Tahun 2014,
diidentikan dengan tahun politik, yeah...karena tahun ini bakal berlangsung
pemilihan umum, dimana-mana ngomongin politik, acara TV, nyanyian, iklan bahkan
di sosmed juga ramenya tentang politik (well, banyak para caleg yang menjadikan
sosmed sebagai alat promosi). Nah termasuk saya, hari ini saya juga tertarik
ngomongin politik.
Sebelumnya
mungkin temen-temen sering kali ya nongkrongin mata najwa di metrotv,
pertanyaanpertanyaannya selalu kritis tanpa aling-aling dan bisa dibilang gak
takut dengan siapa yang dihadapinya. Malahan sering kali para pejabat yang mati
kutu menjawab pertanyaan najwa. Termasuk Angel Lelga caleg no 1 di P3. Salah
satu pertanyaan yang membuat angel lelga mati kutu gak bisa jawab adalah,
“menurut pandangan ada bagaimana keterkaitan Islam dengan Politik?” jangan
berharap dapat jawaban dari Angel lelga, untuk jawaban yang ringan seperti visi
dan misi saja ia tidak bisa jawab apalagi soal menyoal tentang isu yang sedang
senter dibicarakan di dunia, jangan harap..!
Eh ko jadi
ngomogin angel lelga ya..haha..balik ke topik awal...
Sebenarnya
yang membuat saya bingung dari pertanyaan najwa adalah kenapa ko jika Islam dan
Politik dihubungkan orang menganggapnya tabu, bahkan sampai ada sebuah statmen
“udahlah..jangan bawa-bawa agama (islam) ke politik, nanti agamanya jadi ikutan kotor, agama cukup di masjid saja”
Pastilah
temen-temen sering mendengar atau mungkin setuju dengan pendapat ini.
Well..baut saya amat sangat aneh pendapat ini, kalau kita lihat sejarah! kita
bisa menyaksikan bahwa Rasulullah berpolitik (tentunya pengertian politik yang
benar, bukan definisi yang hadir saat ini), Rasulullah membangun negeri, bahkan
setelah wafat, kepemimpinan berganti pada Sahabat Rasul dan di sebut khalifah
kurang dari 30 tahun kekuasaanya sampai 2/3 bumi. Kekuasaan Islam lho ya..dan
juga gak berhenti hanya sampai khalifahurasidin aja, tapi juga diteruskan oleh
muaawiyah, abbasiyah, dan ustmanyah..inget ya Islam saat itu berjaya menguasai
2/3 dunia dan bertahan sampai 14 abad.. 14 abad tu lama lho.. dan berkahir di
tahun 1924 Masehi..
Nah kalau
gitu, kenapa sekarang sepertinya ko tabu sekali ngomongin Islam dengan Politik,
ko kayaknya hal yang sangat ditakutkan, padahal kalau kita melihat prestasi
islam di masa lampau kurang meyakinkan gimana coba, saat itu islam dapat
bertahan 14 abad dengan kekuasaan 2/3 dunia,rakyatnya sejahtera, melahirkan
para ilmuwan, dan teknologi berkembang pesat.
nah kalo gitu
kenapa muncul pendapat ini? Usul punya usul setelah ditelusuri ternyata
pendapat ini lahir terkait dengan
pandangan hidup dan aturan atau sistem yang mengatur di dunia saat ini. Sistem
apa itu...? apalagi kalau bukan sekulerisme: memisahkan agama dari kehidupan.
Sebelumnya,
kita meyakini bahwa Islam bukan hanya agama saja, tapi Islam yang dibawa
Rasulullah adalah seperangkat aturan yang mengatur segala aspek kehidupan
manusia. Jadi Islam bukan hanya mengatur tentang shalat, zakat, puasa, haji,
atau akhlaq saja tapi jauh dari itu Islam juga mengatur ekonomi, sosial, hukum
bahkan politik (sekali lagi dengan definisi yang benar). Nah lho..lalu kenapa
dunia saat ini memandang bahwa agama cukup bagian dari pribadi dan sekitar
tempat ibadah saja? Kalau ke pasar ngurusin jual beli gak usah bawa-bawa islam,
kalau soal ngatur sumber daya alam negara gak usah bawa-bawa islam, kalau
ngurusin urusan rakyat, pemimpin atau
yang lainnya juga jangan bawa bawa islam ? yeah... Sekali lagi karena
dunia saat ini mengemban sekulerisme atau memisahkan agama dari kehidupan,
Dan darimana
si sekulerisme ini lahir..mari saya ceritakan dengan singkat...
Pada abad
pertengahan, saat Islam lagi terang benderang dengan segala kemajuannya, di
eropa dan rusia malah lagi gelap gulita (dikenal juga dengan abad kegelapan).
Eropa dan rusia saat itu dipimpin oleh kaisar dan raja-raja kejam,yang memeras, menganiya bahkan menghisap darah
rakyat. Dan parahnya lagi si raja ini menjadikan agama (kristen) sebagai alat
pemerasannya(dikenal juga negara terokrasi). Para pemuka agama dijadikan perisai
untuk mencapai keinginannya. Saat itu juga science atau kemajuan tekologi di
larang, bahkan galie galileo yang membuktikan bahwa bumi bulat di hukum gantung
karena dianggap berlawan dengan ajaran agama kristen, Tapi lama-lama terjadi pergolakan sengit, yang kemudian membawa kebangkitan para
filosof dan cendekiawan. Sebagian dari mereka mengingkari adanya agama (agama
hanya membuat rakyat menderita), sebagiannya lagi mengakui adanya agama namun
harus dipisahkan dari kehidupan. Akhirnya pergelokan berakhir dengan solusi
jalan tengah yaitu memisahkan agama dari kehidupan,darisinilah lahir
sekulerisme
Nah, dari
asal muasalya kita bisa tahu kenapa saat ini sangat tabu jika ngomongin islam (agama) dengan politik. islam dengan ekonomi, atau islam dengan
hukum. ini berkaitan erat dengan trauma pada diri mereka. Takut ketika islam
(agama) berada di tampuk kekuasan bakal terjadi zaman kegelaan lagi. Well.well
jangan samakan aturan Islam dengan kerajaan teologis dimasa lampau.
Nah
teman..teman..dari kisah ringkas ini, kita bisa memahami bahwa banyak sekali
paham berbahaya di sekitar kita, paham yang menjauhkan kita dari Islam yang
sesungguhnya. Oleh karena itu mari kita sama-sama mengkaji islam lebih
dalam.mengkaji Islam bukan hanya dari sisi nafsiyah saja tapi juga mengkaji
aturan aturan islam terkait politik, hukum dan ekonomi. Karena hanya dengan
aturan Allahlah kita dapat keluar dari segala permasalah dinegeri ini.




