keponakan kecilku alif dan khalil, “jazakumullaahu khairan katsiiran” untuk doa yang selalu mengalir hangat dan selalu setia menghibur dengan tingkah aneh nan lucu.

“jazakillaahu khairan katsiiran”  untuk kawan gembel  tempat berbagi, belajar
dan berpetualang serta yang  tak pernah bosan mendengar keluh kesah.
Membersamai kalian adalah “nikmat yang selalu menakjubkan”.

Teruntuk saudara yang Allah ikatkan dengan iman, para “pendobrak peradaban “,
para rubiners DFI “jazakillaahu khairan katsiiran”
atas segala kata semangat yang menggugah serta doa yang tak pernah henti terlantun.
 Dimanapun kita nanti semoga langkah  kita selalu bergerak  seirama di JalanNya.

Tak mampu terucap satu persatu,, namun penulis berharap  karya ini menjadi bagian dari ilmu yang bermanfaat dan amal yang mengalir di akhirat nanti.

Selasa, 13 Agustus 2013

DISNI! dilingkaran inilah!

seperti malam-malam sebelumnya, malam ini pun sama, ane chating pada seorang sahabat yang selalu setia mendengarkan.
sebenarnya siang ini ada acara silaukhuwah RMAI, hmpt..jadi inget sepotong episode yang merubah kehidupan ane. disinilah.! di lingkaran inilah semuanya berubah! dengan tema inilah ane bercerita  di chating kali ini, menceritakan episode awal kehidupan baru  di jalan dakwah! seperti biasa, sahabat ane selalu memberi komen komen lucu. memberi ane kesadaran kalau masa lalu itu hanya untuk ditertawakan.

ane bercerita tentang sekelompok orang yang dikabarkan oleh Allah di surat Ali Imran:104, sekelompok orang ini menyeru kebaikan, dan ane temasuk didalamnya. meskipun entah benar atau tidak! kami ini termasuk orang yang dikabarkan oleh Allah, yang jelas kami percaya diri!

dari ayat inilah, yang mendorong kami, setiap pulang sekolah meluangkan waktu untuk berdiskusi di sudut sekolah bernama mushola Al Istiqomah, merumuskan strategi, cara, uslub untuk menjerumuskan siswa lain ke jalan yang lurus benama islam. meluangkan waktu datang lebih awal agar bisa memakmurkan mushala sekolah dengan shalat duha dua rakat disana, meluangkan waktu istirahat kami untuk bertadarus mendalami ayat-ayat Allah masih tetap di pojok sekolah bernama mushala.
disini!dilingkaran ini! dibentuk pribadi-pribadi besyahsiyah islam lewat tarbiyah 
disini!dilingkaran ini! dibentuk kepedulian sesama muslim lewat amar ma'ruf nahi munkar
disini! dilingkaran ini! dibentuk generasi muslim yang cemerlang sukses dunia akhirat
disni! dilingkaran ini! dibentuk manusia-manusia beriman yang tujuan hidupnya hanya untuk Allah

sampai detik terakhir kami disana.. kami berkumpul membentuk lingkaran yang terhalang hijab, berkumpul untuk membuat sebuah janji! ketika pun nanti kita dewasa, hati ini, diri ini bahkan jiwa ini hanya untuk tetap dijalannya dan agar Allah selalu tersenyum pada kita.

kini ketika waktu berlalu dan memakan kedewasaan kita, merubah kita dengan dinamika dan cerita kehidupan masing-masing.  mereka yang kuanggap seperti saudara sendiri, saudara yang diikatkan dengan iman, ikatan yang benar dan kuat , ikatan yang Allah mengikat para muhajirin dan anshar  jua. mereka yang kabarnya pun selalu membuat ku bahagia, kini berubah, entah hanya sebuah prasangka atau persepsi saja. tapi tetap saja hati ini gundah memikirkan mereka yang dulu berjalan seirama dalam lingkran ini sekarang keluar, perlahan meninggalkan janji yang telah terucap..tapi itulah manusia dengan segala ke alpaannya.. dan semoga Allah selalu menganugrahkan pada kita nikmat hidayah ini, nikmat iman ini, nikmat  di jalan dakwah ini. amin..Allah jaga kami!

karuniakanlah pada kami ukhuwah ini!
Allah maafkan kami!
kami bertaubat padaMu!
menginsafi segala salah yang menghapus amal2 kami!
Allah karuniakanlah Iman ini!
Allah karuniakanlah selalu hidayah ini!

Minggu, 04 Agustus 2013

Isra Miraj dan teori relativitas


Sejarah Islam mencatat peristiwa unik dan sulit dicerna akal, Isra dan Miraj. Secara istilah, Isra berjalan di waktu malam hari, sedangkan Miraj adalah alat (tangga) untuk naik. Isra mempunyai pengertian perjalanan Nabi Muhammad saw pada waktu malam hari dari Masjid Al Haram Mekkah ke Masjid Al Aqsha Palestina. Miraj adalah kelanjutan perjalanan Nabi Muhammad saw dari Masjid Al Aqsha ke langit sampai di Sidratul Muntaha dan langit tertinggi tenpat Nabi Muhammad saw bertemu dengan Allah swt. Isra’ Miraj adalah kisah perjalanan Nabi Muhammad ke langit ke tujuh dalam waktu semalam. Prosesi sejarah perjalanan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad termaktub dalam QS. 17.Al-Isra’ :1 yang berbunyi

“Maha suci Allah yang menjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Majidil Aqsha yang Kami berkahi sekelilingnya agar Kami memperlihatkan kepadanya sebahagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. (QS. 17.Al-Isra’ :1)
Dan tentang mi’raj Allah menjelaskan dalam QS. An-Najm:13-18:
“Dan sesungguhnya dia (Nabi Muhammad SAW) telah melihat Jibril itu (dalam rupanya yang asli) pada waktu yang lain, di Sidratul Muntaha. Di dekat (Sidratul Muntaha) ada syurga tempat tinggal. (Dia melihat Jibril) ketika Sidratul Muntaha diliputi oleh suatu selubung. Penglihatannya tidak berpaling dari yang dilihatnya itu dan tidak (pula) melampauinya. Sesungguhnya dia telah melihat sebahagian tanda-tanda (kekuasaan) Tuhannya yang paling besar.” (QS. An-Najm:13-18)
Rasulullah SAW melihat secara langsung.
Allah ingin memperlihatkan sebagian tanda-tanda kebesaran-Nya kepada Rasulullah SAW. Pada Al Qur’an surat An Najm ayat 13 diatas, terdapat kata “Yaro” dalam bahasa Arab yang artinya “menyaksikan langsung”. Berbeda dengan kata “Syahida”, yang berarti menyaksikan tapi tidak musti secara langsung. Allah memperlihatkan sebagian tanda-tanda kebesaran-Nya itu secara langsung.
Mengenai pemahaman tentang Isra’ Mi’raj banyak kaum muslim yang masih memiliki perbedaan pandangan secara mendasar, yang terbagi dalam:
  • Pemahaman dgn beranggapan peristiwa isra’ Mi’raj hanyalah sekedar perjalanan ruh, spiritual atau metaphor journey Nabi Muhammad SAW tidak dengan jasad fisik. Pemahaman ini berpegang kepada surah Al Quran :
QS. 17 Al-Isra’ : 60 “…Tidak lain mimpi yang Kami perlihatkan kepadamu adalah sebagai ujian bagi manusia…”
  • Sebaliknya ada yang berpendapat, bahwa isra’ dari Mekah ke Bait’l-Maqdis itu dengan jasad atau physical journey. Sedang mi’raj ke langit adalah dengan ruh atau metaphor journey.
  • Pemahaman lain menyatakan bahwa Isra’ Mi’raj adalah perjalanan dengan jasad (fisik) dan dapat dijelaskan dalam ilmu yang dipahami manusia karena merupakan peristiwa nyata.
Pemahaman secara fisik (physical journey).
ISRA`MI`RAJ, sebagai sebuah peristiwa metafisika (gaib), barangkali bukan sesuatu yang istimewa. Kebenarannya bukanlah sesuatu yang luarbiasa. Kebenaran metafisika adalah kebenaran naqliyah (: dogmatis) yang tidak harus dibuktikan secara akal, namun lebih bersifat imani. Valid tidaknya kebenaran peristiwa metafisika—secara akal, bukanlah soal selagi ia diimani.
Didalam pemahan secara fisika banyak orang mempertanyakan ke-shahih-an Isra` Mi`raj;  “ apakah mungkin manusia melakukan perjalanan sejauh itu hanya dalam waktu kurang dari semalam?” . Kaum kafirpun telah menantang Rasulullah seperti  diberitakan dalam Al Quran dalam surat  Al-Israa: 93.
“Atau kamu mempunyai sebuah rumah dari emas, atau kamu naik ke langit. Dan kami sekali-kali tidak akan mempercayai kenaikanmu itu hingga kamu turunkan atas kami sebuah kitab yang kami baca”. Katakanlah: “Maha Suci Tuhanku, bukankah aku ini hanya seorang manusia yang menjadi rasul?”
Dan  didalam Hadith
“Ketika orang-orang Quraisy tak mempercayai saya (kata Nabi SAW), saya berdiri di Hijr (menjawab berbagai pertanyaan mereka). Lalu Allah menampakkan kepada saya Baitul Maqdis, saya dapatkan apa yang saya inginkan dan saya jelaskan kepada mereka tanda-tandanya, saya memperhatikannya….” (HR. Bukhari, Muslim, dan lainnya).
Hubungan  antara peristiwa perjalanan Isra’ Mi’raj dengan  teori relativitas.
Diantara keduanya terdapat faktor persamaan dan perbedaan didalam proses kejadian,
persamaan kedua kisah antara lain:
•    Keduanya  membahas  perihal  perjalanan atau journey dari Bumi ke luar angkasa lalu kembali ke Bumi.
•    Keduanya  membahas  penggunaan  faktor “Speed” atau “kecepatan”  tinggi  didalam  pemberitaannya
•    Konsep mengenai perpisahan antara  dua manusia (atau lebih) digunakan sebagai bahan pokok  atau object pembahasan didalam kedua cerita.
Dalam Isra Miraj, Rasulullah meninggalkan kaumnya di bumi untuk bepergian ke ke Majidil Aqsha  lalu ke Langit ketujuh, dalam kasus teori relativitas menceritakan tentang dua saudara kembar A dan B, dimana saudara kembar B bepergian keluar angkasa.
Sampai disini dari hal hal tersebut diatas, kita  sudah dapat mengambil kesimpulan secara gamblang,  bahwa peristiwa Isra Miraj adalah benar. Bagaimana mungkin seorang  manusia  yang ummi  14 Abad yang silam dapat membuat sebuah cerita atau teori yang dapat dibuktikan didalam abad ke 20 dengan sedemikian detailnya. Dengan kata lain tidak mungkin Rasulullah  SAW mencontoh teori Albert Einstein yang lahir sesudahnya (?).
Teori Relativitas.
Theori Relativitas membahas mengenai Struktur Ruang dan Waktu serta mengenai hal hal yang berhubungan dengan Gravitasi. Theori relativtas terdiri dari dua teori fisika, relativitas umum dan relativitas khusus. Theori relativitas khusus menggambarkan perilaku ruang dan waktu dari perspektif pengamat yang bergerak relatif terhadap satu sama lain, dan fenomena terkait. Sala artikel ini hanya dibahas theori relativitas khusus dan Efek yg  disebut dilatasi waktu (dari bahasa Latin: dilatare “tersebar”, “delay”).
Einstein merumuskan teorinya dalam sebuah persamaan mathematik:
t’ = waktu benda yang bergerak
t = waktu benda yang diam
v = kecepatan benda
c = kecepatan cahaya
Diterangkan bahwa perbandingan nilai kecepatan suatu benda dengan kecepatan cahaya, akan berpengaruh pada keadaan benda tersebut. Semakin dekat nilai kecepatan suatu benda (v) dengan kecepatan cahaya (c), semakin besar pula efek yang dialaminya (t`): perlambatan waktu. Hingga ketika kecepatan benda menyamai kecepatan cahaya (v=c), benda itu pun sampai pada satu keadaan nol. Demikian, namun jika kecepatan benda dapat melampaui kecepatan cahaya (v>c), keadaan pun berubah. Efek yang dialami bukan lagi perlambatan waktu, namun sebaliknya waktu menjadi mundur (-t’).
Kisah perjalanan Si Kembar atau  dilatasi waktu.
Twin Paradox adalah suatu theori hasil pemikiran (Gedankenexperiment atau thought experiment) oleh Albert Einstein berbasis theori relativitas khusus yang sampai saat ini masih menjadi perdebatan para pakar fisika. Theori tersebut secara keseluruhan menggambarkan kisah perjalanan dua saudara kembar yang berpisah. Salah seorang dari saudara kembar (A) tersebut tinggal di Bumi dan saudara kembar lainnya (si traveler(B)) terbang keluar angkasa kesebuah planet di tata surya yang jauh dengan kecepatan cahaya dan kembali kebumi dengan kecepatan yang sama. Setelah mereka bertemu kembali dibumi mereka menemukan fakta bahwa umur si kembar yang mengadakan perjalanan (si traveler) lebih muda daripada umur saudaranya (A) yang tetap tinggal dibumi, disebabkan si traveler mengalami phenomenon time dilation atau fenomena dilatasi waktu  dalam perjalanannya.
Time dilation (dilatasi waktu) adalah fenomena, dimana seorang Observer disatu titik melihat, bahwa jam dari orang yang bergerak dengan cepat menjadi lebih lambat (atau cepat), sebenarnya hal tersebut tergantung dari frame of reference dimana dia berada. Time dilation dapat di ketahui hanya apabila kecepatan mengarah kepada kecepatan cahaya dan sudah dibuktin secara akurat dengan unstable subatomic particle dan precise timing of atomic clocks.
Pembuktian teori relativitas.
Studi tentang sinar kosmis merupakan satu pembuktian teori ini. Didapati bahwa di antara partikel-partikel yang dihasilkan dari persingungan partikel-partikel sinar kosmis yang utama dengan inti-inti atom Nitrogen dan Oksigen di lapisan Atmosfer atas, jauh ribuan meter di atas permukaan bumi, yaitu partikel Mu Meson (Muon), itu dapat mencapai permukaan bumi. Padahal partikel Muon ini mempunyai paruh waktu (half-life) sebesar dua mikro detik yang artinya dalam dua perjuta detik, setengah dari massa Muon tersebut akan meleleh menjadi elektron. Dan dalam jangka waktu dua perjuta detik, satu partikel yang bergerak dengan kecepatan cahaya (± 300.000 km/dt) sekalipun paling-paling hanya dapat mencapai jarak 600 m. padahal jarak ketinggian Atmosfer di mana Muon terbentuk, dari permukaan bumi, adalah 20.000 m yang mana dengan kecepatan cahaya hanya dapat dicapai dalam jangka minimal 66 mikro-detik. Lalu, bagaimana Muon dapat melewati kemustahilan itu? Ternyata, selama bergerak dengan kecepatannya yang tinggi—mendekati kecepatan cahaya, partikel Muon mengalami efek sebagaimana diterangkan teori Relativitas, yaitu perlambatan waktu.
Pembuktian selanjutnya terjadi pada tahun 1971,  perbedaan waktu (time dilation) di twin paradox theori tersebut telah dibuktikan melalui “Hafele-Keating-Experiment” dengan menggunakan 2 buah jam yang berketepatan tinggi (High precision Cesium Atom clocks) yang di set awal pada waktu yang sama.
Experiment tersebut menghasilkan perbedaan waktu pada kedua jam tersebut, antara jam yang diletakkan di pesawat Intercontinental yang bergerak terbang kearah timur / barat dengan jam referensi yang diletakkan di U.S. Naval Observatory di Washington, waktu jam di pesawat berkurang/bertambah tergantung dari arah penerbangan.
Twin paradox experiment
Relativ terhadap jam di Naval Observatory, jam dipesawat berkurang waktu 59+/-10 nanoseconds dalam penerbangan ketimur, dan mengalami pertambahan waktu 273+/-7 nanosecond pada penerbangan ke barat. Hasil empiris tersebut membuktikan theori twin paradox dalam tingkatan jam macroskopik.
Dengan adanya pembuktian pembukatian tersebut, berarti  Albert Einstein dengan teori relativitasnya secara langsung atau tidak langsung telah membuktikan bahwa kisah Al Quran tentang kisah  “perjalanan  Rasulullah SAW kelangit ketujuh dan kembali dalam satu malam” adalah benar.   Terutama dalam segi dimensi WAKTU,  dalam perhitungannya memungkinkan.
Pertanyaan selanjutnya bagaimana dengan Nabi Isa AS, ummat Islam mempercayai bahwa Nabi Isa, yang diakui sebagai Yesus oleh penganut Kristen, memang tidak dibunuh oleh orang-orang yang mengejarnya ketika itu. Bahkan beliau belum wafat. Nabi Isa akan kembali diakhir jaman, Apakah Nabi Isa juga mengalami perjalanan dan dilatasi waktu serupa? Wallahu ‘alam bish shawwab.
Applikasi Teori Relativitas.
Salah satu aplikasi teori tersebut adalah alat GPS – Global Postioning System di Handphone anda merupakan applikasi hasil dari  theory relativitas umum dan relativitas khusus. Dalam hal ini jam satellite di orbit di bandingkan dengan jam di darat sebagai faktor koreksi pengiriman signal.
Akhirul kalam, saya menganggap bahwa pengetahuan akan adanya dilatasi waktu antar galaksi adalah suatu fenomena menarik bagi kaum muslimin. Fenomena inipun banyak terjadi pada peristiwa sehari-hari dan bahkan dipelajari oleh ilmuwan barat untuk mempelajari peristiwa di alam raya. Dan mestinya bukanlah sesuatu yang dilarang atau berlebihan untuk lebih memahami fenomena di alam. Untuk selanjutnya yang kita tunggu adalah adanya kemajuan dalam bidang ilmu pengetahuan untuk dapat mengungkapkan desain dari black hole dan wormhole yang gabungan keduanya mirip bentuk teratai (Sidrah atau Sidratul, dan bentuk otak pada tubuh manusia. Sehingga semua ini mudah-mudahan dapat meningkatkan ketakwaan kita dihadapan sang Pencipta.
Pustaka:

Selasa, 30 Juli 2013

Hijrah Yang Tak Sekedar Hijrah

Sejarah! Selalu ada Ibrah yang kita temukan dari membaca sejarah, sejarah membuat seseorang berfikir ke depan, memperkaya sudut pandang dan sedikitnya mengajarkan kita tentang kebijaksanaan. Begitupun dengan sejarah perjalanan Rasulullah, ia mengajarkan kita tentang hakikat Iman, dan jauh lebih dari itu sejarah Rasulullah menghubungan kita dengan langit. Ada sepotong episode yang menarik dari kisah kaum muslimin yang dikirim Oleh Rasulullah untuk Hijrah ke Habasyah. Habasyah adalah sebuah negara yang dipimpin oleh raja yang terkenal bijaksana, Najasi. hijrah ini dilatar belakangi penyiksaan yang dilakukan kaum kafir Quraisy. Kebanyakan orang menafsirkan bahwa hijrah ini hanya sekedar menghindari kekejaman kaum kafir Quraisy kepada kaum muslimin namun ada pembahasan yang menarik dari  tafsir fi zhilalil Qurann karya Sayid Quthb, seperti dilansir dalam kitabnya, Hijrah ke Habasah bukan hanya sebagai perlindungan jiwa kaum muslim, tapi jauh dari itu ada sisi politik dari Hijrah ke Habsyah ini. Jika memang Hijrah ini semata hanya untuk perlindungan jiwa maka seharusnya yang berhijrah adalah orang orang islam yang lemah  yang tidak memiliki kekuatan. Namun kenyataannya orang orang lemah dan tidak punya kekuatan ini malah  tidak di ikutsertakan dalam hijrah.

pernyataan ini memang terbukti dari dari Orang mu’min yang berhijrah ke habasyah ialah orang orang islam yang punya bergining   position, bahkan rata rata orang  Quraisy, diantaranya adalah Ja’far bin Abu thalib, ia adalah anak dari bapak yang melindungi nabi muhamad dari embargo ekonomi. Zubair bin Awwam, Abdurahman bin auf, abu salamah al Makkhzumi, usman bin affan dan lainnya, lalu para wanitanya pun dari keluarga mekah yang mulia dan terpandang yang tidak akan pernah diganggu oleh kaum kafir.

Hijrah ke Habasyah ini memberikan efek  goncangan di tengah keluarga besar kaum Quraisy. Bagaimana tidak Goncang ? ketika yang ikut hijrah adalah UMMu Habibah binti Abu sufyan, seorang putri yang lahir dari seorang gembong jahiliah dan tokoh besar pemimimpin peperangan melawan Aqidah Islam serta pemeluknya. Mungkin akan ada banyak pertanyaan, apa yang mengakibatkan Putra-putra kaum Quraisy yang mulia melakukan hijrah dan  hanya membawa AQIDAH baru mereka? meninggalkan segala ikatan kekeluargaan yang menjadi ciri umum bangsa arab? dan akan banyak lagi pertanyaan-pertanyaan liar yang mengganggu stabilitas politik kafir Quraisy. inilah strategi dakwah rasulullah, hijrah ini tak sekedar hijrah namun juga untuk memperluas jaringan dakwah, thalabun nusrah dan yang paling penting adalah memperkuat hegemoni islam di hadapan musuh.

islam bukan hanya sekedar agama untuk memuaskan naluri beragama manusia, tapi Islam adalah sebuah agama yang mengatur semua aspek kehidupan, Islam adalah Politik. islam adalah ideologi yang lurus, yang ketika lahirnya saja sangat ditakuti oleh kaum kafir bahkan raja-raja diluar arab.

inilah Islam yang sampai sekarang masih sangat ditakuti, karena ketika ia tegak dalam sebuah negara maka kedamaian dan keadilan akan merasuk di seluruh negeri. sedangkan para kafir pendengki nan rakus ini ingin seluruh dunia ini hanya miliknya seorang.karena kedengkian itu mereka mencoba berbagai cara untuk mengahancurkan islam, salah satunya dengan mengkerdilan sejarah Islam. karena mereka tahu sejarah adalah bagian integral aqidah ini, ia sebuah matarantai penghubung cabang-cabang ilmu islam layaknya akhlak,aqidah dan fiqih semua akan lebih mudah di pelajari jika terdapat penghayatan terhadap sejarah. sejarah adalah penghubung kita dengan teladan kita, sejarah memberikan gambaran pelaksanaan perintah Allah, ia sebgai contoh dan teladan. 

kita umat muslim yang hidup di atas pengkerdilan sejarah, seharusnya mencoba membuka lembaran sejarah-sejarah yang kaya dengan analisis dan ilmu, agar kedigdayaan, kejayaan serta kemenangan dan semangat ruhul jihad masa lalu, merasuk tubuh kita yang akhirnya dapat menggerakan kita menuju perubahan hakiki.